
di mobil polisi papa rey mendekap tubuh menantunya yang tak sadarkan diri, air mata papa rey pun menetes melihat menantunya yang tak sadarkan diri karena menyelematkan dirinya.
polisi membantu membopong fadhil ketika sudah sampai di rumah sakit.
papa rey "tolong selamatkan anak saya dok"
dokter "kami akan berusaha yang terbaik pak"
polisi "bapak silahkan duduk dulu, bapak bisa menghubungi keluarga bapak yang lain saya lihat bapak masih shock"
papa rey "dia tertembak di bagian dada nya demi menyelamatkan saya hiks hiks hiks"
polisi "bapak tenang dulu, insyaallah anak bapak baik-baik saja, dimana alamat bapak biar anggota kepolisian yang menjemput keluarga bapak"
papa rey "perumahan permata biru blok A nomor 1 sampai 8, tolong jangan katakan apapun cukup jemput mereka saja bilang kami baik-baik saja"
polisi "mar jemput keluarga bapak ini ya"
amar "bapaknya namanya siapa ndan?"
papa rey "saya reynaldi thompson" ucapnya lemah
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di kediaman thompson...
afwa "mommy kenapa?"
angel "nggak tau kak tiba-tiba dada mommy sakit sekali"
afwa "aku panggil dokter ya mom"
angel "nggak usah kak, sebentar lagi pasti hilang kok sakitnya"
"ada apa ini ya allah dada ku sakit sekali" ucapnya dalam hati
mama evilia "kamu kenapa nak?"
afwa "dada mommy sakit oma tapi tidak mau di panggilkan dokter"
angel "nggak apa-apa kok ma, udah sedikit hilang rasanya"
bi inah "permisi nyonya aden, di bawah teh ada tamu mencari nyonya"
angel "nyari aku apa mama?"
bi inah "nggak tau nya tadi nggak tanya"
angel "siapa?"
bi inah "polisi nya"
"astagfirullah" angel langsung berlari menuju lift agar segera sampai di lantai 1
angel "ada apa pak polisi ke rumah saya?" ucap angel yang tiba di ruang tamu
polisi "maaf sebelumnya apa benar ini kediaman bapak reynaldi thompson?"
angel "ya itu papa saya"
polisi "kalau begitu mari ikut saya, saya di utus bapak reynaldi untuk menjemput keluarga nya"
__ADS_1
mama evilia "apa yang terjadi?" ucapnya dengan gemetar
drrt drrt drrtt
polisi amar "sebentar saya angkat telpon dulu, halo ndan ada apa?"
polisi Ridwan "tolong segera ke rumah sakit bawa seluruh keluarganya"
polisi amar "baik ndan, maaf apa bisa seluruh anggota keluarga ikut saya?"
angel "jelaskan dulu ada apa?"
polisi amar "nanti kalian akan tahu sendiri tapi tolong segera ikut saya"
angel "bibi bilang mang ujang siapkan mobil dan pengawal sebagian ikut" teriaknya
mereka segera berhamburan mengambil tas dan angel menggendong rayya sedangkan twins memanggil almira dan athaar.
mobil mengikuti laju polisi amar yang membuka jalan di depannya agar segera sampai di rumah sakit. di dalam mobil angel hanya diam saat jalan menuju rumah sakit polisi dia hanya menduga-duga namun angel segera mengalihkan fikiran negatif nya.
polisi amar pun membelokkan mobil kepolisian tepat di rumah sakit kepolisian dan mereka semua langsung bertanya-tanya ada apa mereka dibawa kemari.
polisi amar "mari ikut saya, saya tidak bisa menjawab langsung pertanyaan kalian" ucap polisi amar yang melihat sorot mata seluruh keluarga itu penuh tanya.
keluarga thompson itupun hanya bisa mengikuti langkah kaki polisi amar di depan mereka.
mama evilia "pa apa yang terjadi?"
angel "suamiku mana pa?"
almira "suami aku mana paman?"
papa rey "duduk lah dulu al nanti paman jelaskan" almira menuruti kemauan papa rey dia duduk di kursi tunggu
almira "innalillahi wa innailaihi raji'un, cobaan apalagi ya allah hiks hiks hiks"
mama evilia "tenang ya al ingat nggak boleh sedih dan banyak fikiran kasian janin kamu, sekarang doakan yang terbaik buat suami kamu, insyaallah Kevin akan baik-baik saja"
angel "lalu suamiku dimana pa?"
