I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 68.


__ADS_3

Prancis yang berstatus sebagai tuan rumah itu harus kalah dari tamunya yaitu Indonesia di tournament Toulon 2018.


Pertandingan ini memang sangat sengit, panas, dan menarik.


Kedua tim tidak muluk muluk, mereka saling jual beli serangan dengan gagah berani. Meski begitu mereka juga tetap konsisten dalam bertahan.


Namun Prancis harus menelan kekalahan dari Indonesia karena gol yang di ciptakan Sean itu ada di menit terakhir dari babak tambahan.


Prancis juga tak bisa berbuat apa apa, mereka hanya bisa menerima kekalahannya dengan rasa yang sedikit tak puas karena mereka kecolongan gol di akhir.


Prancis yang menang 1 kali di pertandingan melawan Togo itu kini memiliki poin yang sama dengan Skotlandia karena mereka juga berhasil mengalahkan Togo.


Indonesia berada di puncak klasemen grup B. Dengan total 6 poin. Indonesia harus tetap fokus agar bisa lolos ke babak selanjutnya.


Meski lawan selanjutnya Togo yang sudah kalah 2 kali, belum tentu mereka membiarkan Indonesia menang dengan mudah.


Para pemain Indonesia juga sudah kembali ke hotelnya setelah berakhir nya pertandingan. Mereka tinggal menunggu 3 hari lagi untuk laga selanjutnya.


Di setiap lapangan tempat tournament Toulon berlangsung, sudah banyak sekali para pengintai dan media media untuk melaporkan berita hasil dari setiap pertandingan.


Sean juga sudah bertemu dengan Silva beberapa hari yang lalu, Silva sibuk karena dia mengurus beberapa urusannya.


Ia juga tak lupa untuk mencarikan klub Sean, dia menawarkan pada klub klub di Primeira Liga karena kontaknya baru sebatas di daerah Portugal saja.


Meski Silva berasal dari Gestifute, itu hanyalah perusahaannya, bukan berarti Silva bisa menggunakan kontak dari perusahaan.


Tapi dengan adanya perusahaan Gestifute di belakang Silva, itu akan lebih memudahkan bagi Silva untuk bernegosiasi nanti karena agen atau broker dari Gestifute bukan kaleng kaleng.


Klub juga harus berhati hati supaya tidak menyinggung pihak Gestifute, pasalnya para pemain yang berada di bawah broker asal Gestifute juga kemampuannya sudah layak di acungi jempol.


Saat bertemu dengan Silva beberapa hari yang lalu itu tidak hanya sekedar bertemu. Silva menjelaskan beberapa keadaan dari para pengintai klub klub yang ada di tournament Toulon.


Silva memberitahu bahwa banyak sekali pengintai dari Jerman dan Inggris. Dan pastinya pengintai dari klub klub di liga Prancis juga sudah banyak.


Yang sedikit hanya dari Spanyol dan Italia saja.


Silva memberitahu bahwa dia juga melihat ada 5 sampai 8 orang berasal dari klub besar asal Inggris dan Jerman.


Silva hanya memberitahu bahwa klub besar ini juga bukan klub besar biasa.


Saat tahu ada pengintai dari Inggris, Sean tentu saja senang karena menurutnya Liga Inggris adalah liga paling kompetitif.


Dimana semua klub nya hampir merata, dan sang juara atau posisi di klasemen juga bisa berubah ubah.


Jarang sekali ini terjadi di liga lain, karena di liga lain, klub klub besar benar benar mendominasi.

__ADS_1


Ini juga yang membuat liga kurang menarik karena tak adanya persaingan ketat di klasemen.


Silva memberitahu Sean bahwa dirinya bisa bermain di Liga Inggris meski negara Sean memiliki peringkat 100 lebih.


Sean tentu saja tahu, bahwa di liga Inggris banyak aturan. Bahkan Inggris dengan terang terangan akan menolak pemain dari negara yang memiliki peringkat 100 ke atas.


Jangankan 100, 50 ke atas juga masih ada banyak aturan yang harus di patuhi agar bisa bermain di Liga Inggris.


Tapi berbeda jika sang pemain di kontrak sebelum usia 21 tahun. Dimana pemain itu akan menjadi pemain dengan status Player Home Ground.


