Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 300


__ADS_3

pagi hari nya setelah sarapan fadhil ikut umi nya ke kamar.


umi Aisyah "ada apa nak? kamu mau balik kag?"


fadhil "belum kok mi, mungkin nanti setelah acara fidaan hari ke 7"


umi Aisyah "lantas ada apa mengikuti umi sampai di kamar?"


fadhil "ada yang mau fadhil bicarakan tentang abang twins"


umi Aisyah "kenapa dengan twins nak?"


fadhil "afwa ingin menemani umi di sini, katanya kasian umi sendiri"


umi Aisyah "lalu sekolahnya bagaimana? bukankah dia sangat ingin sekolah di Malang"


fadhil "ya abang minta daftar sekolah disini mi, apa tidak apa abang di sini?"


umi Aisyah "jangan nak, bukannya umi tidak mau afwa disini tapi umi tau keinginan dia sekolah di sana, siang malam dia hafalan kosa kata bahasa arab untuk tes masuk di sana, umi tau betul perjuangan twins belajar bahasa arab"


fadhil "tapi abang afwa ingin menemani umi di sini"


umi Aisyah "apa jangan-jangan kamu yang nyuruh afwa menemani umi karena kamu sibuk? sehingga afwa mau menemani umi di sini?"


fadhil "tidak mi tapi itu memang kemauan afwa"


umi Aisyah "lantas keinginan siapa? apa angel? karena umi tau afwa dan afwi sangat ingin sekolah di sana"


fadhil "bukan angel juga mi, tapi memang afwa yang mau sendiri, tadi malam afwa bilang kok ke fadhil dan angel"


umi Aisyah "kalau begitu panggil angel dan afwa kesini"


fadhil "baik mi"


tak lama fadhil kembali bersama afwa dan angel ke kamar umi Aisyah.


afwa "uti ada apa? kata abi panggil abang"


umi Aisyah "duduklah nak, umi mau tanya sama abang"


afwa "tanya apa uti?"


umi Aisyah "apa kamu disuruh abi dan mommy mu untuk menjaga uti di sini?"


afwa "tidak uti"


umi Aisyah "lalu kenapa kamu mau melanjutkan sekolah di sini?"


afwa "karena abang sayang sama uti"


umi Aisyah "abang beneran sayang sama uti?"


afwa "iya uti, sayang banget malah"


umi Aisyah "kalau begitu abang tetaplah sekolah di tazkia Malang nak"


afwa "tapi siapa yang menemani uti?"


umi Aisyah "ada paman dan bude yang menemani uti di sini, raihlah mimpimu nak ingat pesan kakung belajar yang sungguh-sungguh di sana, di sana sekolahnya mahal bukan?"


afwa "iya uti mahal"


umi aisyah "kalau begitu jangan kecewakan abi mu, yang sudah bekerja keras untuk membiayai pendidikan abang, nak dulu kak zaidan juga pengen sekolah disana tapi paman belum mampu saat itu jadi abang zaidan tetap sekolah di sini dan ketika kamu dan afwi ingin sekolah di sana kakung sangat mendukung kalian kan, kakung dan paman mengajari kalian bahasa arab dan alhamdulillah sekarang kalian sudah di terima di sana jadi jangan kecewakan mereka yang sudah mengajarimu nak"


afwa "iya uti abang janji akan belajar sungguh-sungguh dan membuat kalian bangga, tapi uti harus janji sama abang jika nanti mommy dan abi menjenguk abang uti harus ikut dan uti juga harus mau tinggal sama mommy dan abi"


umi Aisyah "uti kan masih masa idah sayang, mungkin nanti setelah masa idah uti selesai uti bisa ikut abi menjenguk kamu, untuk tinggal bersama abi dan mommy nanti uti fikirkan lagi ya sayang, sekarang bermainlah dengan abang dan adik-adik mu"


afwa "baik uti, abang keluar dulu"


umi Aisyah "iya nak keluar lah"


fadhil "sekarang umi percaya kan kalau bukan angel ataupun fadhil yang menyuruh abang?"


