
Pertandingan antara Southampton dan Liverpool di babak kedua ini berjalan sangat sengit.
Itu di karenakan pelatih Southampton yang bimbang dalam mengambil keputusan.
Dia bimbang apakah akan bermain lebih keluar dan menyerang lalu mencoba mencetak gol atau mereka bermain lebih tertutup dan bertahan, mencoba mempertahankan ketertinggalan 3 gol ini supaya tidak bertambah lagi golnya.
Di situasi bimbang pelatih Southampton, para pemain Southampton juga bermain acak acakan di lapangan.
Mereka menyerang tapi kemudian mereka mundur lagi karena sulit sekali untuk merobek pertahanan Liverpool.
Bahkan bukan hanya pertahanan, lini tengah saja mereka tidak berhasil robek.
Mereka kalah dalam perebutan dan penguasaan bola oleh para pemain Liverpool.
Bos di pinggir lapangan juga tidak henti hentinya memberikan instruksi pada pemain untuk terus menekan dan menambah jumlah gol.
Bagi siapapun, awal liga harus di raih sebaik mungkin.
Itu untuk membangun dan meningkatkan mental, moral dan semangat para pemain ke depannya.
Agar di pertandingan pertandingan selanjutnya, para pemain memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi lagi.
Bukan untuk merendahkan lawan lawannya tapi agar semangat untuk terus meraih hasil positif dan bisa mempertahankan itu semua sampai liga berakhir.
Entah itu meraih gelar atau lolos dan masuk zona UCL itu sudah cukup bagi para pemain dan klub.
Para pemain Liverpool di lapangan juga menekan mengikuti instruksi dari Bos.
Di menit 71, Declan Rice di gantikan oleh Fabinho, dan Aurelien di gantikan Henderson.
Dengan tenaga baru, kini lini tengah Liverpool juga mendapat angin segar dan bermain lebih cepat lagi.
Mereka mengoper bola dengan cepat meski tak ada yang menekan.
Mereka melakukan ini supaya pemain lawan tidak sempat berpikir untuk menutup jalur mana yang akan di gunakan sebagai jalur operan nantinya.
Juga tidak sempat untuk menutup pemain yang masih berdiri kosong.
Dalam waktu yang terus berjalan, Southampton juga berhasil menyerang meski pola serangan yang mereka gunakan tak teratur dan terbilang acak acakan tapi mereka benar benar berhasil menyerang dan harus membuat Alison turun tangan.
Dengan begitu, Southampton juga mendapatkan catatan shot on target atau tembakan yang tepat sasaran di laga ini meski hanya baru 1 dari total 5 tembakan selama jalannya pertandingan.
Corner pun mereka tak memilikinya.
Liverpool memiliki 7 corner dan belum berhasil mereka konversikan menjadi sebuah gol.
__ADS_1
Namun dalam pertandingan ini, foul yang terjadi di lapangan sangat sedikit itu hanya total 4 foul.
Dimana Southampton melakukan 3 foul, dan Liverpool 1 karena Aurelien yang mencoba merebut bola namun malah menarik dan menjatuhkan pemain lawan.
Untung saja tidak mendapatkan sebuah kartu.
Menit ke 79, Henderson mendapatkan bola dari Virgil yang mengoper di belakang.
Liverpool melakukan penguasaan bola di wilayahnya mencoba menarik pemain Southampton yang bermain lebih tertutup dan hati hati.
Henderson menguasai bola sambil kepala nya yang tak berhenti bergerak menengok ke kiri dan kanannya untuk melihat rekan rekan timnya.
Trent dan Robertson juga sudah maju dan melewati garis tengah.
Sean dan Mbappe juga sudah semakin menekan ke tengah pertengahan lawan karena posisi mereka akan di gunakan oleh Trent dan Robertson.
Florian juga mengisi celah di antara pemain pemain lawan, dimana dekat dengan Felix hanya saja mungkin berjarak 4 atau 5 meter darinya.
Sedangkan Fabinho berada sejajar dengan Henderson yang menguasai bola.
Henderson kemudian mengoper pada Trent di sisi kanan.
