
"nak sekarang kamu memiliki tanggung jawab yang besar atas istrimu, jaga dia baik-baik hormati dia sebagai mana kamu juga menghormati mommy, sayangi dia jangan kau sakiti hatinya sedikit saja kau menyakiti nya allah juga akan menutup pintu rizky untukmu, bahagiakanlah dia agar pintu risky mu terbuka lebar abi hanya bisa mendoakan semoga keluarga kamu menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah" ucap fadhil pada afwa
"iya abi terima kasih atas nasihat dan doanya, maafkan kakak selama ini belum bisa membahagiakan abi" lirih afwa
"abi sudah bahagia melihat kakak menikah dan akan lebih bahagia jika afwa junior atau nabila junior segera hadir di tengah-tengah kalian" ucap fadhil dengan santainya
"doain aja bi"
"nabila abi titip putra abi yang dingin ini ya, percayalah afwa sangat manja dengan mommy nya, abi titip anak abi ya nak" ucap fadhil pada nabila
"iya abi doakan nabila bisa menjadi istri sholehah nya kak afwa"
"mommy maafkan kakak belum bisa membahagiakan mommy, hari ini kakak sudah menikah kakak harap mommy bisa menerima istri kakak kedepanya jika istri kakak punya salah bilang ke kakak ya mom biar kakak sendiri yang mengingatkannya" ucap afwa pada angel
"mommy sudah bahagia nak dan akan lebih bahagia jika ada afwa atau nabila junior segera hadir, mommy pasti menerima anak gadis mommy sayang, doa mommy menyertai kalian semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah"
"amin terima kasih mommy" ucap afwa
"nabila mom titip kakak ya kalau nakal jewer aja ya sayang, selamat datang di keluarga mommy nak semoga betah ya" ucap angel pada menantunya
"iya mommy doakan bibil bisa menjadi istri sholehah nya kakak dan keluarga kami menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah ya mom" ucap nabila pada angel
"pasti sayang"
setelah Sungkem kepada kedua mempelai laki-laki mereka berdua sungkem kepada revan dan syasya.
"nak sekarang kamu bukan lagi tanggung jawab papa setelah tadi acara ijab kabul selesai walapun kamu bukan lagi tanggung jawab papa tapi percayalah jika suatu saat nanti hal buruk terjadi padamu datanglah ke papa biar papa yang menjagamu, jadilah istri yang baik untuk suamimu seperti apa yang telah papa dan mama ajarkan nak" ucap revan
"insyallah pa, doakan kami semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah" ucap nabila
"nak jaga putriku dengan baik ya, papa tau kamu adalah laki-laki yang bertanggung jawab dan pandai dalam ilmu agama tolong bimbing nabila ya nak jika kamu sudah tidak sanggup membimbing nya dan tidak ada rasa sayang ataupun Cinta tolong jangan sakiti hati maupun fisik nya tapi kembalikan lah dia kepadaku biar aku yang mendidiknya kembali" ucap revan pada afwa
"iya pa afwa akan selalu mengingat pesan papa, doakan revan supaya bisa menjadi suami yang baik untuk nabila"
"pasti nak"
"princess mama ternyata sudah besar ya, selamat menempuh hidup baru sayang semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dan segera beri mama papa cucu-cucu yang lucu dan menggemaskan, jadilah istri yang baik dan selalu menurut dengan suami ya nak" ucap syasya pada anak perempuan nya
"terima kasih doanya ma"
"afwa mama titip Putri mama ya jangan sakiti dia ya nak, mama tau afwa laki-laki yang baik" ucap syasya pada afwa
"iya ma insyaallah afwa tidak akan menyakitinya, doakan afwa agar bisa membahagiakan Putri mama" ucap afwa lembut
__ADS_1
setelah sesi sungkeman kini tibalah saatnya sesi foto bersama, kedua pengantin itu nampak serasi dan tetap mereka mengikuti gaya rayya dan athaar walaupun masih canggung dan malu.
setelah acara foto selesai banyak tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, setelah para tamu berangsur meninggalkan kediaman syasya dan revan keluarga inti pun berkumpul untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan.
"dek kak afwa duluan baru kakak" ucap afwi kepada rayya yang mengambilkan makan untuk nya
"kakak amnesia ya, kak afwa kan sudah punya istri ngapain aku ngambilin makan hmm" ucap rayya
"oh iya lupa, terima kasih ya adek manis dan cantik" ucap afwi pada adik perempuan nya itu
"sama-sama kakakku yang paling tampan dan baik" ucap rayya pada afwi
"biasanya itu kata-kata buat kakak loh dek" ucap afwa tidak terima
"kenapa kok protes kakak sudah tidak tampan lagi karena kakak sudah punya istri wleee" ucap rayya meledek kakaknya
"dek udah dong ambilin kakak nih kakak udah lapar tau" ucap athaar sambil menyodorkan piring nya
"ah kakakku yang tampan dan manis mau makan apa?"
