
Di ruang ganti milik tim Liverpool, para pemain sedang beristirahat.
Mereka memanfaatkan waktu yang sebentar ini untuk memulihkan stamina sebisa mungkin.
Apalagi setelah mendengar instruksi bos barusan.
Dimana bos mengatakan bahwa di pertandingan babak ke 2 akan menjadi pertandingan yang sangat sengit lebih dari babak pertama tadi.
Apalagi Real Madrid tertinggal 1 gol saat ini dan di mungkinkan mereka akan lebih menyerang.
Bukan hanya itu saja, tapi bos menjelaskan bahwa di babak ke 2 ini akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukan semuanya.
Maksudnya ialah bermain dengan pressing agresif, terus bergerak, tempo permainan di percepat.
Bos memberikan arahan ini supaya pemain lawan atau pemain Real Madrid sulit untuk merebut bola.
"Flo, perbanyak operan yang cepat." Ucap bos.
Florian juga mengangguk mengerti.
Florian juga sadar bahwa dia hanya bisa bermain dengan 2 sentuhan saja.
Dimana 1 sentuhan di gunakan untuk mengontrol bola dan sentuhan ke 2 ia gunakan untuk mengoper bola.
"Sean, Mbappe lebih tekan ke dalam, jangan terlalu lebar."
Setelah menjelaskan itu bos melihat pada Robertson dan Arnol dan keduanya langsung mengerti.
Setelah banyaknya instruksi tambahan lagi, para pemain memanfaatkan waktu yang tersisa dengan minum untuk memulihkan dahaga mereka.
Setelah beberapa saat, staf official memberitahu agar pemain segera memasuki lapangan lagi.
Di bangku penonton, keluarga Sean sedang mengobrol, dan setelah melihat para pemain sudah memasuki lapangan lagi, mereka langsung berhenti mengobrol dan fokus lagi pada lapangan.
Siaran televisi juga langsung menayangkan lagi para pemain yang sudah bersiap di lapangan.
Setelah beberapa saat, pertandingan di mulai lagi dengan Liverpool yang memulai kick off.
Felix langsung memberikan operan ke belakang.
Dia juga tak langsung diam dan langsung bergerak berlari ke depan.
Sean dan Mbappe juga langsung bergerak maju memasuki wilayah pertahanan lawan.
Virgil yang menerima bola dengan tenang langsung memberikan bola lagi dengan cepat pada Declan Rice.
__ADS_1
Para pemain Real Madrid juga langsung melakukan pressing.
Mereka memanfaatkan ini karena pertandingan baru di mulai dan biasanya kesalahan banyak di buat di menit menit seperti ini.
Pertandingan di lapangan juga terus berlanjut dengan komentator yang terus berbicara dengan pembicaraan uniknya itu sehingga membuat para penonton di rumah sangat nyaman.
Bos di pinggir lapangan juga masih berdiri di pinggir lapangan untuk memantau pemainnya apakah pemainnya akan menjalankan instruksi nya atau tidak.
Di lapangan hijau, Aurelien menguasai bola namun dia tidak bisa membalikan badannya karena Modrid menekannya dari belakang.
Meski tubuhnya Aurelien lebih besar tapi pengalaman Modrid mempengaruhinya sehingga dia bisa dengan mudah membatasi pergerakan Aurelien.
Aurelien menahan bola dengan kakinya dan kepalanya masih melirik rekan rekannya yang mendekat.
Setelah beberapa saat, Aurelien memberikan operan pada Arnold yang mendekat.
Arnold yang menerima bola juga langsung menendang bola ke depan, namun para pemain Real Madrid tak menyangka bahwa bola itu justru sangat akurat dan menuju para pemain depan Liverpool.
Terlebih bola itu menuju Felix.
Felix menahan pemain belakang Real Madrid Alaba di punggungnya dan memegangi celananya agar tidak pindah kedepannya, tangannya juga membatasi gerakan Alaba.
Felix mundur dengan pelan supaya bola bisa ia kontrol dengan kakinya bukan dengan dadanya.
Sean dan yang lainnya juga tak tinggal diam setelah melihat ini dan langsung bergerak mencari ruang kosong.
