
9 Juli 2022,
Setelah beberapa penandatanganan De Light dan Reinier Jesus, Liverpool kembali mempublish beberapa pemain baru yang telah berhasil mereka beli.
Di antara nya yaitu Ryan Gravenberch dan Kvicha Kvaratskheila.
Ryan Gravenberch yang berposisi sebagai gelandang dari Ajax berhasil Liverpool beli dengan harga 30 juta euro.
Meski masih muda 20 tahun, dia memang memiliki kualitasnya tersendiri.
Apalagi dirinya di topang dengan postur tubuh yang tinggi dan lincah.
Liverpool mendapatkan banyak untung sebab harga pembelian Ryan tidak terlalu mahal.
Setelah pembelian Ryan yang berhasil, Liverpool asalnya akan membeli Florian Wirtz, hanya saja pembelian untuk Florian Wirtz terlalu mahal dan besar.
Leverkusen melabeli Florian Wirtz seharga 80 juta euro, Liverpool yang mendapatkan jawaban seharga itu langsung menarik tawarannya sebab ini terlalu mahal, apalagi dia masih 18 atau 19 tahun.
Meski bos suka dengan cara bermainnya yang apik dan selalu memberikan assist dan mampu mencetak gol, tapi melihat bahwa harga yang sangat tinggi pun langsung menarik tawaran.
Setelah pertimbangan yang cermat, bos memilih untuk pindah ke pemain yang sangat mentereng di Liga Rusia.
Apalagi pemain ini masih muda dan sesuai selera dari bos.
Mempunyai kecepatan yang cepat, akselerasi yang bagus, apalagi dia mampu mencetak gol dan memberikan assist.
Pemain tersebut adalah Kvicha atau Kisha, Liverpool membeli pemain ini seharga 21 Juta euro saja.
Kisha awalnya bermain di Rubin Kazan, hanya saja Kisha di pinjamkan ke sebuah klub, namun Rubin Kazan memilih menjual sebab Kisha masih tak mampu menunjukan performa yang di inginkan pelatih utama.
Berbalik dengan bos yang sangat suka dengan cara bermain Kisha.
Setelah berhasil penandatangan keduanya, awalnya fans sempat ragu dengan Kisha yang tak di kenal, namun mereka percaya pada bos bahwa para pemain yang di beli mungkin sebagai pelapis dan juga akan mampu menunjukan performa nya setelah di berikan menit bermain yang cukup sehingga pengalaman mereka bertambah.
Para pemain Liverpool lainnya yang tahu bahwa ada pemain baru juga langsung menyambut di grup, mereka belum sempat bertemu.
Mungkin besok ketika akan berangkat Training camp mereka akan bertemu.
Training Camp kali ini di adakan di Austria sesuai dengan keputusan dan kemauan bos.
Sebab situasi dan kondisi di sana sangat nyaman.
Selama ini, rumor transfer Mbappe juga semakin kencang, ada Real Madrid dan Barcelona, mereka sangat menginginkan Mbappe.
Selama rumor kencang ini, Mbappe di grup obrolan tim juga jarang sekali ikut mengobrol.
Ini tidak biasanya, banyak pemain termasuk Sean berspekulasi bahwa Mbappe saat ini dalam keadaan yang sangat bingung.
Dia bingung memilih antara bertahan atau pindah ke tim impiannya.
Meski begitu, Mbappe yang bingung tak menunjukan ketertarikan ingin pindah dan biasa saja.
Namun para pemain lainnya tahu bahwa Mbappe ingin pindah.
__ADS_1
....
Malam harinya,
Sean merapikan barang bawaan yang akan di bawa untuk Training Camp besok ke Austria.
Dia membawa beberapa baju salin yang cukup selama beberapa Minggu di sana.
Acara untuk training camp juga belum di tentukan, apakah akan ada kompetisi seperti musim kemarin atau tidak.
Sean hanya mengikuti pengaturan dari bos saja.
Setelah menyelesaikan packing barangnya, Sean santai di ruang keluarga.
Dia menonton televisi sambil meminum sebuah teh hangat yang sudah dia buat.
Di saat Sean sedang fokus dan asyik menonton televisi, ponselnya berdering.
Sean pun melihat bahwa itu adalah Lisa.
