
sesampainya di kamar fadhil langsung menelpon papa nya.
fadhil "hallo pa, ada berita penting"
papa rey "heyy apa kau melupakan salam?"
fadhil "hehehe assalamualaikum papa"
papa rey "waalaikumsalam, ada berita apa?"
fadhil "Putri tuan septian siregar ada di pesantren ini pa"
papa rey "benar kah?"
fadhil "iya pa"
papa rey "kau tanyakan padanya siapa dalang kecelakaan papa nya dan juga kau minta alamat sekertaris papa nya dulu, papa masih belum terima kematian teman papa"
fadhil "baik lah pa, nanti fadhil kabari lagi"
fadhil kembali ke ruang tamu untuk menemui syahila. syahila kini sudah tenang karena rasa nyaman saat di peluk fatimah membuatnya bisa tenang.
fadhil "syahila tadi kamu bilang kalau dalang dari kecelakaan orang tua kamu adalah bibi mu apa dia yang sekarang jadi direktur sige group yaitu nyonya dita"
syahila "iya dita anggraeni"
fadhil "apa saya boleh tau alamat sekertaris almarhum ayah kamu?"
syahila "saya tidak tau beliau pindah kemana tapi kalau mau berjumpa saya bisa meminta nya kemari karena beliau juga yang di beri hak perwalian oleh almarhum papa"
fadhil "kalau begitu bisa telpon dia sekarang? soalnya mertua saya teman almarhum papa kamu dan beliau belum terima atas kematian kedua orang tua kamu"
syahila "ponsel saya sudah saya jual pak kyai jadi saya tidak bisa menghubungi nya"
fadhil "kalau ada nomornya bisa pakai ponsel saya"
syahila pun mengambil ponsel fadhil dan segera mengetik nomor sekertaris papa nya dulu, nomor sekertaris itu yang selalu dia hafal.
syahila "assalamualaikum om bram, ini ila"
bram "waalaikumsalam non, alhamdulillah non menghubungi om, om sudah menghubungi kamu tapi tidak bisa"
syahila "iya om hp ila, ila jual 2 pwkan lalu, ini pakai ponsel pak kyai fadhil, apa om bisa kesini?"
bram "kenapa kamu jual? apa tabungan kamu habis? ini om dan tante juga nia sedang perjalanan menuju pesantren mu karena kami khawatir seminggu lebih tidak ada kabar dan om baru dapat cuti makanya om baru mengunjungi mu, tapi kamu baik-baik saja kan ila?"
syahila "iya om ila baik-baik saja"
bram "yasudah tunggu om 20 menit lagi sampai, om lagi nyetir om tutup dulu"
tut tut tut
syahila "ini ponsel nya kyai, kata sekertaris papa 20 menit lagi sampai sini kebetulan om bram ingin mengunjungi saya"
fadhil "baiklah syahila, kita tunggu sekertaris papa kamu"
tak lama kemudian sekertaris papa syahila itu tiba bersama keluarga kecil nya.
bram "assalamualaikum pak kyai ibu nyai"
"waalaikumsalam" jawab mereka kompak
kak rasyid "silahkan masuk pak? mau mencari santri atas nama siapa?"
bram "saya mencari syahila pak kyai, itu anaknya"
syahila "om tante" ucapnya langsung berlari memeluk istri sekertaris papa nya itu
tante Indah "ada apa ila? apa ada masalah?"
syahila "tidak tante"
kak rasyid "silahkan duduk pak bu"
tante Indah "maaf ini anak saya kenapa ya pak kyai"
kak rasyid "sebelumnya saya mohon maaf, syahila baru saja bilang jika hak perwalian atas dirinya yang berhak itu pak bramantyo, tadi putra pertama saya mengajak syahila ta'aruf"
tante Indah "benarkah? apa kamu menerimanya nak?"
syahila "iya tante dulu kata papa sama om kalau ada laki-laki yang baik agamanya datang melamar enggak boleh di tolak"
tante Indah "alhamdulillah sebentar lagi ada yang menjaga kamu nak"
__ADS_1
om bram "iya ila om sangat bersyukur jika sekarang ada yang menjagamu di sini, ila besok pengacara papa mu akan datang kesini karena kamu sudah mendapatkan calon pendamping maka pengacara papamu besok akan om suruh menemui kamu"
syahila "untuk apa? pengacara papa jahat dia membela bibi om"
om bram "ila dia tidak jahat tapi dia melindungi seluruh harta kedua orang tuamu, pak tio sengaja memalsukan dokumen perusahaan nya untuk masa depan kamu karena wasiat papamu yang sebenarnya adalah harta itu bisa kamu ambil ketika kamu sudah mempunyai pendamping nak, dan setelah itu tugas om tante dan pak tio sudah berakhir karena sudah ada yang menjaga kamu, maaf pak kyai kalau boleh tau yang mana calon suami syahila?"