Wasit melihat tak ada pelanggaran dan tetap melihat bola yang masih di kontrol oleh Felix.
Kemudian para penonton hanya melihat bahwa Felix mengontrol bola dengan kakinya dan langsung menyodorkan ke depan nya dengan pelan.
Tak lama, Florian menembak.
Felix melakukannya dengan sengaja, saat ini ia berperan seperti pemantul untuk Florian.
Alaba yang menjaga Felix juga langsung melepaskan penjagaannya pada Felix dan berlari ke depan berusaha untuk menutup ruang tembak dari Florian.
Namun aksinya terlambat karena Felix juga menjaganya dengan tangannya yang dia sengaja rentangkan sedikit untuk memperlambat gerakan itu.
Florian yang melihat ruang kosong juga langsung menembak.
Dimana ruang tembak ini berjarak sekitar 23 meter dari gawang saja.
Dengan tendang keras, bola menyusuri tanah.
Tak ada yang menyangka bahwa bola yang di tembak oleh Florian akan menyusur di tanah, mereka menyangka bahwa bola akan terbang ke atas makanya pemain Real Madrid yang tersisa di kotak penalti melompat untuk menghalau tembakan Florian.
__ADS_1
Bola akhirnya bergerak dengan cepat menuju gawang.
Penjaga gawang Real Madrid juga melompat ke sisi kiri nya sebab Florian menembak ke arah kanan dari dirinya dan jika dari penjaga gawang itu adalah sisi kirinya.
Penjaga gawang Real Madrid melompat berusaha menghentikan tembakan keras ini.
Saat bola akan terlihat masuk ke gawang, bola tiba tiba berbelok keluar.
Ternyata bolanya berputar dengan kencang sehingga bola menjadi keluar.
Akhirnya tendangan itu tak menghasilkan apapun dan hanya menjadi tendangan gawang untuk Real Madrid saja.
Pertandingan juga kembali di mulai.
Dimana pertandingan yang berjalan menjadi perebutan bola di wilayah tengah.
Para pemain Liverpool tidak membiarkan para pemain Real Madrid seenaknya untuk menguasai bola.
Pertandingan terus berlanjut bersamaan waktu yang berjalan.
Memasuki menit ke 57, Robertson menguasai bola dan dengan cepat ia berikan bola pada Sean di depannya yang belum terlalu masuk ke depan.
Sean menerima bola dengan posisinya yang agak miring sehingga ia tidak perlu untuk berbalik badan.
Dengan posisi begini, Sean juga bisa langsung siaga dengan tindakan pemain lawan.
Sean kemudian menggiring bola dengan pelan melaju ke depan meski di depannya ada pemain full back yang masih membayangi gerakannya dan menjaganya.
Sean tidak terlalu keberatan dan dengan tenang masih menggiring bola sedikit demi sedikit.
Ia juga memperhatikan gerakan teman temannya.
Meski Sean tidak terlalu bermain cepat seperti instruksi bos, bos juga tak mempermasalahkannya.
Bos tahu bahwa saat ini Sean sedang membangun momentum serangan bagi tim.
Saat para pemain dari Liverpool sudah terlihat jelas dan tertanam dalam pikiran Sean dimana sengaja posisinya, Sean kemudian fokus ke pemain full back yang menjaganya di depannya ini.
Ia kemudian menggerakkan badannya ke kiri tiba tiba dengan cepat, pemain full back lawan juga kaget dan langsung bergerak ke kanan untuk menutup gerakan Sean itu tapi ternyata gerakan Sean barusan hanyalah tipuan.
Pemain full back lawan juga langsung kembali sadar dan menutup ruang kirinya lagi karena dia tahu bahwa Sean akan memanfaatkan sisi bagian luar wilayah pertahanannya.
Namun siapa sangka ternyata Sean benar bergerak ke arah yang pertama.
Pemain full back itu mati langkah, dia tidak mengimbangi kecepatan gerakan Sean yang tiba tiba bergerak cepat dan banyak tingkah itu.
__ADS_1
Sean menggiring bola dengan cepat ke wilayah dalam dan melewati pemain full back lawan yang tadi.