
Beberapa hari berselang.
Liverpool yang terakhir kali melakukan tandang ke San Siro akhirnya mengalami hasil imbang di pertandingan tersebut.
AC Milan yang berstatus sebagai tuan rumah bermain sangat gila dan mendominasi.
2 gol tercipta di babak pertama.
Dan kedudukan tidak berubah sampai turun minum.
Di mulainya babak kedua, AC Milan di tekan oleh Liverpool sampai menit ke 75.
Dengan tekanan dan penguasaan bola oleh Liverpool di sepanjang pertandingan itu, Liverpool berhasil mencetak gol dan berhasil menyamakan kedudukan.
Di pertandingan tersebut, Sean tidak mencetak gol karena penjagaan padanya sangat ketat.
Dia hanya bisa berkontribusi dengan menyumbang 1 assist saja untuk Felix.
Dan untuk gol kedua itu merupakan tembakan dari Aurelien yang bekerja sama dengan Felix.
Dengan kedudukan yang berubah menjadi 2 - 2.
Pertandingan juga langsung sengit, AC Milan yang tak mau kalah bermain semakin ngotot.
Tapi meski begitu, AC Milan gagal mencetak gol lagi dan sampai akhir pertandingan kedudukan masih tetap berubah.
Dengan hasil seperti itu, Liverpool berhasil lolos ke babak selanjutnya.
Lawan mereka di babak selanjutnya juga sudah keluar, dimana Liverpool harus bermain Manchester City.
Dengan bertemunya kedua tim Liga Premier di babak semi final UCL ini, ini membuat kecewa pihak Asosiasi Inggris.
Mereka awalnya mengharapkan agar keduanya bisa bertemu di final dan meningkatkan lagi reputasi Liga Premier.
Alhasil keduanya bertemu terlalu cepat, meski begitu mereka masih mengharapkan yang terbaik bagi kedua tim.
Di babak semi final lainnya, Real Madrid harus bertemu dengan Inter Milan.
Real Madrid berhasil lolos ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Napoli di babak perempat final.
Awalnya 3 tim dari Serie A semuanya masuk ke perempat final dan itu merupakan sebuah kebanggaan bagi Serie A.
Dengan berlalunya waktu setelah pertandingan terakhir di babak perempat final.
Liverpool juga menjalani beberapa laga lagi di Premier League sebelum menjalani laga semi final UCL.
Di laga Premier League, Liverpool melakoni laga melawan Manchester United dan berhasil meraih kemenangan setelah beberapa pertandingan mereka sedikit kesulitan dalam berlaga.
Dimana kalah dari Manchester City, kemenangan tipis melawan Newcastle dan hasil imbang melawan AC Milan.
Di laga melawan Manchester United di Premier League ini, Liverpool berhasil meraih kemenangan dengan skor 4 - 2.
Dimana Sean berhasil menyumbangkan 2 gol di pertandingan tersebut.
Terisa beberapa laga lagi di Premier League, Sean dan Liverpool harus terus meraih hasil yang positif.
Sean yang harus mendapatkan sepatu emas dan Liverpool yang harus mendapatkan trophy lagi dimana ini juga akan menjadi juara beruntun dari Liverpool.
__ADS_1
Setelah melawan Manchester United, Liverpool kembali menjalani pertandingan melawan Chelsea.
Di pertandingan tersebut, karena Chelsea sedang menurun, Liverpool berhasil meraih kemenangan dengan percaya diri.
Dimana di pertandingan tersebut, kedudukan juga 3 - 0.
Liverpool meraih 3 poin penuh dari laga tandangnya tersebut.
Di pertandingan itu, Sean hanya menyumbangkan 1 assist dan 1 gol.
Dan sisa lainnya oleh pemain lain.
Hari terus berlanjut, Liverpool kembali menjalani laga melawan Tottenham.
Di beberapa jadwal ini, Liverpool terus melawan beberapa tim yang terbilang kuat dan itu terbilang sedikit menyulitkan.
Meski begitu, Liverpool masih meraih hasil positif di laga melawan Tottenham itu.
Liverpool berhasil meraih kemenangan dengan skor 1 - 0.
Gol tersebut di cetak oleh Trent Arnold.
Dengan kemenangan ini, Liverpool juga semakin mantap di puncak klasemen.
Hanya tersisa 2 pertandingan lagi agar Liverpool berhasil meraih juara dengan cepat.
Dimana masih menyisakan 5 pertandingan lagi di Premier League.
