I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 188.


__ADS_3

Stade de France, dimana stadium ini mampu menampung jumlah penonton dengan jumlah yang sangat banyak.


Stade de France mampu menampung penonton sebanyak 81.000.


Saat ini, Stade de France juga sudah di penuhi oleh para penonton.


Entah itu penonton dari tim yang akan bermain di laga final ini atau penonton dari non pendukung tim.


Ini merupakan laga final jadi tentunya akan banyak penonton yang hadir juga.


Saat ini para penonton sedang melihat ke lapangan hijau di bawah, sebab para pemain sudah memasuki lapangan.


Para pemain juga mulai berbaris dengan rapi.


Sebelum bersalaman seperti biasanya, Anthem ucl juga di bunyikan.


Ini menandakan bahwa ini merupakan pertandingan yang sangat penting.


Biasanya ini akan di bunyikan ketika awal atau akhir laga pertandingan pertandingan UCL.


Setelah selesai di bunyikan Anthem UCL, para pemain juga mulai bersalaman.


Beberapa saat, Virgil dan Benzema selaku kapten dari kedua tim juga datang dan berunding dengan wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan hari ini.


Mereka merundingkan siapa yang akan memulai kick off terlebih dulu dan memberikan beberapa pengarahan agar pertandingan berjalan lancar.


Tentunya wasit juga membutuhkan bantuan dari kedua kapten untuk menenangkan emosi para pemainnya nanti jika terjadi keributan.


Setelah beberapa saat, Virgil dan Benzema kembali.


Virgil memberitahu rekan timnya bahwa mereka harus bersiap sebab Real Madrid memilih untuk memulai kick off terlebih dulu.


Sean yang sudah berlari ke posisinya di sebelah kiri juga berdiri dengan siap.


Namun di dalam hatinya ia masih merasakan rasa gugup.


Dia tak menyangka bahwa dirinya akan benar benar berlaga di partai penting sepak bola.


Sebelum wasit meniupkan peluit nya, Sean kemudian menutup matanya sebentar dan membaca doa untuk jalannya pertandingan ini.


Dia meminta agar di berikan kemudahan, keselamatan dan bonus menang jika ini memungkinkan.


"Pritttt!" Peluit di bunyikan oleh wasit.


Benzema juga segera melakukan kick off dan menendang bola ke rekannya di belakang.


Para pemain Liverpool di lini depan langsung melakukan pressing agresif sesuai dengan perintah bos di ruang ganti.


Mereka melakukan penekanan dengan sangat sangat agresif.

__ADS_1


Meski begitu, para pemain lini tengahnya hanya menutupi ruang dan menempel ketat para pemain yang tidak memegang bola.


Komentator di lapangan dan juga siaran televisi juga sudah mulai berbicara dengan lidahnya yang sangat licin itu.


Di lapangan hijau, bola di kuasai oleh Modrid.


Dia merupakan gelandang hebat dari Timnas Kroasia, dirinya sudah memiliki banyak penghargaan.


Dia dengan tenang menguasai bola meski di tekan.


Ini merupakan pengalamannya yang kaya sehingga dia masih bisa tenang meski di tekan.


Dia melirik sekitar untuk melihat rekan rekannya bergerak mencari ruang.


Modric juga tak lama dan langsung memberikan bola saat melihat rekannya kosong.


Aurelien melihat Modric mengoper bola juga dengan cepat berlari menuju pemain yang sedang menunggu bola operan Modrid datang.


Alaba yang melihat ini langsung buru buru menjemput bola karena takut nanti dirinya telat untuk melakukan kontrol.


Aurelien juga dengan cepat menambah laju larinya.


Alaba akhirnya mendapatkan bola dengan sedikit tekanan karena dia hampir saja kecolongan 1 langkah oleh Aurelien.


Dia dengan cepat memberikan pada penjaga gawang.


Felix juga tentunya langsung melakukan pressing pada penjaga gawang Real Madrid.


Tapi ini sesuai dengan keinginan bos yang ingin memanfaatkan adu stamina.


Bos menginginkan ini sebab para pemain Real Madrid rata rata berumur tua, sehingga fisiknya sudah kurang.


Meski begitu, pengalaman tetap akan mempengaruhi jalannya pertandingan nanti.


