I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 249.


__ADS_3

Kepindahan Sean ke Real Madrid Spanyol saat itu masih menjadi berita yang mengguncang karena harga yang di keluarkan Real Madrid sangat berani.


Meski begitu semuanya terbayar dengan cepat karena Real Madrid berhasil meraih 3 trophy sekaligus di musim itu setelah kedatangan Sean.


Copa Del Rey, La Liga, UCL.


Sean juga sangat senang musim pertamanya langsung meraih hasil positif.


Mimpinya juga menjadi semakin dekat.


Untung saja saat itu Jorge Mendes dan Sean hanya menandatangani kontrak 3 tahun saja dengan Real Madrid.


Musim keduanya Sean di Real Madrid, Sean juga berhasil menjuarai UEFA Super Cup lagi dan piala dunia antar klub.


Meski begitu, Sean juga memiliki nasib buruk yang menimpanya.


Dimana dia mendapatkan cedera serius dan harus beristirahat di musim ketiganya.


Musim ketiga Sean habiskan dengan cedera yang lumayan panjang.


Sean kembali merumput dan akhirnya tim tidak mendapatkan juara La Liga dan UCL.


Mereka hanya mendapat juara Copa Del Rey saja.


Di musim keduanya Sean di Real Madrid juga merupakan musim terbaik bagi Sean.


Itu karena dia mendapatkan Ballon D OR secara tak terduga setelah mengalahkan Erling Haaland.


Sean juga menangis saat itu karena tak menyangka.


Karena musim ketiganya berakhir dengan buruk, Sean juga tidak memiliki perpanjangan kontrak, Klub juga berusaha menjual Sean selama waktu 6 bulan tersisa berharap mendapatkan setidaknya beberapa uang saja.


Mereka tidak ingin melepas Sean secara gratis begitu saja.


Tapi Real Madrid bernasib sial, Sean juga akhirnya bergabung dengan Bayern Munchen dari Bundesliga Jerman dengan gratis.


Berpindah ke Jerman bernama keluarga kecilnya Sean memulai tantangan baru.


Anaknya yang baru berusia 3 tahun juga sangat menggemaskan.


Klubnya yang ada di Indonesia juga kini sudah berada di kasta tertinggi Liga Indonesia setelah musim kemarin berhasil meraih promosi.


Semua berjalan sangatlah mulus bagi Sean meski untuk mencapai semua ini perlu kerja keras dan kepedihan bagi Sean di awal ketika berada di Portugal.


Sean yang berpindah ke Bayern Munchen tentunya masih meletakkan beberapa penghargaan individu di klub sebelumnya Real Madrid.


Dimana musim pertamanya dia mendapatkan top assist karena melayani tuan muda Mbappe dan di musim keduanya dia mendapatkan pencetak gol terbanyak karena Mbappe mengalami cedera di awal musim.


Berpindah ke Bayern Munchen setelahnya, Sean mengalami musim pertamanya dengan kurang baik.


Dimana klubnya tidak berhasil juara UCL dan harus tersingkir di 8 besar.


Meski begitu, untuk DFB Pokal dan Bundesliga masih di raih oleh Sean di musim pertamanya.


Menjalani musim keduanya dengan sangat dominan dan di awali dengan baik di awal musim, Bayern Munchen akhirnya mendapatkan treble di musim tersebut.


Ini juga menjadi pencapaian Sean lagi.


Sean menangis setelah mendapatkan trophy ini karena tidak menyangka semuanya sangat berjalan dengan mulus dan sukses.


Ini juga menjadi selangkah lebih dekat bagi mimpinya untuk terwujud.


Media media di Eropa juga sudah meramalkan apakah Sean mampu menciptakan grand Slam atau tidak.


Apalagi setelah keberhasilan Sean di Bayern Munchen sekarang.


Di saat musim ketiga akan di mulai bersama Bayern Munchen, Napoli yang merupakan klub dari Italia dimana pernah di singgahi oleh sang legenda Diego Maradona itu melakukan aksinya di musim transfer.

