
1 Januari 2018,
Sean berada di Portugal dan tidak pulang ke Indonesia di saat liburan musim dingin ini. Ia memilih untuk berlatih di Portugal untuk meningkatkan kemampuannya lagi.
Di lapangan mini milik Arouca, Sean berlatih menurut arahan dari pelatih fisik. Sean sekarang sudah memiliki jadwal untuk setiap tambahan latihannya.
Itu di buatkan oleh pelatih fisik untuk tidak menghambat pertumbuhan tubuh Sean dan menjadi cedera.
Setelah waktu pelatihan selesai, Sean juga kembali ke asramanya dan menunggu suhu tubuhnya turun agar bisa membersihkan tubuhnya.
Saat sedang menunggu menurunkan suhu tubuhnya, Sean bermain dengan ponselnya. Ia membuka instagramnya dan melihat ada banyak notifikasi, ia pun tidak membukanya karena sudah tahu bahwa itu adalah notifikasi dari orang yang memberikan like pada fotonya dan komentar.
Tapi setelah beberapa saat dia penasaran, Sean sebenarnya jarang sekali melihat komentar atau notifikasi notifikasi seperti ini.
Saat membukanya, Sean terkejut.
'Callista menyukai photo anda' 3 menit yang lalu.
"Bukannya Callista adalah gadis yang di bicarakan ibuku? Kenapa dia tahu instagram dan memberikan suka pada fotoku dan hanya 1, sepertinya dia tidak sengaja terpencet." Sean kemudian fokus lagi untuk membaca komentar komentar dari orang yang memberikannya komentar.
"Semangat terus pemuda."
"Harumkan nama bangsa."
"Kapan nih main di lima liga utama supaya bisa di tonton."
"Semoga ada pemain Indonesia yang berhasil bermain di lima liga utama."
Beberapa komentar Sean baca dan membuat hatinya hangat karena mereka memberikan dukungan. Sean tidak membaca komentar yang menjelekkannya karena merasa itu tidak perlu.
Melanjutkan terus aktivitasnya sampai suhu tubuh nya benar benar turun, Sean kemudian mandi.
..
Di Indonesia, sekarang sedang jam 11 siang. Di sebuah lokasi pembuatan film, para crew sedang mengatur set set untuk adegan selanjutnya.
Namun salah satu aktris sedang duduk di dalam ruang make up sambil wajahnya sedang di rias oleh tim penata rias.
Aktris itu merupakan seorang gadis muda, meski dia sedang di rias di wajahnya, dia dengan santainya bermain ponselnya dan tidak memperhatikan riasannya.
Setelah beberapa saat, gadis itu berteriak kaget.
"Apaaa!!"
__ADS_1
"Aku tidak sengaja memberikannya like."
"Bagaimana ini."
Dengan respon kaget dari gadis aktris itu, tim penata rias juga ikut kaget dan tak sengaja merias di tempat yang salah, namun aktris muda itu tidak mempermasalahkannya.
Dia sedang panik karena dia tidak sengaja memberikan like pada photo seorang pria yang selalu ia perhatikan setelah mengetahuinya.
Memang, gadis aktris ini adalah Callista. Dia adalah orang yang waktu itu di apartemen mencari instagram Sean. Setelah dari kejadian itu, Callista selalu memperhatikan updatean terbaru dari akun Sean, namun dia tidak mengikuti akun Sean karena takut dan malu.
"Apa yang harus ku lakukan?"
"Apakah kirim pesan saja?"
"Jangan jangan. Nanti semakin terlihat bahwa aku suka menstalk dia."
"Biarkan saja, mungkin dia juga beranggapan aku tidak sengaja atau bahkan dia tidak peduli."
Dengan itu gadis aktris mulai duduk dan mulai di rias lagi di wajahnya. Namun dia selalu fokus pada ponsel nya yang sedang berada di akun instagram Sean.
'Dia memotong rambutnya, dia terlihat keren.'
'Tapi kenapa dia tidak ke Indonesia? Bukannya harusnya pertandingan sepak bola di Eropa itu libur.'
'Kenapa aku selalu memikirkan dia?'
'Ah aku sudah gila.'
Gadis aktris itu langsung mematikan ponselnya tanpa mengeluarkan aplikasi instagramnya dulu.
