I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 95.


__ADS_3

Malam harinya,


Para pemain tim nasional Indonesia bersama pelatih dan juga stafnya merayakan keberhasilan mereka menjadi peringkat 2 di tournament Toulon.


Mereka juga merayakan dan mengucapkan selamat untuk Sean yang mendapatkan 2 penghargaan individual.


Acara perayaan itu di adakan di sebuah gedung seperti aula yang ada di hotel tempat mereka menginap.


Acara perayaan ini memang biasa biasa saja.


Hanya sekedar makan makan dan nyanyi berkaraoke untuk para pemain.


Mereka bersyukur atas hasil selama pertandingan tournament Toulon ini dan juga bersyukur karena tidak ada pemain yang terkena cedera akibat pertandingan.


Di jadwalkan bahwa pelatih Indra juga akan meliburkan para pemain besok agar bisa berlibur bersama selama 1 hari di sini.


Setelah itu, atau keesokan harinya para pemain akan pulang ke Indonesia.


Sean juga sudah tak sabar ingin segera pulang dan bertemu keluarganya.


Di saat perayaan para pemain tim nasional di aula hotel, Sean ikut tersenyum dan mengobrol dengan santai bersama staf dan yang lainnya.


Tiba tiba sebuah nada dering ponsel terdengar oleh mereka, Sean sadar akan hal itu karena ponsel yang menyala adalah miliknya.


Sean meminta izin untuk menjawab panggilan yang masuk.


Melihat bahwa itu Silva, Sean juga buru buru mengangkatnya.


"Halo? ada apa? Kok malem? Kan aku udah bilang ada acara malam ini." Ungkap Sean setelah menjawab panggilan masuk itu.


Silva di ujung lain juga terpaksa memanggilnya meski Sean sudah memberitahu bahwa dia akan ada acara malam ini bersama timnya.


Tapi Silva tak bisa menundanya.


"Kapan kamu pulang ke Indonesia?" Tanya Silva.


"Kamu memanggilku hanya untuk menanyakan ini?" Tanya Sean.


"Tidak."


"Lalu ada apa?"


"Jawab dulu!"


"2 hari lagi, besok berlibur dulu di sini."


"Pas sekali." Sahut Silva.

__ADS_1


"Pas apanya?"


"2 hari lagi ada seseorang yang akan menemui kita. Dia datang ke sini langsung."


"Dia bilang dia sudah di sini, tapi katanya dia ada dulu urusan jadi harus menunda pertemuan dengan kita."


"Seseorang siapa?"


"Seorang dari petinggi sebuah klub."


"Kamu akan tahu nanti." Ungkap Silva misterius.


Silva tidak berniat menutupinya hanya saja karena dia ingin sekali membuat Sean penasaran.


Meski biasanya saling terbuka, Silva ingin sesekali terlihat misterius.


"Apakah tidak akan memberitahunya?" Tanya Sean.


"Tidak, kalau begitu silahkan lanjutkan." Ungkap Silva lalu mematikan panggilannya itu.


Sementara Sean di buat bingung, Silva hanya tersenyum dan mengangguk pada seseorang yang ada di depannya itu.


Silva kini sedang berada di sebuah hotel tepatnya di sebuah privat room yang ada di hotel itu juga, tapi ini berbeda dengan hotel tempat Sean menginap.


Silva berbincang dengan seseorang.


Seperti menanyakan tentang harga Sean yang sekarang.


Silva menjelaskan bahwa Sean sekarang hanya memiliki harga senilai 1 juta Euro.


1 juta Euro itu adalah nilai harga Sean yang di tetapkan oleh para analis dari sebuah perusahaan data yang mengolah data untuk memberitahu para pemilik klub juga memberitahu media tentang seberapa banyak harga seorang pemain.


Silva menjelaskan bahwa dia juga belum mengetahui nilai selanjutnya apalagi sekarang Sean mendapatkan 2 penghargaan individual di tournament Toulon dan berhasil membawa negaranya ke peringkat 2.


Orang yang berbicara dengan Silva juga tersenyum saat tahu harga Sean hanya 1 juta Euro.


Menurut orang itu, harga Sean saat ini jika di hitung ulang akan setidaknya 3 juta Euro.


