
hari terus berganti tanpa terasa bulan pun berganti, pak kyai telah sembuh dari sakit jantung nya beberapa bulan lalu dan mereka pun sudah kembali ke kota S dan semakin hari kesehatan pak kya sudah jauh lebih baik.
hari ini syasya harus melahirkan secara sesar di usia kehamilan 8 bulan 2 minggu karena bayi terlilit tali pusar di leher sudah semakin parah, bayinya terlilit tali pusar sejak usia kandungan syasya memasuki bulan ke 7 namun itu belum terlalu parah tapi kondisi terlilit nya semakin parah di takutkan bayi bisa meninggal jika tidak cepat di keluarkan dari rahim ibunya.
revan telah mendapatkan izin untuk menemani suaminya selama proses operasi sesar, revan juga terus menenangkan istrinya agar tidak gugup saat akan operasi.
syasya yang takut akan berbagai resiko operasi sesar yang bisa saja terjadi pada dirinya, ia takut terjadi pendarahan setelah melahirkan nantinya.
satu hal yang membuat syasya semakin takut adalah jarum suntik untuk anastesi yang katanya besar, apalagi pada dasarnya syasya takut dengan yang namanya jarum suntik.
syasya juga takut jika nanti perutnya tidak bisa kembali rata seperti sebelum hamil karena syasya banyak mendengar memang perut ibu yang melahirkan sesar lama mengecil nya.
sejak di vonis harus operasi sesar secepatnya beberapa hari lalu, syasya dan revan mulai menyiapkan diri untuk menghadapi hari ini, hari di mana ia memilih tanggal melahirkan sesar. kini syasya di ruang rawat vvip di temani oleh revan.
revan "sayang, kamu harus yakin semua berjalan dengan lancar, mas akan menunggu mu nanti"
syasya "tapi mas nanti perut aku pasti gak Rata lagi"
revan "sayang dengerin mas, mas itu mencintai kamu apa adanya, mas gak memandang fisik kamu tapi hati kamu, kata kamu fisik itu bisa di rubah asal banyak uang iya kan? kalau gitu mas akan bekerja keras biar nanti punya banyak uang dan bisa membuat istri mas perutnya rata lagi, biar istri mas ini gak minder"
syasya "awas kalau mas melirik wanita lain"
revan "nggak akan sayang, buat apa wanita lain mas udah punya 1 wanita yang membuat mas sangat sangat bahagia dan sekarang wanita itu sedang berjuang melahirkan anak keduanya mas buat apa wanita lain lagi hmm"
syasya "tapi aku takut mas"
revan "jangan takut sayang, mas akan selalu mendampingi kamu, kita berdo'a sama-sama ya supaya proses operasi nya nanti lancar dan kamu juga anak kita sehat semua"
syasya "amin mas, maafkan aku ya mas belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, terima kasih kamu sudah jadi suami yang super duper saba super duper baik sama aku, terima kasih sudah menemaniku"
revan "mas juga minta maaf ya sayang, kamu itu istri dan ibu yang baik buat mas dan anak-anak kita, kamu harus yakin kalau kamu bisa menghadapi operasi ini, mas selalu menemani kamu sayang masa buatnya berdua yang berjuang cuma kamu aja ya mas setidaknya menemani mu saat melahirkan anak-anak kita"
syasya "ih apaan sih mas, oh iya mas Nabila mana?"
revan "Nabila sama mama dan papa di titipkan ke angel dan fadhil, kenapa mau ketemu Nabila?"
syasya "video call aja deh mas kasian kalah angel ngantar kesini pasti repot dengan 4 anak"
revan "mas coba telpon angel ya"
dan panggilan pun terhubung..
angel "assalamualaikum"
syasya "waalaikumsalam angel, Nabila mana?"
angel "ada lagi main sama afwa, gimana sudah mau masuk ruang operasi kah?"
syasya "oh lagi main, iya 1 jam lagi, takut banget aku"
angel "mau ngobrol sama bila? jangan takut sya kan ada allah, jangan lupa berdoa aku cuma bisa mendoakan semoga proses persalinan kamu lancar"
syasya "iya pengen ngobrol, amin ngel makasih doanya"
angel "Nabila ini mama kamu telpon nak"
Nabila "mana mom?"
syasya "assalamualaikum anak mama"
Nabila "waalaikumsalam ma, adik mana? kata mommy ange mama di rumah sakit mau mengeluarkan adik jadi bila di titipkan disini"
syasya "iya sayang nanti ya adiknya pasti keluar dari perut mama, maaf ya bila di titipkan mommy dulu, kalau adik sudah keluar dari perut mama nanti biar papa yang jemput ya"
Nabila "iya mama, mama bila doakan semoga mengeluarkan adik bayinya lancar"
syasya "terima kasih doanya kakak bila, kakak gak boleh rewel ya, harus nurut sama mommy"
Nabila "iya ma, bila main dulu ya ma da da"
syasya "da sayang, ngel titip anakku ya, doakan aku"
angel "iya sya aku jaga anakmu, iya semoga lancar ya sya"
syasya "tapi aku takut ngel, takut perut aku gak rata lagi dan gue takut kalau gak selamat gara-gara pendarahan"
angel "sya dengerin gue ya perut rata atau nggak nanti juga bisa olahraga / Yoga atau melakukan apa gitu, kalau untuk selamat gak selamat itu sudah ketentuan takdir sya tapi lo harus yakin kalau lo bisa dan buang pikiran lo itu jauh-jauh, ingat sya Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah, mati tenggelam, luka pada lambung lalu mati, mati karena penyakit perut, korban kebakaran, mati tertimpa reruntuhan, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan itu semua adalah syahid, kamu ingat kan sya?"
