Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 319


__ADS_3

di perjalanan fadhil dan kak rasyid nampak gusar karena mereka belum tau bagaimana keadaan santri di pesantren mereka.


setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit, sesampainya dirumah sakit mereka langsung menuju ke receptionist.


kak rasyid "permisi mbk pasien kecelakaan yang baru dibawa kesini di mana ya?"


suster "apa korban kecelakaan santri dari pondok pesantren ar-rahman yang bapak maksud?"


kak rasyid "iya sus, dimana ya?"


suster "masih di tangani dokter si ugd pak"


fadhil "ugd nya sebelah mana?"


suster "bak lurus aja nanti ketemu ugd"


fadhil "makasih sus kami permisi dulu"


di depan ruang ugd ada salah satu santri yang sedang menunggu.


"pak kyai" ucap satri itu


kak rasyid "loh kamu dafa, siapa yang keserempet?"


dafa "santri baru kyai yang 2 minggu lalu baru masuk"


kak rasyid "siapa? apa niko?"


dafa "iya pak kyai niko yang keserempet"


fadhil "bisa ceritakan bagaimana kronologi nya?"


dafa "tadi kami berjalan beriringan setelah itu ada nenek nenek yang mau menyebrang tapi ada mobil dan niko berlari untuk menyelamatkan nenek itu kyai"


fadhil "tadi apa niko parah?"


dafa "tadi lecet-lecet gitu kyai tapi dokter kenapa lama sekali"


fadhil "mungkin masih membersihkan luka nya, oh ya lantas bagaimana nenek-nenek itu?"


dafa "gak tau lah pak kyai yang jelas nenek itu sudah tidak ada di tempat saat niko kecelakaan dan orang-orang menyalahkan niko kenapa berlari ketengah padahal ada mobil padahal kami melihat ada nenek-nenek tapi mereka bilang tidak ada nenek-nenek"


fadhil "di daerah mana kecelakaan nya?"


dafa "gak jauh dari pasar kyai"


fadhil "kak apa tempat angel dulu kecelakaan ya?"


kak rasyid "bisa jadi dek soalnya kita juga nggak tau dimana pas nya"


tak lama keluar lah dokter dari ruang ugd.


kak rasyid "dok bagaimana keadaan santri kami?"


dokter "tidak ada yang perlu di khawatirkan anaknya baik-baik saja, hanya saja banyak lecet di tubuhnya karena gesekan denga aspal"


kak rasyid "syukurlah kalau begitu dok, apa saya boleh ke dalam dok?"


dokter "nanti saja di ruang perawatan karena sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan"


fadhil "pindahkan ke ruang vip dok saya akan mengurus administrasi nya"


dokter "baiklah nanti akan saya beri tau suster nya"


setelah di pindahkan di ruang perawatan fadhil kak rasyid dan dafa pun memasuki ruang vip itu.


kak rasyid "sus kenapa pasien belum sadar? apa perlu ct scan?"


suster "tadi sudah di ct scan keseluruhan dan tidak ada luka serius hanya lecet dan memar saja"


kak rasyid "kenapa belum sadar kalau gitu?"


suster "tadi pasien sempat kesakitan saat lukanya kami bersihkan karena itu tim dokter memberi obat bius, mungkin 30 menit lagi pasien sadar karena obat bius tadi hanya untuk 2 jam saja dan ini sudah satu jam lebih"


kak rasyid "oh begitu sus, terima kasih ya sus"


suster "sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu kalau pasien sudah sadar bisa pencet bel itu nanti kami akan datang kemari"


kak rasyid "baik sus"


fadhil "kak administrasi nya sudah aku bayar, aku kembali dulu ke pesantren takut mereka cemas soalnya aku gak bawa hp"


kak rasyid "oh iya kakak juga gak bawa hp dek"


fadhil "dafa ayo pulang sama saya biar kamu tetap bisa belajar besok"


dafa "iya pak kyai"


mereka memanggil fadhil juga pak kyai meskipun fadhil tidak mengajar disana karena mereka tahu bahwa fadhil juga anak dari almarhum pak kyai abdurahman dan umi Aisyah.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


di pesantren...


angel nampak gelisah duduk di ruang tamu rumah lama fadhil, papa rey dan mama evilia hanya mengamati anak perempuan nya itu namun lama-lama jiwa kekepoan papa rey meronta akhirnya papa rey pun menanyakan kepada anak nya.


papa rey "sayang kamu kenapa gelisah gitu?"


angel "eh papa, enggak apa-apa kok pa"


papa rey "kamu gak bisa bohong sama papa sayang, ayo cerita sama papa"


angel "emang ketauan banget ya pa angel menyembunyikan sesuatu"

__ADS_1


papa rey "iya kamu gelisah gitu dari tadi, papa mama lihat aja sampek ikut gelisah juga"


mama evilia "iya sayang cerita sama papa mama ya"


angel "hmm aku kepikiran salah satu santri yang keserempet mobil pa ma"


