
Paris...
sore hari papa rey dan mama evilia telah sampai di bandara Paris Charles de Gaulle di mana bandara ini merupakan bandara internasional terbesar di Prancis dan terbesar kedua di Eropa.
papa rey "ev naik taxi atau kereta?"
mama evilia "taxi aja lah, kalau kereta malas nunggu nya aku udah capek banget soalnya"
papa rey "yaudah ayo cari taksi, masih sanggup jalan kan?"
mama evilia "masih kok"
papa rey "yaudah ayo jalan"
tak lama mereka pun mendapatkan taksi yang membawa mereka ke hotel. sesampainya di hotel pun mereka segera check in.
mama evilia "rey langsung jalan-jalan yuk"
papa rey "boleh sekalian cari makan, aku sangat lapar"
mama evilia "kalau gitu kopernya biar di bawa pihak hotel aja gimana? kita langsung jalan"
papa rey "kalau bisa gitu ya ga papa"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
setelah papa rey dan mama evilia selesai makan mereka pun jalan-jalan menikmati suasana paris dan mereka memilih kembali ke hotel dengan jalan kaki, namun saat hampir sampai di hotel mereka pun kehujanan karena hujan tiba-tiba saja turun. mereka pun berlari sampai di lobi hotel.
mama evilia "astaga lari-lari juga capek ternyata"
papa rey "kamu gapapa ev?
mama evilia "gapapa kok rey"
papa rey "yaudah ayo masuk ke kamar, mandi terus ganti baju biar gak masuk angin"
mama evilia "iya rey"
di kamar lain hotel tersebut...
papa demian dan papa Satria dan juga istri mereka sedang berkumpul di salah satu kamar. mereka sampai di hotel itu saat papa rey dan mama evilia keluar dari hotel dan mereka langsung check-in.
mama cantika "gimana nih? di luar hujan kan kasian mereka kalau gak ada baju"
papa demian "biarkan mereka menikmati bulan madu mereka ma, dan biarkan mereka melaksanakan nafkah masing-masing"
papa satria "bener can, biarkan saja mereka gak ada baju, siapa tau kania sama syasya punya adik"
mama tamara "udah tua ya mana bisa"
mama cantika "gimana kasian lo mereka"
papa demian "malam ini biarkan saja dulu, biarkan mereka menikmatinya malam ini, meskipun rey nanti menghubungi pihak hotel tapi nyambungnya ke kita kok"
mama cantika "yaudah deh terserah kalian"
Di kamar papa rey dan mama evilia...
mama evilia "rey"
papa rey "iya ada apa?"
mama evilia "gaada baju sama sekali rey"
papa rey "ha maksudnya?"
mama evilia "kamu mandi dulu gih ini celana dalam kamu"
papa rey "bajunya mana?"
mama evilia "gaada baju rey, ini pasti kerjaan cantika sama tamara"
__ADS_1
papa rey "masa kaos-kaos gak ada ev, pake apa dong"
mama evilia "pakai aja handuk"
dengan terpaksa papa rey pun mengikuti perkataan mama evilia.
di kamar mandi...
seteleh selesai dari kamar mandi papa rey sebenarnya enggak keluar kamar mandi karena ia hanya memakai celana dalam dan handuk yang di lilitkan di pinggangnya, namun dengan langkah pasti papa rey keluar kamar mandi.
saat melihat papa rey keluar kamar mandi mama evilia hanya bisa menelan salivanya saat melihat tubuh papa rey yang masih kekar meskipun sudah tak muda lagi.
papa rey "mandilah aku sudah selesai"
mama evilia "iya"
mama evilia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai ia pun keluar kamar mandi dengan memakai lingerie warna hitam.
sebenarnya mama evilia sangat malu dengan apa yang ia pakai, namun mau bagaimana lagi karena tidak ada pakaian selain itu.
papa rey yang melihat istrinya keluar kamar mandi dengan memakai lingerie pun hanya bisa melotot dan menelan salivanya dengan kasar.
"astaga evilia, apa dia sedang menggoda imanku" ucapnya dalam hati
papa rey dengan langkah pasti pun mendekati mama evilia.
papa rey "apa kau sedang menggoda imanku ev?" ucap papa rey yang memang nafsu nya sudah memuncak
mama evilia "hanya ada pakaian ini rey di koper"
papa rey "lalu apa kamu sudah siap melayani ku? karena nafsuku sudah ku tahan 3 tahun belakangan ini"
mama evilia "baiklah rey, aku akan berusaha jadi istri yang baik untukmu"
"aku menolak pun paling juga tetap sama aja di lain waktu, lagian cantika sama tamara tega banget sama aku" ucapnya dalam hati
"sorry fer, aku gak bisa tahan nafsuku ketika melihat istrimu yang sekarang jadi istriku saat memakai lingerie" ucap papa rey dalam hati
papa rey yang mendapatkan lampu hijau pun segera menc**m mama evilia hinga suara-suara d*sah*n pun menggema di ruangan itu.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
lebih tepatnya di apartemen angel dan fadhil, hingga waktu menunjukkan pukul 11 siang pun mereka masih melakukan olahraga hingga masing-masing kelelahan.