papa rey "yang di dalam ruang operasi adalah suami mu nak, maafkan papa"
angel "papa bohong kan? jangan bercanda pa"
tubuh angel pun melemah papa rey yang melihatnya pun langsung memeluk putrinya.
papa rey "papa nggak bercanda sayang, maafkan papa suami mu tertembak gara-gara menyelamatkan papa"
ceklek
seorang suster keluar dari ruang operasi.
suster "keluarga pasien atas nama risky fadhil"
angel "saya istrinya dok"
suster "maaf bu tolong segera cari pendonor golongan AB saat ini juga, pasien membutuhkan banyak darah"
afwa "ambil darah saya sus"
afwi "ambil darah saya juga, kita anak kandung dari pasien"
__ADS_1
suster "baiklah ayo ikut saya, tolong carikan juga di bank darah untuk stok AB, saya permisi dulu"
angel "biar angel yang cari pa"
papa rey "tidak nak, kamu tetap disini, papa akan menghubungi yang lain, kamu hubungi kakak mu suruh segera kesini nak, pesawat 2 jam lagi bisa take off di bandara kota s"
angel "iya pa"
papa rey menghubungi revan untuk meminta mencari darah AB di bank darah dan papa rey menghubungi kantor pusat untuk siapa saja yang bergolongan darah AB untuk bersedia mendonorkan darahnya untuk ceo mereka.
angel menghubungi kak rasyid untuk memberitahu jika fadhil terkena tembakan dan meminta nya datang ke kota k menggunakan pesawat jet pribadi yang 2 jam lagi siap take off, kak rasyid sangat kaget mendengar hal itu dan angel juga meminta jangan dulu memberitau umi Aisyah sebelum sampai di kota k dan angel juga meminta kak rasyid mengajak kak nafisa karena almira juga membutuhkan uma nya karena Kevin juga ikut menjadi korban, lagi-lagi kak rasyid di buat kaget mendengar berita dari adik iparnya.
athaar "mom rayya biar sama aku ya, sebentar lagi bi inah datang biar membantu menjaga rayya"
angel "terima kasih ya sayang, ma mama menemani almira saja tidak apa-apa ma"
mama evilia "baiklah nak, ayo al kita ke ruang icu"
almira "iya tan"
papa rey "nak bagaimana kakak dan umi mu?"
angel "sudah aku kabari kak rasyid pa"
papa rey "maafkan papa, semua ini gara-gara papa"
angel "ini bukan salah papa, tidak ada yang harus di maafkan pa, ini sudah kehendak allah pa mungkin ini cobaan yang harus kita lalui, papa jangan merasa bersalah lebih baik kita doain mas fadhil supaya baik-baik saja ya pa"
papa rey "iya nak"
angel "pa kalau boleh tau yang tertembak bagian mana?"
papa rey "dada nya nak"
angel "astagfirullah hiks hiks hiks"
athaar "apa jangan-jangan tadi waktu dada mommy sakit abi tertembak mom"
papa rey "kamu sakit sayang?"
angel "tidak pa, tadi tidak tau dadaku rasanya sakit sekali, sekarang aku tidak apa-apa pa"
Dimas "permisi nyonya tuan"
angel "dim, kamu rombongan?"
dimas "ini karyaman yang memiliki golongan darah AB nyonya dan mereka bersedia donor darah"
revan "papa ini darahnya, sebenernya apa yang terjadi?" ucapnya yang baru tiba
papa rey "terima kasih nak, buat kalian silahkan duduk dulu sambil nunggu suster keluar, dim saya minta tolong belikan sate kambing untuk twins mereka sedang donor darah di dalam takutnya keluar lapar"
dimas "baik tuan saya permisi dulu"
revan "ada apa pa?"
papa rey "cerita nya panjang nak, yang jelas fadhil seperti itu karena menyelamatkan papa dari tembakan itu"
revan "pak adit sama Kevin sudah tau pa?"
papa rey "mereka di ruang icu, mereka juga luka-luka saat menghadapi lawan tadi"
__ADS_1
revan "astagfirullah"