I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 58.


__ADS_3

Pertandingan antara Arouca dan UD Oliveirense yang di gelar di Estadio Municipal Arouca kini sudah memasuki babak ke 2.


Skor antara kedua tim di lapangan juga di ungguli oleh Arouca. Arouca memimpin 2 gol dari UD Oliveirense.


Arouca tidak membuang kesempatan sebagai tuan rumah, mereka memanfaatkannya dengan menyerang dan pressing yang agresif.


Hal itu membuat para pemain UD Oliveirense juga tertekan, mereka bertanding dengan Arouca berharap untuk menang dan menghancurkan tren positif Arouca yang belum terkalahkan di Liga Pro.


Meski Arouca belum terkalahkan di Liga Pro, di Taca da Liga dan Taca de Portugal, Arouca sudah kalah.


Dan mereka juga memiliki pengalaman kalah musim ini.


Memasuki menit ke 67, UD Oliveirense melakukan pergantian.


Pelatih UD Oliveirense melakukan pergantian dimana mereka memainkan pemain bertahan tambahan dan memilih untuk mengorbankan penyerang tengah mereka.


Menurutnya, lebih baik kalah dengan 2 gol dari pada kalah lebih dari 2 gol.


Dengan keputusan ini, pertahanan UD Oliveirense memang jauh lebih kuat di daerah bertahannya.


Mereka menggunakan formasi 5 3 2.


2 di depannya merupakan kedua winger tim UD Oliveirense.


Ini membuat para pemain Arouca juga tak terlalu menekan karena akan merugikan mereka jika terus menekan.


Seandainya jika bola hilang dan di rebut oleh pemain lawan, Arouca akan kesulitan untuk bertahan.


Tim UD Oliveirense juga di kenal sebagai tim yang sangat mengandalkan serangan balik cepat.


Meski mereka menyisakan 2 winger di depannya, tapi saat serangan balik, 3 pemain tengah mereka akan membantu 2 pemain winger itu untuk melakukan serangan balik.


Waktu pertandingan juga terus berlanjut, dan kini sudah memasuki menit ke 79.


Pada menit ke 77 tadi, UD Oliveirense memiliki kesempatan dan peluang untuk mencetak gol lewat serangan balik cepat mereka.


Namun peluang itu mereka sia siakan, karena mereka terlalu banyak mengoper di saat sudah berada dalam kotak penalti.


Seharusnya, jika sudah di dalam kotak penalti tinggal di tembak saja, kita berharap keberentungan menyertai dan menjadikannya sebuah gol.


Di menit 81, pemain Arouca menguasai bola. Meski mereka menguasai bola, mereka tidak masuk ke wilayah tim lawan atau tim UD Oliveirense, mereka menguasai bola di wilayah mereka.


Para pemain Arouca berniat mengulur waktu dan berniat untuk memancing keluar pemain lawan.

__ADS_1


Meski nantinya tidak keluar juga, para pemain Arouca tetap di untungkan karena sudah unggul 2 gol.


Dan benar saja, 5 menit telah berlalu dan para pemain lawan tidak keluar dari wilayah mereka dan hanya menunggu di dalam wilayahnya sendiri.


Pelatih Jorge Costa di pinggir lapangan juga sudah merasa tenang.


Dia melihat jam tangannya untuk melihat waktu, "Masih tersisa kurang lebih 5 menit dengan additional time."


Pelatih Jorge Costa langsung memberikan intruksi kepada para pemainnya untuk menyerang sepenuhnya.


Meski tak jadi gol itu tak masalah karena waktu juga akan segera habis dan mereka sudah unggul.


Menerima intruksi dari pelatih, Basto yang menguasai bola juga mengirimkan bola pada Jubal, Jubal melanjutkannya pada Valente.


Valente menggiring bolanya sedikit lebih depan, dan meminta rekan rekan timnnya maju.


Santos dan Ericson sudah membuka ruang di dalam wilayah tim lawan.


Sean dan Lopes juga sudah merapat dan memasuki area pertahanann tengah lawan. Sedangkan posisi yang ditinggalkan oleh Sean dan Lopes di isi oleh kedua fullback yaotu Costa dan Nelsinho.


