I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 94.


__ADS_3

Saat pengumuman penghargaan yang masih di tayangkan di saluran televisi Indonesia, keluarga Sean dan teman teman Sean apalagi komentator berteriak teriak.


Mereka bangga, karena 2 penghargaan individual paling penting di sabet oleh 1 pemain asal Indonesia.


"Ini berkah bagi sepak bola Indonesia."


"Selamat kepada Sean karena sudah mendapatkan 2 penghargaan individu di usia nya yang masih muda."


"Dan untuk para pemirsa di rumah, kalian harus tahu bahwa penghargaan pemain terbaik di tournament Toulon ini sangat berharga bahkan menjadi sebuah penghargaan yang selalu di turunkan dari para Mega bintang besar sepak bola terdahulu."


"Contohnya ada Zinedine Zidane, Akan Shearer, Thiery Henry, dan Cristiano Ronaldo. Baru baru ini ada juga bintang baru dari Portugal, Bruno Fernandes yang mendapatkan gelar pemain terbaik berposisi sebagai pemain gelandang."


"Kita hanya tinggal menunggu saja, apakah Bruno Fernandes dan Sean dari negara kita akan menjadi seperti Zinedine Zidan atau Cristiano Ronaldo yang menjadi Mega bintang sepak bola dunia?"


Komentator terus menjelaskan tentang betapa penting penghargaan dari tournament Toulon itu.


Setelah beberapa saat,


"Kita sudah sampai di penghujung acara, sebelum berpisah, saya akan mengingatkan pada kalian pemirsa di rumah."


"Pantau terus tentang rumor transfers para Garuda muda kita. Sepak bola kita akan maju di tangan mereka."


"Kalau begitu saya undur diri."


Dengan begitu, kamera juga menjauh dari wajah komentator dan kemudian menghilang dan tak lama acara televisi pun berganti.


Para pemirsa di rumah senang dan bahagia meski mereka tak menjadi juara, pasalnya 2 penghargaan individual paling bergengsi berada di tangan pemain asal Indonesia.


Apalagi saat mendengar komentator mengatakan bahwa masa depan sepak bola Indonesia ada di tangan Garuda muda saat ini.


Dimana Garuda muda ini akan menjadi andalan tim nasional nantinya, dimana akan membawa Indonesia ke panggung dunia.


Itulah yang sangat di harapkan oleh para masyarakat Indonesia yang mencintai sepak bola.


Mereka ingin sekali melihat Indonesia tampil di panggung dunia.


Di rumah Sean, saat Sean mendapatkan 2 penghargaan individual itu.


Kedua orang tua Sean menangis haru karena mereka sangat bahagia.


"Aku akhirnya tak sia sia menjadi seorang ayah."


"Aku tak menyesal dulu memberikan kesempatan padanya untuk ke Eropa." Ucap ayahnya sambil terisak Isak.

__ADS_1


Ibunya juga menghapus air matanya sendiri sambil mendengar ucapan suaminya itu.


"Meski saat itu, bisnis kita masih sedang dalam pertaruhan, aku rela mengorbankan banyak demi anakku."


"Sekarang bisnis dan usaha yang ku ciptakan sendiri hancur, tapi karir anakku menanjak."


"Aku tak menyesal, aku tak kecewa."


"Ini sebuah berkah, semaunya pasti ada balasan." Ungkap Ibunya yang sudah sedikit tenang.


Adiknya Sean juga keluar saat mendengar kedua orang tuanya menangis terisak, dia tidak tahu kenapa orang tuanya menangis.


"Ibu, Ayah, kalian kenapa?" Tanya nya dari pintu kamarnya.


Ayah dan Ibu Sean juga langsung memanggil adik Sean dengan lambaian tangannya, lalu adiknya Sean juga berjalan ke arah mereka.


Dia hanya merasa bahwa tubuhnya tiba tiba hangat karena di peluk oleh kedua orang tuanya.


"Ibu, ayah kalian kenapa?" Tanya nya lagi.


Namun ayah dan Ibunya masih diam dan memeluknya.


Setelah beberapa saat, "Kamu harus belajar dan sekolah yang rajin!"


