
setelah menempuh perjalanan dari turky menuju Maroko kini mereka tengah berada di sebuah hotel di pusat kota Maroko.
🌺🌺🌺🌺
hari ini merupakan hari pertama mereka di Maroko setelah sarapan mereka bergegas pergi ke tempat wisata, yang pertama dikunjungi adalah National Zoo Rabat Morocco (Kebun Binatang Rabat) atau dikenal sebagai Kebun Binatang Temara ini menjadi daya tarik tersendiri saat liburan bersama dengan anak-anak, Kebun binatang yang eksotis ini telah berdiri sejak tahun 1973.
Tempat ini dibangun untuk menampung singa yang sebelumnya berad di istana kerajaan, Singa-singa tersebut dianggap sebagai keturunan dari singa barbaria.
Selain itu, para pengunjung bisa menemukan aneka macam fauna liar dari Maroko, Sahara, dan Afrika. Ada lebih dari 150 jenis hewan dan lebih dari 1.800 hewan hidup di ruang terbuka ini, Para pengunjung bisa melihat binatang seperti Kambing, sejenis rusa, jerapah, badak, dan masih banyak lagi.
ketiga bocah kecil itu sangat senang saat mereka diajak ke kebun binatang, setelah puas ke kebun binatang mereka melanjutkan perjalanan ke Toubkal National Park merupakan taman nasional yang berada di Pegunungan High Atlas tepatnya sekitar 70 KM dari Marrakech.
Taman nasional ini telah didirikan sejak tahun 1942 dan mempunyai luas wilayah sekitar 380 km².
Hal yang bisa Anda lakukan ketika liburan di sini adalah hiking dan menikmati flora berupa sayuran, pohon oak, pohon thuja, dan masih banyak lagi.
Selain itu, Anda bisa menemukan berbagai macam spesies hewan langka seperti elang, aneka macam burung, reptil, dan masih banyak lagi.
disana anak-anak juga sangat menikmati jalan-jalan kali ini karena mereka tidak suka jika diajak berbelanja oleh-oleh jadi saat belanja oleh-oleh mereka bertiga memilih dihotel ditemani oleh pengasuh viona.
setelah dari Toubkal National Park mereka menuju restoran yang menyediakan menu khas Maroko.
angel "aku mau pesen mechoui"
syasya "aku juga"
fira "samain aja lah"
kania "aku sih samain aja"
angel "ada lagi yang mechoui?"
angel menghitung yang pesan mechoui, 10 porsi mechoi mereka pesan
angel "bapak-bapak ibu-ibu mau pesan apa?"
umi Aisyah "umi sama abi couscous aja nak"
angel "baik umi, yang lain apa nih?"
papa rey "papa samain kayak umi dan abi saja"
angel "oke, mbak sita?"
__ADS_1
sita "sama seperti tuan aja nona"
angel "oke, papa dem mama can?"
papa demian "tagine sama zaalouk"
angel "oke, papa sat mama tam?"
papa Satria "samain kayak papa dem"
papa ferdinand "papa juga ngel"
angel "oke, minumnya samaan apa pilih sendiri?"
papa demian "sama aja lah biar cepet"
angel "orange juice atau yang lain"
pak kyai "itu aja"
papa Satria "itu aja, udah sana pesen keburu lapar"
setelah menunggu 30 menit pesanan mereka datang, papa demian telah memakan makanannya terlebih dahulu.
angel "memang papa gak lihat menunya tadi"
papa Satria "ah elo dem sesat"
Zaalouk adalah saus terong asap, dibumbui dengan bawang putih, paprika, jintan, dan sedikit bubuk cabai. Zaalouk disebut juga dengan salad terong dimana salad ini biasanya dimakan dengan roti untuk menyendok salad, Roti yang biasa dimakan bersama salad ini adalah khubz yaitu roti pipih berbentuk bulat yang merupakan makanan pokok lokal dari Semenanjung Arab hingga Maroko.
syasya "enak punya syasya pa mechoui"
Domba panggang Maroko disebut sebagai mechoui. Mechoui secara tradisional disiapkan dengan memanggang seekor domba utuh baik di atas bara api atau di dalam lubang tanah.