Jadi bos juga sudah menyiapkan beberapa kartu truf untuk nantinya.


Para penonton dari kedua tim tidak merasakan tegang melihat kedua tim favorit mereka bertarung seperti ini.


Mereka yakin bahwa tim favorit mereka masing masing akan menang.


Pasalnya ini adalah kepercayaan mereka pada tim mereka, karena tim mereka saat ini atau tahun ini benar benar sangat bagus.


Komentator sudah hampir berbusa sebab dia sangat licin dalam memberikan komentar komentar pertandingan ini.


Dia merasakan keseruan yang ada di lapangan, dimana para pemain benar benar mempertontonkan laga yang sangat sengit.


"Ini mengasyikan!" Teriak komentator.


"Ini pantas sebagai partai final."

__ADS_1


"Tidak mengecewakan."


"Meski gol belum tercipta, kedua tim menunjukan kehausan mereka akan gelar."


"Kita berharap agar segera terjadi gol di pertandingan ini supaya tim yang tertinggal semakin ambisius dan membuat pertandingan semakin sengit dan seru!" Teriak si komentator.


Tentunya para pemain hanya fokus pada jalannya pertandingan di lapangan saja.


Kedua pelatih juga berdiri di pinggir lapangan.


Keduanya belum duduk di bench sebab keduanya ingin lebih memahami permainan lawannya masing masing di pertandingan ini.


Pertandingan di lapangan juga sudah memasuki menit ke 7.


Bola saat ini berada di Declan Rice, dia menguasai bola karena dia berhasil memotong operan Valverde yang berusaha memberikan operan terobosan pada Benzema melalui jalur tengah.


Declan Rice juga setelah menguasai bola tidak berlama lama, dia harus menjalankan instruksi bos yaitu memainkan tempo yang sangat cepat sehingga intensitas di lapangan menjadi tinggi untuk menguras stamina lawan.


Declan Rice memberikan operan pada Robertson di sisi kiri.


Robbo juga dengan cepat memberikan bola pada Sean di depannya.


Sean yang menerima bola mencoba melewati pemain yang menjaganya, namun karena dia juga ingat instruksi bos dia hanya mencoba melakukan gerakan tipuan saja, setelah pemain lawan tidak tertipu, Sean dengan cepat memberikan operan pada Robbo lagi yang mendekat.


Pertandingan di lapangan juga terus berjalan.


Kedua tim sudah saling melancarkan serangan dan mereka juga membangun skema serangan masing masing sesuai dengan instruksi bos atau pelatih.


Memasuki menit ke 16.


Real Madrid telah memiliki total jumlah tembakan sebanyak 4, namun dari 4 tembakan itu hanya 1 yang tepat sasaran.


Itu merupakan tembakan Vinicius dari luar kotak penalti.


Sementara Liverpool memiliki total 2 tembakan.


Dimana keduanya tepat sasaran.


Itu di lesatkan oleh Sean dan Mbappe yang melakukan cut inside.


Meski begitu, tendangan mereka masih sangat mudah di amankan oleh penjaga gawang Real Madrid.


Sean tidak kecewa sebab dia juga merasa bahwa tendangan yang ia lesatkan tadi masih lemah.


Penguasaan bola di lapangan atau di pertandingan ini juga terlihat di statistik bahwa Real Madrid mendominasi dalam penguasaan bola.


Dimana penguasaan bola pertandingan ini adalah Real Madrid memiliki 61% dan Liverpool hanya 39%.


Ini tentunya sesuai dengan harapan bos, dia mengatakan bahwa jika pemainnya memaksakan dalam penguasaan bola mereka akan kalah sebab pengalaman yang di miliki pemain tengah Real Madrid sangat kaya.

__ADS_1


Bos juga menginstruksikan bahwa di pertandingan baba pertama, para pemainnya hanya harus berusaha mencetak gol melalui sisi atau menekan lawan supaya pemain lawan sangat terkuras staminanya.


Bos melakukan ini agar di babak 2 nanti, timnya bisa melakukan penguasaan bola dengan nyaman sehingga serangan yang di bangun juga cukup sempurna untuk di jadikan sebuah gol nantinya.


__ADS_2