...
Malam harinya di Portugal, Sean sedang menonton vidio vidio pertandingan sepak bola di ponselnya.
Dia juga menonton trik trik untuk seorang winger dan mencoba mempelajarinya nanti.
"Dia mempunyai gerakan kaki yang cepat." Ungkap Sean yang sedang fokus menonton trik dari seorang winger di vidio ponselnya.
Gerakan yang di lakukan dalam vidio itu adalah, gerakan khas ala Ronaldinho, dimana bola berada di kaki terkuat, lalu bola di gerakan ke arah yang di inginkan, di ikuti dengan gerakan badan yang sama dengan arah bola, saat lawan sudah bergerak sama dengan arah bola dan badan, bola dengan cepat di gerakan oleh kaki dalam.
Ini merupakan gerakan elastico, ciri khas Ronaldiho untuk melewati lawan lawannya.
Gerakan ini membutuhkan kecepatan kaki yang cepat karena saat pemain sudah mengikuti gerakan badan dan bola, kita harus segera bergerak ke arah yang berlawanan, dimana bola masih berada di kaki luar dan harus di gerakan oleh kaki dalam agar bergerak berubah arah.
__ADS_1
Sean terus menonton beberapa skill dan trik trik di dalam vidio, ia juga merasa bahwa dia bisa belajar dan menggunakannya ketika menghadapi lawan.
Tak terasa, Sean juga merasa ngantuk dan mematikan ponselnya untuk tidur.
Keesokan harinya, Sean melakukan latihan seperti biasa di lapangan mini dan gym serta berlatih yoga di asramanya.
Setelah melakukan semuanya, Sean berjalan jalan ke luar untuk mencari angin segar dia juga merasa bosan tinggal di asramanya terus.
Berhubung sudah mendapatkan gaji, Sean juga datang ke cafe yang sempat ia datangi waktu itu untuk nongkrong.
Dia ingin merasakan bagaimana nikmatnya menongkrong seperti pemuda lainnya yang seumuran dengannya.
Memesan beberapa camilan dan air mineral, Sean duduk di lantai 2 dekat dengan jendela sendirian.
Dia melihat ruangan di sekitar yang sudah lumayan penuh oleh muda mudi.
Sean juga tak lupa untuk mencicipi camilan yang ia beli, setelah beberapa saat, Sean di datangi oleh seorang laki laki yang mungkin umurnya sedikit lebih tua 5 tahun darinya.
Sean tidak tahu siapa dia, "Hallo."
"Kamu pasti Sean kan?" Ungkapnya menggunakan bahasa Indonesia.
Sean tentu saja kaget dengan bahasa yang di gunakan oleh pria itu. "Hallo. Iya saya Sean. Ada apa?" Jawab Sean menggunakan bahasa Indonesia juga.
"Bolehkan saya duduk?" Tanya pria itu
"Silahkan." Dengan persetujuan Sean, pria itu duduk dan menatap Sean sambil tersenyum.
"Aku dari Indonesia, aku di sini bekerja di tugaskan oleh perusahaan untuk meliput tentang dirimu."
"Meliputku? Kenapa?"
"Kamu pemain muda asal Indonesia, dan perusahaan kami juga butuh berita yang panas jadi jika kami mewawancarai anda, masyarakat Indonesia juga pasti senang jika mengetahui ada pemain muda Indonesia bermain di Eropa."
"Meski sudah ada beberapa yang mengetahui, tapi itu tidak terlalu banyak, jadi kedatanganku adalah mewawancaraimu dan membuat seluruh masyarakat Indonesia tahu."
"Mungkin dengan ini, kamu juga bisa mendapatkan panggilan timnas nanti."
Sean terdiam, dia tidak tahu menahu, dia harus bertanya dulu pada Silva, bukan karena dia tidak menghormatinya tapi sekarang dia harus berhati hati agar tidak membuat namanya buruk.
Sean juga tidak tahu apakah perusahaan itu baik atau tidak, "Kalo begitu, tunggu aku menelpon agenku dulu untuk bertanya." Ungkap sean.
Dengan itu dia mulai menelpon Silva dan menanyakan tentang hal ini, apakah Silva mengizinkannya atau tidak.
__ADS_1