"APA kok bisa sih?" ucap papa rey dan mama evilia shock


angel "gatau juga ma pa tadi kan anak-anak di bolehkan keluar dan 2 anak belum kembali terus tiba-tiba 2 orang polisi datang memberi kabar bahwa ada santri keserempet mobil dan dibawa ke rumah sakit Citra medika"


papa rey "terus fadhil sekarang kemana?"


angel "mas fadhil ke rumah sakit sama kak rasyid pa"


papa rey "hubungi dia kamu tanya kondisi santrinya gimana"


angel "kalau hp nya di bawa aku gak gelisah tau pa ini masalah nya hp nya ada sama aku"


papa rey "yaudah tunggu aja pulangnya suami mu"


mama evilia "oh ya sayang, umi kamu sudah tau?"


angel "jangan sampai umi tau ya ma pa, kata mas fadhil umi enggak boleh tau sekarang biar gak tambah fikiran"


mama evilia "itu benar sayang, jangan sampai umi tau dulu"


tak lama datanglah fadhil yang baru tiba dari rumah sakit.


fadhil "assalamualaikum"


"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" ucap mereka serempak


fadhil "kok ngumpul disini nggak istirahat"


papa rey "gimana papa mau istirahat kalau melihat istrimu yang gelisah ini"


fadhil "ada apa sayang?"


angel "santri yang keserempet gimana kondisi nya?"


fadhil "alhamdulillah baik-baik saja sayang, hanya saja luka lebam sama lecet dan sekarang masih di rawat di rumah sakit tadi saat mas pulang sih belum siuman gara-gara obat bius aja, mungkin sekarang sudah siuman sih soalnya kata suster hanya berlaku 2 jam bius nya"


angel "syukurlah kalau begitu mas, terus 1 santri lagi sudah kembali?"


fadhil "sudah baru saja tiba sama mas tadi soalnya dia yang jadi saksi atas kejadian itu"


angel "terus yang nabrak?"


fadhil "mas nggak tau sayang kalau kata temannya sih tadi lihat nenek-nenek mau nyeberang gitu tapi kata orang-orang di sana enggak ada nenek-nenek, lokasi nya di tempat kamu kecelakaan dulu mungkin yang"


angel "masa sih mas, nenek-nenek nya itu kok bisa nggak ada?"


fadhil "hantu kali mas juga nggak tau"


papa rey "bisa jadi sih itu kan banyak cerita-cerita begituan juga"


papa rey "yaudah papa mama ke kamar dulu, ayo ma"


fadhil "ayo sayang kita juga ke kamar, nanti habis ashar mas ke rumah sakit lagi soalnya kak rasyid juga nggak bawa ponsel"


angel "iya mas"


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


sore harinya setelah sholat ashar berjamaah fadhil mengambil ponsel kak rasyid di kak fatimah kakak iparnya.


fadhil "mbak aku mau ambil ponsel kak rasyid"


kak fatimah "iya dek sebentar mbak ambilkan"


tak lama kak fatimah kembali membawa ponsel suaminya.


kak fatimah "ini dek ponselnya, oh ya bagaimana keadaan nya?"


fadhil "alhamdulillah mbak hanya luka lebam dan lecet saja dan tidak parah"


kak fatimah "syukurlah kalau begitu, oh ya orang tua santri belum di hubungi lo dek soalnya nggak tau siapa nama santrinya"


fadhil "yang namanya niko baru masuk 2 mingguan kata dafa mbak"


kak fatimah "mbak ambil data diri dia dulu, nanti kamu atau davian telpon ya soalnya belum di kasih kabar dari tadi"


fadhil "iya mbak nanti biar aku yang kasih kabar ke orang tuanya niko, yaudah mbak aku pergi dulu jangan sampai umi tau ya"


kak fatimah "iya dek"


di perjalanan fadhil memutuskan untuk berhenti dulu dan menelpon orang tua niko.


fadhil "assalamualaikum"


"waalaikumsalam" ucap orang itu


fadhil "apa benar ini orang tua niko josandy dengan bapak Rahmat?"


pak Rahmat "iya saya sendiri, ada apa ya? anak saya sedang di pesantren"


fadhil "begini pak saya dari pihak pesantren mau memberi kabar bahwa putra bapak sedang di rawat di rumah sakit karena keserempet mobil tadi waktu keluar dari pesantren"


pak Rahmat "astagfirullah, rumah saya jauh pak butuh waktu 1 hari 1 malam untuk sampai disana, bisa bapak tunggu anak saya di rumah sakit?"