umi Aisyah "iya nak umi percaya, oh iya ngel mungkin nanti umi tidak bisa hadir di acara 7 bulanan kamu nak"

__ADS_1


angel "umi jangan memikirkan hal itu ya, nanti kan bisa disini ngadain acara juga"


umi Aisyah "tapi yang acara di kota K umi kan tetap tidak bisa ikut, di sini pun umi tidak bisa keluar, lebih baik acaranya di kota K saja"


angel "tapi umi harus janji menemani angel saat angel melahirkan"


umi Aisyah "iya sayang insyallah ya, jika umi masih di beri umur insyaallah umi datang nak"


angel "angel selalu berdoa agar umi di beri kesehatan dan umur yang panjang"


umi Aisyah "amin, oh iya untuk katering nasi kotak di langganan pesantren saja ya nak"


angel "umi tenang saja biarkan kami yang mengurusnya, umi jangan memikirkan nya ya biar kami saja"


umi Aisyah "oh iya dil, ini ada sedikit uang tabungan umi buat bantu-bantu kamu, kata kakak-kakak mu kamu yang membiayai semua nya"


angel "umi simpan saja ya, insyaallah uang mas fadhil masih ada, ya kan mas"


fadhil "iya mi, umi simpan saja ya, untuk membeli keperluan yang umi butuhkan, insyaallah fadhil masih ada simpanan"


umi Aisyah "tapi umi tidak mau kamu mengurangi jatah bulanan istrimu"


fadhil "tidak umi, jatah istri fadhil tidak fadhil kurangi"


angel "umi tenang saja, jatah bulanan dari mas fadhil selalu pas kok mi, uang ini umi simpan saja ya bisa buat keperluan umi dan ini ada sedikit buat pegangan umi dari mas fadhil"


umi Aisyah "tidak nak yang buat pegangan umi kamu simpan saja ya"


angel "tidak umi, ini umi terima ya, akhir bulan ini mungkin kami belum bisa kesini mi jadi kami berikan sekarang, nanti sebelum kami ke Malang kami akan mengunjungi umi dulu"


umi Aisyah "tidak usah nak, insyaallah tabungan umi buat pegangan masih ada"


angel "kalau umi tidak mau menerima ini angel gak mau kesini ngajak anak-anak"


fadhil "terima ya mi, masa umi gak pengen ketemu anak-anak"


umi Aisyah "kalian selalu saja begitu, baiklah umi terima karena umi tidak mau menahan rindu ke anak dan cucu umi, umi doakan kalian di beri kesehatan dan rezeki yang berlimpah"


"amin" jawab mereka serempak


fadhil "yaudah umi istirahat ya, maafkan fadhil mengganggu umi"


angel "itu sudah kewajiban kita sebagai anak mi, umi mau makan apa nanti siang biar angel buatkan"


umi Aisyah "apa saja terserah nak, biarkan kakak-kakak mu yang masak, kamu kan lagi hamil pasti butuh istirahat apalagi semenjak dari acara 4 bulanan kamu kamu jalan-jalan di Malang dan langsung kesini, pasti istirahat kamu tidak teratur jadi istirahat lah nak"


angel "gapapa mi, cuma masak gak butuh waktu banyak kok"


umi Aisyah "yasudah terserah kamu saja sayang, tapi jangan capek-capek ya, kalau capek minta fadhil pijitin kamu"


angel "iya mi, kami keluar dulu ya mi, umi istirahat saja"


setelah kepergian fadhil dan angel umi Aisyah mengambil foto pak kyai di laci samping tempat tidurnya.


