I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 98.


__ADS_3

Keberangkatan para pemain Indonesia itu merupakan keberangkatan dari Bandar Udara Charles de Gaulle Paris.


Sean dan para rekan lainnya bersama pelatih dan juga staf berangkat ke Paris karena mereka harus menggunakan bandara Internasional.


Perjalanan ini di pilih karena waktu tempuh dari Paris lebih sebentar di bandingkan dari Lyon, Marseille dan yang lainnya.


Perjalanan dari Paris ke Indonesia, dimana bandara utama Soekarno Hatta.


Di saat para pemain sudah berangkat, Sean juga berbalik dan memasuki mobil di parkiran.


Dimana mobil itu adalah mobil yang sudah di sewa oleh Silva.


Silva sengaja datang untuk menjemput Sean.


"Jadi langsung?" Tanya Sean.


"Nanti saja, masih lama. Sore kok jam 4 kira kira."


"Sekarang mari kita jalan jalan saja dulu di daerah Paris." Ungkap Silva. Sean juga setuju dengan perkataan Silva.


Keduanya mulai menyusuri jalanan di Paris menggunakan sebuah mobil yang sederhana karena di sewa oleh Silva dari sebuah rental.


...


19 jam kemudian, kurang lebih.


Dimana itu jam 8 pagi hari di Indonesia, bandara Soekarno Hatta sudah di penuhi beberapa media olahraga yang sudah menunggu kedatangan para pemain tim nasional.


Mereka ingin membuat berita yang menarik, makanya mereka datang ke sini. Mereka juga ke sini karena ingin menanyakan banyak hal pada Sean yang dimana Sean tiba tiba sudah bermain di Eropa.


Meski sudah banyak media olahraga yang membahas sebelum Sean bermain di tim nasional, tapi itu masih belum seberapa dengan sekarang.


Mereka tahu dan mengenal Sean karena sering di perkenalkan nya oleh komentator, dimana komentator menceritakan perjalanan Sean pergi ke Eropa.


Pada awalnya masyarakat yang masih buta dan tuli akan berita itu kaget tak percaya, tapi setelah banyak berita yang sering di munculkan, mereka juga percaya dan senang.


Apalagi saat melihat permainan Sean di tournament Toulon, mereka juga bangga.

__ADS_1


Sekarang banyak media mengejar berita tentang tim nasional muda yang berhasil mengharumkan nama bangsa, juga mengejar berita tentang Sean.


Dimana 2 topik berita ini akan ramai di perbincangkan oleh masyarakat nantinya, sehingga media juga akan menghasilkan banyak uang.


Itulah yang mereka cari, mereka tidak peduli dengan hal lainnya.


Entah pemain pemain tim nasional lelah atau tidak, terganggu atau tidak, mereka hanya butuh berita tidak dengan yang lainnya.


Di luar bandara, banyak sekali reporter dari banyak media sudah berkumpul. Entah itu kamera atau perekam suara sudah sangat di siapkan.


Itu juga sedikit menganggu kenyamanan dari para turis atau dari orang orang yang akan berpergian.


Saat jam menunjukan pukul 8.17 pagi, para pemain dan staf juga memasuki lobi dari bandara itu.


Itu juga terlihat oleh para reporter dari media media yang sudah berkumpul karena para pemain tim nasional menggunakan sebuah seragam merah yang merupakan sebuah jaket dan training olahraga berwarna merah.


Para pemain tim nasional tentu saja tidak tahu bahwa ada banyak media yang menunggunya.


Pelatih Indra yang melihat ini juga bingung harus apa.


Kemudian beberapa penjaga keamanan di bandara mendatangi pelatih Indra dan mengajaknya berbicara untuk mengurus masalah ini.


Penjaga keamanan mendatangi para reporter dari media berita itu dan berkata bahwa pelatih Indra akan menerima wawancara dan menjawab pertanyaan tapi tidak di sini.


Setelah mendengar perkataan dari penjaga keamanan tentunya reporter juga mengerti dan baru sadar.


Setelah itu, penjaga keamanan memberi tahu bahwa wawancara akan di adakan di depan kantor PSSI saja karena tujuan pelatih Indra bersama yang lainnya harus mengunjungi dulu kantornya lalu berangkat ke istana negara.


