
Waktu terus berlalu, hampir 2 Minggu waktu juga sudah terlewati oleh Sean yang harus tinggal bersama Callista.
Sean juga sudah setengah pulih dari cederanya, dia juga sudah bisa banyak bergerak namun masih belum boleh latihan setelah melapor pada Dokter tim.
Bersamaan 2 Minggu Callista tinggal di sini, orang tua dan keluarganya juga menanyakan kenapa dirinya tidak pulang.
Akhirnya, orang tua Sean lah yang menjelaskan ke pihak keluarga Callista bahwa dia menemani Sean.
Untung saja mereka mengerti dan pihak orang tua Callista hanya mengatakan bahwa jika terjadi apa apa pada putrinya mereka akan menuntun Sean.
Jelas bahwa Sean tidak macam macam.
Callista juga awalnya panik karena dia memang benar tidak bilang bahwa dia mengurus Sean, dia hanya berkata liburannya di perpanjang saja.
Berita berita keduanya juga sekarang semakin naik, bahkan beberapa media berita yang pertama membeli foto dan Vidio itu kini sudah semakin mendapatkan banyak penghasilan.
Selama 2 Minggu telah berlalu ini, Liverpool harus meraih hasil yang kurang baik dalam beberapa laga.
Seperti Ucl melawan Atletico Madrid, mereka di tahan imbang 2 - 2, alhasil Liverpool harus pulang dengan 1 poin.
Di pertandingan Liga Premier Inggris, dimana Liverpool melakukan away ke Manchester City atau Etihad Stadium harus tumbang dengan skor telak yaitu 3 - 0.
Setelah itu, pertandingan selanjutnya melawan Leicester di laga home harus di tahan imbang lagi.
Dengan peroleh pertandingan yang seperti ini, Liverpool turun dari posisi 2 ke posisi 3. Di susul oleh Chelsea.
Sedangkan Manchester City menjadi semakin jauh.
Sean di rumahnya merasakan bahwa dia harus segera sembuh, dia ingin membantu timnya untuk kembali bersaing di semua kompetisi sepak bola ini.
Sean saat itu benar benar merasa sangat bersalah karena harus cedera.
Esok hari juga, Liverpool harus melakukan tandang ke stadium Aston Villa.
Sean berharap timnya Liverpool akan meraih kemenangan untuk memecahkan krisis yang di hadapi ini.
Jika ini terus berlanjut, moral pemain akan menurun karena mereka sudah melakukan beberapa pertandingan tapi hasilnya kurang memuaskan.
Selama 2 Minggu berjalan ini, Sean mencoba mendekatkan diri lagi dengan Callista, dia merasa bersalah karena terlalu bersikap acuh.
Selama masa Sean mencoba mendekatkan diri lagi dengan Callista, Sarah juga menghubunginya namun Sean tidak menjawab panggilannya karena sudah terlanjur kecewa.
Joao Felix dan Magui juga jadi sering berkunjung karena Magui merasa ada teman ketika Felix berlatih.
Dengan begitu, rumah Sean juga menjadi selalu ramai dan tidak harus berduaan terus.
Saat ini, masih sore hari.
Sean berjalan jalan ringan bulak balik di sisi kolam renang.
Ini merupakan apa yang di anjurkan oleh dokter tim agar kaki Sean tidak kaku setelah lama kurang pergerakan.
Dan benar saja, Sean memang merasa kaku.
Dia juga melihat bola yang ada di rumahnya sudah greget karena sangat merindukan mengolah si kulit bundar itu.
"Mau makan apa nanti malam?" Tanya Callista datang menghampiri Sean.
"Kamu maunya apa?" Tanya Sean.
Callista tertegun, justru dia yang bertanya kenapa dia malah bertanya balik.
__ADS_1
"Yasudah." Ucap Callista sambil berbalik dan berjalan ke dapur untuk melihat ada apa saja di kulkasnya Sean.
"Tunggu." Ucap Sean sambil mendekat.
Callista juga berhenti dan berbalik, dia sangat gugup.
Meski dia sudah merasakan bahwa akhir akhir ini sikap dan perlakuan Sean padanya sudah berubah, dia masih gugup karena saat ini berduaan.
Berbeda dengan ketika ada Magui dan Felix.
"Ada apa?"
"Euhh itu, aku melihat bahwa akun Instagram mu jarang sekali update, apakah sengaja?" Tanya Sean penasaran.
Pasalnya artis artis akan selalu memposting apapun yang mereka lakukan dimana pun.
"Oh itu, iya sengaja."
"Kalau begitu pinjam ponselmu." Jawab Sean.
