Istri Nakal Pak Ustadz

Istri Nakal Pak Ustadz
eps 294


__ADS_3

malam semakin larut mereka telah menyelesaikan acara baberquan malam ini sejak pukul 10 malam, mereka semua langsung kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.


pak kyai "mi"


umi Aisyah "iya bi, ada apa?"


pak kyai "mi jika janji ya jika abi di panggil sang khalik umi tidak boleh menangis, umi harus ikhlasin abi, nanti abi tunggu umi di surganya allah insyaallah, abi sayang dan Cinta sama umi maafkan kesalahan abi ya mi baik yang abi sengaja atau tidak, maafkan abi jika belum bisa menjadi yang terbaik untuk umi dan belum bisa membahagiakan umi"


umi aisyah "umi juga sayang dan Cinta sama abi, umi juga minta maaf atas kesalahan umi, abi sudah terbaik di mata umi, abi jangan bicara kematian karena itu membuat umi takut"


pak kyai "iya mi, yaudah kita tidur ya, sini abi peluk"


PAK KYAI POV


satu minggu ini aku merasakan kematian ku semakin dekat, aku selalu merasa di ikuti oleh orang berbaju putih kemanapun aku pergi, setiap kali aku bertemu orang-orang aku selalu menyempatkan untuk meminta maaf ntah itu santri ataupun para ustadz ustadzah.


karena aku merasakan kematian sudah sangat dekat akhirnya aku meminta fadhil dan istri juga anak-anak nya untuk ke pesantren dan aku juga meminta cucu-cucu ku yang menempuh pendidikan di kairo untuk kembali ke tanah air, aku bahkan mengancam mereka agar mereka kembali ke pesantren.


aku hanya takut jika aku tidak lagi bisa berkumpul dengan orang-orang tersayang dalam kehidupan ku, aku bahkan minta di masakkan makanan oleh para menantu dan istriku beberapa hari terakhir dan bahkan aku meminta mereka yang memasak sendiri dan mengambilkan makan untukku.


aku bahkan sudah meminta maaf kepada anak-anak dan istriku karena aku merasa kematian semakin mendekat, bahkan aku juga berpesan kepada anak-anak ku untuk tidak meninggalkan sholat dan selalu mendoakan ku jika aku sudah tiada, bahkan aku juga sudah memberi amanah kepada mereka atas umi nya.


aku ikhlas jika suatu saat nanti istriku menikah lagi aku ikhlas karena aku tau tidak selama nya anak-anak ku bisa menjaga umi nya full 24 jam setiap hari nya karena mereka juga bekerja dan memiliki keluarga masing-masing, apalagi putra bungsuku yang tinggal di kota lain sudah di pastika tidak bisa menjaga umi nya 24 jam jika umi berada di pesantren tetapi aku berpesan kepada putra bungsuku untuk selalu menjenguk umi nya.


aku bahagia melihat anak-anak dan cucu-cucu ku berkumpul dan mereka sangat akur walau sering berantem tapi mereka saling menyayangi satu sama lain, aku bersyukur putra bungsuku bisa mendidik anak-anak nya dengan baik dan sama seperti anak-anak saudaranya walau tidak hidup di lingkungan pesantren setiap harinya dan anak-anak nya juga tidak sombong walaupun mereka kaya.


aku sudah ikhlas jika di panggil setiap saat karena memang usiaku sudah tua, aku hanya berharap jika aku meninggal tidak merepotkan anak dan cucuku yang harus mengurus di rumah sakit terlebih dahulu dan aku selalu berdoa jika aku meninggal nanti aku meminta dalam keadaan suci dan sedang melakukan hal baik.


PAK KYAI POV END


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


adzan subuh sudah berkumandang, semua keluarga pak kyai sudah berada di masjid, kak fatimah juga sudah di masjid karena haid nya sudah berakhir.

__ADS_1


hari ini pak kyai meminta kak rasyid yang menjadi Imam, kak rasyid sempat menolak karena biasanya sang abi lah yang menjadi Imam saat sholat shubuh sedangkan dirinya sholat dhuhur dan ashar, tapi atas permintaan abi nya itu dia tidak bisa menolaknya dan akhirnya kak rasyid menjadi imam saat sholat shubuh.


saat tahiyat akhir selesai pak kyai tidak kunjung bangun dari sujud nya dan itu membuat fadhil yang di sampingnya menyentuh tubuh abi nya dan tubuh pak kyai langsung ambruk ke samping.


