
8 November 2022,
1 hari setelah selesainya laga di liga Premier League.
Sean sudah bersiap untuk langsung pulang ke Indonesia.
Dia sudah menyiapkan segalanya, termasuk tiket penerbangan.
Sean bergerak cepat karena dia harus segera berangkat bersama timnas Indonesia setelah dirinya mendapatkan kesempatan panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia di piala dunia.
Meski sudah ia sangka bahwa dirinya akan di panggil, Sean masih tidak bisa mengendalikan emosi nya.
Sebab ini merupakan panggung dunia, dia juga tidak tahu kapan Indonesia memiliki kesempatan ini lagi.
Saat pemberitahuan mengenai siapa saja pemain yang akan memperkuat timnas Indonesia di ajang piala dunia, Sean melakukan panggilan video bersama keluarganya.
Melakukan panggilan video sambil menyalakan streaming tentang tentang pemberitahuan federasi mengenai pemain yang akan memperkuat timnas Indonesia.
Saat namanya di sebutkan, Ayahnya Sean langsung bersorak sangat bahagia.
Beberapa pemain yang ada di timnas untuk mengikuti ajang tournament Toulon juga ada yang di panggil.
Sean senang dengan hal itu.
Untuk pemain naturalisasi yang resmi memperkuat timnas Indonesia, di antaranya ada Emil Audero yang berposisi sebagai penjaga gawang.
Penjaga gawang saja ada 3, yaitu Andritany dan juga Teja Paku Alam.
Untuk pemain bertahan memanggil Fachrudin yang di temani oleh Jordi Amat dan beberapa lainnya.
Pratama Arhan juga harus bersaing dengan Shayne Pattynama untuk mengisi posisi di bek kiri.
Untuk bek kanannya, Asnawi tidak mendapatkan saingan dari pemain naturalisasi.
Pemain naturalisasi lainnya mengisi di posisi tengah.
Meski ada Evan Dimas, timnas juga di perkuat oleh yang lainnya.
Untuk pemain keturunan atau naturalisasinya, federasi memanggil, Tijjani Reijnders dan Thom Haye.
Untuk beberapa pemain naturalisasi lainnya yang tidak terpanggil sudah di pastikan merasakan sakit hati sebab mereka tidak terpanggil.
Meski begitu, mereka harus bersabar.
Sebab banyak kemungkinan Indonesia akan mengikuti ajang piala dunia lagi.
Apalagi para pemain naturalisasi yang di panggil juga kebanyakan memiliki tahun kelahiran yang hampir sama dengan Sean.
Ada yang 97 dan 99.
Ini memungkinkan untuk membangun generasi yang sangat potensial.
Meski sulit untuk menggapai prestasi menakjubkan nantinya, itu lebih baik supaya Indonesia semakin terpandang kedepannya.
Untuk posisi penyerang federasi memanggil pemain senior yang sudah lama di naturalisasi dan ada beberapa pemain lokal yang masih muda dan mampu atau kuat dalam bermain di lini depan.
Egy beserta Witan juga terpanggil hanya saja tidak tahu apakah waktu bermainnya akan bersamaan atau tidak.
Sebab untuk lini depan, federasi memanggil beberapa pemain lokal yang sangat sangat berperforma baik.
__ADS_1
Itu juga tak kalah dengan para pemain seperti Egy dan Witan.
Federasi dan pelatih lebih condong ke depan berharap agar nantinya banyak opsi untuk di mainkan.
...
Sean yang saat ini berada dalam pesawat dan sedang melakukan penerbangan memilih untuk beristirahat.
Dia tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat sebab dia baru saja menyelesaikan pertandingan kemarin di liga.
Dimana 2 pertandingan terakhir juga Sean dan tim mampu raih kemenangan.
Sean dan timnya saat ini masih bercokol di puncak klasemen.
Ini juga membuat mental dan semangat Sean berbeda dengan pemain timnas Indonesia lainnya.
Sebab Sean harus menjaga mental ini dan menunjukan atau mempertontonkan bagaimana mental yang kuat.
Bukannya Sean ingin sombong, tapi Sean ingin memberikan petunjuk dan arahan bagi yang lainnya.
