I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 70.


__ADS_3

3 hari kemudian,


Pertandingan antara Indonesia melawan Togo juga akan di laksanakan. Kedua tim juga sudah memasuki dan sudah bersiap untuk kick off.


Di pertandingan ini, Sean tidak di turunkan, pelatih lebih memilih untuk memainkan yang lain yang belum kebagian untuk turun bermain.


Sean tentu saja mengerti dan tak keberatan, dia hanya berharap bahwa Indonesia bisa menang saja supaya bisa lolos ke babak selanjutnya.


Jika Imbang Indonesia juga tetap akan lolos dengan poin 7, tapi demi keamanan lebih baik untuk menang saja dari pada imbang.


Sean duduk di bangku cadangan bersama pemain lainnya, "Menurutmu pelatih ingin kita menang atau imbang?" Tanya Witan.


Witan sama dengan Sean tidak di mainkan. Pelatih memainkan Egy dan Todd Rivaldo sebagai wingernya dan Rafli sebagai penyerang tengahnya.


"Aku tidak tahu, aku hanya ingin menang saja. Meski imbang kita lolos, lebih baik kita menang."


"Tapi menurutku di pertandingan ini akan sulit." Ungkap Sean.


"Iya aku tahu dan mengerti pemikiranmu." Sahut Witan.


Sean dan Witan terus mengobrol pelan sambil melihat pertandingan yang sudah resmi di mulai.


Pertandingan ini di mulai dengan kick off tim Togo. Indonesia juga langsung melakukan pressing ketat terhadap pemain Togo.


Entah itu pemain yang menguasai bola atau yang sedang bergerak mencari ruang.


Sean melihat ini mengangguk dia senang karena pemain menjalankan instruksi pelatih langsung.


Dimana pelatih memberikan instruksi dengan melakukan pressing ketat di awal, dia bilang jangan takut untuk stamina cepat lelah.


Asalkan bisa menghalangi tim lawan menguasai bola dengan baik dan tidak membuat serangan itu sudah cukup.


Apalagi jika dengan melakukan pressing terus akhirnya terebut dan menjadi kesempatan bagi kita itu lebih baik.


Pertandingan di lapangan juga terus berlanjut. Sean menonton dengan teliti. Ia harus mempelajari pergerakan lawan dan kebiasaannya.


Itu supaya nantinya jika Sean main, Sean bisa dengan mudah menghancurkan pertahanan lawan.


Sementara itu, Di Indonesia.


Anggota keluarga Sean semuanya melakukan nonton bareng di rumah Sean.


"Sepertinya anak kita tidak di mainkan lagi." Ungkap Ayahnya.


"Tak apa, kan ada pemain lain yang belum turun bermain juga." Ungkap ibunya.


"Yahh, tak masalah. Asalkan menang saja, supaya Sean dan Indonesia bisa melaju ke babak selanjutnya."

__ADS_1


"Ohiyaa, apakah Sean sudah bilang pada mu klub mana yang akan ia tuju nanti?" Tanya ayahnya.


"Belum, sepertinya Silva sedang mengusahakan itu."


"Terakhir Sean hanya bilang bahwa dia harus bersabar dan berusaha keras bermain baik di tournament Toulon ini supaya dia mendapatkan tim yang besar dan baik."


"Aku mengerti, biasanya di tournament besar seperti ini akan ada pengintai dari klub klub entah itu kecil atau besar."


"Semoga saja Sean di lirik salah satunya."


"Aku tak masalah jika nantinya masih di klub kecil, asalkan Sean bisa tumbuh dan belajar jadi lebih baik lagi." Ungkap ayah Sean menilai.


"Yahh. Seharusnya kamu berbicara sendiri begitu padanya."


"Tidak!" Sahutnya ayah Sean langsung.


Ibu Sean hanya tersenyum. Dia tahu sifat suaminya yang keras kepala, tapi itu juga demi kebaikan Sean. Dia tak mau Sean terlalu manja.


Ayah dan Ibunya Sean terus menonton pertandingannya, sedangkan adiknya Sean di suruh belajar oleh ibunya.


Sementara itu di tempat tongkrongan teman teman Sean. Alby terus menonton pertandingannya meski Sean tak di mainkan.


Berbeda dengan Gilang dan yang lainnya, mereka cuek dan lebih memilih untuk mengobrol meski sesekali melirik ke televisi.


