I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 62.


__ADS_3

1 minggu kemudian,


Tepatnya tanggal 26 Mei 2018, Sean dan rekan tim nasional bersama pelatih dan juga staff sudah berangkat dari hotel pagi pagi sekali.


Hari ini merupakan hari pertandingan pertama mereka melawan Skotlandia di tournament Toulon.


Pertandingan ini di gelar di Stade d'Honnour, dimana kapasitasnya hanya 720 penonton saja.


Pukul 9 kurang 15 menit, Sean dan yang lainnya sampai di Stade d'Honnour. Ini merupakan lapangan yang layak namun hanya kapasitas penontonnya saja yang kecil.


Untuk kualitas rumputnya juga lebih baik daripada di Indonesia.


Sean bersama rekannya langsung bersalin ke ruang ganti. Meski Stade d'Honnour memiliki kapasitas yang kecil untuk penonton, tapi masih lengkap dan ada ruang ganti.


Di ruang ganti, semua rekannya bersalin. Di tournament Toulon ini, pemain cadangan adalah 9 orang, jadi semuanya akan terbawa dalam daftar besar.


Hanya saja untuk bermain itu tergantung keputusan pelatih, pergantian di tournament ini di batasi dengan 4 kali pergantian.


Di tim Skotlandia, Sean menemukan salah satu pemain yang memasuki daftar pemain berbakat.


Dia merupakan Billy Gilmour yang bermain untuk Chelsea U 19, dia juga sama dengan Sean memasuki daftar nxgn namun dia berada di urutan tengah.


Hanya saja pelatih dan yang lainnya tidak mengetahui itu, Sean tidak memberitahu mereka.


Di ruang ganti Skotlandia, suasana sudah tenang.


"Coach, Indonesia ada salah satu pemain yang masuk nxgn sama seperti saya, tapi dia berada di urutan ke 4."


"Dia bisa di bilang sangat bagus karena bisa berada di urutan ke 4."


Pelatih staff dan pemain lainnya yang mendengar ucapan Billy Gilmour langsung tertuju pandangannya pada Billy Gilmour.


"Yang mana? Aku tidak melihatnya padahal sudah mengeceknya."


"Itu, Sean. Dia ada di urutan ke 4, dia bermain di posisi winger kiri."


"Tapi aku tidak tahu dia bermain atau tidak."


Billy Gilmour merupakan seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan.


"Ohiyaa ada." Pelatihnya kaget setelah melihat daftar kedua line up.

__ADS_1


Dia juga memperhatikan daftar nxgn karena itu merupakan hal luar biasa, dimana kalian bisa memperhatikan wonderkid wonderkid yang akan bersinar di masa depan.


Jadi tidak ada salahnya untuk memperhatikan pemain pemain muda berbakat.


"Tapi sepertinya dia tidak di turunkan bermain, apakah pelatihnya buta?" Ungkap Pelatih Skotlandia.


"Mungkin tidak coach, yang kulihat di berita berita media sosial dimana mereka membahas para talenta muda, Sean sibuk bermain di Liga Pro portugal, jadi mungkin dia baru saja menyusul dan tidak langsung di turunkan karena belum beradaptasi dengan permainan tim." Ungkap Billy Gilmour.


Selain itu, di ruang ganti Indonesia, Sean tetap diam meski sudah bersalin. Dia sedang menedengarkan intruksi pelatih yang sedang memberikan arahan pada para pemain yang akan turun bermain di babak pertama.


"Kita harua bermain kompak, perbanyak passing jarak dekat, gunakan kecepatan untuk mengalahkan lawan."


"Egy, Witan, Tusuk kedua sisi pertahanan lawan dan berikan yang terbaik setelahnya."


Sean terus saja mendengarkan intruksi pelatih.


'Bukannya ini terlalu bertahan ya?' Ungkap Sean dalam hatinya setelah mendengarkan intruksi pelatih dengan jelas. Tapi dia tidak banyak berkomentar dan diam.


Setelah beberapa saat, para pemain langsung ke lapangan dan kedua kapten juga langsung di panggil wasit untuk menentukan siapa yang akan kick off terlebih dulu.


Rahmat Irianto tak segan dan langsung memilih bola.


