I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 147.


__ADS_3

6 Oktober 2021,


2 hari setelah pertandingan melawan Brighton.


Liverpool masih meraih poin penuh di laga home mereka.


Mereka menang dengan skor 2 - 1.


Dimana pertandingan yang terjadi hari itu benar benar membuat cemas para fans Liverpool.


Saat itu, Liverpool tertinggal 1 gol lebih dulu oleh Brighton berkat tembakan penyerang mereka yang mempunyai ruang kosong.


Dengan 1 gol itu, Brighton mulai bertahan dan tidak menyerang sama sekali sampai berakhir nya babak pertama.


Namun saat di mulai nya babak ke 2, mereka mulai menyerang dan menekan lagi.


Dimana itu membuat para pemain Liverpool sangat tertekan dan cemas.


Mereka sudah tertinggal dan tertekan, mereka tidak bisa berbuat apa apa.


Bos juga di pinggir lapangan terus berdiri mengamati jalannya pertandingan.


Sampai menit ke 79, barulah Liverpool bisa keluar dari tekanan sebab saat itu para pemain Brighton mulai kelelahan dan Liverpool sudah mengganti beberapa pemain inti seperti Sean dan Joao Felix.


Saat keduanya di ganti, Liverpool mengubah formasinya menjadi 4 5 1, dimana hanya Mbappe sendirian di depan.


Dengan begitu, lini tengah Liverpool menjadi semakin kuat.


Tapi meski kuat, Liverpool masih tertinggal 1 gol dan waktu terus berjalan.


Para pemain semakin greget.


Bahkan supporter yang datang juga sudah bernyanyi nyanyi menyemangati mereka dan mencoba menurunkan mental dan semangat pemain lawan.


Akhirnya pada menit 87, Mbappe mencetak gol lewat aksi solo run nya.


Dengan begitu, para pemain juga melihat harapan.


Mbappe juga tidak berselebrasi, dia dengan cepat mengambil bola di gawang dan menyimpannya kembali di titik putih tengah lapangan, supaya permainan segera di mulai kembali.


Para supporter sangat bersemangat karena waktu normal tersisa 3 menit, belum di tambah dengan perpanjangan waktu.


Untung saja pada menit 92, dimana tinggal 1 menit terakhir dari perpanjangan waktu, Liverpool mendapatkan sebuah sepak pojok.


Para pemain Liverpool semuanya maju, termasuk dengan Alison.


Para pemain Liverpool tidak ada yang di tengah dan menjaga untuk serangan balik, mereka sudah all in di kotak penalti Brighton.


Pemain Brighton juga panik dan segera mengisi kotak itu dan meminta pemain depan untuk semuanya mundur.


Para supporter yang datang semuanya tegang.

__ADS_1


Termasuk pelatih kedua tim, para pemain cadangan di bench dan staf juga tegang.


Jangankan mereka, komentator juga tegang karena mereka menyaksikan pertandingan yang menarik.


Saat itu, Trent mengangkat tangannya meminta para pemain bersiap.


Peluit wasit juga di bunyikan.


Dan Trent mengirimkan umpan melengkung.


Di kotak penalti juga terjadi kerusuhan.


Namun saat bola sudah sejajar dengan gawang, pemain Brighton melompat lebih dulu dan menghalau bolanya, namun halauan itu tidak sempurna dan malah pindah ke sisi lainnya lagi.


Dimana itu sangat di manfaatkan oleh Robertson yang kecil dan tak terlihat.


Robertson juga tak buang buang kesempatan dan waktu.


Dia menembak dengan sangat keras, bahkan penjaga gawang yang sudah menutupi ruangnya juga sampai memundurkan tangannya ketika bolanya sudah dia berhasil sentuh, namu karena keras lah, akhirnya mundur dan terbawa.


Robertson juga langsung menggila saat bola melewati garis putih gawang.


Dia berselebrasi dengan membuka bajunya dan berteriak teriak kepada para fans Liverpool di tribun.


Para pemain juga langsung berlari mengikuti Robertson, Sean dan pemain cadangan lainnya juga berlari semangat karena akhirnya tim bisa membalaskan skor ini.


Wasit juga meniupkan peluit agar permainan segera di mulai, namun para pemain Liverpool sengaja berlama lama.