Gilang dan yang lainnya hanya ingin menonton jika ada Sean.


"Woi, tontonlah."


"Hah kalian ini." Alby menghela nafas karena tak bisa berbuat apa apa pada tingkah teman temannya ini.


"Indonesia harus menang di pertandingan ini." Ungkap komentator di televisi.


"Kita harus menang supaya nama bangsa kita lebih harum dan kita bisa bangga dengan hal itu."


"Tak boleh imbang, kita harus imbang."


"Menurutmu, jika Indonesia lolos nanti, lawan apa yang akan di hadapi Indonesia?" Tanya komentator satunya yang masih melihat laju pertandingan tapi obrolannya sudah kemana mana.


"Di grup A Meksiko dan Inggris mempunyai poin yang sama. Kini mereka juga sedang bertanding menentukan siapa yang lolos, tapi jika imbang bisa jadi keduanya lolos."


"Satu sebagai juara grup, satu sebagai Runner up terbaik karena memiliki poin yang sama."


"Apalagi melihat di grup B, Prancis dan Skotlandia juga bertanding dan mereka juga hanya bisa meraih 6 poin jika menang salah satunya."


"Di grup C apalagi, hanya Portugal saja yang memiliki 6 poin."


"Jadi yang lolos di grup C, sudah pasti Portugal."

__ADS_1


"Melihatnya seperti ini, Indonesia mungkin harus berhadapan dari 3 tim ini. Portugal, Meksiko, Inggris."


"Menurutmu lebih baik kita lawan yang mana?" Tanya komentator satunya.


"Lebih baik melawan Meksiko."


"Disana ada penyerang yang sangat tajam, ini akan menjadi keuntungan bagi kita untuk melatih pertahanan kita."


"Tapi Inggris juga kan sama?" Tanya nya.


"Iya tapi menurutku lini depan Meksiko lebih tajam."


Obrolan antara kedua komentator terus berlanjut sambil memperhatikan laju pertandingan Indonesia melawan Togo yang kini sudah memasuki menit ke 32.


Sampai menit ke 32 ini, Indonesia belum mencetak gol tapi sudah memiliki total 6 peluang.


Ada 6 tembakan tapi hanya 3 yang tepat sasaran dan itu juga di selamatkan oleh penjaga gawang lawan dengan mudah.


3 lainnya hanya menyamping dan terbang di atas mistar gawang.


Sean dan rekannya di bangku cadangan juga sudah berdiri setiap mereka memiliki peluang.


Mereka bersiap untuk merayakannya namun hal itu tak kunjung terjadi.


Pertandingan di lapangan yang kini sudah memasuki menit ke 35, penguasaan bola berada di kaki para pemain Indonesia.


Para pemain Indonesia mencoba menekan wilayah lawan dengan operan operan pendeknya.


Pemain Togo tentunya tidak membiarkan pemain Indonesia sesuka hati untuk menguasai bola dengan tenang.


Mereka melakukan pressing tapi tidak terlalu ketat seperti yang di lakukan para pemain Indonesia.


Menit ke 37, Todd Rivaldo yang berada di sisi kiri menggiring bola dengan gerakan kakinya yang lincah dan lihai.


Dia melewati 1 dan 2 pemain lawan.


Tapi setelah melewati 2 pemain itu, dia tidak berhenti dan terus menusuk ke dalam.


Saat berada 16 meter dari gawang, dia melirik ke gawang sedikit dan langsung melakukan tipuan karena dia menemukan di depannya ada pemain bertahan lawan.


Dengan tipuan badannya yang cepat dan lihai, pemain bertahan lawan goyah dalam keseimbangannya.


Todd Rivaldo memanfaatkan itu dan masuk sedikit lebih dalam.


Saat sudah di garis kotak penalti, dia melakukan tembakan melengkung dengan sengaja.


Itu dia lakukan karena posisi kipernya sedikit di tiang dekat dan dia mengarahkan tendangan melengkungnya ke tiang jauh.

__ADS_1


Dengan bola yang di tembak oleh Rivaldo, penjaga gawang pun berusaha menyelamatkannya dengan melompat ke arah tiang jauhnya.


Pemain bertahan lawan lainnya tentunya tak menutup karena mereka terlambat untuk menutupi tembakan itu.


__ADS_2