Sean yang berada di bangku cadangan memperhatikan lapangan, meski belum di mulai, dia sudah memfokuskan pandangannya pada lapangan.


Dengan begitu, pertandingan resmi di mulai.


Para pemain Indonesia yang menguasai bola tetap tenang dan sabar untuk menyerang. Mereka tidak terburu buru dan memilih untuk sambil memperhatikan setiap celah ruang di wilayah Skotlandia.


Berbeda dengan Indonesia, para pemain Skotalandia justru melakukan pressing yang ketat dan agresif di awal pertandingan.


Tidak tahu darimana kepercayaan diri mereka berasal.


Tanpa di sadari para pemain Indonesia, para pemain Indonesia sudah tertekan dan hanya bisa menguasai bola di wilayahnya.


Para pemain Skotlandia juga sudah memasuki wilayah Indonesia, mereka sudah mengepung dan menutup setiap celah jalur bola yang akan di gunakan untuk memgoper.


Waktu pertandingan juga terus berlanjut.


Memasuki menit 18, Skotlandia mendapatkan bola dengan cara merebut dari kaki pemain Indonesia.


Skotlandia tidak terburu buru dan membalikan bola yang sudah di rebut ke area pertahanan mereka.

__ADS_1


Mereka berniat menguasai bola terlebih dulu, menarik pemain Indonesia untuk keluar terlebih dulu.


Namun waktu terus berjalan, dan pemain Indonesia tidak keluar, mereka menunggu dengan sabar di wilayah sendiri.


Memasuki menit 27, Skotlandia melancarkan serangan melalui umpan terobosan.


Penyerang tengah mereka yang memiliki tubuh tinggi di usia muda itu menahan bola dengan kakinya setelah mendapatkan bola terobosan tadi.


Dia tidak langsung menembak dan sedang menunnggu rekan rekannya mendekat.


Saat kedua winger Skotlandia mendekat, pertahan Indonesia juga sedikit goyah, dan itulah di manfaatkan oleh penyerang tengah Skotlandia.


Dia memutar badannya dan langsung melakukan tembakan ke arah gawang tanpa melihat ke gawang.


Memang posisinya berada di luar kotak penalti, tapi itu hanya 23 meter saja dan itu merupakan tempat atau zona yang berbahaya.


Dengan tembakan keras dari penyerang tengah itu, bola melesat menuju sebelah kanan gawang.


Riyandi yang merupakan penjaga gawang tim Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan bola, dia kaget karena penyerang lawan tiba tiba berbalik dan menembak.


Dengan banyak usaha, dia berhasil melompat ke arah kanan, namun saat tangan yang dia ulurkan untuk meraih bola akan mengenai bolaa, bola tersebut berbelok tiba tiba karena mengenai tiang.


Riyandi yang sudah berusaha tadi hanya bisa diam karena dia tidak berhasil menyelamatkannya lagi, bola yang berbelok terkena tiang itu teenyata berbelok ke dalam gawang bukan ke luar dari gawang.


Dengan gol yang berhasil di cetak oleh penyerang Skotlandia itu, para pemain Skotlandia merayakan gol mereka di sudut lapangan.


Sean yang duduk di bench hanya diam tidak bereaksi apapun. Dia juga tak menyangka penyerang tadi akan memutar badannya di saat kedua winger tadi mendekat padanya.


'Ini memang perencanaan dan langkah yang bagus dari penyerang itu.'


'Instingnya kuat, dia bukan penyerang biasa.'


'Dia memiliki tubuh yang tinggi, tapi dia juga tidak mengandalkan tubuhnya yang tinggi itu untuk mencetak gol lewat sundulan, tapi dia memanfaatkannya ke arah yang lain.'


'Dia menggunakan tubuh tinggi nya sebagai tumpuan bagi dirinya agar pemain lain tertarik padanya, lalu rekannya akan bebas, namun saat rekannya beegerak, disitulah dia memanfaatkan kesempatan nya sebagai penyerang.'


'Dia penyerang yang pintar, penuh tipu.'


'Berbahaya.'


Pertandingan di lapangan juga sudah di mulai lagi dan sudah memasuki menit 33.

__ADS_1


Tinggal 7 menit tersisa dari waktu normal babak pertama. Namun bola masih di kuasai oleh para pemain Skotlandia.


__ADS_2