I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 201.


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu lagi di Austria, para pemain Liverpool menjalani training camp dengan rasa senang dan sulit.


Meski begitu mereka tetap menjalaninya dengan nyaman karena mereka tahu bahwa ini untuk mereka sendiri.


Dalam beberapa hari yang sudah di lewati ini, Liverpool telah melakoni 2 laga persahabatan atau uji coba dengan 2 tim dari Liga Austria.


Hasil dari 2 pertandingan itu juga cukup memuaskan bagi para pemain, namun untuk bos itu masih kurang dan belum cukup.


Sebab bos tahu bahwa kelas kedua tim sangat berbeda.


Di 2 pertandingan itu, Liverpool berhasil menang dalam keduanya.


Di uji coba pertama, Liverpool unggul 5 - 1.


Dimana Sean mencetak brace atau mencetak 2 gol nya.


3 gol lainnya di catatkan oleh Felix 1, Mbappe 1 dan Kisha 1.


Kisha mencetak gol sebab dia di turunkan oleh bos, bahkan pemain pemain muda juga di turunkan.


Bos melakukan rotasi di saat waktu pertandingan memasuki babak ke 2.


Dia ingin tahu seberapa jauh kemampuan para pemain di bangku cadangannya, ini juga agar dia bisa mempersiapkan lebih baik lagi untuk kedepannya.


Di pertandingan kedua, Liverpool menang 7 - 2 atas salah satu tim Liga Austria.


Di pertandingan itu, Sean mencetak 4 gol dalam 45 menit, sebab setelah babak kedua di mulai, Sean juga di ganti oleh bos karena harus melakukan rotasi dan juga sudah puas dengan kinerja Sean yang kemampuannya semakin membaik.


Terlihat bahwa di 2 pertandingan ini, Sean lebih percaya diri.


Bahkan dia bisa melewati 3 pemain sekaligus dengan mudahnya.


Ketajamannya dalam mencetak gol juga semakin tajam, tendangan tendangannya semakin akurat.


Bahkan beberapa kali Sean harus di langgar saat melakukan akselerasi, namun itu tetap tidak menghentikan Sean yang haus akan gol.


3 gol lainnya di catatkan oleh Felix yang menyumbangkan 2 gol dan Kisha 1 gol.


Mbappe di pertandingan ini benar benar bermain buruk.


Penampilannya juga membuat para pemain sedikit aneh dan kasihan padanya.


Sebab Mbappe ingin pindah namun kedua klub masih dalam situasi menggantung.


Tentunya bos juga tahu hanya saja urusan biaya transfer bagian direktur yang mengurusnya.


Bos juga sudah mengatakan bahwa jika tawarannya bagus tak apa melepas Mbappe, sebab Bos juga tak ingin mempunyai pemain yang tidak memiliki rasa memiliki pada timnya, dimana nanti akan tidak bertanggung jawab ketika bermain di lapangan.


Setelah menjalani 2 laga uji coba itu, Liverpool masih mempunyai 2 laga uji coba lagi yaitu melawan RB Salzburg dan RB Leipzig.

__ADS_1


Salah satu laga uji coba itu juga akan segera di mulai di lapangan miliki RB Salzburg.


Sebab Liverpool akan melawan RB Salzburg.


Saat ini, di stadium milik Salzburg, meski hanya ada sedikit penonton, pertandingan di lapangan masih berjalan dengan biasanya.


Para pemain tidak terlalu fokus pada adanya penonton.


Di antara penonton di tribun, beberapa fans Liverpool yang ingin melihat perkembangan pemain juga hadir.


Dia ingin melihat bagaimana tim favoritnya berlaga di Premier League nanti, apakah persiapannya bagus atau tidak.


Di lapangan, Florian menguasai bola dan mengatur rekan timnya untuk bergerak ke arah mana mana nya.


Para pemain RB Salzburg bermain dengan cara menunggu, ini juga menjadi latihan yang sangat bermanfaat bagi Liverpool sebab mereka harus memiliki rencana dan skema untuk menghadapi tim tim yang memiliki skema bertahan seperti ini.


Florian melihat ke arah kanan dimana Trent sedang bergerak.


Para pemain RB Salzburg yang melihat ini segera bergerak beriringan secara pelan ke arah kiri mereka.


Ini bertujuan menutup celah dengan Trent nantinya.


