I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 237.


__ADS_3

Anfield Stadium.


Dimana sorak sorai masih terus bergemuruh dari waktu ke waktu.


Para penonton Bayern Munchen yang hadir juga merasa sangat tertekan dengan gemuruh gemuruh yang di keluarkan oleh penonton Liverpool ini.


Selain merasa sangat tertekan, mereka lebih memperhatikan para pemain tim mereka, mereka mengkhawatirkan pemain tim mereka yang saat ini berada dalam tekanan tim Liverpool.


Situasi di lapangan pemain Bayern Munchen di tekan oleh pemain Liverpool, dengan sorak sorai yang terus bergemuruh dari luar ini menjadi tekanan juga bagi pemain Bayern Munchen.


Mental mereka seakan di tumbuk terus menerus oleh penonton Liverpool.


Inilah yang sangat di khawatirkan oleh penonton Bayern Munchen yang datang ke Anfield.


Mereka datang untuk memberikan dukungan agar Bayern Munchen bisa menang dan melaju ke babak selanjutnya.


Di lapangan, pemain Bayern Munchen yang tertekan dari dalam dan luar di Anfield ini sangat cemas.


Meski mereka kaya akan pengalaman, tekanan yang di berikan oleh pemain Liverpool di lapangan ini benar benar sangat kejam.


Dimana Liverpool memainkan high pressing dan passing cepat sehingga sangat menguras stamina mereka untuk menutup banyak celah yang kosong.


Dan mungkin melakukan beberapa pressing pada pemain Liverpool.


Dengan semua ini, pemain Bayern Munchen merasakan cemas, apalagi tekanan dari luar oleh penonton Liverpool dengan sorakan ini membuat mereka merinding dan hampir kehilangan fokus.


Bos di pinggir lapangan juga mengangguk dengan keadaan ini.


Dia juga merasakan bagaimana penonton Liverpool ini berkontribusi sekarang.


Di lapangan, Sean saat ini menguasai bola.


Dia berada di sisi kiri dan di belakang ada Robertson yang saat ini berlari dan akan melakukan over lap.


Dia sudah sangat hafal dan tahu bagaimana Sean akan bergerak.


Dengan Robertson yang berlari, fokus pemain Bayern Munchen juga menjadi dua.


Satu pada Robertson yang berlari dan satu pada Sean yang menguasai bola dan masih menggiring bola dengan lambat.


Pemain full back Bayern Munchen kini menemukan tekanan dari Sean yang sangat tenang dalam menguasai bola.


Dia terus memperhatikan pada bola di kaki Sean.


Dengan fokus dirinya terus memperhatikan, sesaat dia menemukan bahwa Sean akan bergerak dan dia sangat fokus lalu memperhatikan wajah Sean.


Sean yang menguasai bola lalu melakukan gerakan cepat yang tiba tiba.


Dia melakukan akselerasi ke depan menyusuri sisi kiri.


Meski ada Robertson di sisi kiri, Sean masih terus membawa nya di sisi.


Pemain full back Bayern Munchen mengikuti Sean dengan cepat dan responsif.

__ADS_1


Namun untuk beberapa saat, dirinya menemukan ada yang salah.


Dia melihat ke bawah dan ternyata bola sudah tidak ada.


Melihat kembali ke belakang dia menemukan bahwa Robertson sudah menguasai bola.


Hal ini tentu di lakukan oleh Sean yang sengaja berlari ke arah Robertson dan menyimpan bola di depan Robertson dan dirinya tidak berhenti berlari.


Sean juga melihat ini dan tidak mempedulikannya, dia menerobos dan menusuk ke dalam kotak penalti.


Mencari ruang.


Robertson yang menguasai bola, memberikan operan pada Bellingham yang mendekat.


Florian saat ini tidak di mainkan oleh bos, dan lini tengah di isi oleh Bellingham, Aurelien Tchouameni, Declan Rice.


Bellingham mengontrol bola dan segera melakukan penguasaan.


Dengan cepat dia menyalurkan bola pada Felix yang mendekat.


Felix juga menerima dan langsung melakukan passing lagi pada Bellingham.


Bellingham tidak berlama lama dan memberikan pada Aurelien.


Pertandingan berjalan dengan sangat monoton.


Dimana Liverpool sangat mendominasi penguasaan bola.


Memasuki menit ke 17, Liverpool mendapat peluang.


