
6 Juli 2022,
Sean yang berangkat pada tanggal 4 Juli itu kini sudah berada di Inggris.
Dia sampai di malam hari tanggal 5.
Saat ini di tanggal 6 waktu juga masih pagi, Sean tidak melupakan sedikit olahraga ringan.
Dia juga harus melapor ke tim.
Setelah selesai olahraga ringan, Sean memulai sarapannya dan langsung mandi setelah selesai sarapan.
Pergi untuk melapor dan hanya butuh waktu sebentar bagi Sean sehingga setelah selesai melapor dia langsung kembali ke rumahnya.
Dia menyimpan barang barang yang di bawa nya ke lemari juga merapikan nya.
Di saat melapor tadi, Sean tidak menemukan pemain lain dan ternyata dia adalah orang pertama yang sudah menyelesaikan liburannya.
Tentu mungkin yang lain juga sudah selesai, hanya saja yang lain membutuhkan beberapa persiapan lagi sebelum pergi melapor.
Setelah selesai merapikan barang bawaannya, Sean bangkit dan menuju kolam yang ada di bagian belakang rumahnya.
Sebelum menuju kolam renang, Sean membawa segelas jus.
Jus ini di beli oleh Sean dari minimarket.
Datang ke tepi kolam untuk menikmati ketenangan yang ada di sekitarnya, sesekali menyesap jusnya.
Namun ketenangan itu terganggu akhirnya setelah ponsel Sean berbunyi.
Sean juga terpaksa melihat siapa yang mengganggunya.
Ternyata Felix yang menghubunginya, mengangkat panggilan tersebut dan menanyakan ada apa.
Felix ternyata menanyakan apakah Sean sudah sampai di Inggris, Sean tentu menjawab dan meminta agar Felix datang secepatnya.
Setelah beberapa saat, panggilan di akhiri.
Felix mengatakan bahwa dirinya akan berangkat malam hari hari ini.
Memainkan ponselnya di tepi kolam, Sean terlihat sangat tenang dan menikmatinya.
Sean melihat beberapa berita dari Indonesia, dimana beberapa pemain keturunan sudah berhasil di naturalisasi.
Sebelumnya, banyak sekali pemain yang melakukan naturalisasi, berhubung akan piala dunia dan di butuhkan banyak pemain.
Sean tidak merasakan tekanan apapun, hanya saja dia sedikit tidak nyaman, sebab akan banyak pemain lokal yang tidak bisa bergabung dengan timnas seperti di tahun tahun yang sebelumnya.
Setelah melihat berita tersebut, Sean kembali melihat berita rumor rumor Liverpool.
Namun saat sedang asyik melihat rumor rumor tersebut, grup chat dari tim Liverpool memberikan banyak notifikasi.
__ADS_1
Akhirnya Sean membukanya.
"Haha, ada pemain baru lagi nih."
"Siapa coba?"
Tulis Henderson di grup yang membuat para pemain lainnya penasaran.
Setelah Henderson mengirim pesan tersebut, banyak sekali yang mengatakan bahwa Henderson harus memberitahu siapa pemain barunya lagi.
Sean juga termasuk dalam jajaran orang yang mengatakan untuk memberitahu siapa pemain baru tersebut.
Setelah banyak tekanan dari rekan rekannya, Henderson hanya tersenyum.
"Ada 2, satu posisinya bisa sebagai gelandang serang dan yang lainnya bisa sebagai winger." Ucapnya di grup chat.
"Yang kedua posisinya sebagai gelandang."
Para pemain lainnya termasuk Sean bingung, bukanya harusnya 3 dengan pemain bertahan kenapa jadi 2.
Henderson juga tahu bahwa dan menjelaskan bahwa untuk pemain bertahan, dia sudah di pastikan bergabung dan akan datang tanggal 7 atau 8 untuk tanda tangan kontrak.
Sekalian bahwa tim juga akan mempublish nya ke media.
Setelah mendengarkan penjelasan bos, para pemain lainnya akhirnya mengerti.
Sean kemudian berpikir siapa pemain yang bisa berposisi sebagai gelandang serang dan menjadi seorang Winger.
Setelah asyik mengobrol di grup chat, Sean menyimpan kembali ponselnya.
Kembali ke dalam ruangan di rumahnya sebab merasakan panas yang lebih tinggi di bandingkan sebelumnya.