Valente yang menguasai bola dan melihat ini mengoper pada Santos, namun setelah mengoper bola, Valente tidak mencari ruang, dia tetap diam di tempat.


Dia melihat sekitar memperhatikan gerakan rekan rekannya.


Sedangkan Santos yang menerima bola langsung di pressing oleh lawan, Santos juga segera mengembalikan bolanya pada Valente.


Valente yang menguasai bola merasa bahwa dia juga bisa menghabiskan waktu dengan cara ini jika tidak bisa melanjutkan operan ke depan.


Valente kemudian mengirimkan bola ke sisi kiri, dimana Costa berada.


Costa menerima bola dan melakukan gerakan sedikit maju, namun dia langsung di halangi oleh lawan, Costa juga mengembalikan bolanya, namun bukan pada Valente tapi pada Santos.


Santos yang menguasai bola langsung mengoper umpan terobosan ke depan.


Dia hanya berharap ada yang mengambil bola terobosannya.


Umpan terobosan yang di kirim Santos tidak mengarah pada wilayah antara Sean dan Lopes ataupun Kuca.


Tapi umpan terobosan itu mengarah ke dekat sudut lapangan yang kosong.


Benar saja, Costa yang tadi mengirim umpan balik pada Santps juga sudah berlari untuk mengejar umpan terobosan Santos.


Costa yang sudah dekat dengan bola tidak mau mengontrol bolanya dan langsung melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti.

__ADS_1


Namun yang tidak di harapkan mereka semua adalah, tidak ada pemain yang cukup tinggi untuk melakukan sundulan dari umpan silang itu.


Umpan silang itu akhirnya bisa di selamatkan dan di buang oleh pemain bertahan lawan ke luar kotak penalti.


Bola yang di buang itu di dapatkan oleh Ericson, Ericson tidak mengontrol bolanya dan langsung melakukan tendangan voli.


Dengan tembakan keras dari Ericson, bola itu melaju dengam cepat ke arah gawang.


Penjaga gawang lawan dengan penuh persiapan melompat dan meninju bola ke luar lapangan.


"Tembakan yang indah."


"Jika tak ada penyelamatan dari penjaga gawang, mungkin Arouca sudah unggul 3 gol sekarang."


Ungkap komentator yang melihat tendangan Ericson tadi.


Santos berlari ke sudut lapangan untuk mengambil sepak pojok.


Namun Santos tidak melakukan umpan ke dalam kotak penalti, tapi mengoper pada Ericson yang mendekatinya.


Ericaon yang menerima bola juga tidak melakukan umpan silang. Dia menggiring bola nya pelan ke arah sudut lagi dan mengulur waktu.


Ericson yang di jaga ketat oleh pemain lawan hanya bisa menahan bola dengan kaki yang menginjak bola.


Tapi dia tidak berusaha mengoper atau membuang, dia hanya sengaja mengulur waktu saja.


Saat bola akan terebut, Ericson menendang bolanya ke arah kaki pemain lawan, bola pun memantul dan ke luar.


Lemparan ke dalam juga harus di lakukan.


Nelsinho melakukan lemparan ke dalam dan mengoper pada Santos, Santos melakukan hal yang sama dengan Ericson tadi, dia segera ke sudut lapangan dan mengulur waktu lagi.


Waktu pertandingan terus berjalan, saat waktu akan habis.


Santos melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti, namun tak ada yang menyundulnya dan bola pun hanya melewati kotak penalti dan ke luar lapangan.


Saat lemparan ke dalam akan di lakukan oleh pemain lawan, wasit meniupkan peluit tanda akhir dari pertandingan hari ini.


Sean dan rekan rekannya bersyukur karena mereka berhasil menang.


Mereka juga langsung bersalaman dengan pemain lawan.


Setelah itu mereka kembali ke ruang ganti, Santos menemani pelatih Jorge Costa ke ruang pers.

__ADS_1


Dengan kemenangan ini, Arouca masih tetap berada di puncak klasemen.


Namun jarak dari poin dengan posisi ke 2 tidak jauh hanya berjarak 6 poin.


__ADS_2