
weekend telah tiba....
angel fadhil juga papa rey merek ke mall untuk membeli perlengkapan baby twins.
papa rey "sayang gimana beli bajunya? kan belum tau jenis kelaminnya"
angel "ya pilih yang Netral buat cewek cowok pa nanti kalau udah mau ke amerika beli deh baju baru yang banyak"
fadhil "jangan banyak beli nya, anak kecil kan mudah gembul badannya jadi beli sedikit-sedikit aja"
angel "iya suamiku"
papa rey "jangan iya-iya aja"
3 jam keliling mall pakain baby twins dan perlengkapan nya pun sudah terbeli.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
malam hari nya di kediaman papa rey kedatangan tamu yang tak lain adalah papa demian sekeluarga.
papa rey "loh dem ada apa? tumben gak telpon dulu"
syasya "kak fadhil mana?"
papa rey "lha kamu ngapain cari suami orang?"
syasya "ihhh pengen ketemu kak fadhil"
papa rey "lagi nonton TV sama angel di ruang keluarga"
papa demian "maklumin rey lagi ngidam"
papa rey "ngidam apa?"
papa demian "ngidam dengerin fadhil cerita nabi-nabi"
papa rey "haaa kok bisa?"
di ruang keluarga....
angel "eh sya, sama siapa?"
syasya "papa mama mas revan"
angel "oh ngapain?"
syasya "pengen denger kak fadhil cerita nabi-nabi"
fadhil "hah siapa yang bilang aku cerita nabi-nabi?"
syasya "mas revan, katanya kalau ngopi kalian cerita nabi-nabi jadi aku mau denger ceritanya tapi mas revan gak tau cerita nabi yang mau aku dengar"
fadhil "wah bikin ulah lo van"
angel "jangan mau nanti dia tidur"
syasya "papa angel nyebelin"
angel "kenapa suami-suami aku ya boleh dong aku larang"
papa demian "kamu minta apa deh ngel papa turuti asal suami mu boleh cerita"
angel "gak mau apa-apa"
fadhil "cerita nabi siapa?"
syasya "nabi sulaiman sama nabi musa"
fadhil "revan gak tau emangnya?"
syasya "enggak dia taunya cuma nabi adam, nabi yusuf dan nabi Muhammad"
__ADS_1
fadhil "udah diceritain emang"
syasya "udah"
fadhil "cerita nabi siapa dulu?"
syasya "nabi sulaiman aja dulu"
fadhil "boleh tapi kalau tidur nanti kamu harus traktir makan"
syasya "gak bakal aku tidur"
fadhil "baiklah"
Setelah Nabi Daud AS wafat, anaknya yakni Nabi Sulaiman meneruskan kerajaan Bani Israil. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Sulaiman yang merupakan raja segala makhluk.
"Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)," firman Allah SWT dalam Alquran surat Sad ayat 30.
Nabi Sulaiman AS adalah satu dari 25 nabi dan rasul yang wajib diimani. Allah mengutus Nabi Sulaiman untuk memperbaiki akhlak Bani Israil. Sulaiman berdakwah berdasarkan Taurat, kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud.
Selain menjadi nabi, Allah SWT juga menganugerahkan kerajaan yang besar yang pernah ada di dunia untuk Sulaiman.
Dia menjadi raja untuk segala makhluk. Tak hanya manusia, Sulaiman merajai binatang serta makhluk gaib seperti jin dan setan. Allah SWT menjadikan jin dan setan tunduk pada Nabi Sulaiman.
"Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu," firman Allah dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 82.
Dalam surat Saba dijelaskan para jin itu bekerja untuk Nabi Sulaiman membuat gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, dan piring-piring besar. Nabi Sulaiman juga diberi mukjizat melunakkan tembaga.
pada suatu hari Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia, dan burung yang berbaris dengan tertib.
Saat memeriksa kawanan burung, Sulaiman melihat burung Hud-Hud tak ada di tempat.
"Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas," kata Sulaiman, sesuai dengan surat An-Naml ayat 20-21.
Tak lama, Hud-Hud pun datang dan langsung memberi kabar dari negeri Saba.
"Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba membawa suatu berita yang meyakinkan," kata Hud-Hud.
Hud-Hud menyebut Ratu Balqis dan pengikutnya menyembah matahari.
Sulaiman tak langsung percaya pada berita yang disampaikan burung Hud-Hud.
"Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
Sulaiman lalu memerintahkan Hud-Hud untuk membawa sebuah surat ke Negeri Saba.
Saat mendapati surat itu, Ratu Balqis tampak terkejut dan kebingungan.
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri," tulis Sulaiman dalam surat itu.
Balqis lalu mengutus anak buahnya untuk mengirimkan hadiah berupa harta benda yang berlimpah untuk Nabi Sulaiman.
Nabi Sulaiman menolak hadiah itu dan mengancam bakal berperang melawan kerajaan Ratu Balqis.
"Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina," kata Sulaiman.
Sulaiman lalu menanyakan kepada bala tentaranya siapa yang sanggup membawa singgasana Ratu Balqis ke hadapannya sebelum mereka datang menyerahkan diri.
Ifrit dari golongan jin berkata bahwa ia sanggup membawa singgasana itu sebelum Nabi Sulaiman bangkit berdiri dari tempat duduknya. Seorang yang lain berkata bahkan dia sanggup membawa singgasana itu sebelum Nabi Sulaiman sempat mengedipkan mata.
Seketika, singgasana Ratu Balqis terlihat di hadapan Nabi Sulaiman. Balqis pun tiba di Kerajaan Nabi Sulaiman. Balqis kagum dengan kemewahan kerajaan Sulaiman.
Saat diminta masuk ke dalam istana, Balqis menyingkapkan pakaiannya karena mengira sedang melewati kolam air yang besar.
"Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca," kata Sulaiman.
Balqis lalu berserah diri kepada Allah SWT.
"Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam," ucap Balqis.
Tunduknya Ratu Balqis membuat kerajaan Nabi Sulaiman semakin luas.
__ADS_1
Nabi Sulaiman juga diberikan Allah mukjizat yang dapat menundukkan angin. Dengan angin itu, Nabi Sulaiman bisa melakukan perjalanan dengan cepat.
"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula)," surat Saba ayat 12.
Nabi Sulaiman lalu wafat di usia 66 tahun. Nabi Sulaiman meninggal dengan cara yang berbeda dibandingkan manusia lainnya. Nabi Sulaiman meninggal saat duduk di atas kursi. Kematiannya baru diketahui setelah tongkat milik Nabi Sulaiman dimakan oleh rayap.
"Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan," firman Allah dalam surat Saba ayat 13.
fadhil "lah yang tidur kok malah angel" ucapnya saat melihat sang istri tidur di pangkuan nya.
syasya "lanjut lagi kak"
fadhil "nanti aja gimana?"
syasya "sekarang huaaa huaaa huaaa"
fadhil "iya-iya jangan nangis nanti angel bangun" fadhil pun akhirnya menceritakan kisah nabi musa
Nabi Musa merupakan salah satu utusan Allah SWT yang hidup di Mesir pada zaman kekejaman raja Firaun. Salah satu mukjizat dari Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Musa ialah kemampuannya membelah lautan. Sehingga dengan mukjizat ini beliau dan para pengikutnya dapat menghindari kejaran pasukan Firaun.
Kesabaran serta keteguhan hati Nabi Musa dalam menghadapi raja zalim ini menjadikan beliau termasuk Nabi dan Rasul Ulul Azmi. Kata ulul azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan azmi. Arti dari kata ulu atau uli adalah memiliki, sedangkan azmi berarti tekad atau keteguhan hati yang kuat.
Pada zaman dahulu, Negeri Mesir dipimpin oleh seorang raja zalim bernama Firaun. Ia merupakan raja yang sewenang-wenang menindas penduduknya. Firaun juga dikenal sebagai raja sombong, suka memperbudak dan memecah belah penduduknya serta mempekerjakan mereka dengan kerja paksa.
Suatu hari Firaun bermimpi ada api yang datang dari Baitul Maqdis yang membakar Negeri Mesir kecuali rumah-rumah kaum Bani Israil. Merasa ada yang janggal dari mimpinya, akhirnya Firaun mengumpulkan para peramal dan ahli sihir untuk menanyakan arti mimpi tersebut.
Musa lahir pada saat pembunuhan terhadap anak laki-laki tengah berlangsung. Oleh karena itu Ibunya memilih menjauh dan mencari tempat yang aman dari jangkauan tentara Firaun. Allah SWT mengilhami ibu Musa untuk menyusuinya dan meletakkannya di dalam peti kemudian di taruh ke sungai.