__ADS_1
syasya "aku ingat kok itu hadis riwayat abu daud kan yang artinya Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam ketika melakukan safar adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid."
angel "nah itu tau, maka dari itu kamu jangan takut ya sya, melahirkan normal atau sesar kalau memang sudah waktunya berpulang ya akan pulang sya, kamu harus berdoa agar selamat sya agar kamu bisa membesarkan anak-anak kamu, kamu jangan nakutin aku gini dong, mana syasya yang pemberani?"
syasya "iya ngel aku akan berdoa, tapi masih aja takut"
angel "kalau kamu takut suruh suami ku ikut masuk ke ruang operasi"
syasya "iya mas revan ikut kok ngel"
angel "jangan takut selagi ada suami kamu sya, jadikan suami mu semangatmu untuk berjuang melahirkan sesar dan ingat anak mu di rumah ku ini, semangat ya sahabatku yang terbaik, semoga operasinya lancar"
syasya "amin thanks doanya, yaudah aku tutup dulu ya sudah waktunya aku masuk ruang operasi"
angel "iya, semoga lancar"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah sakit
brangkar yang di pakai syasya berbaring sudah mulai di dorong menuju ruang operasi, syasya sangat gugup dan itu membuat suaminya cemas.
di ruang operasi alat-alat yang akan digunakan sudah siap dan sudah di sterilkan, revan terus menggenggam tangan istrinya dan sesekali mencium kening istrinya untuk menenangkannya.
dokter mulai memberikan suntik bius epidural agar nantinya area perut kebawah akan mati rasa saat melakukan pembedahan, setelah syasya benar-benar tidak merasakan sakit area perut dokter pun memulai pembedahan.
setelah sekian lama proses operasi akhirnya lahirlah bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,8 kg dan tinggi 52 cm, meskipun usia kandungan syasya masih 8 bulan 2 minggu namun berat badan bayi nya sudah cukup.
setelah IMD bayi nya pun di bersihkan dan di adzani oleh revan setelah itu di bawa ke ruang nicu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
di ruang tunggu mama evilia mama cantika dan papa demiaj juga papa rey sangat senang atas kelahiran cucu kedua anak dari syasya dan revan dan apalagi berjenis kelamin laki-laki sesuai yang di idamkan papa demian.
revan di minta keluar ruangan saat istrinya akan di bersihkan.
mama cantika "revan syasya gak apa-apa kan?"
revan "alhamdulillah ma syasya tidak apa-apa, sekarang syasya masih di bersihkan, mama papa tunggu aja di kamarnya yang tadi sebentar lagi juga di bawa kesana syasya nya"
mama cantika "syukurlah, selamat ya atas kelahiran putra kedua kalian"
papa demian "terima kasih sudah memberikan cucu laki-laki buat papa"
revan "iya pa sama-sama"
mama evilia "selamat ya nak atas kelahiran anak ke 2 kalian, jadilah orang tua yang adil"
revan "iya ma insyaallah, terima kasih ya ma"
papa rey "selamat ya rev atas kelahiran anak kedua kalian"
revan "terima kasih pa"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Revan pov
beberapa hari yang lalu aku menemani istriku chek up kandungan dimana usia kandungan istriku menginjak 8 bulan lebih 2 minggu, dan kami rencananya akan melihat jenis kelamin anak kami karena beberapa kali usg anak kami menutupi ***********.
sampai di rumah sakit kami langsung menuju poli kandungan karena sebelumnya sudah janji dengan dokter Amalia, meskipun kami sudah ada janji namun kami harus tetap antri karena ada yang sudah membuat janji sebelum kami.
giliran syasya di panggil aku menemaninya masuk dan membantunya naik brangkar karena syasya agak kesusahan karena berat badan nya naik 20 kg saat hamil.
dokter Amalia pun melakukan usg alahkah terkejutnya karena tali pusar melilit di lehernya semakin parah sehingga membuat dokter Amalia memberi keputusan untuk segera melakukan operasi sesar dalam waktu dekat jika tidak bayi bisa meninggal di dalam kandungan.
sungguh kabar yang buat shock karena rencana melihat jenis kelamin malah bayi semakin terlilit tali pusar, akhir nya aku menyetujui 2 hari setelah pemeriksaan itu syasya melakukan operasi sesar.
