
hari ini angel dan fira pergi ke mall untuk mencari seserahan sekaligus mahar untuk pernikahan papa rey dan mama evilia, anak-anak mereka titipkan ke suami dan oma opa nya karena kebetulan fadhil dan faris tidak ke kantor hari ini.
fira "ngel udah di list kan beli apa aja?"
angel "udah dong udah aku tulis dari kemarin"
fira "nanti mau di hias sendiri atau pakai jasa orang?"
angel "gimana kalau kita hias sendiri? hitung-hitung kita belajar gitu siapa tau nanti kita bisa buka jas hias mahar hehehe"
fira "boleh juga tuh, kan kita juga diem di rumah"
angel "iya kan ini juga bisa buat kita mengisi waktu luang"
fira "yaudah kita udah sampai nih mau cari apa dulu?"
angel "perlengkapan mandi aja deh, yang di lantai 2 kan itu"
fira "eh beli lingerie juga yuk nanti hahaha dulu aja kita di kerjain masa kita nggak ngerjain balik"
angel "boleh deh nanti aja"
fira "aku denger papa dem bakal ngasih tiket honeymoon ke paris selama seminggu".
angel "oh ya, terus gue ngasih kado apa ya?"
fira "apa ya, cucu lagi mungkin"
angel "lo kira melahirkan mudah apa? iya sih kalau hamil semua manjain gue tapi melahirkan nya sakit nya masyaallah"
fira "iya sih, tapi kan itu yang paling membahagiankan"
angel "ah nanti deh aku pikirkan lagi sama mas fadhil mau ngasih papa apa"
fira "ide Bagus itu diskusi dulu sebelum memutuskan"
angel "paket perlengkapan mandi nya yang ini aja ya fir?"
fira "iya deh, ini juga Bagus"
angel "yaudah yuk kita cari yang lain"
fira "cari mukena dulu deh ngel sama alquran dan tasbih juga"
angel "ayo deh"
3 jam sudah angel berada di mall laporan pengeluaran pun terus masuk ke ponsel papa rey yang berada di rumah.
fadhil "papa kenapa geleng-geleng gitu?"
papa rey "ini notifikasi dari bank terus masuk ke hp papa, belanjaan istrimu semua"
fadhil "buat seserahan mungkin pa, soalnya angel juga beli sepatu dan jilbab pakai kartu fadhil kok"
papa rey "memang banyak banget ya yang di beli?"
fadhil "banyak lah pa, list nya 15 atau berapa gitu"
papa rey "ini masih 6 notifikasi berarti masih ada nanti notif masuk nya"
papa demian "tenang rey gak bakal habis uang kamu"
papa rey "gak habis sih tapi ini udah banyak dem"
papa demian "berapa aja emang?"
papa rey "2 juta, 3 juta, 450 juta, 75 juta, 15 juta, 123 juta 500"
mama cantika "paling yang mahal itu 1 set perhiasannya rey terus sama yang 100 juta lebih itu cincin nikah nya"
mama tamara "kalau yang 75 itu tas deh kayaknya, soalnya ada yang baru rilis harga nya segitu, kalau 15 juta paling sepatu"
papa Satria "udah lah rey belum ada 1 M aja kok yang keluar hahaha"
mama cantika "kayaknya besok pengeluaran mu juga banyak rey karena angel dan evilia mau perawatan"
fadhil "apanya ma orang yang di pakai boking salon nya udah uang fadhil"
__ADS_1
mama cantika "istrimu benar-benar pandai hahahaha"
papa rey "cewek 1 aja belanjanya suka khilaf ya, tapi pengen punya cucu cewek"
fadhil "anak aja lah pa, biar angel punya adik"
papa rey "udah tua papa ini masa iya ngurus bayi lagi"
papa satria "eh ngomong-ngomong itu si viona di mana sekarang?"
papa rey "dia bilangnya di kota ini juga cuma dia di larang ketemu sama aku, tapi palingan dia bakal kabur deh kalau di kekang terus"
papa Satria "bisa juga sih rey, kabur nya ke rumah lo mungkin rey"
papa rey "iya makanya pak Imam sama istrinya aku suruh menetap disana siapa tahu nana pulang"
fadhil "pa handphone papa ada yang telpon tuh"
papa rey "mana enggak bunyi"
fadhil "coba deh papa cek tadi nyala ada panggilan masuk kok"
papa rey "oh iya ini pak Imam telpon, ada apa ya? baru di omongin langsung telpon aja nih orang, hp aku kok tiba-tiba mode silent gini sih"
fadhil "ke pencet mungkin pa atau tadi pas twins pakai"
papa rey "mungkin iya, eh ini pak Imam telpon lagi"
papa demian "angkat kali rey"
papa rey "iya-iya, hallo pak imam ada apa?"
pak Imam "maaf saya mengganggu waktu tuan tetapi ini nona viona datang sendiri dan dia menangis tuan"
papa rey "haaa yaudah pak Imam antar ke rumah angel sekarang ya, saya tunggu"
pak Imam "baik tuan"
di rumah angel....
