I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 39.


__ADS_3

Sore hari,


Estadio Municipal Arouca, home groundnya dari tim Arouca. Tim dari Liga Pro atau divisi ke 2 teratas liga Portugal.


Estadio Municipal Arouca sudah di penuhi dengan penonton dari kedua tim, pendukung Arouca tentu saja mendukung tim kota mereka apalagi tim mereka sedang dalam fase yang bagus bagusnya.


Di ruang ganti, Sean dan rekannya sedang melihat ke papan taktik dimana pelatih Jorge Costa sedang menjelaskan tentang skema permainan hari ini.


Meski sudah di jelaskan kemarin, Pelatih Jorge Costa tak ingin pemainnya melakukan hal yang tidak sesuai dengan skemanya.


"Jangan terburu buru, santai, tenang."


"Ingat poin ini."


"Ketika kamu mencetak gol lebih cepat, kedepannya kamu akan sulit, kamu hanya akan menghadapi gempuran dari tim lawan."


"Jadi sebisa mungkin untuk santai, cetak gol nya ketika ada kesempatan saja jangan terlalu terburu buru."


"Untuk pertandingan hari ini 1 gol sudah cukup."


"Asalkan kita menang itu sudah cukup dengan 1 gol tidak perlu lebih, jika bisa lebih itu lebih bagus."


"Pertahanan di perkuat, lini tengah penguasaan bola harus benar jangan sampai melakukan kesalahan kesalahan kecil yang membuat bola hilang dan menjadi ancaman bagi kita."


Setelag beberapa instruksi dari pelatih Jorge Costa, para pemain sudah bersiap, hanya tinggal menunggu staff official pertandingan saja yang memberitahu kapan mereka harus ke lorong pemain.


Setelah beberapa saat, staff official pertandingan juga datang dan memberi tahunya.


Sean dan rekan lainnya datang ke lorong pemain, dimana sudah ada para pemain Santa Clara yang berdiri dan berbaris menunggu untuk masuk lapangan.


Di luar lorong pemain, komentator sudah menjelaskan starting line dari kedua tim.


Sorak sorak penonton terus bergema di Estadio Municipal Arouca.


Meski kecil itu terasa seperti stadion yang besar karena bisa menampung banyak penonton.


Setelah beberapa saat, Sean masuk ke lapangan dengan pemain lainnya dari kedua tim.


Berbaris, lalu bersalaman dengan wasit dan pemain lawan.


Kapten tim di panggil oleh wasit untuk memutuskan siapa yang bola dan lapangan.


Tim Arouca memilih bola sesuai dengan instruksi pelatih.


Setelag kedua tim kembali ke wilayahnya dan Ericson juga sudah berdiri di lapangan tengah dengan kaki yang menekan bola, hanya menunggu wasit meniupkan peluit saja.


Dengan bunyi peluit dari wasit, Ericson mengoper bola ke belakang.

__ADS_1


Tim Arouca langsung melakukan penguasaan bola dan tidak langsung masuk ke wilayah tim Santa Clara.


Sean juga masih berdiri di wilayahnya sendiri di sisi kiri.


Pemain Santa Clara juga tidak melakukan pressing, mereka menunggu para pemain Arouca masuk wilayah mereka untuk melakukan pressing.


"Ini pertandingan kedua tim papan atas di musim 2017 / 2018." Ungkap komentator.


"Aku tidak tahu, apakah Arouca yang berstatus tuan rumah bisa mempertahankan tren positifnya menghadapi tim papan atas seperti Santa Clara?"


"Aku hanya berharap iya." Sahut komentator satunya.


"Itu karena kamu pendukung Arouca."


"Haha."


"Mari kita lihat pertandingan ini."


"Jika di lihat dari permainan Arouca ini, mereka melakukan penguasaan bola dan tidak terburu buru masuk wilayah lawan seperti biasanya."


"Santa Clara juga sabar bertahan dan menunggu di wilayah mereka sendiri."


"Ini tidak seperti kebiasaan dan ciri khas ke dua tim."


"Ini menarik."


"Kedua pelatih ternyata sudah saling menilai permainan masing masing."


