
pagi harinya dikeluarga angel ada anggota baru yang tak lain adalah fadhil.
"ngel kamu bangunin fadhil ya di kamar tamu" ucap papa rey
"iya pa" ucap angel
angel akhirnya turun ke lantai 1 menuju kamar tamu di mana fadhil tidur.
tok tok tok
"kak fadhil keluar dong" ucap angel
"kak fadhil kak" ucap angel
"kak fadhillll" teriak angel
"iya ada apa?" ucap fadhil yang sedikit membuka pintu
"waktunya sarapan kak ditunggu di ruang makan" ucap angel
"pinjam baju ganti dong, baju aja" ucap fadhil
"bajunya papa kemeja semua kak kaosnya gak ada lengannya adanya" ucap angel
"pokoknya baju deh yang ada lengannya" ucap fadhil
"gamis aku gapapa kan baju juga dan lengan panjang lagi" ucap angel menahan tawa
"kalau tega ya silahkan" ucap fadhil
"tapi aku malas masuk kamar papa kalau pake kaos aku aja gapapa kan? tenang bukan kaos motif kok" ucap angel
"iya deh gapapa" ucap fadhil
angel berjalan ke kamarnya untuk mengambil kaos dan setelah itu kembali ke kamar tamu.
"fadhil belum bangun ngel?" ucap papa rey
"udah pa tapi enggak berani keluar soalnya masih pake baju tidur, angel ngantar kaos ke kamar tamu dulu pa" ucap angel yang pergi meninggalkan papanya
"kak fadhil buka pintunya" ucap angel yang sampai di depan kamar tamu
"mana kaosnya" ucap fadhil
"ini kaosnya kakak pilih aja, itu aku kira cocok buat cowok dan itu ukuran yang paling besar yang aku punya, kalau gitu cepat ganti udah ditunggu papa di ruang makan, aku pergi dulu" ucap angel yang diiyakan fadhil
"fadhil mana ngel" ucap papa rey yang melihat angel sampai diruang makan
"lagi ganti baju pa" ucap angel
"kemarin pas di ngajak kamu ta'aruf kamu jawab apa" ucap papa rey
__ADS_1
"aku bilang iya tapi semua tergantung papa" ucap angel
"kalau 2 bulan lagi papa bilang enggak kamu gimana?" ucap papa rey
"aku percaya jodoh maut rezeki sudah diatur pa kalau papa gak setuju ya berarti kak fadhil bukan jodoh aku" ucap angel
"apa kamu gak akan mohon sama papa untuk menerimanya?" ucap angel
"angel rasa papa tau mana yang terbaik untuk angel, kalau menurut papa kak fadhil baik untuk angel papa pasti menerima kalau papa gak menerima berarti menurut papa kak fadhil itu bukan yang terbaik buat angel" ucap angel
"maaf om fadhil lama" ucap fadhil yang sampai di ruang makan
"iya gapapa masih nunggu mamanya angel kok" ucap papa rey
"maaf ya mama lama, viona rewel soalnya" ucap tante renita yang menggendong viona
"loh pa ini siapa? kok mama baru liat" ucap tante renita yang melihat fadhil
"dia ustadz fadhil angel waktu di pesantren dan dia juga mengajak taaruf angel" ucap papa rey
"oh calonnya angel, bisa juga kamu berandalan dapat ustadz" ucap tante renita
"kamu ngomong apa barusan? udah bosan tinggal dirumah ini?" ucap papa rey
"enggak ngomong apa-apa" ucap tante renita
"jangan fikir aku gak dengar, urusan ini kita lanjut nanti setelah makan siang" ucap papa rey
"udah pa sekarang makan aja aku lapar" ucap angel
"fadhil dari pada disini mending ikut om ke ruang kerja om untuk belajar bisnis biar saat ke kantor kamu gak kaget" ucap papa rey
"boleh om" ucap fadhil dan mereka berjalan ke ruang kerja
"ayo masuk, kamu disini bisa belajar mengecek berkas yang kebetulan saya bawa pulang karena kemarin belum sempat menyelesaikan di kantor" ucap papa rey
"tapi fadhil belum tau om harus belajar mulai darimana" ucap fadhil
"oke om jelaskan dulu aja tentang perusahaan om, perusahaan om bergerak di bidang properti meliputi bidang persewaan perkantoran, pusat perbelanjaan (mall), apartemen sewa, perhotelan dan pembangunan perumahan beserta segala fasilitasnya" ucap papa rey
"banyak juga ya om" ucap fadhil
"iya apa kamu mempunyai saran lagi untuk melebarkan bisnis saya?" ucap fadhil
"apa ya om" fadhil berfikir
"bagaimana kalau...." ucap fadhil terpotong
"tuan tuan tuan" teriak bibi di balik pintu
"masuk aja bi" ucap papa rey
__ADS_1
"maaf tuan mengganggu, tapi non angel menangis di gazebo belakang" ucap bibi seketika papa rey dan fadhil berlari menuju gazebo
sesampainya di gazebo memang benar angel sedang menangis.
"sayang kamu kenapa?" ucap papa rey mendekati angel
"papa" ucap angel yang memeluk papanya
"ada apa sayang papa disini" ucap papa rey
"aku merindukan mama pa" ucap angel yang masih menangis
"mama sudah tenang disana sayang, kalau kangen doakan mama" ucap papa rey
"papa tau kamu nangis karena ucapan mama renita kan" ucap papa rey
"kasian kamu ngel, aku janji akan membahagiakan kamu kalau aku menjadi imammu" batin fadhil
"gatau kenapa pa rasanya sakit banget" ucap angel
"sekarang kita ke makam mama yuk papa juga rindu sama mama" ucap papa rey
"kalau om sama angel mau pergi fadhil balik dulu aja ya om" ucap fadhil
"jangan kamu ikut aja kalau om menerima kamu kan kamu tau makam mama angel" ucap papa rey dan fadhil hanya mengangguk
mereka pergi ke makam mama silviana bersama-sama dan fadhil menjadi sopir.
"gara-gara angel nangis gak jadi belajar bisnis deh kamu dil" ucap papa rey
"gapapa om kan bisa nanti lagi" ucap fadhil
"kak nanti berhenti di toko bunga ya" ucap angel
"enak ya kalau punya anak cowok kemana-mana ada sopir dadakan" ucap papa rey
"angel juga bisa kali pa" ucap angel
sesampainya di toko bunga angel membeli bunga lili dan Mawar merah kesukaan mamanya setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke makam.
"ma angel datang kesini lagi, maaf ya ma angel lama gak kesini, angel udah turutin kemauan mama masuk pesantren dan 2 minggu yang lalu angel baru pulang ma, semoga mama bahagia ya disana, mama tunggu angel dan papa ya" ucap angel dihadapan makam mama evilia
"sayang aku datang, aku minta maaf belum bisa membahagiakan Princess kita dan maaf aku salah memilihkan ibu sambung untuk princess kita" ucap papa rey
"sekarang kita berdoa aja ya om" ucap fadhil
setelah selesai ziarah mereka kembali ke kediaman Thompson.
ditempat lain syasya dan orang tuanya sedang berada di perjalanan menuju bandara untuk pergi ke singapore menjenguk oma, sedangkan fira dan kania sedang meratapi nasib mereka yang fasilitasnya dicabut oleh kedua orang tuanya.
TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE YA READERS
__ADS_1
sampai jumpa di episode berikutnya jangan lupa like dan vote nya ya
jangan lupa tetap #dirumahaja semoga kita tetap di beri kesehatan dan dihindarkan dari COVID-19