"abiiii" teriak fadhil


"bi abi bangun bi" ucap kak davian


kak rasyid "mungkin abi pingsan, ayo kita bawa ke klinik, tolong kalian doa sendiri-sendiri ya saya mau membawa pak kyai ke klinik"


fadhil "innalilahi wa innailaihi raji'un abi sudah kembali ke sisi allah bang hiks hiks hiks" ucapnya setelah mengecek denyut nadi abi nya


kak davian "innalillahi wa innailaihi roji'un, abi selamat jalan bi terima kasih atas ilmu yang abi berikan selama ini, insyallah davian ikhlas melepas kepergian abi"


kak rasyid "gak mungkin dek, abi pasti hanya pingsan"


fadhil "bang tapi beneran denyut nadi abi sudah tidak ada, bang ingat pesan abi kalau sewaktu-waktu abi di panggil sang khalik kita harus ikhlas"


fadhil "abang panggilah umi, umi pasti tidak sanggup menerima ini semua, dan para santri tolong bantu beres-beres di rumah utama"


para santri langsung meninggalkan masjid dan beres-beres di rumah utama sedangkan yang lain membatu fadhil dan davian untuk menggotong jenazah pak kyai yang akan dibawa menuju rumah.


kak rasyid menuju tempat ibada Putri yang langsung ke shaf bagian depan untuk memanggil sang umi.


kak rasyid "umiii" ucapnya yang langsung memeluk sang umi


umi Aisyah "ada apa kenapa tidak doa? dan ada apa kok rame-rame?"


kak rasyid "abi mi abi, abi meninggal hiks hiks hiks"


umi Aisyah "innalillahi wa innailaihi raji'un" ucapnya yang setelah itu pingsan


"umiiii" teriak kak rasyid, kak fatimah dan kak nafisa dan angel

__ADS_1


angel "mi bangun mi"


kak fatimah "mas bawa umi ke rumah"


angel "kak jadi ini jawaban dari perubahan abi kemarin hiks hiks hiks"


kak rasyid "sudah ayo kita ke rumah, jenazah abi sudah di bawa ke rumah"


para santri dan santri wati hari itu mereka benar-benar sedih karena sosok guru yang sudah seperti ayah mereka meninggal dunia saat sujud terakhir sholat shubuh.


para santri berkumpul di depan rumah duka dan mereka juga menghubungi keluarga mereka jika kyai di pesantren mereka meninggal dunia.


almira dan zaidan akhirnya mereka mengerti kenapa sang kakung meminta mereka segera kembali dan inilah jawaban yang mereka dapatkan kesedihan karena kehilangan sosok kakung, mereka bersyukur saat itu mereka bisa langsung pulang mungkin jika tidak mereka tidak bisa bersama di hari-hari terakhir sang kakung.


afwa dan afwi serta athaar mereka menangis saling berpelukan untuk menguatkan satu sama lain, afwa kala itu langsung memberi kabar kepada opa nya melalui pesan singkat jika kakung nya meninggal dunia.


umi Aisyah yang sudah sadar dia berusaha menghapus air matanya, walau bersedih umi Aisyah mencoba ikhlas dan tidak menangis sesuai permintaan suaminya yang kini telah terbujur kaku, umi Aisyah mendekati jenazah suami nya dan dia mencium kening suaminya agak lama.


umi Aisyah "selamat jalan bi, insyaallah umi ikhlas, tunggu umi di surganya allah ya bi sesuai janji abi" ucapnya setelah itu mencium lagi kening suami nya itu untuk terakhir kalinya.


anak-anak serta cucu-cucu nya mengucapkan selamat jalan kepada sang kyai dan mereka semua berharap bisa berjumpa di surga kelak, mereka membacakan surah yasin di kiri kanan jenazah sebelum jenazah di mandikan.


para santri bergantian masuk untuk memberi penghormatan terakhir nya, mereka juga membacakan surah yasin dan memanjatkan do'a.


berita kematian sang kyai pun telah menyebar di lingkungan pesantren maupun luar pesantren, mereka yang kenal dengan pak kyai juga berdatangan hadir ketika mendengar kabar duka ini. dan raangkaian bunga turut berduka cita pun mulai berjajar di depan pesantren.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


author sedih banget nulis ini...


semoga gak banyak yang protes deh pak kyai nya meninggal hehehe


jangan lupa like dan vote ya guys

__ADS_1


__ADS_2