__ADS_1


Mereka mengirimkan tawaran untuk membeli Sean, Bayern Munchen juga dengan senang hati menanggapi permintaan tersebut.


Mereka terima karena kontrak Sean akan habis setelah musim depan, tidak mau mengulangi seperti yang terjadi pada Real Madrid, Bayern Munchen mengambil keputusan yang baik.


Akhirnya Sean juga berpindah dengan keluarga kecilnya ke Italia untuk melakukan tantangan baru lagi dan mewujudkan mimpinya.


Di musim pertamanya, Sean bersama Napoli kurang baik dalam segala hal.


Mereka hanya menjuarai Copa Italia saja dan di Lihat mereka hanya berhasil finis di posisi ke tiga saja.


Di musim keduanya, Sean berhasil menjuarai UCL bersama Napoli.


Meski begitu, Sean gagal dalam mendapatkan trophy di Liga Italia dan hanya finis di posisi ketiga lagi.


Media juga sudah sangat pesimis atas mimpi Sean yang belum terwujud ini.


Sebelum memulai musim ketiganya, Sean melihat ruangan yang ada di rumahnya.


Dimana itu merupakan tempat penyimpanan medali dan penghargaan individunya.


Dia melihat 3 ballon D Or di milikinya saat ini, dan beberapa sepatu emas.


Sean menangis melihat ini untung saja anak anaknya yang sudah tumbuh datang dan menghiburnya.


Anak laki laki Sean sekarang juga bergabung bersama akademi Napoli.


Anak laki lakinya mengatakan bahwa dia ingin mengikuti langkah ayahnya.


Anak laki laki Sean bernama Veron Achraf.


Untuk anak perempuannya bernama Alisa Achraf.


Sean juga sangat senang melihat kedua anaknya yang tumbuh dengan baik karena dirinya sangat bisa memenuhi kebutuhan kedua anaknya.


Keduanya juga tumbuh dengan sangat cantik dan tampan mengikuti gen dari ayah dan ibunya.


Lisa yang saat ini lebih fokus mengurus rumah juga sangat malas.


Sean yang memiliki kontrak 5 tahun sebelumnya dengan Napoli juga memiliki 2 tahun tersisa.


Meski begitu tawaran akhirnya datang dari Prancis.


Paris Saint Germain yang saat ini ingin sangat sekali memenangkan UCL.


Mereka mengumpulkan bintang bintang sepak bola.


Mbappe juga kembali ke Paris Saint Germain.


Sean akhirnya mendarat di Paris dan berharap dia bisa melakukan grand Slam.


Di umurnya yang sudah berkepala 3 ini, Sean berharap masih bisa bermain dengan baik.


Anaknya yang sudah berumur 8 tahun juga sudah mulai melakukan banyak tingkah, untung saja masih dalam batas wajar.


Akhirnya musim pertama di mulai di saat Sean berseragam Paris Saint Germain.


Sean berhasil menjuarai Liga 1 Prancis dan mimpinya untuk mewujudkan Grand Slam pun berhasil dia wujudkan.


Di musim pertamanya ini, Sean juga tidak berhasil menjuarai Liga 1 Prancis, tetapi juga dengan UCL nya.


Ini membuat pihak klub juga sangat senang karena proyek mereka berhasil.


Dimana mendatangkan berbagai bintang dari berbagai lini dan berhasil mewujudkan mimpi klub untuk mendapatkan UCL.


Masih memiliki kontrak 2 tahun, Sean akhirnya bertahan 2 tahun di Paris Saint Germain dan mendapatkan 3 trophy Liga 1 Prancis dan 2 UCL.


Di sertai dengan Prancis Cup nya 1.

__ADS_1


Bebas dengan biaya transfer, Sean menghubungi pihak Liverpool yang untuk mengontraknya.


Sesuai kesepakatan dan mewujudkan mimpinya, Liverpool juga mendatangkan Sean dengan bebas transfer.


