
Keseruan menonton pertandingan hanya bisa di rasakan dan di nikmati oleh para penggemar Liverpool saja.
Mereka bisa merasakan rasa senang dan semangat mereka terangkat tinggi tinggi berkat permainan yang sangat indah Liverpool.
Dimana permainan Liverpool melakukan oper operan yang tak kunjung berhenti, melakukan banyak tembakan ke gawang lawan.
Menekan ketika tidak memegang bola, dan ini merupakan tekanan tingkat tinggi.
Dimana para pemain di lini serang sudah menekan sehingga akan sangat sulit bagi Bayern Munchen untuk bergerak leluasa.
Saat ini pertandingan babak 16 UCL antara Liverpool yang berstatus sebagai tuan rumah menjamu Bayern Munchen yang berstatus tamu itu sudah berada di babak ke 2.
Dimana jalannya pertandingan tersebut sudah memasuki menit ke 63.
Skor pertandingan juga sudah 2 - 0.
1 gol lagi merupakan gol yang kembali di cetak oleh Sean di awal babak kedua.
Dia memanfaatkan kecerobohan pemain bertahan lawan yang panik akibat pressing tinggi dari Liverpool.
Sean yang mendapatkan bola saat itu tidak berlama lama dan hanya menggiring bola sedikit agar memasuki kotak penalti dan langsung melakukan tembakan keras.
Penjaga gawang Bayern Munchen juga tak sempat bergerak sama sekali itu di sebabkan karena tak menyangka Sean akan tiba tiba langsung menembak dan juga tembakannya yang keras.
Penjaga gawang Bayern Munchen hanya berspekulasi bahwa Sean akan menembak dengan melengkung lagi sehingga dia bersiap dan menunggu.
Alhasil, tembakan yang di keluarkan oleh Sean adalah tembakan keras yang menyusur tanah ke sebelah kiri dari penjaga gawang.
Sampai saat ini, kedudukan belum berubah.
Dimana Liverpool masih menekan dan menunjukan dominasinya.
Pelatih Bayern Munchen di pinggir lapangan hanya terus berteriak tapi tidak ada hasil apapun.
Memasuki menit ke 87, Liverpool mendapatkan peluang yang sangat bagus lagi.
Dimana akselerasi Sean melewati 2 pemain Bayern Munchen berhasil.
Sean juga langsung menggiring bola tersebut masuk ke dalam kotak penalti di sisinya.
Memasuki kotak penalti, pemain bertahan Bayern Munchen lainnya segera melakukan back up pada temannya yang sudah di lewati oleh Sean dan mencoba menutupi ruang gerak Sean.
Alhasil, setelah Sean memasuki kotak penalti, dia tidak berlama lama, dia hanya melakukan operan tarik ke tengah kotak penalti.
__ADS_1
Felix yang awalnya bergerak di belakang lawan juga saat itu langsung mempercepat larinya dan menyodorkan kaki kanannya untuk mengubah bola menjadi ke arah gawang.
Operan Sean yang cepat dan gerakan sodoran kaki Felix yang cepat hanya membuat penjaga gawang Bayern Munchen melongo saja.
Dia tidak bisa berbuat apa apa saat Felix menyodorkan kakinya, karena operan dari Sean tadi sangatlah keras sehingga bola lanjutan dari Felix juga keras dan itu tepat di depannya sehingga dia tidak bisa berbuat apa apa.
Setelah gol tercipta oleh Felix dengan assistnya Sean, pertandingan berlanjut seperti biasa.
Alhasil, sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah dan hanya tetap 3 - 0.
Dimana Liverpool berhasil mengalahkan Bayern Munchen di kandang nya sendiri.
Dengan Sean yang mencetak 2 gol dan 1 assist, lalu 1 gol dari Felix assist dari Sean.
Kembali menjalani kehidupan yang biasa selama beberapa hari, diikuti oleh latihan tim, dan pembahasan taktik oleh bos ketika berlatih, Sean menjalani kehidupan yang cukup nyaman.