setelah dari rumah sakit akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang dan menyiapkan barang-barang untuk di bawa ke rumah sakit sekaligus meminta doa kepada mama dan papa, papa dan mama sangat shock ketika mendengar syasya harus operasi sesar 2 hari lagi dan besok sudah berangkat ke rumah sakit, kami meminta doa kepada orang tua orang tua kami agar di beri kelancaran saat operasi sesar dilakukan.
meskipun ketakutan tetapi syasya tetap berani dan aku menemaninya saat proses operasi berlangsung, meskipun sebelum operasi sangat banyak drama menenangkan istriku namun itu semua terbayar dengan kelahiran anak ke 2 kami yang berjenis kelamin laki-laki sesuai harapan papa demian.
alhamdulillah operasi sesar berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun itulah yang membuat aku sangat bahagia dimana anak dan istriku selamat semuanya.
revan pov end
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
papa demian pov
__ADS_1
beberapa hari yang lalu aku sangat terpukul saat menantuku memberi kabar jikalau syasya harus melakukan operasi sesar dalam waktu dekat karena bayi nya terlilit tali pusar di lehernya.
orang tua mana yang tidak kaget ketika mendengar kata harus operasi? disitu aku sangat kaget apalagi syasya adalah putriku satu-satunya, aku sangat takut jika sampai kehilangan putriku, fikiranku sudah dipenuhi hal-hal yang mungkin terjadi saat operasi sesar.
sebenarnya aku tidak rela jika perut anakku di bedah namun mau bagaimana lagi jika tidak maka anak yang ada di rahim nya yang menjadi korban karena bayi itu bisa saja meninggal di dalam kandungan.
tetapi hari ini ketakutan ku sirna dikala mendengar Putriku baik-baik saja dan melahirkan seorang putra sesuai dengan harapanku, aku sangat bahagia memiliki cucu laki-laki karena diantara sahabat-sahabat ku hanya aku yang belum memiliki cucu laki-laki namun mereka juga belum memiliki cucu perempuan yanh lucu seperti Nabila.
papa demian p**ov end**
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di rumah angel...
sore hari fadhil baru saja pulang kantor disambut oleh anak-anak nya, athaar yang masih merangkak pun ikut menyambut fadhil pulang kerja.
fadhil "abi senang sekali disambut anak-anak abi yang ganteng-ganteng dan disambut anak manis Nabila"
angel "biarkan abi masuk dulu nak, biar abi mandi baru minta gendong"
fadhil "dengerin mom ya, abi mandi dulu nanti kita main ya, bila sama siapa sayang?"
angel "sendiri mas, papa mama nya di rumah sakit"
fadhil "syasya sudah operasi?"
angel "harusnya sih sudah, aku juga belum dapat informasi mas"
fadhil "yaudah mas mandi dulu ya"
angel "iya mas, bajunya sudah aku siapkan"
afwa "mom boleh ke taman belakang?"
angel "boleh tapi sama mbak ya"
afwa "oke mom"
setelah memastikan anak-anak nya di taman belakang di temani mbak sita dan mbak rani angel menyusul suaminya ke kamar. sesampainya di kamar bertepatan dengan fadhil keluar dari kamar mandi.
angel "sudah selesai mas?"
fadhil "sudah sayang, anak-anak mana?"
angel "di Taman belakang sama mbak nya"
fadhil "oh, kapan kita nengok anaknya revan yang?"
angel "besok aja mas aku belum beli kado juga, lagian besok kan sabtu"
fadhil "baiklah, kalau gitu besok ke mall dulu cari hadiah baru ke rumah sakit"
angel "iya mas, oh iya mas bagaimana kabar umi sama abi?"
fadhil "alhamdulillah baik sayang, tadi pas mas di kantor mas sempat hubungi abi kok dan katanya abi baik-baik saja"
angel "alhamdulillah, ayo turun mas main sama anak-anak mumpung masih ada waktu sebelum maghrib"
fadhil "ayo sayang"
angel "mas twins aku masukkan paud ya?"
fadhil "iya kan twins memang sudah 4 tahun sayang, eh tapi masih 4 tahun kurang emang gapapa?"
angel "tapi di sekolah sekitar sini aja gak usah di tempat elit, gak apa-apa kok mas kan kurang beberapa bulan saja"
fadhil "iya sayang terserah kamu sekolahnya di mana karena pendidikan pertama itu dari kita sayang"
angel "iya mas"
fadhil "oh ya jangan maksa mereka kalau mereka tidak mau ya sayang dan suatu saat nanti jangan paksa mereka untuk sekolah sesuai keinginan kita tapi biarkan mereka yang memilih sekolahnya"
angel "iya mas aku gak akan maksa karena aku tau rasanya sekolah di paksa itu bagaimana"
fadhil "terpaksa tapi dapat jodoh ustadz tampan kan"
angel "mulai deh narsisnya, main gih sama anak-anak dari pada narsis"
__ADS_1