
acara demi acara sudah terlewati tepat jam 11 malam rumah angel dan fadhil sudah sepi hanya menyisakan keluarga inti saja, afwi mengajak istrinya untuk ke kamarnya dengan harapan jika malam ini bisa membobol gawang istrinya.
"cie yang manten baru buru-buru aja ngajak ngamar" ucap afwa
"ya iya dong harus" ucap afwi santai
"kakak doain gak palang merah dek" sahut Nabila dengan senyum nya
"yang pasti nggak dong kan tadi pas isya' masih sholat jamaah" ucap afwi
"hey ferguso yang namanya haid datangnya gak kenal waktu" ucap afwa
"iya iya semoga aja nggak datang"
di kamar afwi
"aku mandi dulu ya"
"iya aku siapin bajunya"
"nggak usah kamu ganti pakaian aja dulu"
"iya mas"
tak lama afwi keluar kamar mandi dengan jubah mandinya.
"mandi gih udah aku siapin air hangat nya"
"hmm terima kasih"
tak lama zahra keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap nya bahkan zahra juga memakai jilbab nya.
"duduk sini yang" ucap afwi menepuk sofa sebelahnya
"iya"
"kok pakai jilbab? kan ini di kamar sayang"
"gapapa"
"mulai sekarang kalau di kamar di lepas aja ya jilbab nya"
"tapi"
"gapapa sayang kan udah halal"
"iya deh" ucap zahra malu-malu
"mas lepasin ya" ucap afwi melepas jilbab zahra
"subhanallah cantik nya istriku"
"apa sih mas"
"sholat sunah yuk"
"buat? kan ini masih belum dini hari mau sholat sunnah apa?" tanya zahra heran
"sholat sunnah zifaf sayang atau sholat sunnah malam pengantin, yuk sholat kan ini malam pertama kita"
"tapi.. "
"kenapa? kamu belum siap?"
"bukan"
"terus"
"aku lagi haid"
__ADS_1
"haaa mulai kapan" ucap afwi kaget
"seperti nya tadi pas acara, maaf" ucap zahra menunduk dan dia merasa bersalah kepada suaminya
"hmm yaudah tidur aja kalau gitu, selamat tidur istriku"
"mas nggak marah kan?"
"nggak sayang, udah tidur ya mas peluk"
zahra hanya menurut saja ketika di peluk suaminya itu meskipun sebenarnya dia sangat gugup karena baru kali ini sedekat ini dengan laki-laki apalagi tidur bersama.
pagi hari afwi dan zahra sedikit kesiangan bangun tidur karena mereka sama-sama nyaman saat tidur saling memeluk, ntah sejak kapan zahra memeluk afwi begitu erat, afwi bangun lebih dulu ketimbang istrinya dan afwi memilih menatap wajah cantik istrinya sebelum membangunkan nya.
"sayang bangun yuk udah pagi" ucap afwi lembut
bukan nya bangun zahra justru memeluk afwi lebih erat dari sebelum nya.
"sayang sudah pagi loh, ayo bangun shubuh nya keburu habis ini"
"eeuughh"
karena zahra yang tidak kunjung bangun afwi pun mempunyai ide jahil untuk menc**mi wajah istrinya.
cup
cup
cup
cup
cup
"akhirnya bangun hmm minta cium toh nggak mau bangun dari tadi" ucap afwi
"tuh hampir jam 5, lepasin dulu meluknya aku mau sholat shubuh sebentar nanti lanjut lagi ya sayang"
"eh" ucap zahra melepas pelukannya dan menjauh
"gausah malu mas senang kok di peluk kamu" ucap afwi melenggang ke kamar mandi
dengan sigap zahra menyiapkan baju koko sarung kopyah dan sajadah untuk suaminya setelah itu zahra menyiapkan pakaiannya sendiri karena setelah ini zahra juga akan mandi.