Trent juga menerima bola dan langsung melihat ke depan, ketika Trent melakukan itu, para pemain Southampton langsung bergerak.
Mereka panik dan mencoba menutup ruang dan pergerakan para pemain Liverpool.
Henderson melanjutkannya pada Fabinho.
Di saat Fabinho menguasai bola, Henderson maju dan sejajar dengan Florian.
Menyisakan Fabinho sendirian di lini tengah.
Meski begitu, Virgil dan Konate maju sedikit lagi dan membantu Fabinho untuk mengatur bola.
Fabinho pun mengoper pada Virgil.
Pemain Southampton benar benar tertekan.
Mereka juga tidak diam dan terus bergerak karena para pemain Liverpool yang terus bergerak.
Permainan yang menegangkan ini membuat para penonton juga asyik dan senang menontonnya.
Apalagi fans Liverpool yang melakukan away ke St Mary's, mereka tidak kecewa karena permainan dari tim favorit mereka sangat baik.
Di pinggir lapangan, Bos juga masih tetap berdiri di pinggir lapangan mengamati jalannya pertandingan.
__ADS_1
Sama halnya dengan pelatih Southampton yang sedang berdiri di pinggir lapangan dengan tangan yang terlipat di dadanya.
Dia cemas apakah Liverpool akan menambah gol lagi atau tidak.
Di saat waktu terus berjalan dengan pertandingan di lapangan yang bola nya masih di kuasai oleh Liverpool, Jurgen Klopp juga memberikan instruksi pada para pemain di bench agar melakukan pemanasan lagi.
Menit ke 87,
Fabinho mengoper pada Henderson karena Henderson meminta dan sudah membuka ruang kosong.
Tidak tahu kenapa Henderson melakukan itu, tapi saat Henderson akan menerima bola, dia melepaskan bolanya melalui celah kedua kakinya itu.
Henderson melakukan tipuan, dan benar saja tujuan yang di raih oleh operan Fabinho adalah Mbappe yang sudah kosong.
Mbappe menerima bola dan akan langsung mengeksekusinya, namun pemain bertahan lawan dengan cepat menutupnya.
Kylian Mbappe juga akhirnya terpaksa menunda dan membawa bola semakin ke sudut lapangan.
Trent juga mendekat mencoba membantu Mbappe.
Pemain lainnya juga bergerak mencari ruang.
Sean dan Felix masuk ke dalam kotak penalti, di susul oleh Florian yang ikut masuk ke kotak penalti.
Sedangkan Henderson dia langsung berlari ke luar kotak penalti dekat dengan setengah lingkaran kotak penalti.
Fabinho juga maju sedikit lagi, agar jika adanya serangan balik dia bisa memotongnya dengan cepat.
Mbappe melakukan aksinya mencoba mengecoh pemain lawan, tapi pemain bertahan lawan tetap fokus pada bola.
Saat fokus begitu, Mbappe mengoper dengan melakukan tipuan.
Dimana tipuannya adalah, dia akan melakukan step over, tapi saat kaki kiri akan melewati bola, kaki kanannya dengan cepat menendang bola ke arah Trent.
Trent yang menerima bola juga tak lama dan langsung melakukan umpan ke dalam kotak penalti.
Trent sudah siap sedari tadi dan sudah memperhatikan gerakan di dalam kotak penalti jadi dia tidak ragu dan langsung saja.
Umpan yang di berikan oleh Trent melengkung dan itu seperti bola yang sedang mencari pemain Liverpool.
Dan benar saja, di saat bola masih melambung, Sean yang berada di tiang jauh dari Trent juga langsung bergerak maju sedikit lalu melompat.
Sean melakukan itu karena menurutnya ini peluang yang sangat sangat baik dan harus di manfaatkan.
Felix dan Florian juga mencoba meraih bola dengan melompat, namun mereka terlalu cepat untuk melompat sehingga bolanya tidak kena dan tidak tersundul.
__ADS_1
Bagian Sean yang paling akhir, Sean tepat sekali momentumnya.
Dia melompat dengan kekuatan kakinya, dia langsung menyundul bola yang datang itu dan mengarahkannya ke tiang jauh, dimana tiang sebelah dari penjaga gawang tim Southampton.