
Keesokan harinya,
Estadio Municipal Arouca di sore hari, bangku penonton sudah di isi penuh oleh para pendukung Arouca.
Pertandingan belum di mulai tapi para penonton sudah bersorak dan bernyanyi dengan keras.
Mereka semua senang karena sekarang tim memiliki performa yang baik di awal musim, berbeda dengan musim kemarin.
Meski baru memenangkan 2 pertandingan awal, para penonton yang setia berharap tren kemenangan seperti ini berlanjut.
Mereka ingin tim yang mereka dukung bermain di liga tertinggi Portugal.
"Bagaimana menurutmu pertandingan hari ini?" Tanya komentator.
"Menurut statistik kedua tim, di awal liga musim ini, keduanya memiliki hasil yang sangat berbeda." Jawab salah satu komentator.
"Arouca yang sekarang berstatus sebagai tuan rumah sudah mendapatkan 2 kemenangan, sedangkan Varzim hanya mendapatkan 2 hasil imbang."
"Jadi bagaimana?" Tanya nya lagi.
"Untuk Arouca yang berstatus tuan rumah tentu saja mereka akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan poin penuh lagi dan melanjutkan tren positif mereka."
"Tapi Varzim yang sudah imbang 2 kali pasti ingin sekali menang dan menghentikan tren positif dari Arouca."
"Jadi, pertandingan ini akan seru, menyenangkan dan menghibur."
"Yang satu ingin melanjutkan tren positifnya, yang satunya ingin menang. Jadi mari kita lihat saja nanti." Jawabnya.
Komentator juga terus berbicara dan membicarakan beberapa pemain pemain dari kedua tim.
Di ruang ganti tin Arouca.
Sean dan rekannya sudah bersiap semuanya, Sean sedikit gugup karena dia menjadi starting line up.
'Tenang Sean, kamu harus terbiasa.'
Pelatih membicarakan lagi taktik yang akan di gunakan untuk pertandingan hari ini. Mereka ingin menang.
Pelatih menggunakan formasi 4 3 3.
Sean yang berposisi sebagai winger kiri, mendengarkan instruksi pelatih. Pemain lainnya juga sama mendengarkan instruksi pelatih.
"Pertandingan hari ini akan sangat berat bagi kita, kita bermain sebagai tuan rumah dan memiliki 2 hasil positif, sedangkan mereka, mereka hanya imbang di 2 pertandingan. Jadi Varzim ingin sekali menang."
"Kalian harus bisa bertahan untuk menahan gempuran awal mereka yang mungkin menyerang habis habisan untuk mencetak gol terlebih dulu."
__ADS_1
"Bagi mereka menang 1 gol sudah sangat berarti, tapi bagi kita yang tuan rumah, 1 gol adalah kerugian, meski kita mendapatkan 3 poin, tapi gol juga penting untuk hasil akhir."
"Jadi manfaatkan dan cetak banyak gol, jika bisa."
"Perluas jangkauan penguasaan bola, jangan melulu di tengah, pemain depan menekan wilayah bertahan lawan, kedua fullback coba naik dan bantu gelandang. Pemain bertahan tengah coba untuk menetralisir setiap bola yang akan di jadikan ancaman untuk kita dengan cepat. Jangan mencoba untuk banyak bertingkah."
"Untuk pemain depan, ada kesempatan dan ada ruang tembak jangan sia siakan setiap kesempatan itu."
Pelatih banyak berbicara, dia sangat bersemangat karena dia ingin sekali menang lagi.
Dia juga mendapatkan bonus sesuai dengan aturan yang di ada di kontrak dengan klub.
Pelatih semangat juga bukan karena uangnya, dia juga ingin membawa Arouca agar memiliki titel sebagai pelatih yang membawa tim juara dan promosi.
Setelah beberapa instruksi tambahan lagi, staff official pertandingan memberi tahu untuk segera memasuki lorong pemain.
Sean dan pemain lainnya yang sudah bersiap segera keluar dan menuju lorong pemain.
Pemain lainnya yang berstatus cadangan sudah dulu masuk ke lapangan dan duduk di bench.
