I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 240.


__ADS_3

Pertandingan perempat final dari UCL mempertemukan antara Liverpool dan AC Milan.


Pertandingan tersebut di gelar di Anfield Stadium, dimana home base dari Liverpool.


Di leg pertama ini, Liverpool berstatus sebagai tuan rumah dan harus menjamu tamu mereka yaitu AC Milan yang merupakan tim besar atau raksasa dari Serie A.


Meski sempat mengalami kemunduran untuk waktu yang lama, kini AC Milan kembali mendapatkan pijakan yang kokoh untuk membuktikan status mereka sebagai raksasa Serie A.


Di pertandingan perempat final dari UCL yang mempertemukan kedua tim ini, skor atau kedudukan di pertandingan ini sudah tidak 0 - 0.


Di pertandingan ini, skor atau kedudukan sudah berubah menjadi 2 - 0.


Dimana sang tuan rumah Liverpool berhasil merobek gawang AC Milan.


Gol pertama di sumbangkan oleh Virgil pada babak pertama menit ke 20 lebih.


Untuk gol kedua dari Liverpool, itu di sumbangkan oleh Sean yang berhasil melumpuhkan kedua pemain AC Milan yang mampu menjaga nya sepanjang pertandingan.


Dengan aksi dari Sean yang berhasil melumpuhkan kedua pemain AC Milan itu, Sean terus melakukan giringan ke dalam kotak penalti.


Sampai di kotak penalti, Sean tidak banyak berpikir, dia langsung melancarkan tembakan melengkung yang hampir saja di selamatkan oleh penjaga gawang AC Milan.


Dengan aksi penyelamatan dari penjaga gawang AC Milan itu, bola awalnya tersentuh oleh jari jarinya, namun karena bola sedikit keras dan lengkungannya yang tajam, jari jari dari penjaga gawang AC Milan tak mampu membendung tembakan Sean.


Dengan tercipta nya gol dari Sean di menit ke 40 lebih di babak pertama, Liverpool menjadi semakin nyaman untuk menguasai bola dan jalannya pertandingan.


Sampai turun minum, skor juga tidak berubah dan masih seperti itu.


Ketika babak kedua di mulai, AC Milan memulai gebrakan yang tak biasa.


Para pemain Liverpool dan bos juga sempat kaget di pinggir lapangan.


Itu di sebabkan karena AC Milan tiba tiba melakukan high pressing sebagaimana Liverpool bermain.


Dengan tekanan yang di berikan oleh AC Milan, Liverpool juga bermain lebih bertahan dan menjaga kedalaman mereka.


Mereka memilih untuk menunggu dan melancarkan serangan balik yang tajam dan cepat.


Alhasil sampai menit ke 68, AC Milan berhasil merobek gawang Liverpool yang di jaga oleh penjaga gawang Allison.


Skor pun menjadi 2 - 1, dimana Rafael Leao berhasil merobek gawang Liverpool.


Pertandingan terus berlangsung dengan kedudukan yang sudah berubah.

__ADS_1


Dengan kedudukan seperti itu, AC Milan semakin berani melancarkan serangan ke Liverpool.


Bahkan penguasaan bola dan ritme pertandingan juga menjadi di kuasai oleh AC Milan.


Bos juga melakukan penyesuaian mengganti gelandang berharap bisa bersaing di lini tengah.


Alhasil, pertandingan dan ritme masih di kuasai oleh AC Milan dengan kuat.


Liverpool juga terpaksa bermain semakin bertahan.


Sean juga sudah kesulitan untuk menerima bola, bahkan hampir sepanjang pertandingan babak kedua dia tidak mendapatkan kesempatan lagi untuk menyerang.


Bersamaan dengan Sean yang kesulitan, bos di pinggir lapangan juga awalnya berniat mengganti beberapa pemain di lini serang untuk semakin memperkuat lini tengah.


Namun setelah beberapa pemikiran, bos mengurungkan niatnya karena jika lini tengah di perkuat, serangan juga akan menjadi lemah.


Jadi bos berjudi dan berharap ada serangan balik yang membahayakan AC Milan.


Benar saja, dengan pertandingan yang terus berjalan, menit juga terus berlanjut.


