
2 hari sudah umi Aisyah berada di rumah sakit di singapore dengan kondisi yang masih belum juga stabil.
"dek gimana? bahkan dokter sudah angkat tangan" ucap kak rasyid
"yang penting kita sudah berusaha kak, kita hanya perlu berdoa supaya ada keajaiban untuk umi seperti kata dokter tadi" ucap fadhil
"apa perlu anak-anak kita suruh kesini? siapa tau menjadi penyemangat umi"
"coba kakak hubungi kak davian dulu baiknya gimana"
"baiklah biar davian juga segera kesini"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
di bawah alam sadar umi aisyah
umi Aisyah berjalan-jalan di bukit yang Indah dengan bunga-bunga cantik dan rumput hijau sungguh menyejukkan.
"subhanallah sungguh Indah ciptaanmu, tapi ini dimana kenapa tidak ada orang sama sekali" ucap umi aisyah
umi aisyah terus berjalan mengikuti cahaya putih dan sampailah umi aisyah bertemu suaminya.
"abiiii" teriaknya
"bidadariku sudah disini"
"iya abi umi di sini, umi kangen sekali dengan abi"
"abi juga kangen dengan umi, bagaimana kabar anak-anak"
"anak-anak baik bi, dan cucu kembar kita sudah menikah bi bahkan afwa istrinya sudah hamil"
"alhamdulillah, umi kenapa bisa disini?"
"umi juga tidak tahu bi, umi ikut abi ya jangan tinggalin umi lagi"
"kalau umi ikut abi itu artinya umi meninggalkan anak-anak dan cucu-cucu kita"
"tidak apa-apa kan tugas umi sudah selesai, tugas kita sebagai orang tua mengantarkan anak-anak menuju kebahagiaan nya juga sudah selesai bi"
"umi boleh ikut tapi kembalilah dulu, pamitlah dengan anak-anak"
"tapi mana anak-anak?
"ikutilah cahaya putih itu mi, abi tunggu disini ya"
"iya abi, umi pamit dulu assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
di ruangan umi aisyah
"dokter pasien sadar" ucap suster
para dokter pun segera berbondong-bondong ke ruang umi aisyah, fadhil dan yang lain mendengar umi nya sadar pun sangat bahagia karena ada keajaiban untuk umi mereka.
tak lama dokter pun keluar dari kamar umi aisyah.
"pasien meminta anak-anak nya untuk masuk, silahkan masuk semuanya"
"baik dok" ucap mereka kompak
"umi alhamdulillah sudah sadar" ucap kak rasyid
"alhamdulillah nak"
"umi mau minum?" tanya fadhil
__ADS_1
"boleh" umi aisyah minum banyak sekali
"umi haus ya tidak bangun beberapa hari, kami rindu umi" ucap kak fatimah
"umi juga rindu kalian, anak-anak mana?"
"ada di Indonesia umi, sekarang kita di singapore" ucap kak nafisa
"pantas saja dokternya bule semua"
"iya umi, umi istirahat ya biar nanti umi melakukan proses penyembuhan" ucap angel
"iya umi akan istirahat tapi umi sekalian pamit sama kalian maaf jika umi punya salah sama kalian sampaikan maaf umi untuk yang lain umi sayang sama kalian, umi sudah di tunggu abi nak assalamualaikum, Asyhaduan Laa Ilaaha ill Allah, wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah"
"umiiiiii" teriak mereka
"innalillahi wainna illaihi raji'un, waalaikumsalam umi" ucap kak rasyid
"selamat jalan mi, waalaikumsalam tunggu kami di pintu syurga nya allah" ucap fadhil
"selamat jalan mi, selamat bertemu dengan abi kembali, semoga kita bisa berkumpul kembali di surga nanti" ucap kak davian
"dek urus kepulangan umi sekarang ya, kabari anak-anak" ucap kak rasyid
"iya kak aku telpon pilotnya dulu, sayang kamu telpon afwa ya, dan mbak bisa telpon zaidan untuk persiapan"
"iya bi" ucap angel dengan tangisnya
di Indonesia
entah kenapa pagi ini twins malas sekali berangkat ke kantor dan perasaan mereka pun tak enak.