Tapi jika Liverpool berhasil meraih 2 kemenangan lebih cepat, Liverpool juga sudah bisa meraih juara lebih cepat.
Liverpool harus menderita kekalahan dengan skor 3 - 1.
Bos juga marah setelah pertandingan selesai, bos memarahi karena pemainnya terlalu terlena dengan cepat.
Dengan hasil buruk itu, Liverpool juga menyadarkan diri mereka sendiri.
Di pertandingan selanjutnya melawan Nottingham Forest, mereka kembali dengan semangat yang tiada taranya.
Liverpool berhasil meraih kemenangan dengan skor 2 - 0.
Sean juga berkontribusi dengan 1 golnya.
Dengan Sean yang terus mencetak gol, Sean juga yakin dirinya bisa menjadi pencetak gol terbanyak.
Tersisa 3 pertandingan lagi di Premier League, Liverpool tidak terus menjalani laga di Premier League karena harus berlaga di Semi final UCL.
Di semi final UCL ini, Liverpool menjalani laga tandang terlebih dulu ke home dari Manchester City.
Dengan penuh semangat para pemain dan penonton Liverpool juga berangkat ke home Manchester City.
Di mulainya babak pertama, Manchester City bermain lebih mendominasi.
Meski begitu, perebutan masih terjadi di lini tengah.
Ini membuktikan kualitas dari kedua tim, dimana mereka sama sama kuat di berbagai posisi.
Percobaan tembakan juga di miliki oleh kedua tim, sangat sedikit terjadinya pelanggaran keras di pertandingan ini.
__ADS_1
Mungkin itu hanya sentuhan sentuhan kecil saja.
Sepak pojok juga di dapatkan oleh kedua tim bersamaan dengan pertandingan yang terus berjalan.
Akhirnya pada menit 31, kedudukan berubah.
Dimana Manchester City terlebih dulu berhasil memecahkan kebuntuan yang panjang.
Gol tersebut berhasil di cetak oleh Kevin De Bruyne yang melakukan tembakan jarak jauh.
Para pemain Liverpool juga kaget dengan terciptanya gol tersebut.
Bahkan Sean juga melamun dan melakukan pengulangan dengan tangannya dimana Kevin De Bruyne melakukan tembakan.
Akhirnya Sean juga hanya menggelengkan kepalanya karena gol tadi sangat luar biasa.
Pertandingan terus berlanjut.
Sampai turun minum, skor tidak berubah dan masih 1 - 0, dimana tuan rumah Manchester City unggul.
Di ruang ganti, bos tidak memerahi para pemain melainkan memberikan acungan jempol karena bermain baik.
Meski tertinggal, ini masih sesuai dengan apa yang di harapkan bos.
Di ruang ganti, bos juga menjelaskan beberapa pemahaman agar para pemain bermain dengan lebih baik di babak kedua.
Hal yang sama terjadi di ruang ganti Manchester City.
Pep Guardiola melakukan tindakan yang sama dengan Bos, dan yang berbeda mungkin Pep Guardiola lebih menajamkan kata katanya ketika meminta pemainnya untuk menjaga Sean di babak kedua ini.
Babak kedua akhirnya kembali di mulai, Liverpool masih bermain sangat santai meski tertinggal.
Dengan Liverpool yang bermain santai begini, Manchester City juga merasakan hal yang tidak biasa.
Akhirnya Pep Guardiola melakukan penyesuaian dengan melakukan pergantian.
Dia melakukannya karena mencium hal yang tak terduga akan terjadi pada timnya.
Pertandingan terus berlanjut dengan sentuhan sentuhan kecil yang mengakibatkan beberapa pelanggaran.
Perebutan bola juga masih sering terjadi.
Tembakan tembakan di lancarkan oleh kedua tim untuk mencetak gol atau memberikan signal bahaya.
Memasuki menit ke 65, skor masih tidak berubah.
Pep Guardiola melirik pada Klopp yang berada di bench lawan.
Dia mengernyitkan dahinya tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Klopp.
Dia dengan serius melihat ke lapangan dan lebih mencermati apa yang terjadi di lapangan.
Dia takut dirinya melupakan sesuatu.
Akhirnya pada menit ke 71, bos berdiri dan melakukan beberapa teriakan untuk memberikan arahan pada pemainnya.
Pada menit 75, bos juga melakukan penyesuaian dengan melakukan pergantian pemain dari timnya berharap jalannya pertandingan segera berubah.
__ADS_1