kak rasyid "ini pak yang disebelah saya"
zaidan "saya om tante calon suami syahila" ucapnya tegas
om bram "apa bisa besok kamu mengantar syahila ke kantor pengacara nya? jam 10 pagi"
zaidan "bisa tapi besok saya akan membawa keponakan saya supaya tidak terjadi fitnah"
om bram "tidak masalah asal kamu mengantarnya, besok saya tunggu di sana, syahila sudah tau alamat nya"
zaidan "baik om besok saya akan mengantar syahila"
syahila "oh iya om tadi pak kyai fadhil yang meminta om kesini, ada yang ingin beliau tanyakan"
om bram "mana orangnya? om tau nya hanya kyai rasyid dan kyai davian loh"
fadhil "saya pak bram, apa pak bram kenal dengan reynaldi thompson?"
om bram "iya saya tau beliau teman sma sekaligus kolega tuan septian siregar dan salah satu pemegang saham terbesar di sige group, kalau tidak salah 3 temannya lagi tuan hillary tuan wilson sama tuan johnson"
fadhil "ya benar sekali namun tuan ferdinand jhonson sudah lama meninggal"
om bram "innalillahi wa inna ilaihi raji'un, saya kira berita yang lalu itu hoax"
fadhil "itu nyata pak bram, begini pak bram saya di utus papa mertua saya pak reynaldi thompson untuk menanyakan siapa dalang di balik meninggal nya tuan septian karena papa saya masih belum terima ketika kasus itu di tutup apalagi anaknya tiba-tiba dikabarkan menghilang"
om bram "ila apa om boleh menceritakan nya?"
syahila "boleh om, om saja yang cerita ila nggak kuat"
om bram "baiklah saya akan cerita..... "
FLASHBACK ON
gadis yang berusia 12 tahun harus kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan dan dia harus kehilangan kehidupan nya yang berkecukupan karena di kuasai oleh bibi nya, ya gadis itu adalah syahila aulia siregar Putri satu-satunya bapak septian siregar dan aulia siregar.
setelah sang sekertaris mengetahui jika semua ini ulah dari adik nyonya aulia siregar sang sekertaris langsung menghubungi pengacara tuannya untuk membantu kasus ini sedangkan sang sekertaris menyembunyikan Putri tuannya di pesantren ar-rahman.
syahila yang mengetahui hal itu dia sangat membenci bibi nya apalagi saat dia tau bibi nya menguasai harta papa nya, setelah banyak pengertian dari sekertaris papa nya dan juga para ustadzah syahila mulai melupakan kebencian nya, dan syahila memulai kehidupan baru nya di pesantren ini tanpa nama siregar.
setelah kasus kematian orang tua nya di tutup syahila hanya bisa berdoa dan berusaha menghafal al-qur'an agar dia suatu saat bisa membawa kedua orang tua nya masuk ke surga nya allah.
papa syahila menitipkan hak perwalian nya kepada saya, bukan hak untuk menikahkan namun hanya sebagai orang tua pengganti untuk syahila, orang yang akan menentukan baik tidak nya calon suami syahila.
semua wasiat untuk syahila besok akan dibacakan di kantor pengacara sebagian wasiat nya sudah di ketahui sama syahila namun untuk yang sebagian belum dibacakan karena saat itu syahila belum cukup umur dan saya pun tak tau isinya apa, tapi yang jelas hanya masalah harta yang bisa syahila ambil jika sudah menikah, dan kini syahila sudah menemukan calon suami nya jadi besok biarlah mereka ke kantor pengacara sendiri.
syahila sebenarnya orang yang berkecukupan namun karena ia di sembunyikan maka dia harus menerima untuk hidup sederhana selama 9 tahun ini.
dan kini sampai di usianya yang ke 21 Tahun syahila sudah bisa menerima kepergian orang tuanya dan sudah memafkan bibi nya dan dia telah menghafal 30 juz dan juga mendapat prestasi yang memukau di mtq, mungkin jika orang tuanya masih ada akan bangga kepada syahila tapi syahila hanya bisa mendoakan kedua orang tuanya yang sudah tenang di alam sana, saya bangga kepada syahila dia meskipun hidup sederhana disini dengan tabungan pas-pasan tapi dia tetap semangat untuk belajar pasti orang tuanya melihat disana sangat bangga pada putrinya.