Brighton juga harus pulang dengan 0 poin, padahal awalnya mereka bisa pulang dengan 3 poin, tapi karena Mbappe, mereka juga hanya bisa pulang dengan 1 poin, tapi siapa sangka justru penghancur mereka adalah Robertson.


Dengan begitu, Liverpool juga masih di peringkat klasemen ke 2 karena Manchester City juga menang lagi dan mereka hanya meraih kemenangan terus, belum ada draw ataupun kalah.


Ini benar benar akan menjadi sulit bagi Liverpool untuk menyusul mereka nantinya.


Saat ini, Sean berada di ruang kesehatan klub.


Dia ingin memeriksa kakinya setelah di pertandingan terakhir dia merasakan ngilu di pahanya.


Dokter tim juga berkata bahwa Sean mengalami hamstring dan harus beristirahat dulu.


Ini merupakan kabar buruk bagi Sean.


Sean juga hanya merenung karena dia telah menjaga porsi latihannya tapi tetap saja dia mengalami cedera seperti ini.


Meski tak terlalu parah, tapi Sean sangat kecewa dengan dirinya sendiri.


"Berapa lama aku harus beristirahat dok?" Tanya Sean pada dokter tim.


"Ini tidak terlalu parah, mungkin hanya 2 - 3 Minggu saja."


"Tapi jika ada apa apa dan terasa lebih ngilu dan sakit, segera kabari supaya kita tahu kondisi lanjutannya."

__ADS_1


"Siapa tahu itu parah dan itu harus menjalani operasi." Ucap dokter.


Sean mendengar perkataan dokter juga semakin putus asa, dia tak mau di operasi jika terjadi cedera karena itu akan menjadi catatan dalam profil karirnya nanti.


"Baiklah dok, terima kasih."


"Kabari setiap saat jika ada apa, jangan terlalu lengah dengan keadaanmu ini." ucap dokter.


"Baik dok." Ucap Sean sembari berterima kasih dan berbalik keluar ruangan.


Setelah itu, Sean berjalan ke cafetaria.


Di saat Sean pergi, dokter juga menelpon pada bos dan memberitahunya tentang keadaan Sean.


Bos yang mendengarnya juga sedikit kecewa, karena ini merupakan jadwal yang padat dan Sean baru mengalaminya tentu saja fisiknya belum terbiasa.


Sean juga merasa dirinya bermasalah saat keesokannya setelah selesai pertandingan, namun dia baru melapor 2 hari kemudian karena yang di rasanya semakin sakit.


Saat di pertandingan, Sean tidak merasakan apa apa dan santai santai saja.


Tapi ada satu kejadian saat itu di lapangan, dimana Sean menerima umpan yang sangat tinggi dan dia mencoba mengontrol bola dengan melompat sambil merentangkan kakinya.


Seperti yang di lakukan Lewandowski.


Mungkinkah itu penyebabnya, tapi Sean tidak terlalu tahu.


"Istirahat dulu, istirahat dulu."


"Ku harap ini tidak terlalu parah." Ucap Sean sambil meminum sebuah minuman yang ada di cafetaria.


Di saat sedang minum, ponselnya berdering dan itu panggilan dari bos.


Sean juga segera mengangkatnya dan langsung berjalan ke kantor bos setelah di beritahu bahwa dia harus mendatanginya.


Beberapa saat, Sean juga sampai.


"Seberapa yakin kamu bahwa itu bisa hanya hamstring biasa?" tanya Bos.


Sean tidak yakin, bahkan dia tidak tahu.


"Tidak tahu bos, tapi menurut dokter aku harus selalu melapor jika terjadi rasa sakit yang berkelanjutan agar segera di cek lagi." Ucap Sean sedikit lemah.


"Jangan terlalu kecewa, tidak ada yang menyalahkan mu."


"Baiklah, untuk sekarang kamu istirahat sajalah dulu, biarkan teman temanmu yang berjuang untuk tim di pertandingan pertandingan selanjutnya."


"Jangan sedih juga, semoga saja itu hanya hamstring biasa supaya kamu bisa pulih dengan cepat dan segera bermain."


"Mengerti bos." Jawab Sean dan kemudian keduanya mengobrol beberapa hal lagi.


•Ngerti mungkin, vote nya ya hari Senin nih!•

__ADS_1


•Jangan sampai lupa ya, terus kasih dukungan•


__ADS_2