Dimana Sean juga bermain di liga tertinggi sehingga pengalamannya juga sudah di yakinkan melebihi yang lainnya nanti meski masih muda.
Itu berkat performa Sean yang semakin membaik dan berkat ajaran dari staf dan pelatih di timnya.
Di saat Sean sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia.
Kedua orang tuanya juga harus bersiap.
Keduanya sudah siap untuk menjemput Sean nantinya.
Bahkan Ayahnya sudah memberitahukan ibunya Sean untuk melakukan packing barang agar saat Sean nanti nya berangkat ke Qatar bersama Timnas Indonesia, mereka juga segera menyusul.
Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi ayahnya Sean.
....
Keesokan harinya, sore hari, Sean sampai di Indonesia.
Setelah melakukan pengecekan dan segalanya, Sean langsung berjalan ke luar dan segera mencari keluarganya.
Dimana keluarganya sudah berjanji akan menjemputnya.
Sean mencari sekeliling dan tak lama dia menemukan dimana keluarganya berada.
Yang tak di sangka Sean adalah Lisa hadir dalam menjemputnya.
Sean hanya tersenyum cerah.
Dia sudah merindukan kekasihnya ini.
Sebab sudah sangat lama tidak bertemu, meski sudah melakukan panggilan video setiap hari ketika luang, tentunya berbeda dengan bertemu langsung.
"Apakah menunggu lama yah?" Tanya Sean pada ayahnya setelah sampai di posisi keluarganya.
"Tidak, kami hanya menunggu sebentar." Sahutnya.
"Bagaimana perjalanannya?" Tanya ibunya cemas.
Sean tahu bahwa yang di pentingkan oleh ibunya selalu keselamatan dan keadaan dirinya sendiri.
__ADS_1
Sean juga merasakan kehangatan dan perhatian yang diberikan oleh ibunya ini.
Sean tersenyum, "Aman Bu, aku juga banyak istirahat di pesawat jadi tidak terlalu lelah."
Setelah beberapa obrolan, akhirnya semuanya kembali ke mobil.
Di dalam mobil, semuanya mengobrol.
Adiknya Sean yang selalu berisik saat ini tumben tumbenan memilih banyak diam.
Mungkin takut Sean marah akibat dirinya mengirimkan pesan menanyakan tentang berhubungan dengan laki laki.
Tentunya saat itu Sean berikan banyak masukan dan perhatian.
Sean tak mau adiknya rusak di masa SMA.
Di dalam mobil, kehangatan dalam berkeluarga juga terlihat.
Apalagi ayahnya yang menyetir sambil banyak berbicara mengenai Sean.
Entah itu Sean bermain di Liga atau nanti di piala dunia.
Sean juga menanggapi beberapa pernyataan ayahnya yang menurutnya masuk akal.
"Jadi kapan kamu akan melapor?" Tanya ayahnya.
"Mungkin lusa." Sahut Sean.
Sean juga tahu bahwa dia harus beristirahat dulu.
Dan juga pelatih sudah memberitahukan bahwa tim akan berangkat pada tanggal 11.
Meski waktunya sedikit dan memang begitulah semua negara yang berpatisipasi.
Yang di untungkan tentunya negara negara yang berdekatan jaraknya.
"Apakah kamu percaya diri?" Tanya ibunya tersenyum.
"Jelas harus selalu percaya diri Bu." Sahut Sean.
"Meski nanti hasilnya buruk, aku tetap akan bangga dan senang."
"Iya itu bagus." Ucap ayahnya.
"Iya aku mengerti, sebab nanti aku akan memiliki riwayat pernah bermain di piala dunia dalam karirku meski tak memenangkan apapun." Jelas Sean.
Sean menjelaskan sambil tersenyum dan mendapatkan cubitan dari Lisa.
"Sombong." Ucapnya meledek.
Ibunya Sean melihat Lisa ingin mengobrol dengan Sean juga akhirnya memilih untuk fokus lagi ke depan.
Akhirnya Sean mengobrol dengan Lisa di dalam mobil.
Dimana topik nya hanya seputar pekerjaan keduanya.
Dan masa depan pekerjaannya.
Keduanya terlihat hangat dan hanya menyisakan adiknya Salma yang memperhatikan keduanya dengan penuh kebingungan.
__ADS_1