jam 6.30 pagi di kediaman angel dan fadhil
"wihhh penganten baru jam segini baru keluar" ucap afwa
"gak telat kali kak kita orang masih setengah 7" ucap afwi santai
"itu muka kenapa kucel bang? nggak jadi ya tadi malam" ledek athaar
"diem dek lo masih kecil" ucap afwi sinis
"rayya noh yang kecil"
"enak aja kakak tuh yang kecil udah tau jilbab kak zahra basah gitu ya pasti berhasil lah masih tanya" ucap rayya kesal karena dikatai kecil
"rayya kamu belum waktunya bahas itu sayang" ucap fadhil lembut
"ya kan rayya hanya menimpali bi lagi pula abi dan mommy kan juga sudah mengajarkan masalah itu ke kita"
"iya tapi belum saat nya rayya ikut membahasnya ya, ilmu yang abi sama mom beri itu sebagai tambahan wawasan kamu aja sayang"
"iya bi maaf"
"dan kalian kakak-kakak nya kalau ada rayya jangan bahas hal ini, dan kamu athaar kamu juga belum saat nya bahas ini"
"iya bi maaf" ucap athaar
__ADS_1
"sudah ayo sarapan" ucap angel menengahi
"opa oma mana mom? sama paman dan bibi juga yang lain?" tanya rayya
"mereka sarapan di luar pagi ini, mungkin mereka kembali nanti siang atau bahkan sore karena mereka sedang menikmati waktu libur sebelum besok kembali ke kota s" ucap angel
"uti nggak ikut kan mom? uti tetap disini kan?"
"mommy belum tau sayang, sudah makan dulu"
"uti ikut balik ke pesantren bi?" tanya afwi
"belum tau kak abi belum bertanya, kalau bisa sih biar uti tinggal disini saja"
"aku juga setuju uti tinggal disini" ucap afwa
mereka menikmati sarapan pagi bersama keluarga kecilnya. para istri mengambilkan makanan untuk suaminya sedangkan athaar hanya bengong sambil melihat orang tua dan kakak twins nya.
"kakak ku yang tampan aku ambilkan makanannya ya biar nggak ileran kalau lihat mereka bertiga romantis" ucap rayya pada athaar
"hmm boleh deh sementara kamu yang ambilin"
"abi doakan semoga kamu segera menemukan jodohmu nak"
"amin" ucap mereka kompak
setelah sarapan mereka bersantai di ruang keluarga sedangkan rayya dan zahra mereka sedang membuat camilan untuk bersantai.
"camilan jadiiiiii" teriak rayya ketika membawa camilan ke taman belakang
"adek jangan teriak-teriak" ucap fadhil
"hehhehe maaf abi, nggak janji ya takutnya rayya mengulangi lagi" dan fadhil hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak gadis nya
"ini kue apa ra? mom yakin kamu yang buat" ucap angel
"itu bolen pisang mom"
"rayya juga ikut buat kali mom"
"iya-iya anak cantik mom ini pasti bantuin"
"enak" komentar fadhil
"iya bi enak, gak kayak yang rayya beli beberapa waktu lalu" ucap athaar
"yang dulu mah kesalahan belinya soalnya rayya hanya lihat gambarnya yang menggoda"
"ini bil makan" ucap angel menawarkan bolen pisang
"nggak mau mom, mom minta mangga yang itu boleh?" ucap nabila
"kenapa minta, ambilah sayang tapi itu masih mentah nanti saja kalau matang rasanya di jamin manis" ucap angel
"nggak apa-apa mom, bila mau yang mentah aja"
"oh cucu mommy pengen ya, yaudah kak sana ambilkan mangga anaknya" ucap angel pada afwa yang masih menikmati bolen pisang nya
"kak mau di buatin bumbu rujaknya? itu jambu airnya sepertinya juga sudah matang" ucap zahra
"iya mau cepet ya ra"
"iya kak"
"biar mas temani sayang" ucap afwi mengikuti istrinya
"dasar bucin" guman athaar
"nanti kalau kamu udah nikah pasti juga gitu nak" ucap fadhil yang mendengar gumaman anaknya
__ADS_1