
2 hari kemudian, tepatnya tanggal 17 Januari 2018, pertandingan antara Arouca dan Famalicao di gelar di Estadio Municipal Arouca.
Kali ini di pertandingan hari ini, Sean memulai sebagai starter lagi, meski Osei sudah sembuh dari cederanya tapi dia sedang dalam tahap pemulihan yang hanya bisa ikut berlatih ringan saja dan tidak bisa bermain.
Di ruang ganti tim Arouca, Sean dan rekannya sudah bersiap untuk menuju lorong pemain, pelatih Jorge Costa juga sudah memberikan beberapa instruksi untuk pertandingan ini.
Meski Famalicao berada di klasemen papan tengah, tapi di beberapa pertandingan terakhir, mereka tampil baik dan bisa mendapatkan 2 seri dan 1 menang.
Ini membuat Arouca yang berstatus tuan rumah harus berhati hati, apalagi Arouca kini berada di puncak klasemen.
Mereka tidak bisa kehilangan 1 poin pun di kandang dan harus mendapatkan poin penuh.
Setelah beberapa saat, seperti biasa staff official pertandingan memberitahu agar pemain segera memasuki lorong pemain.
Di kursi penonton Estadio Municipal Arouca, bangku sudah di isi penuh oleh para penonton dari kedua tim.
Walau penonton dari tim Famalicao hanya sedikit mereka tetap memberikan dukungan penuh pada timnya.
Komentator yang sedari tadi diam saja juga sudah mulai memperkenalkan para pemain.
"Ohh ternyata pelatih Jorge Costa memberikan anak itu untuk bermain lagi sekarang."
"Di 2 pertandingan terakhir Aarouca dia tidak diturunkan meski masuk dalam daftar besar."
"Sean Achraf, dia pemuda yang sekarang sudah berumur 18 tahun. Memiliki 17 penampilan dan memiliki torehan 14 gol dan 7 assist."
"Aku tidak tahu, apakah dia akan menambah pundi pundinya lagi di pertandingan hari ini."
"Mari kita tunggu saja, saya juga tidak sabar." Sahut komentator satunya.
Dengan itu para kapten juga sudah selesai berdiskusi dengan wasit. Kapten tim Arouca yakni Jubal sudah memilih bola terlebih dulu.
Dengan bunyi peluit dari wasit, Ericson mulai menendang bola kick off ke belakang.
Pertandingan antara Arouca dan Famalicao secara resmi sudah di mulai.
Santos menerima bola, dia menguasai bola sambil melirik kiri dan kanan, mencari rekan rekan timnya.
Tak lama ia pun memberikan operan pada Lopes di sisi kanan.
__ADS_1
Lopes yang segera di pressing oleh pemain lawan segera memberikan bola kembali ke belakang.
Valente menerima bola dan segera memberikan pada Santos lagi dengan cepat, Santos melakukan hal sama lagi, namun kali ini ia melakukan operan pada Beto yang di depan.
Beto menerima bola dengan kontrol yang baik, dia juga menahan pemain lawan di punggungnya sambil menjaga bola di kakinya supaya tidak di rebut.
Beto terus berusaha menjaga bola sambil melihat ke rekan rekannya.
Saat bola akan di rebut oleh pemain lawan, Beto memberikan operan pada Ericson yang sudah membuka celah di antara pemain lawan.
Ericson yang menerima bola tidak melakukan kontrol bola, dia menerima dan langsung menendang bolanya ke depan.
Lopes yang sudah berlari tadi melihat bola mendarat di depannya, dia segera melirik ke kotak penalti dan langsung melakukan umpan silang.
Beto yang tadi selesai memberikan operan langsung berlari menuju kotak penalti, namun dia sedikit terlambat dan bola hanya bisa melewati mukanya saja.
Sean yang berada di sebelah kiri tidak mengontrol bola dan langsung melakukan tendangan voli.
Sean melakukan tendangan voli karena umpan silang dari Lopes tidak terlalu tinggi.