Dalam kontrak juga Sean hanya meminta gaji yang kecil karena dia akan langsung pensiun di musim depan.


Dimana usia sudah berada di 34 tahun saat itu.


Ini sangat pas dan cocok baginya, meski biasanya di 35, Sean memilih lebih awal karena ingin beristirahat dan fokus mengurus keluarganya.


Akhirnya, Di Liverpool Sean hanya bermain 15 kali musim itu.


Di pertandingan terakhirnya, para penggemar Liverpool juga memberikan apresiasi pada Sean.


Mereka juga memasukkan Sean ke dalam daftar legenda menurut hati mereka sendiri karena melihat pembuktian cinta Sean terhadap Liverpool.


Pihak klub tentunya melakukan hal yang sama dan memasukkan Sean dalam daftar legenda klub.


Setelah mengakhiri semuanya, Sean kembali ke Indonesia lebih dulu untuk beristirahat 1 tahun bersama keluarganya.


Berikutnya dia langsung terbang ke Liverpool lagi karena anaknya ingin melanjutkan akademi di Liverpool.


Dimana saat ini anaknya sudah berusia 12 tahun.


Sean pindah bersama keluarganya dan tinggal di Inggris.


Kedua anaknya juga bersekolah di sini.


Untuk urusan klub di Indonesia, Klub Sean yaitu Arunika kini sudah menjadi raksasa Indonesia dan Asia.


Itu karena tiap musim mereka berhasil meraih trophy juara.


Bukan karena kerja keras pemain saja tentunya, tapi ada Sean juga di baliknya.


Dimana dia mengenalkan pelatih hebat dan tim staf yang hebat sehingga mampu membawa pemain hebat dan mampu memberikan hasil yang baik bagi klubnya juga.


Untuk urusan Timnas Indonesia sejauh ini.


Sean berhasil membantu Timnas Indonesia menjadi juara Asia 2 kali dan mendapatkan 2 kali kesempatan di Piala dunia tahun 2026 dan 2030.


Di kedua piala dunia itu, pada tahun 2026, Indonesia berhasil sukses melaju sangat jauh dan berhasil melaju ke babak 8 besar.


Untuk 2030, mereka hanya berhasil lolos babak grup dan gagal di babak 16 besar.


Itu menjadi penghargaan juga bagi Indonesia karena mampu mencapai prestasi yang membanggakan.


Bersamaan dengan Sean yang semakin mendominasi Eropa saat itu, berbagai bakat Indonesia sudah bergabung dengan banyak klub di Eropa yang membuat warisan ini tidak akan hilang untuk kedepannya.


Ini juga membuat Timnas Indonesia menjadi lebih kuat dan semakin di segani di Asia.


Peringkat FIFA juga sudah naik lebih di atas 50 dan membuat mudah bagi para pemain Indonesia untuk langsung berkarir di Liga Inggris kedepannya.


Setelah pensiunnya Sean, Sean juga sangat senang.


Dia saat ini berjalan di taman rumah yang ada di Liverpool bersama Istrinya Callista yang masih terlihat sangat cantik.


"Mimpi mu semua sudah terwujud, selamat."


"Kamu sudah mengatakan ini berulang kali." Sahut Sean sambil tersenyum dan mengulas bahu istrinya itu.


"Aku ingin menghabiskan waktu bersama mu kali ini, jadi maafkan kekurangan waktu ku di tahun tahun sebelumnya." Ucap Sean.


Kemudian Lisa juga memeluk Sean dan keduanya kembali ke rumah.


Sean melihat ke lemari penghargaannya dan hanya bisa terharu ketika melihat semua ini.


Dia tidak menyangka semuanya akan tercapai dan terwujud.

__ADS_1


Menutup matanya dan tak terasa air mata mengalir.


"Semuanya sudah terlalu, saatnya hidup dengan lebih baik dan mengurus keluarga dengan lebih baik." Ucap Sean sambil berbalik.


__ADS_2