
2 Agustus 2018,
1 hari sebelum pertandingan pembuka liga cadangan premier league atau juga di sebut sebagai liga bagi tim U 23.
Hari ini pada saat akhir latihan, pelatih Neil memberitahukan siapa saja yang akan menjadi daftar besar dan starting line up bagi tim untuk melawan West Ham.
Sean tentunya langsung di turunkan oleh pelatih Neil, karena kemampuan dan kualitas Sean sudah di buktikan.
Sehingga jika Sean tidak di turunkan, itu akan menjadi sebuah pertanyaan bagi banyak pemain lainnya.
Setelah pengumuman untuk starting line up, pelatih Neil juga memberitahukan bahwa kapten untuk pertandingan adalah Sean.
Sean sendiri tertegun karena merasa pendengarannya tidak mendengar dengan jelas apa yang di katakan pelatih Neil.
Dia bertanya apakah sungguh dirinya, setelah memastikan bahwa itu adalah dirinya sendiri, Sean juga merasa terbebani dengan tugas besar yang harus memimpin rekan rekannya nanti di lapangan.
Saat ini, Sean berada di apartemen dan sudah berpakaian santai karena sudah membersihkan tubuhnya.
Hari ini pelatihannya ringan jadi tidak terlalu lelah dan menguras banyak tenaga.
"Sungguh sungguh aku yang di jadikan kapten untuk mengganti Joe Gomez." Ucap Sean yang saat ini sedang rebahan di sofa.
"Apakah aku mampu menanggung tugas ini?"
Sean tidak menyadari kemampuannya dalam memimpin rekan rekannya, padahal dia selalu memberikan banyak dorongan dan motivasi ketika timnya tertinggal.
Dia memiliki rasa kepemimpinan di lapangan dan kedewasaan hanya saja dia belum menyadari akan hal itu.
Mungkin dengan di tunjuk nya dia sebagai kapten saat ini, dia bisa menyadari semua kemampuannya yang belum terungkap.
"Semoga aku bisa menjalankan tugas ini dengan baik esok hari dan kedepannya."
Sean menyemangati dirinya sendiri karena itulah yang selalu dia lakukan setiap harinya, agar tidak terlalu sombong atas kemampuan yang dia miliki sekarang.
Itu juga bertujuan agar mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap bekerja keras dan konsisten.
Kesuksesan kecil yang di raih Sean saat ini merupakan jerih payah dirinya sendiri yang selalu bekerja keras.
__ADS_1
Dan tak lupa juga doa dari orang tuanya juga dirinya yang selalu sadar diri.
Sementara itu, ketika Sean sedang diam di apartemennya sendiri.
Kabar baik dan kabar buruk datang bersamaan untuk tim Liverpool.
Kabar baiknya adalah bahwa FSG akan menjual kepemilikan saham atas Liverpool.
Dan kabar buruknya adalah, meski FSG akan menjual kepemilikan sahamnya atas Liverpool, tapi saat ini pihak mereka sangat sangat tertutup.
Bahkan uang untuk transfer window saat ini, Bos Jurgen hanya di beri modal sangat sedikit.
Dimana Bos hanya mampu membeli seorang penjaga gawang yaitu Alison dari AS Roma dengan harga 62,5 juta Euro.
Bos membeli seorang penjaga gawang karena Karius tidak bisa mengisi pos penjaga gawang dengan baik.
Dengan kedatangan Alison, tim utama Liverpool juga menjadi lebih kuat.
Untuk pembelian Sean, itu terbilang murah dan itu adalah uang simpanan klub atas keuntungan keuntungan beberapa musim terakhir.
Penjualan saham kepemilikan FSG atas Liverpool ini tentunya adalah sebuah kabar baik bagi para fans Liverpool.
Mereka seperti tidak mendukung Bos untuk membeli pemain, berbeda dengan Manchester City yang siap menggelontorkan banyak uang, ini juga terjadi pada Chelsea.
Terbayang sudah bagaimana jika Bos memiliki banyak dana untuk di belanjakan.
Terlihat juga dari dulu bahwa tim tim yang di bela oleh Bos tim yang hanya mengandalkan transfer dengan harga murah.
