
29 Juli 2018,
Dimana tanggal ini merupakan tanda bahwa Sean sudah berlatih bersama tim U 23 selama 2 Minggu lebih.
Selama sesi latihan, Sean juga menunjukan kemampuan dan kualitas nya bahwa dia benar benar layak berada di klub besar seperti Liverpool.
Meski bermain di U 23 karena statusnya yang sulit untuk mengikuti aturan liga Inggris.
Para pemain lainnya juga secara bertahap merasa bahwa kedatangan Sean ke tim U 23 dapat meningkatkan performa tim dan mencapai hasil yang baik nantinya.
Bersamaan dengan Sean yang sudah mengikuti pelatihan bersama tim U 23 selama 2 Minggu lebih ini, piala dunia 2018 yang di adakan di Rusia juga sudah berakhir.
Dengan pemenang di partai final adalah Prancis yang berhasil menumbangkan Kroasia.
Kylian Mbappe yang merupakan pemain muda berbakat dalam daftar nomor 1 wonderkidz juga menjadi pemain muda terbaik di piala dunia tersebut.
Sean yang melihat dan mendengar berita ini tentunya menjadi semakin termotivasi.
Dia tidak iri atas pencapaian Mbappe yang seumuran dengannya namun sudah mendapatkan penghargaan pemain muda terbaik di piala dunia.
Apalagi Mbappe sudah mendapatkan trophy piala dunia, hal ini justru semakin membuat Sean merasa sangat sangat antusias.
Saat itu, Sean membayangkan bahwa Indonesia juga bisa tampil di panggung dunia dalam ajang piala dunia.
Namun itu hanya sesaat saja bayangannya, karena Sean tahu bahwa dia harus lebih bekerja keras lagi dan membantu negaranya untuk sampai ke sana.
"Pertandingan akan di mulai tanggal 3 Agustus, dimana tersisa 4 hari lagi." Ucap Sean yang kini berada di jalan menuju pulang ke apartemennya sepulang dari latihan bersama timnya.
"Lawan pertama West Ham."
"Baiklah, ayo semangat."
Sean kemudian berjalan terus menuju apartemennya.
Dalam beberapa hari terakhir ini juga, karena masa jendela transfer masih di buka dan kini sedang ramai ramainya.
Para pemain muda Indonesia juga sudah secara resmi mendapatkan klub mereka di Eropa.
Di antaranya ada Egy, Witan dan Firza yang sudah secara resmi di rekrut oleh tim Belgia.
Ketiganya bermain di Liga Belgia.
Hanya saja, divisi 2 nya.
__ADS_1
Hanya Firza yang mendapatkan tim yang berada di divisi utama Belgia, sedangkan Egy dan Witan berada di divisi 2.
Namun itu tidak membuat mereka terpuruk karena mereka juga sangat antusias dan bersemangat.
Beberapa media sepak bola Indonesia juga mendoakan yang terbaik bagi ketiganya dan berharap agar para pemain lainnya segera menyusul untuk berkarir di Eropa.
Sean juga sudah mengucapkan selamat kepada mereka bertiga atas keberhasilannya mendapatkan klub di Eropa.
Sean menyemangati mereka dan memberikan beberapa patah kalimat agar mereka bisa bertahan di sana.
Karena Sean tahu dan sudah merasakan bagaimana sulitnya untuk mendapatkan menit bermain di Eropa.
Meski dulu Sean tidak mendapatkan menit bermain ketika di akademi, tapi itu sudah cukup bagi Sean untuk di jadikan sebuah pelajaran.
Sampai di apartemennya, Sean merebahkan dirinya di atas sofa yang ada di ruang tamu.
"Meski baru 2 Minggu lebih aku berlatih bersama tim, aku benar benar merasa berbeda."
"Tubuhku meski awalnya sudah berotot tapi itu tidak kencang, dan berkat latihan fisik dan jadwal tambahan yang di berikan pelatih fisik padaku, kini otot otot ku sudah mengencang." Ucap Sean sambil meraba raba otot otot yang ada di tubuhnya itu.
Sean meminta jadwal tambahan pada pelatih fisik agar otot otot tubuhnya kencang, itu karena saat itu pelatih fisik berkata bahwa otot otot Sean sudah bagus hanya saja kurang kuat dan kencang.