fadhil "ada apa pa?"
fadhil "jangan-jangan nana kabur pa"
papa demian "panjang umur juga ya baru aja di omongin loh ini"
papa Satria "iya nih baru aja, eh tapi kalau dia kabur terus kesini apa tidak jadi masalah nantinya rey?"
papa rey "takutnya ya gitu, takut nanti gue yang di tuduh nyulik anak orang"
fadhil "saran fadhil mending papa nanti ngomong ke ayahnya nana deh pa kalau nana di sini dari pada terjadi masalah kedepannya"
papa rey "duh ada-ada aja sih"
papa demian "bener fadhil rey, terus lo ngomong deh ke ayahnya viona kalau izinkan dia di sini beberapa hari gitu sampai dia tenang"
papa Satria "ada baiknya begitu rey, lo ngomong terus terang aja ke ayahnya viona dari pada kena masalah di kemudian hari, apalagi lo mau nikah"
papa rey "iya deh nanti kalau nana sampai sini aku hubungi ayahnya"
tak lama tibalah pak Imam dan juga viona di rumah angel.
pak Imam "bi inah saya kesini mengantar nona viona"
bi inah "iya pak Imam silahkan, sudah di tunggu tuan di ruang keluarga"
viona "papaaaaaa hiks hiks hiks" ucapnya yang langsung memeluk papa rey
papa rey "ada apa nak? kenapa datang sendiri?"
viona "nana kabur pa, ayah jahat sama nana hiks hiks"
papa rey "ayah jahat kenapa na?"
viona "ayah suka cubit dan pukul nana kalau nana nggak mau makan padahal nana hanya ingin ketemu papa dan kakak"
fadhil "na ini di tangan kamu kenapa kok seperti bekas luka?"
__ADS_1
viona "ini di pukul ayahku kak pakai sapu"
fadhil "haaa"
papa demian "parah ini, harus kita laporkan dia kalau gini rey"
viona "papa boleh nana tinggal di sini?"
papa rey "boleh sayang kok, oh ya kamu punya ponakan lagi loh namanya athaar"
viona "iya nana kemarin juga lihat di TV kok"
papa rey "yaudah nana ke kamar tamu dulu ya, karena di rumah ini kan belum ada kamar nya nana, bi inah bawa nana ke kamar tamu ya biar dia istirahat dulu"
papa satria "rey kalau boleh jujur lo jangan percaya dulu sama nana deh"
papa rey "kenapa?"
papa satria "lukanya itu seperti baru, lebih baik kita selikidi dulu"
papa demian "selidiki sat"
papa satria "halah salah dikit doang"
fadhil "coba deh kita cek perusahaan ayahnya viona dulu pa kalau diperusahaan nya ada masalah bisa jadi mereka memanfaatkan viona"
papa demian "gue setuju sama fadhil rey"
papa rey "yaudah dil kamu masuk dulu ke sistem perusahaan nya"
fadhil "nunggu angel aja pa biar dia yang ngecek"
tak lama angel pun tiba di rumahnya dengan belanjaan yang begitu banyak.
angel "pa tumben pak Imam kesini?"
papa rey "iya nganter viona"
angel "viona ada di sini?"
papa rey "iya 1 jam yang lalu lah dia tiba diantar pak Imam"
angel "sama siapa dia kesini?"
papa rey "dia kabur"
angel "haa kabur?"
fadhil "duduk dulu sayang, nih sebaiknya kamu cek perusahaan ayahnya viona ada masalah nggak?"
angel "ada apa sih ini?"
fadhil "ya kita menyelidiki aja sayang kenapa nana sampai kabur kesini"
angel "oh gitu yaudah bentar"
angel pun mengotak-ngatik laptop nya dengan konsentrasi penuh. hanya cukup waktu 5 menit untuk angel bisa memasuki sistem perusahaan tersebut.
angel "kalau dari data disini 3 bulan terakhir memang ada penurunan karena penarikan dana yang terus menerus dari ayahnya nana"
papa demian "eh rey apa mantan istrimu sudah keluar dari penjara?"
papa rey "3 bulan lalu memang ada pemberitahuan kalau si ular itu keluar dari penjara dengan uang jaminan"
papa satria "bisa jadi si ular itu kembali ke ayahnya viona dan minta uang terus menerus"
papa rey "ntah lah biarkan saja, ya kita tanya aja nana nanti gimana? kalau memang dia bohong ya aku bakal mulangin dia ke rumah nya"
angel "suruh orang papa menyelidiki keluarga nana deh pa mulai saat ini, ya takutnya nanti kita di tuduh nyembunyiin nana karena nana ada di sini"
papa rey "iya papa udah nyuruh anak buah papa kok"
papa demian "istirahat dulu yuk udah jam 1 siang nih"
papa rey "habis makan tidurr"
papa demian "ya biarin orang gak ada kerjaan cucu-cucu juga pada tidur"
__ADS_1
fadhil "yaudah ayo istirahat semua"