
setelah mengantar papa rey dan mama evilia ke hotel fadhil segera bergegas ke kafe tempat janjian dengan kakak-kakak nya.
"maaf kak lama" ucap fadhil yang baru tiba di meja kedua kakaknya
"iya tidak apa-apa, ada apa dek kenapa ngajak ketemuan di kafe segala kayak anak muda aja" ucap kak rasyid
"iya dek kamu ini, mana dari tadi di lihatin orang lagi" ucap kak davian
"hehehe maaf kak, hmm fadhil mau minta izin sama kalian" ucap fadhil
"minta izin apa?" tanya kak rasyid
"hmm boleh tidak jika setelah dari rumah sakit umi aku bawa ke kota k, nanti setelah afwi selesai menikah umi aku antar kembali ke pesantren tapi kalau umi mau lebih lama di rumahku dengan senang hati aku merawat umi, boleh ya kak" ucap fadhil memohon
"kalau kakak tergantung umi saja dek asal jangan di paksa kalau umi tidak mau, seandainya umi menolah nanti kami pasti datang ke acara afwi dan kami pastikan ikut" ucap kak davian
"iya dek itu tergantung umi mau tidak ikut kamu, tanyakan kepada umi dek kalau umi mau kakak tidak apa-apa lagian kamu juga anak nya" ucap kak rasyid
"kalau jadi insyallah lusa umi sudah bisa pulang dari rumah sakit kak asal umi tidak drop lagi" ucap fadhil
"alhamdulillah, semoga kondisi umi terus membaik" ucap kak rasyid
"dan bisa segera pulih seperti sedia kala" ucap kak davian
"oh ya dek biaya rumah sakit umi habis berapa nanti di bagi 3 saja" ucap kak rasyid
"biar fadhil saja kak yang membayar, fadhil kan selama ini tidak pernah merawat umi, fadhil sibuk dengan keluarga kecil fadhil sendiri" ucap fadhil
"jangan gitu dek, kamu memang tidak merawat umi secara langsung tapi kamu mencukupi semua kebutuhan umi, kita malah yang nggak enak dek kita cuma ngawasi umi saja disini" ucap kak rasyid
"tidak apa-apa kak biar fadhil yang membayar nya, palingan cuma sedikit kak cuma tambah biaya kamar saja kan umi punya jaminan kesehatan" ucap fadhil
"tapi tetap saja membayar dek" ucap kak rasyid
"kak please izinkan aku saja yang membayarnya untuk menebus rasa bersalahku karena tidak bisa merawat umi secara langsung, aku mohon" ucap fadhil memohon
"dek kamu selalu yang membayar biaya pengobatan umi jika umi sakit loh apa kamu tidak keberatan? biarkan kak dav sama kak rasyid saja yang membayar" ucap kak davian
"aku sama sekali tidak keberatan kak, berapa pun uang yang aku keluarkan untuk umi itu tidak sebanding dengan kasih sayang dan perjuangan umi membesarkan aku selama ini, please biarkan aku yang membayar" ucap fadhil
__ADS_1
"huft baiklah dek kamu bisa membayar biaya rumah sakit umi" ucap kak rasyid pasrah
"terima kasih kak, oh ya kak aku lihat pesantren semakin ramai" ucap fadhil
"iya dek bahkan kita menolak hampir 1000 santri karena tidak adanya tempat lagi" ucap kak rasyid
"sebenarnya lahan sawah sebelah pesantren itu di jual lumayan luasnya 1 hektar tapi tidak tau siapa yang membeli nya padahal kemarin kita mau beli buat perluasan pesantren" ucap kak davian
"itu kami yang beli kak, sertifikat nya aku bawa juga insyaallah besok akan aku bawa ke lembaga wakaf karena kami ingin mewakafkan tanah itu, tapi itu bukan tanah aku sendiri kak" ucap fadhil
"lalu tanah siapa?" tanya kak rasyid
"kakak senang kalau itu kamu yang beli" ucap kak davian
"itu uang iuran beli nya, aku angel anak-anak dan papa mama mertua ku memang sengaja di beli untuk di wakafkan" ucap fadhil
"alhamdulillah kalau gitu dek"
"maka dari itu besok antar aku ke lembaga biar legal langsung karena lusa aku kembali ke kota k" ucap fadhil
"iya dek siap" ucap kak rasyid
"tabungan pesantren bisa buat membangun kamar dan kelas tidak kak?" tanya fadhil
"masih kurang dek, tabungan nya akhir bulan lalu sisa saldo 540 juta an lah" ucap kak rasyid
"kalau gitu biar buat proposal saja nanti aku carikan bantuan dari para kolega bisnis siapa tau ada yang mau menabung untuk akhirat" ucap fadhil
"baiklah dek nanti kita bicarakan lagi setelah acara pernikahan afwi saja biar fikiranmu tidak bercabang" ucap kak rasyid
"iya kak, oh ya kak aku minta traktiran kalian ya karena aku harus segera kembali ke rumah sakit" ucap fadhil cengengesan
"iya nanti kakak bayarin, pergilah tunggu umi, jam 5 nanti kakak datang" ucap kak davian
"oh ya titip afwa ya dia lagi ngidam soalnya" ucap fadhil
"memang adik-adik nya dimana?" tanya kak rasyid
"adik-adik nya capek kak nuruti kemauan afwa apalagi mereka ada deadline pekerjaan jadi mereka menyusul ke rumah sakit" ucap fadhil
__ADS_1
"apa yang di minta afwa susah di cari sampai mereka lelah?" tanya kak davian
"tidak sih kak tapi kemarin sehabis dari rumah sakit mereka mancing sampai jam 12 malam lebih dan tadi setengah 10 katanya minta ke peternakan ambil telur, dapat dikit afwa nya kesal ya memang jam segitu pastilah sudah di kirim" ucap fadhil
"anak mu dek segitunya, yaudah sana kembali ke rumah sakit nanti kalau umi mau ikut bilang ke kakak biar istri kakak yang menyiapkan pakaian umi selama disana" ucap kak rasyid
"iya kak siap, aku balik duluan ya assalamualaikum terima kasih traktirannya"
"waalaikumsalam sama-sama"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di pesantren.....
afwa uring-uringan karena sampai jam 3 adik-adik nya belum pulang dari pesantren apalagi dia sangat lapar dan ingin makan martabak buatan zahra.
"sayang sudah dong jangan uring-uringan gitu, aku buatin aja ya martabak nya" ucap nabila lembut
"tidak mau, aku maunya zahra yang buat" ucap afwa
"yaudah kalau nggak mau nggak usah makan, toh mereka bakal kembali ke hotel tidak kesini" ucap nabila ketus
"sayang kok marah sih, mas pengen beneran loh" ucap afwa memelas
"ya terserah yang jelas adik-adik mu tidak akan ke pesantren karena mereka kesal denganmu" ucap nabila sinis
"kesal kenapa? orang aku nggak ngapa-ngapain"
"kamu nya aja nggak sadar, kemarin malam mancing sampai tengah malam, tadi pagi minta ke peternakan ya mereka kesal lah nurutin kamu apalagi pekerjaan mereka sedang banyak"
"orang mereka biasa aja kemarin"
"biasa aja di depan kamu tapi mereka kesal dengan kamu" ucap nabila
"ah pokoknya mereka harus pulang kalau tidak aku tidak mau makan" ucap afwa
"tidak-tidak apa-apa nanti kalau sakit urus dirimu sendiri karena aku akan membantu mommy menyiapkan pesta pernikahan afwi" ucap nabila dan meninggalkan afwa di ruang tamu
"ish sayanggg" ucap afwa kesal
__ADS_1