Sean pun mengangkatnya dan mulai mengobrol dengannya.
Keduanya mengobrol sampai waktu tidur Sean tiba.
Keesokan harinya, pada jam 10 pagi, Sean datang ke klub.
Ada beberapa pemain juga yang sudah datang seperti Virgil, De Ligt dan Konate juga lainnya.
Sean menyapa dan ikut mengobrol bersama mereka sambil menunggu yang lain.
Sean yang mendengar ini tidak tahu arah tujuan pembicaraan ini.
"Siapa?"
"Mbappe." Ucap Konate.
"Memang nya kenapa?"
"Mungkin dia akan bertahan selama 1 putaran di Liverpool dan akan segera pindah."
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Sean.
"Lihat saja dari sikap dan tingkahnya, dia seperti sudah tak nyaman bersama kami." Ucap Virgil.
Sean mendengar ini jelas merasa bahwa ini serius, jika Mbappe pindah bagaimana dengan lini serangnya.
Jelas bahwa itu akan sedikit menurun.
Tapi Sean tidak bisa berbuat apa apa dan hanya memilih untuk mengobrol dan memindahkan topik yang lain
Segera pemain lainnya juga tiba.
Setelah banyak pemain sudah berkumpul, para pemain menunggu bos dan para staf untuk datang.
__ADS_1
Sambil menunggu, beberapa pemain berkenalan dan mengobrol.
Apalagi ada beberapa pemain baru.
Namun yang paling di untungkan adalah Ryan dan De Light, sebab mereka mempunyai Virgil yang senegara sehingga mudah bergaulnya.
Reinier Jesus juga sama, dia mempunyai teman yaitu Allison dari Brazil.
Yang sangat sulit yaitu Kisha, tapi para pemain mengajaknya untuk mengobrol sehingga mudah bergaul.
Di saat para pemain mengobrol, Mbappe juga hanya menjawab singkat dan ikut mengobrol dengan sedikit pembicaraan.
Sean melihat ini sedikit muak, sebab keinginan Mbappe untuk pindah benar benar di perlihatkan sekali.
Sean berpikir bahwa Mbappe benar benar tidak tahu situasi dan kondisi, seharusnya dia berpikir bahwa dirinya sedang bersama tim dan harus menghargainya.
Sean dan Felix juga hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Felix yang asalnya di tawari oleh Atletico Madrid juga memilih bertahan, sebab dia sangat nyaman di Liverpool.
Setelah menunggu lama, bos dan staf lainnya juga datang.
Bos mengatakan beberapa hal dan langsung semuanya naik ke bus untuk segera ke airport.
Mereka harus segera ke airport agar tak ketinggalan jadwal penerbangan.
Di bus para pemain juga mengobrol.
Sean yang mengerti keadaan Kisha memilih untuk mengajaknya duduk bersama.
Sebab Kisha memiliki situasi yang sama.
Dimana dia sangat menyendiri karena dia tidak punya teman dari negaranya.
Sean mengobrol dengannya dan dengan cepat keduanya juga akrab.
Meski Sean lebih tua dua tahun darinya, Sean menganggapnya seperti Felix yang seumuran.
"Kamu tenang saja, tidak lama kamu juga akan mendapatkan menit bermain reguler." Bisik Sean pada Kisha.
Kisha yang mendengar bisikan Sean jelas bingung.
"Kamu akan segera tahu nanti, banyak pemain lain juga memiliki pandangan yang sama sepertiku."
"Jadi kuharap kamu menunjukan performa terbaikmu dan segera merebut hati bos supaya sangat di percaya." Bisik Sean.
Jelas bahwa Kisha yang mendengar ini sangat berharap penuh.
Yang di butuhkan nya yaitu menit bermain yang banyak supaya dirinya bisa semakin berkembang.
Di saat Sean mengobrol dengan Kisha, Felix juga mengobrol dengan Reinier Jesus dan mengatakan hal yang sama pada Reinier.
Reinier yang sudah tahu dari Allison juga mengerti dan ada kilatan tekad di matanya yang menunjukan bahwa dia sangat sangat semangat untuk menunjukan performanya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, para pemain akhirnya sampai di Airport dan tinggal menunggu beberapa menit lagi sebelum waktu keberangkatan mereka.