"Mari kita lihat starting line up kedua tim terlebih dulu." Ucap komentator yang sudah melihat pemain cadangan duduk di bench dan penonton bersorak lebih keras.
Komentator mulai memberi tahu.
"Ada apa?"
"Lihat, dia sekarang starting line up."Ungkapnya.
"Siapa?" Tanya salah satu komentatornya.
"Pemuda nakal haha."
"Dia di beri kepercayaan lebih oleh pelatih Jorge Costa ternyata, sampai dia memulai lebih awal."
"Mari kita lihat bagaimana dia bermain hari ini."
Sean dan para pemain sudah berbaris di lapangan untuk bersalaman.
'Tenang Sean tenang. Kamu bisa ayo'
Meski Sean masih sedikit gugup, tapi dia selalu berusaha untuk tetap tenang.
Ini merupakan liga profesional dan dia memulai sebagai starting line up.
"Ayo semangat." Ucap Santos sambil menepuk nepuk bahu Sean yang tahu bahwa Sean gugup.
__ADS_1
Kemudian, sebelum kick off, Varzim memilih untuk bola terlebih dulu, jadi Varzim yang akan memulai kick off.
Sean juga sudah berdiri di sisi kiri lapangan.
"Priiit." Dengan suara peluit yang di bunyikan wasit, Lucina Traore yang merupakan penyerang Varzim memulai kick off dan mengoper bolanya pada rekaan timnya.
Sean segera bergerak untuk menjaga zona didekatnya.
Pelatih memberikan instruksi untuk tidak melakukan pressing agresif di awal, apalagi ketika lawannya masih berada di wilayahnya.
Penguasaan bola di lakukan oleh para pemain Varzim, namun penguasaan bola hanya di lakukan di lakukan di daerahnya.
Itu di sebabkan oleh para pemain Arouca yang menutup setiap zona di wilayahnya yang membuat para pemain Varzim sulit untuk maju ke wilayah Arouca.
Gelandang Varzim mencoba mengoper bola ke depan tempat dimana para pemain depan tim Varzim berada di wilayah Arouca.
Namun saat akan mengoper bolanya, celah yang akan ia gunakan untuk mengoper tiba tiba tertutup.
Para pemain Arouca mencoba dengan baik menutup segala celah yang mungkin akan di isi oleh pemain lawan atau mungkin akan di gunakan sebagai jalur operan.
Sean dan para pemain Arouca terus bergerak. Sean akan bergerak mempressing lawannya ketika pemain yang dekat dengannya menguasai bola.
Sean melakukan itu untuk menganggu ritme dan fokus dari pemain yang menguasai bola.
Dengan cara Arouca bertahan, para pemain tim Varzim hanya bisa menarik ulur penguasaan bolanya.
Setelah 15 menit pertandingan di mulai, penguasaan bola tim Varzim sudah memiliki 57%, namun dari 57% itu masih belum menghasilkan tembakan hanya penguasaan bola saja.
Mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyerang dengan baik.
Tim Arouca yang memiliki lebih sedikit penguasaan bola itu sudah memiliki 2 tembakan percobaan, namun itu tidak tepat sasaran dan hanya melenceng.
Sean melakukan semuanya dengan baik.
Saat menit mencapai menit 21, Sean yang sedang melakukan pressing pada pemain lawan itu tiba tiba mengulurkan. kakinya untuk merebut bolanya.
Pemain lawan yang menguasai bola itu risih karena Sean tidak hanya mempressingnya ketat tapi juga mencoba merebut bolanya dan juga memegang baju belakang dengan keras membuat dia sedikit susah bergerak.
Sean terus berusaha mencoba merebut bola dari lawan yang sedang menguasai bola itu, saat Sean akan memenangkan bolanya, tiba tiba sikut pemain lawan mengenai wajah Sean.
Sean juga tak menghindar dan langsung jatuh, namu. Sean tidak merasakan sakit.
Saat sikut itu mengenainya, Sean yang jatuh langsung berteriak dan menutupi wajahnya.
Wasit pun segera membunyikan peluit karena dia juga melihat sikutan.
__ADS_1