Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
63 berpamitan


__ADS_3

2 jam lebih mereka membahas tema wedding angel dan fadhil, angel menyerahkan semua acara resepsi ke papanya dan untuk akad angel dan fadhil yang memilih konsepnya.


team wo "oke jadi untuk akadnya bernuansa putih, dekorasi yang simpel dan lokasinya dirumah ini jam 8 pagi, untuk acara resepsi di hotel ANGEL'S HOTEL jam 7 malam dengan tema modern bernuansa glamour tapi elegan dan bunganya asli, tamu undangan 5000 orang undangannya yang elegan warna navy, bagaimana ada yang salah atau mau dirubah?"


papa rey "resepsinya sudah oke tapi undangan jangan sampai salah ya jam 7 malam soalnya akad nikah hanya keluarga inti saja"


team wo "baik kalau begitu pak kami permisi dulu"


setelah kepergian team wedding organizer tante renita datang bersama viona dan mbak sita.


mbak sita "assalamualaikum"


"waalaikumsalam" ucap semua yang ada di ruang tamu


angel "mbak sita nanti ke kamar aku ya"


mbk sita "baik non tapi saya bersih-bersih dulu"


angel "iya mbak silahkan"


viona "papa tangen" ucapnya memeluk papa rey


papa rey "papa juga kangen, Salim dulu sama semuanya"


viona "iya papa"


setelah bersalaman viona duduk di dekat angel dan papa rey.


viona "kakak ngel gak kangen nana?"


angel "enggak kakak udah ada adik ini 2"


viona "adik kakak ngel nana"


angel "bukan adik kakak ngel ini 2 almira dan zaidan"


viona "huaaaa papa kakak ngel nakal"


papa rey "ya salah kamu kakaknya ditinggal gak pamit lagi ya diambil orang lah"


tante renita "anaknya baru pulang malah digoda sih pa"


papa rey "biarinlah biar rame kalau nangis"


angel "udah jangan nangis, sini kenalan dulu sama kak zaidan dan kak almira"


viona "gak mau"


angel "yaudah kalau gak mau kakak ngel ikut mereka pulang ke pesantren lagi saja biar nana sendirian dirumah"


papa rey "udah ngel jangan digoda lagi sana ajak main ke kamar viona"


setelah angel pergi bersama anak-anak mereka semua melanjutkan obrolan.


papa rey "semuanya ini istri saya ibu sambungnya angel namanya renita, dan renita mereka semua keluarga fadhil dari pesantren"


umi Aisyah "bu renita saya uminya fadhil panggil saja umi Aisyah dan ini suami saya kyai abdurahman dan mereka anak dan menantu kami"


tante renita "iya umi Aisyah, maaf saat kalian kemari saya tidak ada dirumah"

__ADS_1


umi Aisyah "tidak apa-apa bu"


papa rey "ini sudah malam sebaiknya kita semua istirahat karena besokkan kita perjalanan"


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


pagi hari sudah menjelang, matahari sudah menunjukkan sinarnya, angel yang telah selesai sholat shubuh dia bergegas ke dapur untuk memasak sarapan.


papa rey "masak apa sayang?, papa bantu ya"


angel "tidak usah pa, papa katanya mau ke kota S siap-siap saja dulu"


papa rey "baiklah tapi masakin papa nasi goreng seafood ya sayang"


angel "baik paduka Raja silahkan ditunggu di meja makan"


1 jam kemudian angel sudah selesai masak dan keluarga fadhil juga sudah turun membawa koper masing-masing.


angel "semuanya ayo sarapan dulu sebelum berangkat"


umi Aisyah "baiklah tapi mama kamu kemana kok belum kelihatan?"


papa rey "mungkin masih tidur mi, capek katanya"


umi Aisyah "oh begitu"


angel "udahlah ayo sarapan, almira zaidan sini"


zaidan "tante mau sandwich"


almira "mira juga te"


angel "tenang aja mbak aku udah bikin sandwich juga kok selain makanan berat"


zaidan "yeyyy makan sandwich buatan tante lagi"


angel "zaidan mau dibawain bekal sandwich?"


