I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 91.


__ADS_3

Pertandingan laga final tournament Toulon 2018 antara Indonesia melawan Portugal benar benar sangat menghibur para penonton.


Mereka menyajikan pertandingan yang sangat menegangkan dan mengasyikan.


Pertandingan ini meski masih berjalan dan skor di ungguli oleh Indonesia, terlihat bahwa Portugal juga tak mau kalah setelah Indonesia mencetak gol ketiganya tadi.


Untung saja gol ketiga Indonesia terjadi di menit 67, dimana itu masih menyisakan waktu untuk Portugal agar bisa menyamakan kedudukan.


Pertandingan yang sedari tadi sudah di mulai lagi juga sudah memasuki menit ke 73, dan Portugal benar benar melakukan serangan habis habisan.


Bahkan para pemain Indonesia benar benar di tekan.


Sean dan 3 lainnya sebagai pemain depan harus ikut turun lebih jauh ke pertahanannya karena tekanan yang di berikan pemain Portugal tidak main main.


Salah satu pemain belakang itu ikut maju dan menjadi penyerang, dan satunya lagi justru menekan dengan memasuki wilayah Indonesia.


Pertahanan Portugal benar benar di tinggalkan, meski ini sebuah kesempatan bagi Indonesia, namun Indonesia saat ini tidak menguasai bola.


Dan pernah 2 kali menguasai bola tapi itu dengan cepat di langgar oleh pemain Portugal sehingga serangan balik juga gagal.


Pemain Portugal yang melakukan Portugal juga mendapatkan kartu karena melakukan profesional foul.


Tapi pemain Portugal itu tak mempermasalahkannya, justru dia langsung mengambil bola dan berlari ke wilayahnya lalu melemparkan bolanya lagi ke pemain Indonesia untuk melakukan tendangan bebas.


Setelah kejadian itu, pemain Indonesia juga mengerti bahwa kesempatan melakukan serangan balik sangat kecil.


Apalagi jika memang pemain Indonesia berhasil melakukan serangan balik nantinya, takutnya pelanggaran yang di lakukan pemain lawan akan lebih keras dan membuat diri mereka sendiri cedera.


Dengan hal ini lah, para pemain Indonesia memilih bertahan dengan sabar.


Saat memasuki menit ke 75, Portugal melakukan umpan silang dari sisi sebelah kanan pertahanan Indonesia.


Pemain yang melakukan umpan silang itu merupakan pemain full back kiri Portugal yang ikut maju untuk ikut membantu menekan dan menyerang Indonesia.


Umpan silang itu di tujukan ke dalam kotak penalti, dimana para pemain dari kedua tim banyak yang sudah berkumpul.


Irianto melompat untuk melakukan sundulan dan membuang bolanya agar tidak di sundul oleh pemain lawan, namun lompatannya kurang tinggi dan bola hanya melewatinya saja.


Yang tidak di ketahui Irianto ialah pemain belakang Portugal yang memiliki tubuh tinggi melompat di belakang Irianto bersamaan dengan Irianto.


Namun karena tubuhnya yang tinggi itulah dia berhasil melakukan sundulan pada bola.


Sundulan yang di lakukan nya juga sangat tepat dan mengarah ke gawang.


Riyandi kaget dan langsung memblok dan telapak tangannya karena bola tiba tiba berada di depannya.

__ADS_1


Dengan usaha Riyandi bola di selamatkan namun itu belum selesai, karena bola yang di selamatkan itu justru malah jatuh di depan pemain Winger Portugal.


Riyandi melakukan penyelamatan dengan kedua telapak tangannya tadi sehingga bola hanya memantul saja tidak tertangkap erat.


Pemain Winger Portugal yang mendapati bahwa bola jatuh di depannya itu tak membuang peluang.


Dia langsung menembak dengan keras karena yakin bahwa dia akan mencetak gol, apalagi bahwa gawang sudah tepat di depannya.


Dengan keras dan cepat melaju melewati celah kedua kaki Riyandi.


Riyandi juga tak bisa melakukan apa apa dan langsung terjatuh.


Pemain Winger yang berhasil mencetak gol itu langsung berselebrasi dengan mengangkat salah satu jarinya ke langit.


Para pemain Indonesia di dalam kotak penalti semua memasang wajah jelek karena mereka terbalaskan lagi.


Penonton di Stade Parseiman semuanya bersorak.


Meski saat Indonesia mencetak gol mereka bersorak dan Portugal bersorak, mereka sebenarnya tak peduli siapa yang menang.