Karena itulah, Sean meminta agar pelatih fisik membuatkan jadwal tambahan baginya, untung saja pelatih fisik baik dan memberikan porsi jadwal latihan untuk Sean.
Selama 2 Minggu lebih ini juga, Sean sudah sangat terbiasa dengan lingkungan di sekitarnya.
Meski seperti biasa, dia jarang sekali keluar untuk bermain atau bergaul.
Selang beberapa menit, Sean bangkit dan mulai membersihkan dirinya di kamar mandi karena suhu di tubuhnya sudah benar benar turun.
Sementara itu di tempat lain, beberapa rekan Sean di tim U 23 bermain di luar setelah selesai latihan.
Mereka sudah mengajak Sean tapi mereka selalu di tolak oleh Sean karena Sean harus melakukan latihan tambahan dulu.
Untung saja mereka menerimanya dan tidak marah, mereka menganggap itu wajar.
"Apakah kamu sudah tahu kapten tim kita siapa nanti?" Tanya Chirivella.
"Mungkin saja Phillips atau Kelleher." Ucap Woodburn.
"Benar, mungkin di antara keduanya." Ucap Glatzel sang penyerang tim U 23.
Penyerang tengah tim U 23, selain Brewster ada juga Glatzel.
__ADS_1
"Haha mungkin saja." Ucap Chirivella.
"Sudah sudah jangan bahas ini, mending bahas dia saja." Ucap Woodburn sambil melirik Rhys William.
"Kenapa dia?" Tanya yang lain.
"Dia tidak bisa menangkap atau menahan serangan Sean. Dia terus terus saja di lewati jika latihan. Haha." Tawa Woodburn.
Para pemain lainnya juga mengerti dan menyadari hal itu, memang benar selama latihan karena Sean benar benar menunjukan kualitas dan kemampuannya, itu pun sudah di akui oleh rekan rekannya.
"Berisik." Sahut Rhys William.
"Coba saja sendiri." Ucap Neco Williams yang dimana dia selalu berada sejajar dengan Sean.
Dia merupakan seorang full back kanan, sehingga ketika berhadapan dengan Sean, dia yang selalu menjaga dan di lewatinya pertama kali.
"Haha, lihat korban pertama nya akhirnya berbicara." Ucap Woodburn.
"Sudah Wood, itu memang sulit untuk di hentikan." Ucap Glatzel.
"Dia memiliki semua kualitas sebagai seorang Winger."
"Kecepatan, akselerasi, kelincahan, ledakan saat akan menggiring bola, skill dan juga tembakan jarak jauh."
"Dia sudah lengkap, jadi tinggal menunggu waktu saja sebelum dia bisa bermain di tim utama karena alasan aturan." Tambah Glatzel yang mengakui kehebatan akan kemampuan Sean.
Dia sudah menilai semua apa yang di miliki Sean karena dia sering melihat Sean melakukan semua aksi aksinya ketika latihan.
Sampai saat ini, entah itu seorang gelandang, Winger, atau pemain bertahan, belum ada yang bisa menandingi Sean atau menghentikan gerakan Sean ketika Sean melakukan aksinya.
Itu karena ketika latihan, Sean tidak menggiring bola dari tengah saja, melainkan ada suatu kejadian dimana ketika game, tim Sean tertekan, kemudian Sean mendapatkan bola liar di wilayah pertahanannya.
Saat itu Sean melakukan aksi solo run nya, meski di kejar oleh banyak pemain, Sean tetap melakukan solo run sendiri dan berhasil mengeksekusinya menjadi sebuah gol di akhir.
Kejadian itu benar benar membuat melongo pelatih Neil dan stafnya.
Saat itu mereka juga menyamakan Sean dengan Mo Salah yang sering melakukan solo run.
Meski memang ada perbedaan dalam kematangan, tapi itu adalah situasi yang mirip.
Sejak saat itu, para pemain lainnya benar benar mengakui Sean bahwa Sean layak berada di tim besar seperti Liverpool.
"Baiklah aku mengerti." Ucap Woodburn, kemudian yang lainnya memilih melanjutkan untuk mengobrol kan hal hal yang lain, menyangkut pergaulan, sepak bola, wanita dan yang lainnya.
__ADS_1
Mereka membahas banyak hal karena mereka kini sedang berada di sebuah cafe, jadi mereka sangat santai dan menikmatinya.