"Kamu harus menjadi wanita yang hebat, jangan mempermalukan kakakmu nanti, oke?" Ungkap Ibunya.


"Pasti ibu, aku mengerti." Ungkapnya polos, dia tidak tahu apa arti sebenarnya dari ibunya. Yang pasti dia mengerti maksud ibunya adalah dia harus menjadi adik yang baik untuk Sean.


Ibunya dan Ayahnya Sean juga tersenyum.


Kehangatan di keluarga Sean terasa sangat hangat, hanya saja neneknya Sean tinggal di rumah saudara dari Ibunya Sean karena di sana rumahnya lebih besar.


Meski kehangatan itu masih terasa kurang karena tidak adanya Sean, mereka masih menikmatinya selagi umur masih ada.


Di tongkrongan teman teman sekolah Sean, Albi tertawa puas setelah melihat Sean mendapatkan 2 penghargaan individual tournament Toulon.


"Albi kamu gila." Ungkap Gilang dan di setujui oleh anggukan teman teman lainnya.


"Kamu bodoh!" Ungkap Albi.


"Kamu tidak mendengar apa yang di katakan komentator tadi?" Tanya nya.


"Dengar, hanya saja kamu terlalu berlebihan."

__ADS_1


"Sialan, kamu harusnya mengerti, jika Sean menjadi Mega bintang nantinya. Kita bisa membanggakan diri kita sendiri karena kita menjadi teman seorang Mega bintang." Ungkap Albi.


"Apakah kamu tahu?"


"Jika kamu berfoto dengan Sean dan terus terlihat akrab di foto apalagi jika nantinya Sean me-repost foto foto kita, apa yang terjadi?"


"Follower Instagram tentunya bertambah, jadi kita juga bisa cari uang dari situ. Kau tak mengerti menjadi selebgram kan?"


"Ah aku mengerti." Ungkap salah satu teman yang ada di tongkrongan.


"Jadi kamu sudah berpikir sejauh itu?" Tanya nya.


"Iya haha, brengsek, kamu malah memanfaatkan ketenaran Sean nantinya."


"Tidak, itu adalah sebuah berkah bagi kita karena menjadi teman Sean." Ungkap Albi sambil tersenyum di balas tertawaan teman teman lainnya yang sudah sadar dengan pikiran jauh dari Albi.


Sementara itu di sebuah apartemen mewah, Callista yang melihat bahwa layar di televisinya sudah berubah acara juga mengalihkan fokus nya pada ponselnya.


Dia melihat lihat berita sepak bola dunia dan ternyata benar saja sudah ramai bahwa tournament Toulon yang di gelar juga sudah selesai.


Di berita di tuliskan Portugal yang memenangkan kejuaraan itu.


Callista terus mengusap layar nya ke atas untuk melihat berita berita lainnya di bawah.


Tak lama, dia melihat berita dengan sebuah judul yang cukup menarik.


'Pemuda asal Indonesia? Tak pantas mendapatkan penghargaan individual? Cek!'


Sebuah judulnya cukup menarik, Callista juga melihatnya.


Dimana isi beritanya banyak sekali yang mengomentari bahwa Sean tak pantas menjadi pemain terbaik tournament Toulon.


Apalagi negara nya masih berada jauh di peringkat FIFA.


Orang orang yang berkomentar seperti ini tentunya orang orang yang tak mengetahui Sean, dan tentu nya media juga segera mencantumkan statistik Sean selama berada di Eropa.


Mulai dari tidak bermain, kemudian bermain di Liga U 19 Portugal di putaran kedua lalu seperti terlahir kembali.


Tak lama di perlihatkan statistik Sean bersama Boavista U 19.


Setelah itu, di ceritakan lagi Sean yang di pinjamkan ke Arouca lalu di tambahkan dengan catatan catatan statistiknya.


Media yang memberitakan judul ini juga men tag akun Instagram Sean agar orang orang yang berkomentar buruk juga dapat melihat Sean.

__ADS_1


Maksud dari melihat Sean adalah berita berita Sean di Portugal dimana Sean selalu memposting berita ketika dia masuk surat kabar harian Portugal.


Itu agar mereka tahu bahwa Sean memang berpengaruh besar di tim timnya, apalagi di Arouca.


__ADS_2