Mereka hanya ingin melihat pertandingan yang seru dan menunggu siapa pemain terbaik nantinya.


Sean yang melihat timnya kebobolan lagi akhirnya tetap tenang dia berjalan dan memberikan semangat dan menepuk bahu mereka agar tetap bersemangat karena pertandingan masih berjalan.


Sean juga berteriak agar bola segera di kembalikan ke titik putih di tengah lapangan.


Pemain lainnya juga sadar bahwa waktu juga masih ada kenapa mereka harus seperti ini.


Dengan semangat yang di berikan Sean, pemain lainnya juga kembali semangat. Irianto yang sebagai kapten tentunya memberikan semangat tambahan dengan cara berteriak dan memberikan tepuk tangan keras.


"AYOO BISA AYOO!!"


Wasit juga segera meniupkan peluit untuk pertandingan agar segera di mulai lagi.


Setelah bola di tendang, penguasaan bola ada di kaki pemain Indonesia.


Namun yang tidak pemain Indonesia sangka adalah para pemain Portugal tiba tiba melakukan pressing yang sangat agresif seperti mereka kebobolan di awal awal.


Pelatih Indra yang tadi duduk di bench juga langsung berdiri dan berlari ke pinggir lapangan, dia berteriak teriak memberikan instruksi.


Namun bagaimana bisa para pemain mendengar dengan jelas, mereka kini sedang fokus agar tidak kehilangan bola.


Jika mereka kehilangan fokus sedikit saja, ruang gerak dan jalur operan akan langsung di tutup dan pemain yang menguasai bola akan kehilangan bolanya.


Lutfi memberikan operan pada Irianto, Irianto juga langsung memberikan pada Nurhidayat.

__ADS_1


Nurhidayat pada Asnawi, Asnawi pada Egy.


Saat Egy mengontrol bola dia tidak waspada dengan bagian belakangnya.


Dia di tekan oleh pemain lawan dari belakangnya, Egy juga berusaha menahan tekanan dari badan lawan itu yang menempel pada punggungnya seraya menahan bola dan mencoba mengaturnya agar bisa mengembalikan bola pada Asnawi.


Namun sebelum sempat Egy melakukan operan pada Asnawi, tiba tiba ada pemain lain datang membantu untuk menekan Egy.


Egy pun akhirnya goyah dan tumpuannya tak seimbang.


Egy berusaha keras untuk menyodorkan bola, setidaknya dia tidak kehilangan bola.


Dengan sodoran Egy, bola itu melaju pelan ke arah Asnawi.


Namun karena pelan, pemain Portugal yang tadi membantu menekan Egy justru mendapatkan bolanya dan bola pun akhirnya terebut.


Saat bola di kuasai oleh pemain Portugal, pemain Portugal lainnya langsung ikut menekan wilayah Indonesia dan langsung masuk ke wilayah pertahanan Indonesia.


Egy merasa bersalah, dia langsung berlari mengejar pemain yang menguasai bola itu.


Namun dia sia sia karena setiap Egy mengejar pemain yang menguasai bola, pemain itu akan mengoper bolanya.


Egy terus berusaha mengejar pemain lainnya mencoba bertanggung jawab.


Namun karena aksi Egy ini, ruang di sisi Egy menjadi kosong.


Pemain Portugal juga memanfaatkannya dan menyerang melalui sisi kanan pertahanan Indonesia lagi.


Dimana Asnawi sendirian menghadapi Winger dan full back kiri lawan yang saling mengisi.


Asnawi juga menjadi sulit untuk menghentikannya.


Luthfi tidak bisa datang membantu karena dia menutup ruang dari pemain gelandang lawan.


Sama halnya dengan pemain lainnya.


Sean juga sama dia harus mengikuti pemain Winger lawan karena Firza menjaga full back kanan lawan.


Asnawi yang sendirian itu akhirnya terlewati dengan umpan satu dua dari pemain Winger kiri lawan dan full back kiri lawan.


Pemain Winger yang berhasil membawa bola itu melakukan giringan dan masuk ke dalam kotak penalti.


Nurhidayat yang asalnya menjaga dan menutup penyerang itu akhirnya harus menutup ruang tembak Winger itu.


Dia berlari mendekatinya, namun Nurhidayat terlalu ceroboh, saat dia berlari mendekat ke pemain Winger itu, pemain Winger itu justru melakukan operan kepada penyerang itu yang kini tengah kosong.

__ADS_1


Penyerang itu langsung menembak karena ruangnya yang sudah kosong.


Dengan tembakan keras dari penyerang itu, bola melaju dengan cepat ke gawang.


__ADS_2