I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 42.


__ADS_3

Pertandingan terakhir antara Arouca dan Santa Clara di akhiri dengan kemenangan Arouca yang berhasil menahan kedudukan 1 gol sampai akhir babak ke 2.


Tim Santa Clara harus pulang dengan kekalahan tak mampu membawa 1 poin pun di home Arouca.


Arouca yang kini tinggal menunggu hasil pertandingan dari Nacional apakah imbang atau menang pun bisa memutuskan apakah Arouca akan naik ke peringkat 1 atau tidak.


Nacional dan Arouca mempunyai poin yang sama, hanya selisih gol saja yang beda. Selisih gol kedua tim ini hanya berbeda 1 gol saja.


Jika dihitung dengan pertandingan hari ini, Arouca memiliki selisih gol yang sama dengan Nacional, jika itu Nacional menerima hasil imbang 0 0.


Di ruang ganti setelah selesai nya pertandingan, Sean hanya bisa berbaring di lantai karena dia merasakan rasa lelah yang biasanya tidak ia rasakan.


Ia merasakan bagaimana ketatnya permainan dari klub klub papan atas.


Ini saja baru tim papan atas dari Liga Pro, bagaimana dengan tim tim di Primeira Liga atau tim tim lima liga utama lainnya.


Sean merasakan guncangan hebat dalam dirinya, namun ini juga menjadi motivasi agar Sean kembali bekerja dan latihan lebih keras lagi.


"Nacional imbang." Ungkap Staff yang datang dari luar.


Kalimat ini seperti melihat air di gurun pasir yang tandus. Para pemain yang kelelahan langsung berdiri karena mereka akhirnya bisa berada di posisi pertama.


Meski ini baru awal liga, ini merupakan dampak yang bagus untuk kedepannya.


"Bagus. Akhirnya kita di posisi pertama."


"Kita sudah menang 4 kali kemarin tapi tidak pernah naik posisi, sekarang 5 kali kemenangan akhirnya bisa naik posisi." Ungkap Basto.


Rekan lainnya juga sama senang dan semangat. Sean yang merupakan pemain muda satu satunya merasakan senang yang luar biasa.


Dia akhirnya bisa membawa timnya naik posisi, gol satu satunya Sean tadi akhirnya membawa Arouca berada di puncak klasemen.


"1 gol tadi sangat bermanfaat." Ungkap Basto sambil melirik Sean. Sean juga tersenyum.


"Mari kita tunggu pelatih kembali dari ruang pers.


Setelah itu beberapa pemain bersalin dengan cepat meski mereka masih kelelahan. Benar saja jadwal padat kedepannya baru di mulai dari pertandingan hari ini.


Di jadwal yang padat melawan tim tim kuat, membuat para pemain semakin lelah karena stamina yang terus di kuras.


Setelah beberapa saat, pelatih kembali sambil tersenyum. "Kita di puncak." Ungkap pelatih saat datang.


Para pemain lainnya hanya senyum saja, pelatih juga canggung. "Sepertinya kalian sudah tahu, yasudah ayo ke bis." Ungkap pelatih.


"Tunggu pelatih, Beto belum bersalin."


"Biarkan dia salin di bis saja." Ungkap pelatih.


Dengan itu para pemain kembali ke bis.


Dalam perjalanan menuju ke kantor klub para pemain juga mengobrol. Sesampainya di wilayah kantor klub, para pemain turun dan langsung pulang masing masing.


Sean juga kembali ke asramanya.

__ADS_1


Jarak dari wilayah kantor ke stadion hanya memakan waktu 10 menit.


Sesampainya di asrama, Sean langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur.


"Ini benar benar melelahkan."


"Harus berlatih lebih keras lagi."


Sean masih berbaring di ranjang kasurnya, dia mengatur nafasnya dan terus berkata pada dirinya sendiri untuk menyemangatinya.


Setelah beberapa saat, Sean bangun.


Dia membuka ponselnya dan menelpon Silva, tak lama Silva pun mengangkatnya.


"Ada apa?"


"Aku butuh pelatih yoga." Ungkap Sean.


"Untuk apa?"


"Berlatih yoga, meminimalisir cedera."


"Kamu cedera?"


"Tidak, hanya saja jadwal akan padat dan aku merasakan banyak tekanan, mungkin latihan juga akan semakin keras oleh pelatih untuk hasil yang lebih baik nantinya."