Dimana Rice berhasil memotong umpan terobosan dari Bayern Munchen dan langsung melakukan umpan panjang ke depan.


Umpan yang di tuju oleh Rice jelas Felix yang memiliki posisi sebagai penyerang.


Dengan taktik yang di berikan oleh bos, Felix juga harus melatih kekuatan tubuhnya agar bisa menahan tumpuan dan tekanan jika terjadi tabrakan tabrakan.


Dengan umpan panjang dari Rice ini, Felix bersiap menerima bola di dekat kotak penalti lawan.


Tentu hal tersebut tidak akan di biarkan oleh pemain Bayern Munchen.


Upamecano selaku pemain bertahan Bayern Munchen menempel pada Felix dan memberikan tekanan pada Felix.


Karena tubuhnya yang tinggi besar, Upamecano sangat percaya diri.


Namun dia menemukan Felix juga kuat, segera dia menambahkan tekanannya.


Felix juga yang berada dalam tekanan itu berusaha tenang dan segera dia menerima bola dengan sangat baik meski ada beberapa gangguan yang diberikan oleh Upamecano.


Entah itu tarikan, atau tangan yang memegangi badannya dan kaki yang berusaha membuang bola di saat bola akan di terima oleh Felix.


Felix menerima bola dengan baik, meski begitu dirinya tidak bisa berbalik badan.


Dia melihat Kisha berlari di sisi kirinya dan segera memberikan operan yang mulus.

__ADS_1


Kisha juga berlari sekuat tenaga untuk mengejar bola tersebut.


Alphonso Davies yang menjaga Kisha juga tentu tak akan kalah dan tak mau Kisha bisa bergerak bebas.


Keduanya beradu lari menuju bola.


Saat beberapa langkah sampai pada bola, Kisha memperhatikan situasi di depannya.


Dengan lirikan yang tajam, Kisha melihat Sean berlari di sisi lain masuk menuju ke dalam kotak penalti.


Segera Alphonso Davies melakukan tekelan berusaha untuk membuang bola agar Kisha tidak mendapatkan bola.


Balapan dengan Alphonso Davies yang melakukan tekelan, Kisha tidak berlama lama dan langsung melakukan passing yang sangat cantik.


Bola juga membelah di antara para pemain.


Alphonso Davies yang menjaga Kisha juga kaget karena ternyata Kisha tidak menggiring bola masuk ke dalam kotak penalti tapi langsung mengopernya.


Dia melihat ke arah mana bola akan di tuju dan langsung melotot.


Dia menemukan di sisi lain Sean yang merupakan pemain paling di waspadai oleh pelatih juga sedang berlari.


Dan bola sedang menuju padanya.


Beberapa pemain Bayern Munchen juga ada yang berusaha mencegat bola dan ada yang berlari pada Sean untuk memberikan tekanan.


Segera bola juga sampai di kaki Sean, dengan Sean yang sudah di dalam kotak penalti sebelah kiri.


Itu merupakan posisi yang sangat nyaman bagi Sean untuk mencetak gol.


Segera, salah satu pemain bertahan Bayern Munchen bertubuh tinggi dan besar menutupi ruangnya.


Sean melihatnya dan langsung melakukan aksi tembakan, dengan gerakan tiba tiba Sean , pemain Bayern Munchen itu bergerak menutup.


Namun itu hanya sesaat, dan Sean sudah ada di sebelahnya.


Tentu itu merupakan tembakan palsu Sean, dan Sean langsung menggiring bola sedikit untuk melakukan tembakan pada ruang bebas nya lagi.


Dengan keterlambatan pemain bertahan Bayern Munchen untuk menutup, Sean yang memiliki ruang bebas dan kosong di depannya langsung melakukan tembakan.


Tembakan tersebut merupakan tembakan yang melengkung.


Penjaga gawang Bayern Munchen juga segera beraksi, dia merentangkan kaki dan tangannya.


Namun bola tidak berhasil di jangkau karena bola melengkung.


Dimana bola terlebih dulu keluar lalu ke dalam.


Dia melihat dan menemukan bola membentur tiang, dan segera memantul memasuki gawangnya.


Sean yang berhasil mencetak gol segera melakukan aksi selebrasinya.


Berlari ke pojok lapangan dan memasang wajah yang sombong.

__ADS_1


__ADS_2