Seperti saat dirinya di Borrusia Dortmund dulu, dia hanya bisa selalu finis di urutan kedua dan kalah dari Bayern Munchen Pep Guardiola karena Bayern juga siap menggelontorkan beberapa jumlah uangnya.
Saat ini keduanya bertemu di Liga Inggris lagi, tapi Pep Guardiola benar benar beruntung karena mendapatkan tim yang kaya raya lagi.
Kabar baik ini tentunya juga di sambut baik oleh Bos yang sangat sangat membutuhkan dana untuk membeli pemain yang paling di butuhkan nya untuk rencana masa depan.
Banyak para fans yang mendesak agar FSG segera menerima tawaran tawaran dari perusahaan yang ingin membeli Liverpool.
Mereka sudah tidak tahan dengan sifat pelit dari pihak FSG.
__ADS_1
Namun desakan itu tak berujung apapun dan tidak membuat gelombang apapun.
Di bursa transfer panas kali ini, seorang bintang muda yang merupakan seorang penyerang tengah dari Eintracht Frankfurt berhasil di boyong oleh Real Madrid.
Dia adalah seorang penyerang yang tajam, namun dengan bergabungnya dia ke real Madrid pun tak jelas apakah dirinya akan berhasil atau tidak.
Karena sudah di ketahui banyak orang luar, jika bergabung dengan tim besar lalu tidak sanggup beradaptasi dengan baik, sudah di yakini bahwa pemain itu akan menjadi cadangan mati saja.
Yang dimana itu akan menurunkan perkembangan karir si pemain sendiri dan juga kualitasnya karena tidak mendapat menit bermain.
Sedangkan untuk hal Sean, Sean sangat beruntung meski bergabung dengan tim besar, dia masih memiliki ruang untuk bermain.
Dimana dirinya bermain di tim U 23 terlebih dulu karena aturan di Inggris, ini juga menjadi kesempatan bagi dirinya untuk memperbaiki dan mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang lebih bagus lagi.
Waktu terus berlalu, dan malam hari pun datang.
Di apartemen, Sean sudah menyelesaikan ibadahnya dan saat ini dia sedang ngemil sebuah makanan yang dia beli di sebuah mini market.
Sean duduk di sofa ruang tamunya, "Sudah lama sekali Silva tidak menghubungiku, apakah dia benar benar sangat sibuk mengurus para pemain itu?"
Sean tidak keberatan dengan hal itu malahan senang, namun dia menanyakan hal ini karena dia belum terbiasa.
Biasanya Silva akan datang ke kamarnya ketika di Portugal dan mengobrol, tapi untuk saat ini, karena jarak yang jauh dan tugas yang harus di urus oleh Silva keduanya sulit untuk bertemu.
"Semoga dia mencapai apa yang dia inginkan sebagai seorang agen."
Sean mengetahui bahwa Silva ingin sekali seperti Jorge Mendes, dimana memiliki banyak pemain hebat di tangannya dan memiliki banyak hubungan dengan tim tim besar.
Sean kemudian membuka ponselnya dan melihat lihat berita yang ada di media sosialnya.
Sean sudah tidak melakukan komunikasi lagi dengan siapapun saat ini, bahkan Callista pun tidak berkomunikasi lagi.
Terlihat jelas bahwa Callista menghindari Sean tidak tahu apa alasannya.
Namun Sean juga membiasakan dirinya lagi dengan ponselnya yang selalu sepi seperti saat dirinya ada di Portugal.
"Untung saja, aku belum menaruh banyak perasaan pada saat berhubungan dengannya, jika tidak, aku mungkin akan merasakan patah hati." Ucap Sean.
__ADS_1
Sean bisa berkata begitu karena dia membaca banyak artikel tentang hubungan berpacaran dia juga menanyakan hal hal seperti itu pada Firza dan rekan lainnya yang memiliki pacar.
Sean tidak mau dirinya jatuh pada situasi yang salah, dan dia tidak mau terlambat atau sulit untuk kembali nantinya, makanya dia selalu menanyakan hal seperti itu agar selalu sadar diri dan menjaga agar tak terlalu terbawa perasaan.