Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 44 belajar bisnis 2


__ADS_3

setelah sampai di kediaman thompson mereka semua langsung menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


setelah membersihkan diri mereka menuju ruang makan untuk makan siang, makan siang kali ini tanpa tante renita karena papa rey tidak tau keberadaannya.


"maaf tuan saya menganggu makan siang tuan tapi nona viona rewel" ucap mbak sita baby sitter viona


"bawa sini mbk biar saya yang menenangkan" ucap papa rey


"pah viona biar sama angel, papa selesaikan makan siang papa" ucap angel mengambil viona dari pangkuan papa rey


"mbak sita kita ketaman belakang yuk, mbk sita ambil mainan sama perlengkapan viona ya aku duluan" ucap angel yang diiyakan mbk sita


"kamu bisa menerima adik tirimu meskipun kamu benci dengan ibunya" batin fadhil


"kita lanjut makan setalah itu kita ke ruang kerja" ucap papa rey


setelah selesai makan mereka berdua kembali ke ruang kerja papa rey.


"lanjutkan apa yang ingin kamu katakan tadi fadhil" ucap papa rey


"bagaimana kalau om buat hunian mewah tapi harga atau cicilannya yang hemat di kantong karyawan dengan gaji 8 juta" ucap fadhil


"bagus juga ide kamu, ada saran tempat yang cocok?" ucap papa rey


"pinter juga ini ustadz" batin fadhil


"kalau tempat sepertinya tidak perlu yang strategis om karena kebanyakan karyawan akan mencari murahnya dan yang penting nyaman kalau tempatnya strategis itu bonus" ucap fadhil


"om sebenarnya punya lahan kosong di dekat universitas xx sampai sekarang masih nganggur" ucap papa rey


"kenapa gak om buat kos-kosan aja om kan banyak mahasiswa dari luar kota juga dan kos-kosan disekitar universitas xx itu masih sedikit dan fasilitasnya juga biasa saja" ucap fadhil


"kamu kok pandai bisnis? apa kamu punya usaha atau jurusan bisnis?" ucap papa rey


"punya sih om kedai RFA yang dekat kampus dan jurusan fadhil memang manajemen bisnis" ucap fadhil


"kedai RFA kayak pernah tau" ucap papa Rey


"tempat mobil kania di derek om" ucap fadhil


"oh kedai yang unik itu, pintar juga kamu dekor kedai kamu, berarti om tinggal ngajarin kamu meyakinkan klien aja ya, kalau masalah cek laporan keuangan kayaknya udah bisa kan udah punya kedai" ucap papa Rey


"masih butuh belajar semuanya om kan keuangan kedai sama perusahaan beda" ucap fadhil


"sama aja yang penting untung banyak" ucap papa Rey


"tapi kan harus tetap di cek om" ucap fadhil


"kedai kamu kayaknya rame, soalnya waktu saya kemarin kesana pengunjungnya banyak" ucap papa Rey


"alhamdulillah om" ucap fadhil

__ADS_1


"berarti omset besar dong" ucap papa rey


"ya lumayan lah om meskipun pendapatan naik turun setidaknya masih diatas target" ucap fadhil


"selanjutnya apa rencana kamu untuk kedai kamu?" ucap papa Rey


"kalau om merestui ya saya beli rumah dulu om baru buka cabang" ucap fadhil


"buka cabang aja dulu, angel sudah punya rumah kalian bisa menempati rumah itu dulu kalau sudah menikah" ucap papa rey


"baik om" ucap fadhil


"sekarang kamu belajar buat proposal hunian yang kamu katakan tadi, 2 jam lagi om balik harus sudah selesai, intinya saja gausah proposal formal dulu" ucap papa rey


"saya gak bawa laptop om" ucap fadhil


"pakai laptop saya di laci, kamu boleh menggunakan fasilitas disini, om tinggal ke taman belakang dulu ngecek anak-anak om" ucap papa rey


"iya om" ucap fadhil dan papa rey meninggalkan ruang kerja


papa rey tidak langsung pergi ke taman belakang melainkan ke dapur menemui bibi untuk berpesan agar membawakan minuman dan camilan ke ruang kerjanya, setelah itu papa rey menemui security di pos untuk melihat rekaman cctv.


"pak nyonya pergi dari jam berapa?" ucap papa rey pada pak satpam


"saya kurang tau tuan, nyonya pergi setelah tuan dan nona angel beserta teman nona pergi tadi pagi" ucap pak satpam


"tolong cek cctv sebelum nyonya pergi" ucap papa rey


"dilihat dari cctv nyonya pergi sehabis menerima telepon tuan" ucap pak satpam


setelah dari pos satpam papa rey menuju taman belakang untuk menemui angel dan viona.