"lihatlah bi anak-anak begitu menyayangi umi bahkan afwa sampai rela sekolah disini untuk menemani umi tapi umi tolak bi, abi tenang saja disana umi bakal baik-baik saja disini sampai allah memanggil umi suatu saat nanti" ucap umi Aisyah sambil menatap foto almarhum suaminya


di ruang keluarga....


papa rey "fadhil papa pulang besok ya"


fadhil "iya pa, maaf ya pa senin fadhil belum bisa balik ke kantor"


papa rey "sudah tidak apa, di sini lah dulu ya paling tidak sampai acara fidaan selesai"


fadhil "iya pa, rencananya juga gitu"


papa rey "kamu balik hari minggu minggu depan juga tidak apa-apa, lagian pekerjaan masih bisa papa handel"


mama evilia "iya nak di sini saja dulu tenangin umi kamu dulu, temani dia dulu ya nanti baru balik ke kota K"


fadhil "iya ma pa"


athaar "abi, apa adek boleh ikut opa?"


fadhil "kenapa memang nya sayang?"

__ADS_1


athaar "adek butuh persiapan masuk sekolah bi"


fadhil "masuk nya kan masih hari senin sayang"


athaar "kan belum siap-siap bi"


fadhil "insyaallah hari jumat setelah jumatan kita kembali ke kota K, nanti abi temani adek belanja perlengkapan sekolahnya adek, sekalian nanti kita lihat adek kamu di perutnya mommy"


athaar "baiklah bi, yes masih bisa di sini"


fadhil "yaudah sana main sama abang"


athaar "gak mau nanti adek masuk empang lagi, abang lagi mancing"


fadhil "adek kok bisa masuk empang?"


athaar "pas lagi dorong-dorong abang aja eh adek yang masuk empang"


angel "kamu nya aja yang jahil dek tau abang nya gede gitu"


athaar "ya kan iseng aja mom"


fadhil "lain kali jangan iseng di pinggir empang, itu banyak ikan lele nya di patil tau rasa kamu dek"


athaar "sakit bi, pake banget sakit nya"


fadhil "terus sekarang adek mau apa kalau nggak main sama yang lain?"


athaar "disini aja lah biar si zayn sama kak bibil main sama abang kan kak bibil pdkt sama bang afwa"


angel "tau dari mana kamu pdkt dek?"


athaar "dari kak bibil, kak bibil selalu bilang mau pdkt sama abang afwa, emang pdkt apa mom?"


angel "kamu masih kecil dek, nanti juga tau kalau sudah gede"


kak davian "athaar kamu kapan berani di khitan? kamu sudah besar loh"


athaar "nanti saja paman setelah ujian nasional aku baru mau di khitan hehehe"


fadhil "abi pegang ucapan athaar ya"


kak davian "yah masih lama dong, padahal kan paman pengen lihat athaar di khitan"


athaar "nanti aja paman, lagian abang kembar dulu juga setelah ujian nasional" ucapnya santai


kak davian "kalau athaar berani sekarang athaar paman kasih hadiah mobil remot deh"


athaar "mobil remot nya sekarang aja gimana? khitan nya nanti"


kak davian "kan paman bilangnya kalau berani sekarang"


athaar "tapi athaar cuma mau hadiahnya yang sekarang, khitannya nanti aja kalau athaar ingat"


kak davian "ya gak mau lah paman kasih hadiah nya sekarang"


athaar "ish paman"


kak rasyid "paman belikan mobil remot + sepatu roda kalau berani khitan sekarang"


athaar "tidak athaar minta abi saja kalau harus ada syaratnya khitan"


fadhil "kalau minta abi juga sama ada syarat nya khitan"


athaar "kalau gitu minta opa"


papa rey "kalau mau khitan sekarang opa kasih apapun yang athaar minta"


athaar "athaar minta opa demian saja"


papa demian "opa tidak punya uang yang punya papa revan"


athaar "papa athaar minta mobil remot dong"


revan "boleh tapi nanti kalau athaar sudah di khitan"

__ADS_1


athaar "ish semuanya sama aja, athaar minta uti saja nanti pasti di kasih"


mereka memang hanya bergurau saja karena mereka tau sebenarnya athaar takut di khitan makanya mereka memberi iming-iming hadiah supaya athaar tertarik untuk di khitan.


__ADS_2