Tapi jika ingin lebih mudah, lebih baik bermain di luar liga Inggris terlebih dulu.


Dimana aturan Liga Inggris, pemainnya harus bermain di kompetisi Eropa selama 3 tahun terlebih dulu.


Jadi bermainlah di liga liga seperti Belanda, Jerman dan lainnya selama 3 tahun dan setelah itu kita bisa bermain di Liga Inggris jika umur sudah melewati 21 tahun.


Ada banyak sekali aturan di Liga Inggris. Bahkan di Liga Italia juga ada aturan yang lebih aneh, dimana pemain Uni Eropa atau asing di batasi hanya 4 atau 5 pemain saja.


Bukan klub yang di batasinya tapi liganya membatasi pemain Uni Eropa harus ada 4 atau 5 yang bermain di Liga Italia.


Ini juga merupakan sebuah tantangan bagi Indonesia untuk bisa bermain di Eropa. Kita harus semakin mengasah para pemain muda supaya negara kita bisa meningkatkan peringkatnya di FIFA, agar lebih mudah bermain di Eropa dan tak sulit saat menghadapi banyaknya aturan.


...


"Seann, ayo keluar. Yang lain katanya mau jalan jalan cari angin." Ungkap Firza tiba tiba.


Sean juga mendengarnya dan langsung melihat ke Firza, "Jalan jalan kemana?" Tanya Sean.


"Tak tahu, ayo. Dari pada di sini terus, bosan."


"Baiklah ayo." Sahut Sean.


Sean juga memakai hoodienya dan berjalan keluar dari kamarnya bersama Firza. Mengetuk pintu pintu pemain lainnya namun tak ada.


"Mereka sepertinya sudah di lobby menunggu kita." Ungkap Firza.


Sean yang mendengar itu langsung berjalan untuk menuju lobby.


Tak lama, dia juga melihat ada 6 orang di Lobby.


"Segini?" Tanya Firza.


"Yang lain udah duluan, tak tahu kemana."


"Biarkan saja, bebas. Kita juga harus nongkrong cari bule haha."

__ADS_1


"Ayo."


Dengan itu, Sean, Firza dan yang lainnya meninggalkan hotel berjalan kaki menyusuri sisi jalanan.


Mereka mencari tempat nongkrong di cafe cafe namun sudah banyak pengunjung.


Beberapa menit kemudian, mereka menemuka sebuah cafe yang masih sepi, mereka datang ke cafe tersebut dan langsung memesan.


Sean juga ikut memesan.


Saat duduk, Sean dan yang lainnya mengobrol sambil menunggu pesanan yang di pesan datang.


"Kayaknya mereka beda tempat, tak tahu dimana mereka."


"Biarkan saja, mereka juga mungkin seperti kita mencari tempat karena penuh."


"Ohiyaa, tadi kulihat ada cewek di jalanan sekitar sana."


"Cantik, dia juga bersama teman temannya."


"Apakah kita undang aja mereka untuk nongkrong bareng?" Ucap teman Sean Lutfi.


Sean dan yang lainnya melihat ke arah Lutfi.


"Boleh boleh." Jawab yang lainnya, Sean hanya diam saja mendengarkan.


Luthfi pun segera berlari kecil ke jalan yang tadi ia tunjuk, dimana cewek cewek tadi berada.


Tak berselang lama, Luthfi datang bersama 4 orang cewek cantik.


Cantik bukan karena bule nya, tapi emang benar para cewek cewek itu cantik dan menarik.


Mungkin mereka masih anak sekolah atau kuliah.


Sean yang melihat ini diam saja.


'Bagaimana caranya dia bisa tiba tiba menggaetnya langsung?'


'Apakah begitu mudah?'


Luthfi juga langsung duduk setelah sampai ke teman temannya lagi. Luthfi mempersilahkan agar cewek cewek itu duduk. Luthfi juga membawakan kursi tambahan dari meja lain dengan izin dari pegawai di cafe tersebut.


"Umur kalian berapa?" Tanya Hanis tiba tiba menggunakan bahasa Inggris.


"Aku 19 dan teman temanku ada yang 17 dan 18." Salah satu cewek menjawab sambil menunjuk ke teman temannya.

__ADS_1


__ADS_2