
Saat ini Sean bersama rekan timnya masih berada di ruang ganti milik tim Liverpool.
Mereka sudah bersiap untuk menjalani pertandingan yang akan di mulai sebentar lagi.
Mereka juga sudah menerima instruksi tambahan dari bos dan tinggal ke lapangan saja.
Tak berselang lama, para pemain juga memasuki lapangan, para penonton langsung bersorak bergembira.
Laga yang mereka nantikan akan segera di mulai.
Dengan begitu, kick juga segera di mulai oleh para pemain Liverpool.
Pertandingan di lapangan secara resmi di mulai.
Para pemain Liverpool langsung menguasai bola sesuai cara bermain mereka.
Mereka tidak terburu buru, mereka ingin melihat bagaimana respon yang di lakukan oleh tim lawan atau tim Porto.
Jika mereka melakukan pressing agresif maka Liverpool juga tidak akan kalah dan akan memainkan operan dengan tempo cepat untuk bersaing dalam hal stamina.
Namun nyatanya, para pemain lawan atau Porto justru hanya bermain dengan menunggu saja.
Para pemain Liverpool akhirnya memilih dengan santai untuk bermain penguasaan bola dan mencoba menarik mereka untuk maju ke depan dan keluar dari wilayah mereka sendiri.
Penguasaan bola yang di lakukan oleh Liverpool juga melibatkan penjaga gawang mereka agar para pemain lawan benar tertarik untuk maju.
Memasuki menit ke 7, Robertson mendapat operan dari Allison dan Robertson menggiring bola sampai garis tengah.
Saat sampai di garis tengah, Robertson mengembalikan bola ke Virgil yang masih berada di wilayah pertahanan.
Pemain Porto yang awalnya akan menekan Robertson pun akhirnya turun lagi ke wilayahnya.
Pertandingan terus berlanjut seperti ini, dan sesekali Liverpool juga kehilangan bola akibat salah oper.
Memasuki menit 23, Porto sudah memiliki total 3 tembakan, 1 tepat sasaran dan 2 lainnya masih melenceng dari gawang yang di jaga oleh Allison.
Sedangkan untuk Liverpool sampai menit 23 ini, mereka memiliki total 2 tembakan.
Dan hanya 1 yang tepat sasaran dan sisanya hanya melenceng.
Meski begitu, Liverpool unggul dalam penguasaan bola, namun Porto memanfaatkannya dengan serangan balik sehingga memiliki total tembakan lebih 1 dari Liverpool.
Memasuki menit 31, Declan Rice berhasil menghentikan pemain lawan yang akan melakukan serangan balik.
Dia melakukan tekel dengan sangat bersih dan itu tepat mengenai bola.
__ADS_1
Pemain Porto yang di tekel itu protes bahwa dia di tekel mengenai kakinya, namun pertandingan terus berlanjut.
Wasit juga mengabaikan protes dari pemain Porto tersebut.
Declan Rice yang berhasil mendapatkan bola langsung mengirim bola ke sisi kanan pada Mbappe.
Mbappe juga melakukan aksinya, dia menggiring pelan sambil melihat rekan rekannya.
Trent yang berada satu sisi bersama Mbappe juga mendekat untuk membantu.
Sedangkan Sean sudah mendekat dan masuk ke dalam kotak penalti menemani Felix.
Florian dan Aurelien juga maju lebih depan memasuki wilayah pertahanan lawan.
Mbappe melakukan operan pada Aurelien dan dia berlari langsung ke kotak penalti.
Aurelien menerima bola dan mengoper kembali pada Trent, pemain Porto dengan sigap langsung menekan ke Trent, namun Trent tanpa melakukan stop bola langsung melakukan umpan panjang pada Robertson di sisi lain yang sudah maju.
Pemain lawan juga segera bereaksi dan akan menutup ruang umpan bagi Robertson namun pemain tersebut terlambat 2 langkah.
Robertson sudah mengirimkan umpan ke kotak penalti dengan umpan melengkung yang datar.
Sean yang berada dekat tiang pertama atau tiang sisi kanan dari penjaga gawang berusaha menjemput bola dan akan menendangnya.
Namun benar saja dugaan Sean bahwa dirinya takkan mudah memanfaatkannya karena dia langsung di dekati pemain lawan yang menjaganya.
Sean menggerakkan kaki kiri nya dan di ayunkan langsung ke arah gawang.