Dalam sebuah surah, Allah berfirman:
“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS. Al Qashash: 7).
Hingga suatu ketika, Ibu Nabi Musa lupa menarik tali peti tersebut dan membuat anaknya terbawa arus sungai Nil. Kemudian peti yang mengambang di sungai tersebut terbawa ke istana Firaun dan ditemukan oleh istri Firaun yang bernama Asiyah.
Istri Firaun merupakan wanita yang mandul, sehingga bertekad untuk merawat dan menjaga bayi yang ditemukannya dari pembunuhan.
Dengan penuh rasa kasihan Asiyah membawa bayi Musa ke hadapan suaminya. Seperti yang tercantum dalam salah satu surah berikut ini.
“(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak.” (QS. Al Qashash:9).
Saat itu juga Firaun menyetujui permintaan istrinya untuk tidak membunuh bayi tersebut dan diangkat menjadi anak.
Pada suatu hari ketika Asiyah istri Firaun sedang menggendong bayi Musa dengan penuh kebahagiaan, ia berpikir perlunya anak tersebut disusui. Sehingga Asiyah menghadirkan beberapa ibu susu untuk menyusui bayi Musa. Akan tetapi bayi Musa menolak pemberian susu ibu-ibu tersebut.
Hingga akhirnya Ibu kandung Nabi Musa mengetahui berita tentang anaknya yang berada di Istana Firaun. Ia pun segera ke istana dan langsung menyusui anaknya hingga kenyang. Kemudian ibu Musa Kembali ke rumah dan membawa anaknya dengan penuh rasa bahagia.
Setelah Musa di utus oleh Allah SWT menjadi Nabi, penduduk Mesir semakin fanatik dengan penguasa mereka yaitu Firaun. Dengan sewenang-wenang Firaun berhasil menekan penduduk agar mengingkari ajaran yang dibawa Nabi Musa. Hal ini sebagaimana Allah berfirman dalam salah satu surah, yang artinya: “Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.” (QS:Yunus Ayat: 83).
Selama bertahun-tahun Nabi Musa dan para pengikutnya telah bersabar menghadapi raja Firaun dan tentaranya yang dengan sewenang-wenang terus menindas. Tak hanya itu, semakin hari Firaun juga semakin menentang dan memusuhi kebenaran. Pada puncaknya Firaun dengan segala kesombongannya mengaku kalo dirinya adalah Tuhan. Maka dari itu, Nabi Musa senantiasa berdoa kepada Allah sebagai berikut.
Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”. (QS:Yunus Ayat: 88).
Nabi Musa Membelah Lautan
Hingga akhirnya atas izin Allah SWT Nabi Musa dan para pengikutnya memutuskan untuk keluar dari Mesir dan menuju Syam. Mendengar kabar ini kemarahan Firaun semakin memuncak. Sehingga ia mempersiapkan tentaranya untuk mengejar Nabi Musa dan para pengikutnya.
Pasukan Firaun terus mengejar Nabi Musa serta pengikutnya. Beberapa pengikut Nabi Musa mengadu bahwa pasukan Firaun hampir menyusuli mereka. Pasalnya di hadapan mereka jalan tertutup lautan, kemudian Nabi Musa berkata,
"Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (QS:Asy-Syu’ara Ayat: 62).
Pada saat itu keadaan benar-benar genting dan terhimpit dialami Nabi Musa dan pengikutnya. Namun dengan segala kekuatan iman yang dimiliki, Nabi Musa berusaha menenangkan para pengikutnya. Setelah itu turunlah wahyu Allah SWT kepada Musa.
“Pukullah lautan itu dengan tongkatmu” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS:Asy-Syu’ara Ayat: 63).
Setelah lautan terbelah, Nabi Musa dan para pengikutnya bergegas melintasi jalan tersebut. Kemudian disusul Firaun dan pasukannya yang mencoba untuk ikut melintasi jalan tersebut, akan tetapi lautan telah Kembali seperti semula, akhirnya Firaun dan pengikutnya tenggelam. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam salah satu surah, yang artinya:
“Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS:Asy-Syu’araa Ayat: 65-67).
fadhil "capek-capek aku ngomong yang ngidam malah tidur"
papa rey "sabar, dia memang suka molor dari dulu, sana angkat istri kalian ke kamar kasian kalau tidur di sofa"
__ADS_1
fadhil "iya pa"