"hay princess princess papa" ucap papa rey


"hay papanya princess, papa kok sendiri kak fadhil udah pulang?" ucap angel


"belum dia masih papa suruh membuat proposal" ucap papa rey dan angel hanya ber OH ria


"viona istirahat dulu sama mbak sita ya di kamar, nanti main lagi sama kak angel sekarang kak angel biar istirahat juga" ucap papa rey


"na mau tidul cama papa" ucap viona yang masih belum bisa bilang R dan S


"yaudah ayo sekarang na digendong papa" ucap papa rey dan viona hanya menurut


"mbak sita beresin ini sendiri gapapa kan angel udah capek soalnya" ucap angel


"gapapa non, tapi apa boleh saya berbicara sebentar dengan non" ucap mbak sita


"boleh mbak ada apa?" ucap angel


"apa sebelum saya ada disini mama non angel sering berbuat kasar pada non viona? soalnya saya melihat beberapa luka memar ditubuh non viona saat saya tiba disini" ucap mbak sita

__ADS_1


"saya juga gatau ya mbak soalnya satu bulan yang lalu kan saya masih di pesantren" ucap angel


"tapi gini aja mbk kita selidiki ini sama-sama, meskipun viona adik tiriku aku sayang sama dia" ucap angel lagi


"kalau begitu bagaimana rencana non" ucap mbak sita


"angel fikir dulu ya mbak, nanti angel kasih tau apa rencanannya" ucap angel


"baik non" ucap mbak sita


"kalau gitu angel duluan ya mbak" ucap angel yang diiyakan oleh mbak sita


2 jam telah berlalu, angel sudah masuk ke alam mimpi tidur siangnya, papa rey juga sudah berhasil menidurkan viona, setelah keluar dari kamar viona papa rey menuju kamar angel dilihatnya angel sedang tertidur pulas, setelah itu papa rey menuju ruang kerjanya.


"gimana dil udah selesai" ucap papa rey


"udah om" ucap fadhil


"bisa om lihat sekarang?" ucap papa rey


"bisa om, silahkan" ucap fadhil memberikan laptop yang dia pakai


"wow 2 jam bisa buat desain sekalian, proposalnya juga oke, hebat" ucap papa rey


"itu desain impian dari dulu sih om hehehe" ucap fadhil cengengesan


"gapapa, sekarang kamu jelaskan proposal kamu ini" ucap papa rey yang diiyakan angel


"ini hunian dengan desain mewah dan harganya pas dikantong karyawan dengan gaji 8 juta, hunian ini memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur, ruang tamu dan ada taman mini juga di depan rumah jadi kesannya lebih asri gitu om" ucap fadhil


"apa gak kurang cuma 2 kamar?" ucap papa rey


"kalau dibuat kurang ya pasti kurang om tapi kan juga menyesuaikan budget, menurut saya 2 kamar itu cukup kok om kalau buat rumah tangga baru atau untuk pendatang di kota ini" ucap fadhil


"memang para pendatang yang sudah menjadi pegawai tetap pasti mereka membutuhkan tempat tinggal di kota ini atau hanya sekedar untuk investasi saja" ucap papa rey


"kalau membuat hunia ini mungkin akan mempermudah kaum adam untuk memiliki rumah sendiri om, kan banyak juga yang mau nikah tapi orang tua perempuannya meminta syarat agar memiliki rumah terlebih dahulu" ucap fadhil


"kalau gitu coba kamu membuat proposal sebaik mungkin sekalian iklannya" ucap papa rey


"kapan kamu ada waktu senggang 3/4 jam?" ucap papa rey lagi


"hari selasa pagi bisa om, soalnya kuliah saya mulai jam 2 siang kalau selasa" ucap fadhil


"begini saja kamu kirim jadwal kamu ke angel ya nanti biar di urus sekertaris saya mengatur waktu kamu di kantor" ucap papa rey


"baik om kalau begitu saya pamit pulang ya om" ucap fadhil


setelah kepulangan fadhil papa rey memutuskan untuk menelpon pak kyai Abdurahman.


Author pov

__ADS_1


mau bicara apa ya kira-kira papa rey, tunggu eps berikutnya ya readers


mungkin tanggal 2 juni sampai 13 juni author jarang update karena author ujian semester.


__ADS_2