Bola tepat sekali datangnya dengan ayunan kaki kiri Sean yang sedang ke depan.
Dengan begitu bola juga akhirnya berhasil di tembak oleh Sean, namun Sean harus jatuh setelahnya karena tumpuannya sudah tidak seimbang akibat dorongan dari belakang oleh pemain lawan yang menjaganya.
Sean tak mempedulikan dirinya jatuh, dia langsung melihat ke sisi kanannya apakah bola yang dia tembak masuk atau tidak.
Saat melihat ke arah kanan, dia melihat penjaga gawang sudah jatuh namun penjaga gawang itu justru malah terlihat frustasi, Sean kemudian melihat ke gawang dan menemukan bola sudah bersarang di dalamnya.
Sean kemudian bangkit dan langsung berlari ke arah penonton Liverpool yang melakukan away.
Dia melakukan selebrasi nya dengan memunggungi penonton itu lalu menutup matanya dan mengangkat kedua jarinya ke atas setinggi tingginya.
Ternyata terjadi nya gol Sean adalah meski sudah di tembak oleh Sean, penjaga gawang lawan sempat menepisnya namun bola yang berhasil di tepis itu membentur tiang gawang dan akhirnya berbalik masuk ke arah gawang.
Mbappe dan Felix yang ada di dalam kotak penalti juga langsung berlari ke arah Sean yang sudah melakukan selebrasi.
Bos di pinggi lapangan juga sudah berselebrasi.
__ADS_1
Tak lama permainan di mulai kembali.
Permainan menjadi lebih seru.
Setelah terjadinya gol oleh Sean, Porto bermain lebih keluar.
Mereka tak mau kalah apalagi mereka bermain sebagai tuan rumah.
Namun tentunya Liverpool juga meladeni hal ini, mereka melakukan pressing yang agresif untuk membuat pemain lawan mengoper dengan cepat dan berharap salah mengoper.
Pertandingan terus berlanjut dengan perebutan bola di lini tengah.
Namun meski begitu, total tembakan dari kedua tim juga bertambah.
Memasuki menit 41, Liverpool melakukan serangan lagi, Florian berhasil merebut bola dari pemain lawan di wilayahnya.
Dia langsung menggiring dan mencoba masuk ke kotak penalti, namun dia langsung di tarik bajunya dan Florian juga jatuh.
Wasit yang melihat dengan jelas ini langsung memberikan kartu kuning dan menghadiahkan free kick pada Liverpool.
Di saat Trent akan mengambil free kick tersebut, Sean mendekat dan mencoba mengambilnya.
Namun Trent tidak memberikannya karena dia ingin menembak langsung, akhirnya Sean mengalah dan berbaris di dalam kotak penalti bersama pemain lainnya berharap adanya bola kedua.
Setelah wasit meniupkan peluit, Trent melakukan tembakan Free kick.
Dan benar saja bola melengkung dan melewati pagar betis pemain Porto, saat para pemain Liverpool bahwa ini akan menjadi sebuah gol, bola tersebut menanjak dan akhirnya hanya berakhir sebagai sepak pojok karena bola tersebut bahkan tidak mengenai mistar gawang.
Para pemain kembali lagi.
Memasuki menit 43, Porto melancarkan serangan balik cepat.
Mereka melakukan umpan terobosan melalui tengah Liverpool.
Dimana celah antara Virgil dan Konate, dan benar saja ini lah yang di instruksikan bos agar lebih fokus pada tengah dan sisi sebelah Trent.
Virgil dan Konate berlari mencoba mengambil bola, namun mereka tak menyangka penyerang mereka berlari menyusul mereka.
Penyerang Porto yang berhasil mendahului Virgil dan Konate sudah lebih dekat dengan bola, Allison sebagai penjaga gawang juga ragu apakah maju atau tidak.
Akhirnya dia memilih maju untuk menutup celah tembak penyerang Porto tersebut.
Allison juga sudah siap.
Penyerang itu menggiring bola sedikit sampai berada di garis kotak penalti, kemudian dia melakukan ancang ancang akan menembak.
__ADS_1
Allison juga langsung bergerak, namun siapa sangka justru itu hanyalah tipuan, penyerang lawan langsung menembak ke arah sebaliknya dari aksinya Allison tersebut.
Bola tersebut akhirnya masuk ke gawang dan menjadi gol penyama kedudukan bagi Porto.