"Agar tidak cedera aku ingin berlatih yoga."


"Apakah kamu akan les privat sendiri atau datang ke latihan umum yoganya?"


"Menurutmu yang mana?"


"Untuk menjaga privasimu, lebih baik privat saja."


"Berapa biayanya?"


"Tak tahu."


"Kalau mahal, bisakah uangnya dari mu dulu, aku tinggal punya sedikit." Ungkap Sean.


"Tak apa, asalkan nanti kamu ganti." Ungkap Silva.


Sean terus mengobrol dengan Silva sebentar lalu mematikan panggilannya.


Tadi Silva juga bertanya bagaimana pertandingannya, Sean menjelaskannya bahwa dia satu satunya pencetak gol, Silva juga senang dan memberikan acungan jempol untuk Sean.


Sean dalam 5 pertandingan di Liga Pro sudah memiliki total 7 gol dan 3 assist.


Statistik ini seperti seorang penyerang veteran, namun Sean bisa mendapatkan statistik ini karena dia bekerja keras dan selalu memanfaatkan peluang yang ada.


Meski kadang kadang ada tembakan Sean yang melenceng dan di selamatkan, Sean terus berusaha keras dan akhirnya memiliki statistik ini dalan 5 pertandingan.


Sean juga menjadi pencetak gol terbanyak untuk saat ini di Liga Pro.

__ADS_1


Sudah berturut turut Sean juga terus masuk dalam surat kabar harian, namun Sean sudah terbiasa jadi tidak terlalu mempedulikannya, ia hanya membacanya saja.


Sean juga tak tahu kalau dirinya akan selalu di masukan dalam surat kabar harian, padahal Primeira Liga juga sudah di mulai.


Tapi Sean menilai bahwa mungkin dirinya menarik karena bermain di Liga Pro dengan umur yang masih muda lalu memiliki statistik yang bagus dalam 4 pertandingan jadi surat kabar harian juga harus menjual berita bagus seperti ini.


Sean yang sudah mengakhiri panggilan dengan Silva kemudian keluar untuk ke kantin di dekat asrama.


Dia sangat lapar.


..


Malam harinya,


Di Indonesia, di sebuah apartemen mewah, seorang gadis yang cantik duduk di sofa yang empuk.


Gadis itu sedang bermain dengan ponselnya karena dia belum mendapatkan tawaran kerja lagi.


"Kalau di pikir pikir, beberapa hari yang lalu, saat di mal aku bertemu dengan ibu ibu aneh." Ungkapnya pada diri sendiri.


"Kenapa ibu ibu itu mengenalkan anaknya padaku? Apa maksudnya?"


"Apakah dia berharap aku menjadi mantunya? Haha." Gadis itu tertawa dengan indah.


"Tapi ibu ibu itu bilang bahwa dia fansku."


"Jadi harusnya wajar bersikap aneh."


Setelah beberapa saat, gadis itu membuka aplikasi instagram di ponselnya yang sedari tadi ia mainkan untuk melihat obrolan di grup chatnya.


Membuka aplikasi instagramnya, gadis itu terdiam beberapa saat, lalu mengklik ikon search dan mencari sebuah nama dengan kata kunci Sean.


Gadis itu penasaran dengan ucapan ibu yang ngefans padanya tiba tiba mengenalkan anaknya. Dia hanya mendengar ibu itu mengucapkan nama anaknya Sean.


Gadis ini sekarang sedang mencarinya, tak lama, terlihat akun Sean yang berada paling atas.


Gadis itu mengkliknya dan tak lama masuk dalam profil Sean.


Dia melihat followers Sean yang sudah 15 ribu namun dia tidak mengenalnya.


Kemudian membaca biodatanya.


"Hah?" Gadis itu kaget saat membaca bio di profil Sean.


"Dia bermain di Eropa?"


"Tunggu, kalau begitu lihat dulu foto fotonya." Dengan itu gadis itu juga menggulir layar nya kebawah untuk melihat photo photo yang sudah di upload Sean.


Sean sudah mengupload banyak photo, itu di lakukan oleh Silva dan fotonya hasil jepretan dari fotographer ahli jadi hasilnya bagus.


Dalam uploadan photo juga ada berita berita Sean dalam surat kabar harian.


Itu sengaja di masukan sebagai tanda awal karir Sean, menurut Sean.

__ADS_1


__ADS_2