Namun siapa yang menyangka, Florian justru melakukan no look pass ke sisi kirinya.


Dimana bola mengarah pada Sean yang sangat bebas tanpa pengawalan.


Para pemain RB Salzburg panik dan buru buru bergerak ke arah kanan mereka untuk menutup pergerakan Sean.


Dia dengan cepat melakukan akselerasi dan melewati 1 pemain, saat 1 pemain lainnya datang, Sean melakukan step over dan melakukan gerakan patah ke kiri sehingga pemain tersebut tertipu dengan gerakan Sean.


Sean yang telah berhasil melewati 2 pemain itu melihat ke arah gawang yang sudah terlihat di sudut matanya.


Namun posisinya saat ini masih kurang enak atau nyaman untuk melakukan tembakan.


Sean memilih menggiring sedikit lebih maju lagi.


Tentunya pemain lawan juga tak membiarkan Sean seenaknya seperti ini.


Salah satu pemain lainnya juga segera mendekati Sean.


Namun saat sudah dekat, Sean tiba tiba mengoper pada Felix yang melihat ke arahnya.


Sean juga tentunya paham.


Dia memberikan operan pada Felix, pemain yang akan menutup Sean juga segera bereaksi namun dia melhat Felix sudah menyodorkan bola ke sisi kirinya.


Saat dia akan bereaksi mengejar bola tersebut, dirinya hanya merasakan embusan angin di sisinya.


Dia menemukan bahwa Sean sudah melakukan tembakan ke gawang.

__ADS_1


Segera bola melesat ke arah gawang.


Dan tanpa adanya kesulitan atau halangan, bola berhasil merobek gawang yang di jaga oleh penjaga gawang lawan.


Sean yang berhasil mencetak gol hanya melakukan selebrasi ringan saja.


Sebab di pertandingan ini, skor juga sudah menjadi 4 - 2.


Ini juga merupakan babak ke 2.


Sean di turunkan di babak ke 2 dan baru mencetak 1 gol dan 1 assist setelah membantu Adeyemi mencetak gol.


Felix juga baru di mainkan setelah Sean memberikan assist pada Adeyemi.


Setelah beberapa saat, pertandingan juga di mulai lagi.


Bos di pinggir lapangan kembali duduk di bench dan mengobrol bersama assisten nya.


Keduanya mendiskusikan beberapa taktik dan skema yang memungkinkan Liverpool mencapai titik maksimal di setiap taktik yang di jalankan nya nanti.


Tentunya mereka juga harus memikirkan keuntungan dan kerugian dari skema skema tersebut.


Para pemain cadangan yang masih belum memiliki kesempatan bermain juga dengan sadar diri melakukan pemanasan.


Mereka tahu bahwa tak lama lagi bos akan melakukan beberapa pergantian lagi.


Di lapangan, setelah gol Sean, RB Leipzig berusaha melakukan penguasaan bola dan mencoba menyerang agar bisa mencetak gol dan meminimalisir ketertinggalan golnya dari Liverpool.


Tentunya para pemain Liverpool tidak akan membiarkannya dengan mudah.


Para pemain Liverpool melakukan pressing tinggi dan membuat panik setiap pemain RB Salzburg yang menguasai bola.


Ini juga membuat mereka semakin kesulitan mengatur tempo dan tak sempat berpikir untuk membangun penyerangan.


Bos atau pelatih dari Rb Salzburg melihat ini hanya menyimpangkan kedua tangannya di depan dadanya.


Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan itu terus berulang setiap melihat pemain pemainnya melakukan kesalahan.


Saat ini, bola di kuasai oleh Aurelien.


Dia juga tak menguasai bola terlalu lama dan memberikan bola pada Felix dengan cepat.


Felix kemudian menerima bola dan akan berbalik badan, namun dia menemukan Florian mendekat.


Dia pun mengoperkan nya dan dirinya langsung berbalik badan berharap mendapatkan umpan terobosan.


Namun siapa sangka, Florian justru memberikan umpan terobosan ke sisi kiri dimana Sean berlari melewati bagian belakang pemain lawannya tanpa di sadari.


Sean yang akhirnya mendapatkan bola tersebut menggiring bola sedikit agar masuk ke dalam kotak penalti.

__ADS_1


Felix melihat ini juga langsung bergerak mencari posisi yang pas untuk memanfaatkan peluang.


__ADS_2