Sean memilih duduk di ruang keluarga dan bermain angkat beban ringan sambil tangan yang lain bermain ponsel.
...
2 hari berikutnya,
Setelah kedatangan Felix dan beberapa pemain lainnya, Sean akhirnya mendapatkan teman.
Sebab setelah kedatangan Felix, dia sering berkunjung ke sini bersama Magui dan bercerita tentang liburan mereka.
Felix dan Magui yang melihat adanya cincin di jari jari Sean langsung tersenyum dan meledek Sean.
Sean tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya menjelaskan hal tersebut pada Felix dan Magui.
Setelah mendengar cerita tersebut, keduanya juga saling memandang dan tersenyum.
Sean juga sempat mengatakan bahwa Felix dan Magui juga harus segera melakukannya jangan menunda nunda.
Setelah sering bermain dengan Felix dan Magui, De Ligt juga datang dan menandatangani kontrak bersama grup.
__ADS_1
Itu benar benar langsung di publish oleh akun Liverpool.
Setelah resminya De Ligt bergabung dengan Liverpool, siang harinya menuju sore hari datang lagi pemain baru lainnya.
Reinier Jesus yang berposisi sebagai gelandang serang dan bisa bermain sebagai Winger.
Dia juga menandatangani kontrak.
Harga untuk membeli keduanya cukup terbilang wajar.
Apalagi untuk pembelian Reinier Jesus yang lebih murah, dimana Liverpool hanya mengeluarkan uang sangat sedikit.
Untuk pembelian Reinier Jesus, Liverpool hanya mengeluarkan uang sebesar 15 Juta euro, dimana asalnya hanya 12 juta euro, tapi untung beberapa biaya tambahan menjadi 15 Juta euro.
Untuk pembelian De Ligt, Liverpool mengeluarkan uang sebesar 70 Juta Euro.
Asalnya Juventus ingin 80 juta Euro, tapi untungnya, Liverpool menjelaskan bahwa kontrak De Ligt di Juventus sebentar lagi habis sehingga harga juga harus sedikit turun.
Dengan pertimbangan panjang akhirnya Juventus menerima tawaran Liverpool untuk pembelian De Ligt seharga 70 juta euro.
Setelah berhasil penandatangan dan di publish, keduanya juga di undang masuk grup chat para pemain sehingga langsung berkenalan.
Sean yang saat ini ada di rumahnya sedang menunggu kabar 1 pemain lagi dimana dia adalah seorang gelandang, seperti yang di katakan oleh Henderson.
Di grup juga sedang ramai di bahas, siapa itu, namun tidak ada yang tahu siapa.
Sean juga sampai mencari cari di akun akun sepak bola mengenai rumor rumor yang akan berpindah ke Liverpool tapi tidak menemukannya.
Setelah banyak perjuangan, Sean akhirnya menyerah.
Saat Sean sedang asyik bermain ponselnya, tiba tiba ponselnya berbunyi menerima panggilan lagi.
"Hallo, ada apa?" Tanya Sean.
"Aku kebetulan sedang di Inggris, jadi apakah kamu akan membicarakannya sekarang sekarang atau nanti?" Tanya nya.
"Terserah saja, menurutmu saja yang terbaik, aku percaya kamu pasti akan melakukan yang terbaik." Jelas Sean.
Orang yang menghubunginya adalah Jorge Mendes dan menjelaskan bahwa kebetulan dirinya sedang di Inggris dan dia teringat bahwa Sean ada di Liverpool dan mencoba menanyakannya.
"Baiklah, sepertinya nanti saja ya, waktunya tidak tepat." Ucap Mendes.
Sean mendengar ini awalnya akan bertanya mengapa namun dia mengurungkannya karena dia tahu bahwa mungkin Mendes lebih tahu dan mengerti kenapa tidak sekarang.
Sean juga tak terburu buru mendapatkan gaji.
Setelah panggilan di akhiri, Sean menyimpan ponselnya dan memilih untuk memasak.
Sementara itu, Mendes yang sudah menutup panggilan sedang duduk di lobby dari sebuah hotel terdekat.
Dia baru saja menyelesaikan beberapa transfer untuk pemainnya yang akan pindah ke Inggris.
__ADS_1
"Mungkin nanti setelah training camp saja, aku yakin, aku bisa mendapatkan gaji yang besar untuk nya." Ucap Mendes.