Di lapangan hijau Estadio Municipal Arouca, waktu pertandingan sudah memasuki 10 menit, namun kedua tim masih belum menunjukan dominasi masing masing seperti biasanya.


Sean juga dalam 10 menit ini hanya mendapatkan 3 kali sentuhan bola, dia juga tidak bisa memegang bola lama lama karena pemain lawan langsung melakukan pressing saat Sean memegang bola.


Entah itu ketika di wilayah lawan atau di wilayahnya sendiri.


"Sepertinya pelatih Carlos Pinto menargetkan Sean " Ungkap pelatih Jorge Costa.


"Memang, ini sangat terlihat. Namun mari kita tunggu dan lihat dulu, aku takut mereka menyembunyikan jebakan yang lebih dalam jika menanggulangi sisi Sean saja." Ungkap asisten pelatih.


Pelatih Jorge Costa mengangguk mengerti, ia juga merasakan bahaya saat memikirkan bagaimana cara Sean menanggulangi permasalahannya.


Permainan di lapangan masih berlanjut, dengan kedua tim yang melakukan rebutan bola dan penguasaan bola.


Saat tim Arouca kehilangan bola, Sean ikut dalam pertahanan tidak seperti pertandingan biasanya, dimana Sean akan menunggu di depan.


Ketika tim Arouca menguasai bola, Sean hanya bisa bergerak di sisi kiri saja, tidak bisa masuk lebih ke tengah seperti biasanya.


Sean merasa bahwa dia terkunci.

__ADS_1


'Sean, kamu harus melewati rintangan ini agar bisa berkembang lagi.' Sean bergumam pada dirinya sendiri.


Saat pertandingan memasuki menit 23, tim Arouca kehilangan bola di wilayahnya sendiri.


Pelatih Jorge Costa yang sedari tadi duduk juga langsung berdiri dan berlari ke pinggir lapangan.


Di lapangan, semua pemain gelandang tim Santa Clara sudah memasuki wilayah tim Arouca.


Bahkan kedua full back juga sudah mengisi lini tengah wilayah tim Arouca.


Di dalan wilayah tim Arouca, tim Santa Clara terus melakukan passing dekat dengan para pemainnya.


Mencoba mencari celah terus menerus.


Sampai pada menit ke 24, gelandang tim Santa Clara tiba tiba melakukan umpan terobosan langsung ke depan.


Dimana wilayah yang di tuju langsung ke area kotak penalti.


Penyerang tim Santa Clara juga sudah bergerak untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai gol.


Dia dengan santai menerima bola dan tanpa kontrol, dia langsung menembak dengan kaki kanannya.


Bola yang keras meluncur menuju gawang tim Arouca.


Penjaga gawang tim Arouca juga sudah siap dan bereaksi dengan cepat.


Bola yang di tendang adalah bola datar dan mengarah ke sisi kiri gawang.


Saat tangan akan menyentuh bola, bola langsung membentur tiang gawang.


Karena tak mau adanya bola kedua, penjaga gawang tim Arouca langsung melompat lagi dari posisinya untuk mengamankan bola.


Dengan tangkapan penjaga gawang tim Arouca, bahaya yang di hadapi tim Arouca teratasi.


Penjaga gawang tim Arouca tidak langsung berdiri dan masih dalam posisi di tanah sambil memeluk bola.


Setelah beberapa saat, dia berdiri dan melambaikan tangannya untuk melebar.


Bola di lempar oleh penjaga gawang, bola itu di tujukan pada Basto di sisi kanan yang sudah melebar.


Basto juga menerima bola dengan kontrol yang sederhana, dia terus berjalan sambil menggiring bola pelan pelan.


Ia lalu mengoper pada Valente yang meminta bola dengan berlari mendekati Basto.


Valente yang menguasai bola berbalik dan mengoper bola pada Ericson.


Ericson juga menerimanya lalu mengirimkan operan pada Jubal dengan cepat.

__ADS_1


Ericson lalu bergerak lagi mencari ruang, Sean juga terus bergerak mencari ruang.


Sean tidak berhenti untuk mencari ruang agar mendapatkan bola dan membantu timnya.


__ADS_2