Ia bisa berasumsi begitu karena setelah tim scouting dari timnya melaporkan tentang Sean, tim scouting lainnya juga mencari tahu lebih lanjut tentang Sean yang bermain di Portugal.


Awalnya orang itu kaget saat tahu bahwa Sean bermain sangat baik di Liga Pro Portugal, meski itu adalah divisi 2 tapi itu tetap Profesional dan Sean saat itu masih sangat muda baru berusia 17 tahun.


Setelah memikirkan berapa harga Sean setelah di hitung ulang, orang itu menanyakan berapa biaya klausul pembelian Sean di klub Boavista pada Silva.


Silva memberitahu bahwa Sean di beri biaya klausul seharga 5 juta Euro.


Awalnya orang itu kaget saat tahu bahwa Sean di beri harga senilai 5 juta Euro.

__ADS_1


Menurut orang itu, Boavista tidak mengetahui nilai seorang pemain itu, seharusnya dia menetapkan nilai yang tinggi, minimal 10 juta dan itu akan menjadi investasi bagi klub nantinya.


Dan jika di jual nantinya, itu akan menjadi modal yang cukup untuk tambah tambah membeli pemain yang memiliki nilai pengalaman cukup kaya.


Orang itu hanya tersenyum dan lega bahwa biaya Sean sangat murah.


Setelah menanyakan harga klausul Sean di Boavista, orang itu menanyakan tentang kepribadian Sean.


Dimana seperti sifat dan sikap Sean menghadapai orang orang dan keseharian Sean.


Ketika menanyakan kepribadian, orang itu juga menanyakan lebih detail lagi, seperti bagaimana kondisi keluarga Sean.


Silva menjelaskan semuanya dan tidak menutup nutupinya.


Menurut Silva ini adalah sebuah keharusan ketika seorang petinggi dari sebuah klub menanyakan situasi ini.


Silva juga menjadi mendapatkan pengalaman.


Tentu saja bukan pengalaman, Silva juga jadi tahu tentang bagaimana kebiasaan seorang petinggi klub menanyakan sesuatu.


Apa yang dia pelajari ketika belajar menjadi agen juga ada yang muncul di tanyakan dan ada yang tidak.


Seperti menanyakan kondisi keluarga dan ini muncul di tanyakan oleh petinggi klub itu.


Silva menjelaskan bahwa kondisi keluarga Sean baik baik saja dan semuanya sangat baik dan penuh rasa hormat.


Keluarganya tidak merendahkan dan bersikap rendah hati, tidak terlalu banyak bicara di setiap obrolan.


Silva menjelaskan bahwa orang tua Sean juga selalu tidak banyak bicara jika itu yang tidak penting sama seperti kebiasaan Sean.


Orang itu mengerti dengan apa yang di jelaskan Silva.


Setelah menanyakan hal seperti itu, orang itu menanyakan pada Silva kontrak yang di miliki Sean dengan Boavista berapa lama lagi.


Silva memberitahu bahwa Sean memiliki durasi 2 tahun lagi di tambah 1 tahun. Tapi karena akan di jual aturan +1 itu menjadi hilang sehingga Sean hanya memiliki durasi 2 tahun saja.


Durasi tambahan 1 tahun ini juga nantinya akan mempengaruhi proses negosiasi antara kedua klub.


Jika pemain tidak di jual, tentu harganya akan lebih tinggi karena memiliki aturan durasi tambahan kontrak 1 tahun.


Itu akan menjadi nilai plus nantinya, tapi karena pemain di jual, nilai plus itu menjadi hilang dan itu memudahkan bagi tim si pembeli agar mengurangi harga negosiasi akhir nanti.


Orang yang berbicara dengan Silva itu hanya menghela nafas setelah tahu bahwa Sean hanya memiliki durasi kontrak seperti itu di tambah biaya klausul yang sangat kecil.


Dia hanya menyayangkan bahwa kali ini Boavista benar benar rugi besar, meski mereka memiliki Sean, mereka tidak bisa mengolahnya dan memanfaatkannya dengan baik.


Tapi untuk orang itu, meski dia menyayangkannya dia sangat lega dan senang.

__ADS_1


__ADS_2