Namun kini, resep Mechoui yang banyak dibuat adalah memanggang kaki atau bahu domba dengan bumbu garam dan jintan dalam oven dengan suhu yang sangat rendah sampai dagingnya cukup empuk hingga terlepas dari tulang.Â
papa demian "bagi dong sayang kalau enak"
syasya "no papa, papa makan itu saja"
papa ferdinand "rey soussous punyamu sepertinya enak?"
papa rey "couscous fer bukan soussous, iya ini enak banget"
__ADS_1
Couscous adalah hidangan khas Maroko lainnya. Couscous atau disebut juga seksu merupakan pasta gandum yang dikukus dan disajikan dengan daging atau sayuran, dan seperti tagine. Hidangan ini memiliki banyak macam jenis. Suku Berber biasanya menambahkan kismis dan menambangkan semangkuk buttermilk ke dalam hidangan ini.
papa ferdinand "nyoba dikit rey"
papa rey "ambil aja"
mama cantika "nih pa coba tagine nya"
papa demian "enak gak nih ma?"
mama cantika "udah cobain dulu"
Tagine dapat dikatakan sebagai hidangan nasional Maroko karena hidangan ini adalah hidangan yang paling banyak ditemui. Tagine adalah semur yang dimasak dalam pot tanah liat yang khas dengan bagian atas berbentuk kerucut. Tagine secara tradisional dimakan langsung dari wadah menggunakan potongan-potongan roti Maroko (khobz) untuk menyendok daging, sayuran dan saus. Daging yang digunakan biasanya adalah daging sapi, domba, atau ayam.Â
papa demian hanya menurut kepada istrinya untuk mencoba tagine.
papa demian "ini enak banget ma"
setelah menyelesaikan makan mereka melanjutkan perjalan ke Jardin Majorelle, jardin majorelle merupakan taman botani dan taman landskap seniman dengan luas mencapai 2,5 hektar yang berada di Marrakech.
Taman Majorelle menjadi saksi dibalik karya dari Yves Saint Laurent, beliau merupakan desainer dan perancang fashion asal perancis yang sangat terkenal. Di taman ini Anda bisa menjumpai aneka kaktus dengan bentuk yang sangat unik untuk dilihat.
Taman ini sangat cocok untuk Anda yang ingin liburan sambil mengabadikan momen berfoto. Selain itu di tempat ini juga terdapat kafe yang unik dengan berbagai menu pilihan, terutama makanan khas dari Maroko.
saat yang lain menikmati jalan-jalan di taman majorelle para anak-anak muda lebih memilih nongkrong di kafe sekitar taman.
setelah puas di Jardin Majorelle mereka kembali ke hotel karena hari sudah sangat sore.
setelah sholat magrib di hotel para muda-mudi rombongan tersebut memilih keluar hotel untuk jalan-jalan, kak rasyid dan kak davian juga telah menitipkan anaknya ke orang tuanya.
mereka jalan-jalan menikmati malam di pusat kota Maroko, mereka memilih ke Djemaa el-Fna.
Lokasi Djemaa El Fna tepat di tengah kota. Tinggal menyeberang dari Masjid Koutoubiya. Berderet kereta kuda dan bus tingkat wisata yang ngetem menjadi pertanda jalan masuk ke area Djemaa El Fna.
Lapangan ramai dengan bermacam atraksi. Patung orang, penari ular, penari perut, tukang sulap, atraksi topeng monyet, serta pelukis hena, juga pria-pria dengan busana khas Maroko bakal berusaha menghibur pelancong. Ada yang meminta bayaran, ada yang pasrah menunggu lemparan koin.
Di tengah-tengah lapangan, kedai-kedai jus segala macam buah dan jeruk peras serta kedai kurma dan kismis mendominasi. Atau brochette, sejenis sate namun jauh lebih besar, juga siput rebus. Di sisi lain, kedai cendera mata sampai pakaian khas Maroko berjajar.
Satu lagi kuliner yang banyak ditawarkan di Djemaa El Fna yakni menikmati teh dengan daun mint yang melimpah. Dalam satu gelas kecil daun mint bisa sampai lima lembar.Â
setelah puas menikmati malam di Djemaa El Fna mereka kembali ke hotel karena hari sudah malam.
seperti biasa sesampainya di kamar fadhil selalu meminta haknya.
__ADS_1