"mas ada telpon dari mommy" ucap nabila
"iya sayang" afwa pun segera menggeser tombol hijau
"assalamualaikum mom"
deg
"innalillahi wainna ilaihi raji'un, jadi ini yang membuat hati kakak tidak karuan"
"doakan uti ya nak, hati-hati ke pesantren nya kami masih mengurus kepulangan jenazah, assalamualaikum"
"waalaikumsalam mommy"
"kak kenapa?" tanya afwi
"innalillahi wainna ilaihi raji'un uti meninggal dunia dan kita di minta ke pesantren" ucap afwa
"innalillahi wainna ilaihi raji'un" ucap mereka
zahra langsung lemas seketika mendengar berita itu, bahkan nampan berisi teh yang ia bawa pun jatuh.
"sayangg" ucap afwa berlari menangkap tubuh istrinya
"mass hiks hiks"
"sayang uti sudah tidak sakit lagi jangan menangis"
"tapi kenapa harus hari ini hiks hiks"
"hari ini hari baik sayang, hari jumat"
"tapi hari ini juga tepat satu minggu uti menitipkan sesuatu"
"apa yang kamu tangisi kemarin adalah amanah uti?"
__ADS_1
"iya hiks hiks"
"kalau begitu sampaikan kepada mas"
"aku juga tidak tau tapi uti menyimpan nya di lemari kamarnya di rumah ini"
"kita cari ya setelah ini kita berangkat ke pesantren, kak pinjamlah jet pribadi mami kania biar kita bisa berangkat cepat"
afwa dan Nabila yang masih shock mendengar ucapan zahra pun hanya diam.
1 jam kemudian twins beserta istri sudah berada di perjalanan menuju bandara.
"sayang jangan nangis"
"tapi takut dimarahin abi hiks"
"abi nggak akan marah, tenang ya nanti mas yang akan bantu bicara"
"dek telpon saja mommy sampaikan apa pesannya uti"
"baiklah kak"
"assalamualaikum mom"
"waalaikumsalam nak, ini mommy dan yang lain masih mau berangkat ke bandara"
"boleh bicara sebentar dengan abi atau paman?"
"sama abi saja ya, bi afwi mau bicara"
"assalamualaikum nak, ini abi, ada apa?"
"waalaikumsalam bi, ini zahra mau bicara sebentar"
"ada apa nak"
"abi maaf"
"ada apa? jangan menangisi uti nak uti sudah bahagia bertemu kakung"
"bi uti ada permintaan sebelum meninggal hiks"
"apa? bicaralah nak"
"uti mau dimandikan sama anak-anak nya saja dan uti minta di makamkan di samping kakung dan masih ada lagi tapi ini di kotak bi zahra ndak boleh buka, yang boleh buka hanya abi atau paman" lirih zahra
"simpanlah dulu nak, uti belum di mandikan makanya kita langsung bawa pulang, sudah dulu ya kita sudah tiba di bandara, jangan nangis lagi assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"abi nggak marah kan, sekarang jangan nangis ya, yuk turun kita masuk ke pesawat"
"iya" ucap zahra sambil mengusap air mata yang terus mengalir
di singapore...
"ada apa dek?" tanya kak davian
"ternyata umi sudah tau kalau akan meninggal kak" ucap fadhil pelan
"maksud nya?"
"umi sudah berpesan kepada zahra kalau mau dimandikan sama anak-anak nya saja dan mau di makamkan di samping abi, dan masih ada lagi nggak tau apa kata zahra dalam kotak yang bisa bukan hanya kita" lirih fadhil
"sampai disana kita buka dulu wasiat dari umi siapa tau ada hal yang harus kita lakukan sebelum umi di makamkan"
"iya kak"
__ADS_1
"aku akan hubungi zaidan supaya menyiapkan makam di samping abi" ucap kak rasyid
"iya kak"