Dengan kepergian rombongan pemain tim nasional menggunakan bis, para reporter juga langsung mengikuti dengan cepat menggunakan mobil mereka.


Bahkan ada beberapa reporter yang menyalip dan buru buru ke kantor PSSI agar mendapatkan posisi paling depan nantinya.


Setelah beberapa menit, para pemain juga sudah sampai di kantor PSSI dan juga reporter yang sudah menunggu di depannya.


"Lakukan di ruang pers." Ungkap ketua PSSI.


Dengan itu para reporter juga buru buru berlari ke gedung atau ruangan yang dimana itu adalah ruang konferensi.

__ADS_1


Ketua PSSI dan anggota lainnya melihat ini tersenyum karena bangga akhirnya Indonesia berhasil tampil di panggung dunia.


Pelatih Indra bersama ketua PSSI dan 2 pemain Tim nasional datang ke ruang pers untuk melakukan wawancara dan menjawab pertanyaan pertanyaan reporter itu.


Setelah beberapa saat ruang pers juga sepi karena pelatih Indra dan yang lainnya sudah duduk di depan.


"Silahkan." Ungkap pelatih Indra.


Dengan kalimat yang di ucapkan pelatih Indra banyak reporter yang buru buru mengacungkan tangan mereka untuk menanyakan pertanyaan lebih dulu.


"Kamu dulu." Tunjuk dan ucap pelatih Indra.


Reporter itu tersenyum dan langsung berkata, "Kami sebagai masyarakat Indonesia tentunya senang dengan hasil yang di raih para punggawa muda tim Nasional Indonesia. Kami mengucapkan selamat. Untuk pertanyaannya, apakah hasil ini merupakan sebuah hasil yang sudah anda prediksi atau karena memang anda juga kaget dengan hasil seperti ini?" Tanya nya.


Pelatih Indra kemudian tersenyum, "Kami terima ucapan selamatnya. Untuk jawaban dari pertanyaan itu, tentunya hasil ini adalah hasil yang sangat sangat saya tidak prediksi."


"Mungkin kalian juga mengerti dan tahu bagaimana kualitas para pemain muda di Eropa itu, tapi setelah kami mengalaminya di lapangan, kami sadar bahwa kualitas kami ini tidak beda jauh."


"Awalnya kami sedikit gentar karena kita sudah di pastikan gagal dan tidak akan meraih apapun."


"Mungkin kita ke sana hanya untuk mengikuti acara itu saja dan meramaikannya saja."


"Tapi setelah mengetahui bahwa kualitas kami tidak beda jauh, di situlah mental dan juga niat kami berubah."


"Meski mental dan niat kami berubah, kami tidak menargetkan juara atau hasil seperti ini pada awalnya, kami hanya berharap bahwa kami harus menunjukan permainan dan kualitas kami di sana."


"Tapi saat sudah meraih 1 kemenangan, kami tidak tahu dari mana datangnya kekuatan kami, di setiap pertandingan kami tumbuh menjadi lebih kuat dan setiap pertandingan kami lewati dengan kemenangan dan 1 seri."


"Itu semua tidak saya prediksi, jadi untuk jawabannya ini tidak di prediksi dan saya kaget, tapi karena sudah terjadi kami bangga dengan hal itu dan tak malu mengakuinya bahwa kami sempat gentar." Ungkap pelatih Indra.


Para reporter juga sudah sedari tadi merekamnya dan mereka juga mengangguk mengerti dengan jawaban dari pelatih Indra. Kemudian beberapa reporter mengacungkan tangannya buru buru agar mendapatkan giliran untuk bertanya.


"Anda bilang bahwa tadi anda tidak tahu dari mana datangnya kekuatan dan kepercayaan tim sehingga berhasil meraih kemenangan terus. Untuk pertanyaannya, apakah kekuatan dan kepercayaan tim tumbuh karena di tim ada Sean yang memikul beban paling berat?" Tanyanya.


Mendengar ini wajah pelatih Indra menjadi sedikit jelek, dia sengaja tidak mengungkapkan karena tidak mau anak anak asuhnya di tim nasional merasa di pilih kasihkan karena dirinya membanggakan Sean.


Mendengar pertanyaan ini, reporter juga bersemangat, mereka mencoba mengorek.

__ADS_1


Apalagi di bandara mereka tidak melihat adanya Sean bersama tim.


__ADS_2