almira "mira mau tante"


kak davi "mira yang ditanya kak zaidan bukan kamu jadi jangan jawab ya sayang gak sopan"


zaidan "mau dong tante cantik"


angel "baiklah kakak carikan tempat makan dulu ya"


setelah semua selesai sarapan dan bekal zaidan serta almira sudah siap keluarga fadhil dan papa rey berangkat ke kota S.


papa rey "sayang papa berangkat dulu ya, nanti syasya dan mamanya bakal jemput kamu dan kamu harus nginap dirumah mereka"


angel "kenapa pa harus nginap disana"


papa rey "pokoknya harus nurut, gini aja deh kamu ambil baju sama jilbab kamu untuk 4 hari ke depan papa tunggu disini 15 menit"


angel "baiklah pa"


setelah angel siap dengan ranselnya mereka semua berangkat ke bandara, sesampainya di bandara disana sudah ada papa satria, papa demian dan papa ferdinand yang sama-sama akan pergi ke kota S untuk urusan bisnis.


umi Aisyah "angel umi pamit dulu ya, jaga diri, jaga kesehatan"

__ADS_1


angel "baik umi, umi juga jaga kesehatan ya"


umi Aisyah "ya sudah umi pamit dulu, kamu mau dibawakan apa kalau umi kesini?"


angel "boleh dibawakan Nadia sama Syifa enggak umi?"


pak kyai "bolehlah nanti mereka akan abi bawa kesini"


angel "tapi jangan di kasih tau kalau aku nikah ya bi"


pak kyai "baiklah nanti biar diatur sama umi"


angel "terima kasih umi abi"


umi Aisyah "sama-sama sayang"


papa rey "fadhil tolong jaga Putri saya baik-baik awasi angel dan jangan sampai lengah dia sedang dalam bahaya"


fadhil "apa om, apa angel tau masalah ini?"


papa rey "dia tidak tahu jadi tolong awasi dia selama 4 hari kedepan, saya juga sudah sewa bodyguard tapi hanya menjaga angel jarak jauh"


fadhil "baik om fadhil akan jaga angel selama om pergi"


angel "papa kok bisik-bisik sama kak fadhil sih?"


papa rey "emang gak boleh sama calon menantu papa, oh iya kamu hrus ke rumah papa dem selama papa pergi jangan keluar sendiri minta antar fadhil atau sopir atau teman-teman kamu itu tapi kamu juga harus tetap mengajak fadhil oke"


angel "iya papa rey"


setelah semua masuk bandara angel dan fadhil menuju rumah syasya, di perjalanan angel hanya diam dan memikirkan kenapa papanya bersikap tidak seperti biasanya, jika keluar kota papa rey tidak pernah menitipkan angel malah angel sendiri yang sering kabur.


fadhil "angel kamu mikir apa sih kok bengong?"


fadhil "angel halloooo"


fadhil "Angela syakila" ucapnya sedikit teriak


angel "kak fadhil kenapa sih teriak-teriak"


fadhil "maaf tadi saya manggil kamu berkali-kali tapi kamu tetap bengong"


angel "hmm maaf deh"


fadhil "lagi mikir apa sih sampe bengong gitu?"


angel "jujur ya kak aku lagi mikirin papa"


fadhil "kenapa emangnya?"


angel "biasanya ya papa itu kalau ke luar kota gak pernah nitipin aku tapi ini nitipin aku dirumah papa dem"


fadhil "mungkin om rey khawatir kali ngel sama kamu"


angel "mungkin sih tapi kok seakan-akan aku dalam bahaya gitu sampai kemana-mana sendiri gak boleh"


fadhil "emang kamu lagi bahaya ngel meskipun aku tidak tau bahaya seperti apa yang mengancammu" batinnya


angel "kak depan itu belok terus nanti masuk perumahan itu rumah syasya yang warna pink"

__ADS_1


__ADS_2