Memasuki akhir pertandingan, dimana menit ke 88, Liverpool yang terus terusan bertahan mendapatkan kesempatannya.


Dimana AC milan terlalu terobsesi dan nafsu untuk menyamakan kedudukan dan gelandang AC Milan melakukan tembakan dari luar kotak penalti karena kesulitan menembus pertahanan Liverpool.


Saat itu, Felix berlari dengan sekuat kuatnya ke depan untuk mengejar bola.


Tentu saja, bersamaan dengan Felix yang mengejar bola, pemain AC Milan juga berusaha untuk mengejar kembali bola dan menguasainya lagi.


Alhasil ketika beradu lari dengan Felix, karena panik takut Felix terlebih dulu menerobos ketika mendapatkan bola, pemain terakhir dari AC Milan itu melakukan tendangan pada bola dan hasilnya bola tersebut membentur kaki Felix.


Bola juga jadi berubah arah dan mengarah ke sisi kanan, dimana Khvicha berada di sana.


Bola berhasil di kontrol dengan baik olehnya, dan dia langsung melakukan giringan melaju ke lini pertahanan AC Milan.


Dimana hanya ada 1 orang yang masih berusaha menjaga pertahanan.


Penjaga gawang AC Milan yang awalnya maju juga langsung berlari mundur karena takut Khvicha melakukan lob bola.


Dengan berlarinya Khvicha pemain AC Milan dan Liverpool juga berlari ke depan.


Sampai di kotak penalti, Khvicha awalnya akan menembak, namun dia mengurungkannya karena penjaga gawang menutup ruang tembak dan berada di dekat tiangnya.


Khvicha langsung melakukan operan silang karena dari sudut matanya dia menemukan rekan timnya yang berlari di ujung lain.

__ADS_1


Benar saja, penjaga gawang juga mati langkah, ketika dia akan bergerak bola sudah di tembak oleh pemain Liverpool yang tidak lain adalah Sean sendiri.


Dimana dia berlari terus namun menjaga posisinya dan menyesuaikan dengan Khvicha.


Dengan gol dari Sean tersebut, itu juga menjadi gol pembunuh bagi AC Milan.


Sampai pertandingan berakhir, skor tidak berubah lagi dan tetap dengan kedudukan 3 - 1.


Dimana sang tuan rumah Liverpool berhasil memenangkan pertandingan.


3 hari berikutnya, Liverpool berlaga kembali di Premier League.


Dimana mereka bertanding melawan Manchester City dan harus menderita kekalahan 3 -1.


Meski Liverpool menderita kelelahan, Liverpool masih tetap berada di puncak klasemen.


Setelah kelelahan di pertandingan itu, bos juga mengevaluasi banyak kesalahan.


Bos juga masih mentolerir karena dia tahu bahwa para pemain kelelahan.


Sehingga di pertandingan berikutnya di Premier League, bos juga melakukan banyak rotasi.


Dimana pertandingan tersebut, Liverpool berlaga melawan Brentford.


Hasilnya adalah kemenangan tipis 2 - 1.


Di pertandingan tersebut, Sean tidak turun sama sekali.


Setelah pertandingan melawan Newcastle di Premier League, laga selanjutnya adalah leg kedua dari perempat final UCL.


Liverpool harus melakukan tandang ke San Siro.


Para pemain juga sudah menyiapkan mental mereka dan siap bertarung dengan sungguh sungguh di laga tandang ini.


Dengan para pemain yang sudah siap, bos juga tentu tak diam, dia menyiapkan beberapa skema untuk kemungkinan yang terjadi nantinya di pertandingan.


Akhirnya, para pemain berangkat ke San Siro.


Dengan perginya para pemain, beberapa penonton yang sangat militan juga ikut pergi untuk memberikan dukungan yang kuat agar tim mereka bisa menang di laga tandang ini dan berhasil melaju ke babak selanjutnya.


Dimana babak selanjutnya adalah Semi final UCL.


Mereka sangat menantikannya karena di musim kemarin mereka juga berhasil mencapai babak ini dan terus berlanjut.

__ADS_1


Mereka juga berharap bahwa di musim ini tim kebanggaan mereka berhasil mengulangi kejayaannya di UCL musim kemarin.


__ADS_2