
23 November 2021,
Sean saat ini berada di kota Porto bersama rekan timnya.
Mereka akan menjalani pertandingan UCL di babak grup, ini merupakan pertandingan ke 4 mereka di babak grup UCL, dimana mereka harus bertandang ke Porto setelah Porto melakukan away di pertandingan pertama.
Setelah laga melawan Leicester di Anfield terakhir, Liverpool benar benar mendapatkan modal dan semangat yang lebih besar untuk pertandingan ini.
Sebab di pertandingan melawan Leicester, mereka berhasil menang dengan skor yang cukup lumayan.
Dimana mereka berhasil menang dengan skor 4 - 2, setelah kecolongan 2 gol oleh Leicester.
Untung saja mereka bisa melakukan come back.
Saat ini, Sean dan rekan setimnya menginap di sebuah hotel.
Pertandingan akan di gelar besok.
"Aku akhirnya bisa kembali bermain." Ucap Sean di kamarnya sendiri, karena rekan setimnya Flo sedang mandi.
"Aku sudah tidak sabar."
Selama latihan di hari hari sebelumnya, Sean mencoba mengembalikan sentuhan sentuhannya pada bola, sebab dia sudah lama tidak mengolah bola.
"Sean, giliran kamu." Ucap Flo keluar dari kamar mandi.
Sean juga berjalan ke kamar mandi dan mulai mandi.
Setelah selesai mandi, Sean memainkan ponselnya dan menerima pesan dari teman temannya saat itu di Portugal.
Mereka mengatakan selamat datang kembali di rumah, itulah pesan yang mereka kirimkan.
Sean juga merasakan kehangatan, meski dia tidak benar benar asli Portugal, tapi Portugal memiliki tempat tertentu dalam hidup Sean.
Pasalnya ini merupakan tempat pertama dia menjajakan kakinya di sepak bola Eropa.
Senior senior di Arouca juga mengucapkan selamat datang, mereka bercanda bahwa Sean harus bermain dengan buruk agar Porto bisa menang dan membanggakan Portugal.
Sean membaca pesan ini hanya tersenyum dan tahu bahwa senior senior ini hanya bercanda.
"Sean, kamu sudah di pastikan akan bermain lagi di pertandingan besok. Bagaimana perasaanmu?" Tanya Flo.
"Sungguh merupakan kebahagiaan bagiku, Flo."
"Aku di rumah dan menyaksikan kalian bermain benar benar membuatku greget." Jawab Sean.
__ADS_1
"Baguslah, semoga kamu bisa bermain seperti biasanya dan tidak terbebani karena sudah cedera." Ucap Flo.
Kemudian keduanya juga mengobrol.
Di media, akun akun sepak bola Indonesia juga sudah ramai, mereka membahas bahwa Sean akan kembali bermain.
Ini tentunya kabar yang sangat menggembirakan bagi para fans Indonesia karena akhirnya Sean sembuh dari cederanya dan bisa kembali bermain.
Di Indonesia, Alby saat ini sedang membuat sebuah postingan.
Dimana foto Sean sedang menggiring bola menghadapi pemain Porto di saat laga UCL di Anfield.
Dia kemudian menuliskan sebuah caption, "Apakah Sean akan bermain seperti biasanya? Tentunya sehabis cedera, para pemain membutuhkan adaptasi lagi supaya bisa kembali ke performa terbaiknya."
"Jadi, untuk pertandingan nanti, ku harap para fans Liverpool dan Sean tidak terlalu menghujat nya jika Sean bermain kurang baik."
"Untuk hujatannya kalian bisa lontarkan di kolom komentar ini dan kuharap kalian tidak menghujat di akun pribadinya, sebab dia baru pulih dari cederanya dan membutuhkan semangat dan dorongan dari kalian."
"Semoga Liverpool menang lagi dan terus meraih kemenangan di pertandingan pertandingan selanjutnya." Itulah akhir dari caption yang di tulis oleh Alby di postingan tersebut.
Alby menuliskan begini karena dia tahu bahwa temannya tidak mungkin bisa bermain baik setelah cedera dan butuh adaptasi, jadi dia mengantisipasi agar para fans tidak menghujat ke akun pribadinya Sean.