"apa saja dek"
"baiklah"
"nanti kalau kak bibil habis lahiran belum bisa tuh melayani kakak nanti aku ambilin deh makanan kakak biar kak bibilnya nanti cuma fokus sama ponakan ku" ucap rayya santai
"sudah dong kalian nggak malu sama yang lain apa, ingat habis makan pulang langsung bersih-bersih dan sholat dhuhur lalu langsung ke hotel" ucap fadhil pada anak-anak nya
setelah selesai makan keluar radis pamit terlebih dahulu dan baru keluarga fadhil meninggalkan rumah syasya.
"bye kakak jangan langsung gas ya acara nanti malam masih lama dengan undangan hampir 11.000 orang" ucap afwi pada saudara kembarnya itu
untuk pertama kalinya afwa tinggal di rumah syasya dan revan dengan status sebagai menantu keluarga hillary, nabila mengajak suaminya ke kamarnya untuk membersihkan diri dan sholat berjamaah.
"bil aku bersih-bersih dulu" ucap afwa pada istrinya dengan wajah datar
"iya kak aku siapkan baju gantinya" ucap nabila
setelah afwa keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk mandinya nabila segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri tak lupa nabila membawa baju gantinya sekalian.
setelah selesai mandi nabila keluar kamar sudah dengan pakaian rapinya dilihatnya sang suami sedang duduk santai di sofa kamarnya yang fokus bermain ponsel.
"kak sudah sholat?" tanya nabila pada afwa
__ADS_1
"belum kan nungguin kamu, di pakai gih mukena nya kita sholat jama'ah" ucap afwa sambil meletakkan ponsel nya
"iya kak"
setelah selesai sholat nabila mencium tangan afwa yang di sodorkan kepadanya dan afwa mencium kening nabila.
"mulai sekarang hal itu akan kita lakukan setiap selesai sholat jama'ah"
"i iya" jawabnya gugup
"oh iya mau liburan kemana mumpung jadwal kantor lagi nggak padat dan juga di kasih cuti sama afwi dan athaar selama 1 minggu"
"aku terserah kakak saja aku belum punya pandangan soalnya"
"hmm yaudah di bahas nanti aja, oh ya aku tau kamu wanita karir bil tapi jika aku memintamu untuk tinggal di rumah apa kamu bersedia?"
"aku bersedia tapi...."
"tapi apa bil?"
"setelah nanti malam jabatan ceo di tempati zayn aku masih ada tanggung jawab dengan 1 proyek yang bekerja sama denganmu kak dan itu terikat kontrak"
"hanya itu saja kan?"
"iya kak"
"gak apa-apa nanti ke proyek nya sama aku, lagi pula proyek itu akan segera selesai sebelum kontrak berakhir, apa kamu yakin tidak keberatan jika berada di rumah dan melepas karirmu?"
"aku yakin penyerahan jabatanku ke zayn nanti malam juga ini sebagian alasan papa karena papa memintaku untuk selalu di rumah biar suami yang kerja"
"syukurlah kalau begitu, tapi aku tidak akan mengekangmu untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai asal kamu tidak bekerja dan kalau keluar rumah setelah aku pergi bekerja dan pulang sebelum aku kembali, kamu paham kan?"
"iya aku paham"
"ini black card dan kartu debit untukmu, mulai hari ini kamu adalah tanggung jawabku aku uang jajan dari papa jauh lebih besar dari ini tapi ini nafkah dariku yang wajib aku berikan untukmu dan ini juga uang hasil aku bekerja sendiri, gunakanlah sebaik mungkin"
"iya pasti, kalau papa masih memberi uang jajan apa aku masih boleh menerimanya? karena uang dari papa meskipun aku tidak memakainya tapi selalu aku salurkan ke panti asuhan aku takut jika aku tidak memberi mereka uang mereka akan kekurangan donatur lagi" ucapnya dengan menunduk
"kamu boleh menerimanya tapi jika uangku masih bisa untuk kamu donasikan tolong jangan kurangi uang jajan dari papa ya bil tapi jika memang uang dariku kurang aku izinkan kamu memakai uang jajan itu"
"terima kasih"
"sama-sama, siap-siap gih tadi afwi bilang setengah 1 kita harus berangkat ke hotel"
__ADS_1
"iya aku simpan kartu dari kamu dulu"