Setelah 5 hari berlalu, Liverpool kembali melakukan pertandingan melawan Burnley di laga away.
Alhasil di pertandingan tersebut, Liverpool berhasil mengalahkan Burnley dengan skor 3 - 1.
Sean mencetak 1 gol dan 1 assist di pertandingan tersebut.
Tak berselang lama, dimana 4 hari berikutnya dan itu sudah memasuki bulan baru, Liverpool kembali menjalankan pertandingan Premier League lagi.
Sean menyumbangkan 2 golnya dengan cukup baik, dengan begitu dia masih tetap berada di puncak top skor Premier League.
Setelah menjalani 2 pertandingan dari Premier League, Liverpool juga sudah memiliki jadwal baru lagi.
Dimana hasil dari babak perempat final UCL.
Liverpool di pertemukan AC Milan, tim asal Serie A.
Pertandingan perempat final itu akan di gelar di 3 hari selanjutnya.
Bersiap beberapa hari merupakan keuntungan bagi para pemain Liverpool, apalagi mereka juga sudah tidak memiliki jadwal piala liga lagi.
Mereka hanya memiliki jadwal Liga saja dan itu cukup membuat para pemain Liverpool memiliki stamina yang bagus.
3 hari kemudian, Anfield menyambut tamu di babak perempat final UCL.
AC Milan bertandang ke Anfield dengan kekuatan yang besar.
Para penggemar AC Milan yang militan juga ikut datang untuk memberikan dukungan kepada para pemain.
__ADS_1
Di jalannya pertandingan perempat final UCL tersebut yang berangsur angsur menarik dan seru, kedua tim membuktikan kualitas nya masing masing.
Ac Milan bertanding dengan sangat berani dan sangat terbuka.
Mereka mungkin menginginkan hasil yang baik di pertandingan away ini.
Saling jual beli serangan di pertunjukan di pertandingan ini.
Ini membuat para penonton yang hadir di stadion merasakan naik turunnya adrenalin mereka.
Mereka takut tim kebanggaan mereka tertinggal lebih dulu, ketika tim mereka di serang.
Tapi ketika tim kebanggaan mereka menyerang, mereka bangga dan berteriak berharap terjadi gol sehingga tim kebanggaan mereka bisa memimpin skor.
Memasuki menit ke 26, Liverpool mendapat peluang sepak pojok.
Trent Arnold harus mengambil ekseskusi sepak pojok.
Dia juga mengangkat tangannya meminta teman temannya bersiap.
Segera, Arnold juga memberikan umpan melengkung yang sangat cantik.
Bola tersebut mengarah ke kotak kecil di kotak penalti, penjaga gawang AC Milan juga saat ini merasakan bahaya.
Dia ragu ragu apakah akan melakukan penyelamatan atau tidak, alhasil karena dirinya yang ragu ragu, duel para pemain itu untuk menyambut bola semakin meriah.
Di keramaian kotak kecil itu, Virgil Van Dijk, pemain bertahan Liverpool yang memiliki tubuh tinggi juga ikut maju untuk memanfaatkan peluang sepak pojok ini.
Berduel di udara dengan pemain AC Milan, Virgil berhasil mendahului pemain AC Milan dalam melompat.
Virgil menyambut bola dan langsung melakukan sundulan ke arah gawang AC Milan, penjaga gawang AC Milan yang bersikap ragu ragu tadi sekarang memiliki kekecewaan pada dirinya sendiri.
Dia tidak bisa bergerak sama sekali karena ramainya area kotak kecil.
Dia hanya melihat bola dari sundulan Virgil Van Dijk menuju gawang sisi kirinya dan itu tepat di pojok atas.
Alhasil, bola berhasil bersarang di gawang.
Virgil Van Dijk yang sudah mendarat juga langsung berlari ke pojok di ikuti oleh pemain lainnya untuk melakukan selebrasi.
Bersamaan dengan para pemain yang berselebrasi, penonton Liverpool bersorak sorai sangat ceria.
Gemuruh juga terjadi di Anfield Stadium.
__ADS_1