Dia tidak ingin temannya itu semakin terpuruk setelah mengalami cedera.
Sementara itu, Sean di hotel sudah tidur.
...
Keesokan harinya di sore hari, Sean dan rekan setimnya berada di ruang ganti stadium milik Porto.
Mereka sudah berganti pakaian dengan seragam tim mereka.
"Ingatlah, pertandingan ini harus kita menangkan."
"Jika kita menang, laga selanjutnya kita memiliki modal agar bisa lolos ke babak 16 besar." Ucap Virgil.
Liverpool saat ini memiliki 7 poin, 2 kemenangan melawan Porto dan AC Milan, 1 imbang melawan Atletico Madrid.
Dengan poin ini, Liverpool juga berada di posisi pertama di grup B UCL.
Di posisi kedua ada Atletico Madrid yang memiliki poin sama, hanya saja selisih gol kalah dari Liverpool.
"Kita harus membayar tahun kemarin di UCL, kita harus jadi juara tahun ini." Ucap Virgil.
"Jadi bersiaplah dan bertarung lah dengan sekuat tenaga nanti." Ucap Virgil memberikan semangat.
__ADS_1
Bos masih mendiskusikan beberapa startegi bersama assiten nya, para pemain sudah bersiap dengan seragam mereka dan menunggu bos memberikan instruksi tambahan.
Di pertandingan ini, Liverpool turun dengan formasi awal mereka, dimana menjadi 4 3 3 lagi karena Sean sudah di turunkan lagi untuk bermain.
"Siap?" Tanya Felix tersenyum pada Sean.
Sean tidak menjawabnya dan malah menampar paha Felix.
"Tentu saja siap." Jawab Sean setelah menampar paha Felix.
"Jangan jadi beban." Ucap Mbappe meledek sambil tersenyum.
"Berisik kura kura." Ucap Felix.
Ketiganya juga bercanda sambil menunggu bos yang belum selesai berdiskusi dengan assisten nya.
Setelah beberapa saat, "Baiklah, ayo kemari!" Ucap bos.
Dengan begitu para pemain mendekat dan melihat ke arah board yang di pegang oleh assisten.
"Perbanyak umpan silang, kuasai bola di tengah dan jangan berikan ke depan seperti ini." Ucap bos menggerakkan tangannya dimana pemain tengah memberikan bola pada Felix.
"Tapi seperti ini." Ucap nya sambil menggerakkan pion Florian dan Aurelien untuk mengoper ke sisi mereka, itu adalah sisi kanan dan kiri.
Di board juga di perlihatkan bahwa posisi Sean dan Mbappe sudah masuk di kotak penalti.
Dan posisi Sean dan Mbappe sudah di isi oleh Trent dan Robbo.
"2 pemain ini, langsung umpan silang."
"Dan 2 pemain ini..." Ucap bos sambil menggerakkan pion Florian dan Aurelien.
"Kalian menunggu di sini." Ucap bos menunjuk pada depan kotak penalti.
"Kalian bertiga harus selalu siap dengan umpan silang kapan pun, manfaatkan setiap umpan silang yang di berikan. Beranilah mengambil keputusan dan buat gol secepat mungkin."
"Ingat kita bermain di rumah mereka, tentunya ini menjadi tekanan bagi kita, tapi kita punya tujuan, yaitu terus menang di setiap pertandingan, lolos dan juara." Ucap bos menyemangati para pemain.
Para pemain juga mengerti.
"Virgil Ibrahim, garis pertahanan jangan terlalu di naikkan terlalu tinggi." Ucap bos.
"Jaga wilayah ini saja dan selalu siapa bahwa bola akan ke arah situ. Sebab mereka selalu melancarkan serangan melalui kedua wilayah ini." Bos menunjuk bahwa itu adalah sisi kanan pertahanan Liverpool dan wilayah tengah Liverpool.
Wilayah tengah adalah melalui umpan terobosan, Virgil dan Ibrahima saling melirik dan langsung mengangguk mengerti dengan instruksi dari bos Jurgen Klopp.
__ADS_1