Dengan tembakan voli Sean yang sedikit kurang nyaman, bola pun akhirnya masih bisa tertendang meski masih melenceng beberapa cm di atas gawang.
Waktu terus berlanjut, sampai menit ke 31, Sean menerima bola di tengah lapangan dan segera menggiring bola ke depan.
Sean terus menggiring bola ke depan dan tak terasa dia sudah memasuki zona tembaknya, namun Sean tidak menembak karena pemain bertahan lawan juga sudah menutupi di depannya.
Sean yang berhadapan 1 lawan 1 melawan pemain bertahan tinggi sudah terbiasa, dia juga merasakan hal yang sama jika menghadapi Jubal dan Basto.
Sean dengan tenang melakukan gerakan elastico yang baru ia pelajari, saat dia sudah melewati pemain itu dengan mudah, tanpa di sangka pemain bertahan itu menarik baju Sean, Sean juga langsung jatuh terjengkang ke belakang.
Wasit juga meniup peluit tanda tendangan bebas.
Tak ada perselisihan yang panas di pelanggaran ini, Sean juga kembali berdiri dan menetapkan bola di titik pelanggaran.
Sean lah yang akan mengeksekusinya.
Pagar yang menghalangi tendangan bebas ada 4, Sean juga melihat bahwa jaraknya memang pas.
Setelah menyimpan bola, Sean tidak langsung mundur mengambil langkah, dia melirik gawang dan memastikan posisi penjaga gawang terlebih dulu.
__ADS_1
Wasit yang mengatur agar pagar tidak melewati batas juga sudah mundur, Sean kemudian ikut mundur 3 sampai langkah.
Mengambil nafas dalam dalam 2 kali Sean menajamkan matanya ke arah gawang.
Wasit juga segera meniupkan peluit, saat wasit meniupkan peluit, Sean tidak langsung menembak.
Dia mengambil nafas dalam dalam terakhir kalinya untuk memfokuskan lagi, tak lama Sean berjalan pelan lalu mempercepat langkahnya sedikit.
Kaki kanan Sean ayunkan ke arah bola di titik pelanggaran, kaki kirinya berada tepat di samping bola.
Dengan ayunan kaki kanan Sean, bola pun tertendang dan melambung, namun tendangan ini masih ada sedikit gesekan oleh kaki dalam Sean.
Bola menghadapi pagar, namun bola hanya melewati samping kanan pagar, lalu menuju gawang.
Kiper yang berada tepat di tengah tersenyum karena bola tepat akurat di posisinya.
Namun beberapa saat, bola berbelok ke arah ujung tiang dekat di saat posisinya masih melambung.
Tentu saja, penjaga gawang itu tak bisa berbuat apa apa.
Dia kaget.
Bola yang tanpa hambatan itu berhasil menjebol gawang tim Famalicao.
Sean juga segera melakukan selebrasinya di sudut lapangan dengan wajah yang di pasang seakan akan bahwa dia sombong.
Rekan rekan Sean di lapangan ataupun di bangku cadangan segera berlari ke sudut untuk merayakan gol Sean.
Sean juga di kerumuni oleh rekan rekan timnya.
"Coach, anda melihatnya?"
"Dia berlatih keras dalam tendangan bebas, namun saat itu masih belum seakurat sekarang, dia sekarang sudah mempunyai senjata lain selain kecepatannya."
Pelatih Jorge Costa hanya tersenyum mendengar perkataan asisten pelatihnya.
Memang di saat di berikan kepercayaan mengeksekusi tendangan bebas, tendangan bebas Sean masih belum sebagus sekarang, tapi sekarang adalah hasil dari kerja kerasnya selama latihan dia pun hanya bisa ikut senang.
"Woowww, ini tendangan melengkung yang indah."
__ADS_1
"Penjaga gawang Famalicao tidak bisa berbuat apa apa karena menyangka bola tidak akan berbelok, tapi jika itu aku, aku juga sama akan diam di tempat karena tidak menyangka."
"Arouca unggul 1 gol atas Famalicao." Ungkap komentator setelah sadar akan keindahan gol yang di ciptakan oleh Sean barusan.