di rumah angel syasya sangat kesal sama angel dan fadhil karena sampai kini mereka belum menujukkan Batang hidungnya sedangkan twins selalu menanyakan keberadaan orang tuanya.
afwa "aunty sya mommy kenapa belum pulang?"
syasya "abang tunggu ya habis dhuhur insyaallah mommy sama abi kamu sampai di rumah, abang main dulu ya sama bila dan afwi, aunty mau kasih minum baby athaar dulu"
afwa "iya aunty"
di apartemen...
angel "mas pulang yuk kasian anak-anak, kita janjinya balik pagi loh dan ini sudah siang"
fadhil "kita mandi dulu ya sayang, mas siapin dulu air hangat untuk berendam"
angel "hmm iya mas"
setelah selesai mandi dan memakai pakaian masing-masing mereka pun meninggalkan apartemen.
angel "mas beli oleh-oleh dulu nanti twins marah kan kemarin minta oleh-oleh"
fadhil "iya sayang, kamu kalau masih capek tiduran aja sayang nanti kalau sudah sampai di tempat oleh-oleh mas bangunkan"
angel "iya mas, aku tidur dulu ya"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
jam 1 siang angel dan fadhil sampai di rumah dengan membawa beberapa kantong plastik berisi oleh-oleh.
__ADS_1
angel dan fadhil "assalamualaikum"
twins "waalaikumsalam mommy abiii"
afwa "mommy kata nya pulangnya pagi kenapa siang?"
angel "maaf ya sayang tadi pas mau pulang, abi ada urusan sebentar, oh ya ini oleh-oleh buat twins dan Nabila, di bagi-bagi ya sayang"
afwa "iya mom, terima kasih"
angel "afwi kenapa nak?"
afwi "afwi rindu mommy huaaa"
angel "hey sayang mommy sudah di sini, afwi sama abang ya itu bagi-bagi oleh-oleh"
fadhil "afwi maafkan abi ya bawa mommy perginya lama"
afwi "kalau abi pergi lama jangan bawa mommy lagi ya"
fadhil "iya sayang"
angel selama ini memang tidak pernah meninggalkan anak-anak nya untuk waktu yang lama apalagi menginap, jika fadhil mengajak angel keluar kota atau keluar negeri pun mereka selalu membawa twins, itulah yang menyebabkan afwi merindukan mommy nya, meskipun afwa cuek namun ia juga merindukan orang tuanya.
syasya "wihh habis enak-enak nih kayak nya"
angel "apaan sih sya, btw makasih udah jagain anak-anak gue ya"
revan "kapan-kapan gantian nitip anak gue ya"
angel "iya deh boleh, angel oh ya weekend aku mau jalan-jalan sama anak-anak ke kebun binatang"
syasya "mas kita ikut yuk kan udah lama gak liburan"
revan "tapi sayang, kandungan kamu gimana?"
syasya "pasti baik-baik aja mas, janji deh gak capek-capek"
revan "yaudah iya kita ikut"
fadhil "eh gak mau liburan ke kebun teh gitu? tempat kita pertama kencan rame-rame"
revan "boleh sih tapi nunggu kandungan istri gue melewati trimester 1 ya, perjalanan kan lumayan jauh"
angel "kenapa nggak kita tahun baruan disana aja? rame-rame kan orang tua kita juga udah balik dari liburannya dan kalian para suami libur dari pekerjaan kantor"
syasya "masih lama lah, masih sebulan lebih"
angel "ya kan kandungan kamu udah masuk trimester ke 2 sya"
revan "iya sayang lebih baik nanti ya sayang, villa nya masih mau mas renovasi dulu kalu sekarang ini"
syasya "kenapa di renovasi?"
revan "biar kamunya nyaman dan kamarnya cukup buat kita semua"
angel "hmm udah bahas nanti aja liburannya, kalian udah makan siang belum?"
revan "aku udah, anak-anak juga sudah"
syasya "aku ingin gado-gado ngel beli yuk, aku pengen beli sama kamu"
angel "tapi yang di taman kota ya? biar nanti anak-anak juga main disana kalau anak-anak aku tinggal mereka pasti protes"
syasya "iya gapapa"
revan "yaudah aku yang panggil anak-anak kalian tunggu aja di depan"
fadhil "aku ambil mobil yang besar kalau gitu biar anak-anak juga nyaman"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
__ADS_1
maaf ya up nya kemarin cuma 1 soalnya author masih di sibukkan dengan dunia nyata...
thanks yang udah baca cerita author ini