FLASHBACK OFF
fadhil "lalu kenapa kasus itu di hentikan?"
om bram "karena wanita itu sangat licik"
fadhil "apa masih ada bukti? kalau bisa kita bisa membuka kasus itu bukan? insyaallah papa saya akan membantu"
om bram "semua bukti sudah terkumpul namun saya dan pengacara belum berani membuka kasus itu karena kami pun biaya nya terbatas"
fadhil "saya akan memberi tau papa saya akan hal ini, apa bisa besok kita bertemu lagi?"
om bram "tapi saya harus kembali ke kota m cuti saya hanya 2 hari"
fadhil "kalau boleh tau pak bram kerja di mana?"
om bram "saya kerja di angel's hotel yang di kota M"
fadhil "sebagai?"
om bram "kepala office boy and girl"
fadhil "saya yang akan telpon pihak hotel bapak tetaplah di sini, biarkan istri bapak menenangkan syahila dulu"
om bram "tapi pengacara itu ada di kota sebelah, kalau dari sini membutuhkan waktu 2 jam"
fadhil "tidak apa berangkat dari sini, kak masih ada kan kamar buat orang tua santri?"
__ADS_1
kak rasyid "masih ada kok"
fadhil "istirahat saja disini siapa tau papa saya bisa datang nanti malam"
om bram "baik lah pak kyai"
kak fatimah "syahila ajak adik dan ibumu ke kamar kamu nak, nanti sania biar pindah sebentar ke kamar rina"
syahila "iya ibu nyai"
kak rasyid "abang antar om bram istrirahat di kamar wali santri"
zaidan "iya bi, mari om"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
malam harinya ba'da maghrib papa rey benar-benar tiba di pesantren seorang diri karena papa demian dan papa Satria belum bisa ikut karena mereka berdua masih di Bali dan jogja.
fadhil "pa kapan sampai? kenapa nggak minta jemput?"
papa rey "gapapa lah, mana sekertaris almarhum septian"
fadhil "masih di kamar wali santri, papa bersih-bersih dulu saja"
papa rey "di rumah kamu aja, gaenak sama umi kamu"
fadhil "baiklah bi, ayo ke rumah fadhil"
setelah selesai bersih-bersih papa rey dan fadhil menunggu om bram di rumah fadhil.
papa rey "kok bisa menemukan anak nya septian gimana ceritanya?"
fadhil "syahila itu tadinya diajak ta'aruf sama zaidan dan ketika dia mau di tanyalah apa masih ada saudara yang menjadi walinya dan dia cerita papa mama nya meninggal dalam kecelakaan terus aku tanya siapa nama papa nya dia jawab septian siregar terus juga bilang kalau hak perwalian sudah di serahkan ke pak bram sekertaris nya"
papa rey "jadi zaidan sudah mengajak ta'aruf syahila itu?"
fadhil "iya pa, ini juga dadakan gara-gara cucu kembar opa yang keceplosan tadi dan almira malah memperjelas semua nya jadi ya karena kak rasyid enggak mau anaknya kebablasan akhirnya disuruh ta'aruf saja dan mungkin segera menikahkan mereka pa"
papa rey "istrimu belum tau?"
fadhil "belum pa kan fadhil belum cerita"
papa rey "jangan lupa cerita dia marah nanti"
fadhil "iya pa nanti malam fadhil akan cerita"
tak lama pak bram tiba dengan zaidan yang tadi memang fadhil meminta tolong pada zaidan untuk memanggil pak bram dan mengantar kemari.
om bram "tuan rey"
papa rey "iya duduklah bram, kau selama ini ikut bersembunyi juga ya?"
om bram "iya tuan"
fadhil "om bram ini kerja di angel's hotel kota m pa"
papa rey "ya allah ternyata kamu jadi karyawan ku bram"
om bram "iya tuan"
papa rey "bram kenapa kasus itu di tutup?"
om bram "saat itu wanita licik itu sudah menguasai semuanya makanya kita hanya bisa menyimpan bukti-bukti itu sampai nona kami menikah dan menguasai hartanya kembali"
papa rey "bukanya dita pemilik sige sekarang?"
om bram "itu kami palsukan karena kami tidak mau kerja keras tuan kami jatuh ke orang lain, maka dari itu kami memalsukan semuanya"
papa rey "jadi ini permainan kamu?"
om bram "iya tuan"
papa rey "langkah kamu selanjutnya apa?"
om bram "setelah syahila menikah maka saya dan pak tio akan berusaha membuka kasus ini lagi tuan"
papa rey "kenapa tidak sekarang?"
om bram "jangan tuan di luar sana anak buah dita masih berkeliaran mencari syahila, sangat membahayakan jika syahila belum ada yang menjaga nya"
papa rey "baiklah kalau begitu, nanti kamu hubungi aku kalau kamu mengajukan membuka kasus itu lagi, saya akan mengirim pengacara untuk membantu mu"
om bram "baik tuan"
__ADS_1
setelah pembicaraan selesai hari pun sudah malam om bram kembali ke kamar wali santri sedangkan papa rey memilih masuk kamar dan istirahat sedangkan fadhil memilih menghubungi angel.