"Mau apa?" Curiga.
Sean tidak menjawab tapi berjalan ke dalam ruang keluarga kemudian mencari ponsel Callista yang selalu di simpan di atas meja.
Sean kemudian duduk dengan memegang ponsel Callista.
"Apa password-nya?" Tanya Sean.
Kemudian Callista mendekat dan menekan sidik jarinya, Sean hanya tersenyum saja.
Dia membuka Instagram dan melihat pesan yang di terima oleh akun Callista itu.
Benar saja banyak pria dan fans yang berkomentar tentang menanyakan apakah berita kedekatannya dengan Sean benar atau tidak.
"Mau apa?" Tanya Callista curiga.
"Sini duduk." Ucap Sean.
Kemudian Callista duduk di samping Sean.
Sean membuka fitur story dan melakukan foto bersama dengan Callista.
Callista juga tertegun dengan apa yang di lakukan oleh Sean.
"Mau apa kamu?"
"Jangan." Ucap Callista sambil mencoba mengambil ponselnya.
Sean bertingkah begini setelah dia melakukan konsultasi pada Felix setiap malam melalui chat nya.
Sean melakukannya sengaja karena dia juga tidak bisa terus hidup sendirian, dia harus mempunyai beberapa pengalaman seperti berpacaran.
"Tunggu sebentar, maukah kamu...?" Ucapan Sean sengaja Sean hentikan.
Callista mendengar ini sangat gugup.
'Apa yang akan di bicarakan ya?'
'Ya Tuhan, aku sangat gugup.'
"Maukah kamu memposting foto ini, biarkan ini jadi buktinya bahwa kamu memang dekat denganku." Ucap Sean.
__ADS_1
Callista mendengar ini tertegun. Dia tertegun bukan karena kalimat Sean memposting foto, tapi kalimat selanjutnya dimana Sean mengatakan bahwa bukti kedekatannya dengan dirinya.
'Apakah dia mencoba melakukan pendekatan lagi?'
'Tapi emang dulu aku yang salah.'
'Gimana ini?'
'Haruskah kah jawab iya.'
'Tapi dia sudah memberanikan diri untuk berkata gini, dulu dia tidak mungkin seperti ini.'
Callista bingung.
Sean melihat ini langsung tersenyum, dia langsung menekan hapus foto dan kemudian meraih pundak Callista dan melakukan foto lagi.
"Senyum." Ucap Sean.
Callista yang masih bingung itu menuruti Sean tanpa mengerti apa yang akan dilakukan Sean selanjutnya.
Sean kemudian menekan tombol potret dan foto juga segera jadi.
"Tuh kan bagus kalau senyum." Ucap Sean.
Saat ini, Sean benar benar seperti orang yang berbeda, bahkan Callista sampai linglung dengan tingkah yang di lakukan oleh Sean.
Ternyata pelajaran Felix setiap malam di serap dengan baik oleh Sean untuk selalu berani.
Callista mendengar ini juga langsung melihat ke ponselnya dimana dia melihat foto dirinya di rangkul oleh Sean sambil tersenyum manis.
"Ah." Teriaknya, Callista kemudian mencoba meraih ponselnya namun karena gerakan yang cepat, Sean tak sengaja menekan tombol kirim.
Dengan begitu, Callista juga jadi melakukan update story nya di Instagram.
Sean kemudian bengong dengan ini, dia melirik pada Callista.
"Kamu!" Ucap keduanya bersamaan.
Sean juga awalnya akan mengirimnya tapi itu akan menggunakan akunnya, ini hanyalah usaha agar mencoba lebih dekat dengan Callista lagi.
Tapi ini malah di kirim di akun Callista.
Keduanya saling menatap. "Sudahlah tak apa, sudah terlanjur." Ucap Sean mencoba menenangkan Callista, dimana Callista sangat gugup saat ini.
Dia tidak tahu bagaimana reaksi fans nya nanti ketika melihat ini.
Dia tidak peduli dengan orang orang suka padanya, tapi dia peduli pada fansnya.
"Kamu ini ceroboh!" Ucap Callista sambil mengambil ponselnya.
"Tak apa takkan masalah ini. Apakah kamu benar tidak ingin kita dekat lagi dan menjalani hubungan?" Tanya Sean terus terang.
Callista diam.
'Dia sungguh berani.'
'Apakah ini benar dia?'
'Tapi dia setidaknya berani mengatakan niatnya ini, berbeda denganku yang malu malu tapi mau.' Pikir Callista.
Keduanya saling menatap, Sean tersenyum.
__ADS_1
"Mau kan?" Tanya Sean langsung tertawa puas, Callista memerah.