fadhil "kami akan menjaga putra bapak, bapak tenang saja syukurlah anak bapak hanya mengalami luka lecet dan lebam tidak ada luka serius, saya hanya mengabari saja, kyai rasyid yang menunggu putra bapak di rumah sakit"


pak Rahmat "terima kasih informasinya pak,

__ADS_1


saya usahakan besok tiba disana sekarang saya tak cari pinjaman dulu"


fadhil "dari pada bapak cari pinjaman dan nanti punya hutang lebih baik bapak mendoakan anak bapak saja, insyaallah kami pihak pesantren akan merawat putra bapak, 15 menit lagi saya hubungi bapak nanti bapak bisa berbicara dengan anak bapak"


pak Rahmat "baik pak terima kasih ya"


fadhil "sama-sama pak, assalamualaikum"


pak Rahmat "waalaikumsalam"


setelah sambungan telpon terputus fadhil pun mengehela nafas nya "huh untung saja orang tuanya enggak marah" ucapnya.


sesampainya fadhil di rumah sakit dia langsung pergi ke kamar vip tempat dimana niko di rawat.


fadhil "assalamualaikum"


kak rasyid "waalaikumsalam dek"


fadhil "ini kak ponsel kakak dan ini makan buat kakak tadi aku sengaja beliin tapi cuma nasi padang hehehe"


kak rasyid "makasih ya dek kakak makan dulu udah lapar banget"


fadhil "oh ya tadi aku sudah menghubungi orang tua nya niko"


niko "kenapa pak kyai menghubungi ayahku, ayahku pasti tidak punya uang hiks hiks hiks"


fadhil "eh nak tenanglah kamu jangan menangis habis ini kamu telpon ayahmu ya soalnya tadi pak kyai meminta ayah kamu tetap di rumah"


niko "iya pak kyai aku mau telpon ayah"


fadhil pun menelpon orang tua dari niko dan tak lama panggilan pun terhubung.


pak Rahmat "assalamualaikum"


niko "waalaikumsalam ayah"


pak Rahmat "ya allah nak bagaimana keadaanmu? apa perlu ayah dan ibu menjengukmu?"


niko "niko baik ayah, ayah gak perlu kesini niko tau ayah gak punya uang, di sini sudah adah pak kyai rasyid dan pak kyai fadhil yang menjaga niko, ayah tenang saja niko hanya lecet saja kok yah"


pak Rahmat "kamu nggak bohongin ayah kan nak?"


niko "niko nggak bohong yah, niko baik-baik saja kok"


pak Rahmat "ayah pinjam uang pak de nanti ayah akan jenguk niko"


niko "enggak usah ayah, niko baik-baik saja di sini sudah ada pak kyai yang jaga niko"


pak Rahmat "pak kyai pasti sibuk nak, biar bapak kesana saja"


niko "nggak pak niko besok sudah kembali ke pesantren kok, insyallah tapi"


pak Rahmat "nak boleh ayah berbicara sama pak kyai?"


niko "boleh ayah, pak kyai ayah ku mau bicara"


fadhil "oh baiklah, assalamualaikum pak Rahmat"


pak Rahmat "waalaikumsalam pak kyai, pak kyai apa tidak merepotkan jika saya tidak datang ke rumah sakit?"


fadhil "tidak kok pak, bapak di rumah saja doakan saja putra bapak cepat sembuh"


pak Rahmat "iya pak, untuk masalah biaya rumah sakit nanti bapak kyai bilang saja insyaallah kami ganti"


fadhil "biaya rumah sakit di tanggung pesantren pak, bapak tenang saja ya kami disini akan menjaga niko dengan baik"


pak Rahmat "terima kasih banyak pak kyai maaf merepotkan pak kyai"


fadhil "tidak merepotkan kok pak, masih ada perlu sama niko nggak pak?"


pak Rahmat "iya pak jika masih di bolehkan saya ingin bicara sebentar saja"


fadhil "oh iya pak boleh kok, nik ini ayahmu mau bicara"


niko "ada apa yah?"


pak Rahmat "nak setelah sembuh kamu hati-hati ya, belajar yang bener dijaga kesehatannya maafkan bapak dan ibu yang tidak bisa menjenguk mu nak"


niko "iya ayah, ayah sama ibu cukup doakan niko saja"


pak Rahmat "yaudah nak ayah tutup ya, kamu cepat sehat assalamualaikum"


niko "iya yah waalaikumsalam"


fadhil "ayah kamu kerja apa nik?"


niko "hanya buruh tani pak kyai"


fadhil "kamu mengajukan beasiswa tidak di pesantren?"


niko "niko mengajukan pak kyai makanya niko bisa masuk pesantren"


fadhil "oh gitu, kalau gitu belajar yang rajin ya"


niko "iya pak kyai"


kak rasyid "oh ya dek kakak pulang dulu, gantian sama Davian ya soalnya kakak belum mandi juga"


fadhil "iya kak pulanglah ini kunci mobilnya"


kak rasyid "niko kamu sama kyai fadhil ya, saya pulang dulu"


niko "iya pak kyai, hati-hati di jalan"

__ADS_1


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


part ke 3 hari ini hitung-hitung ganti part kemarin yang hanya 1 hehehe


__ADS_2