
kini jenazah umi aisyah telah tiba di pesantren, kesedihan jelas terpancar di wajah para santri dan santri wati.
"mom" lirih zahra
"jangan nangis oke, uti sudah nggak sakit lagi, sekarang zahra di tunggu abi dan paman nak" ucap angel
"biar mas temani ya sayang" dan zahra hanya mengangguk kan kepala
fadhil dan yang lain menunggu di rumah singgah milik fadhil.
"nak ceritakan kapan kamu bicara sama uti" ucap fadhil to the point
"waktu mau acara pengajian bi, waktu itu semua sedang sibuk, waktu itu zahra mengantar uti istirahat ke kamar nya dan saat itulah uti bilang ke zahra tentang permintaan nya, dan ini kotak yang zahra maksud bi ini kunci nya"
"kenapa kalau ada kunci nya tidak kamu buka nak" ucap kak davian
"uti bilang jika kotak itu hanya boleh di buka anaknya paman jadi zahra tidak berani membuka nya"
"isinya hanya surat" ucap fadhil
"ini ada nama masing-masing dek" ucap kak rasyid
"tapi abi sama paman bisa baca dulu yang untuk semuanya"
"kakak baca aja" suruh fadhil pada kak rasyid
"assalamualaikum anak-anak umi, cucu-cucu uti dan cicit uti dengan kalian membaca surat ini berarti umi sudah pergi menemui abi, maafkan segala kesalahan uti selama ini, umi sengaja menulis surat ini karena umi tak mampu pamitan langsung kepada kalian.
sebenarnya sejak 2 bulan sebelum umi masuk rumah sakit umi sudah merasa akan meninggal karena ada sosok yang terus mengikuti umi tapi umi bersyukur masih bisa melihat cucu kembar umi menikah.
umi menulis surat ini sejak tiba di kota s karena umi merasa kematian umi sudah dekat, maaf umi merepotkan kalian dengan sakit yang umi derita, umi pamit ya nak jaga iman kalian jangan rebutan warisan karena umi dan abi tidak meninggalkan apapun kecuali ilmu.
jaga silaturahmi kalian dengan baik setelah umi tiada, umi harap fadhil tetap berkunjung ke pesantren meskipun umi sudah tiada dan begitu juga dengan rasyid dan davian jika ada waktu berkunjunglah ke tempat adik kalian, jaga erat persaudaraan kalian nak.
oh ya umi minta anak dan menantu umi yang memandikan jenazah umi dan umi minta salah satu dari anak umi juga yang menjadi Imam sholat jenazah umi dan untuk pemakanan umi minta kalian makamkan sendiri umi di dekat makam abi.
umi pamit, umi sayang kalian semua sampai bertemu di syurganya allah aminn"
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh". ucap mereka kompak
"kak sekarang kita urus jenazah umi" ucap fadhil
mereka memandikan jenazah di tempat yang sudah di sediakan dan hanya keluarga inti saja yang bisa masuk ke tempat itu.
"bi jenazah di makam kan setelah sholat jum'at ya karena ini sudah masuk waktu jumat" ucap kak zaidan
"iya nak" ucap kak rasyid
para laki-laki mereka sholat jum'at di masjid pesantren bahkan masjid pesantren tidak cukup menampung para jamaah karena hari ini banyak yang hadir untuk memberi penghormatan terakhir kepada umi Aisyah.
setelah sholat jum'at selesai mereka pun melaksanakan sholat jenazah yang di imami oleh kak rasyid, fadhil dan kak davian sengaja tidak ikut karena masih banyak jamaah yang minta di imami.
__ADS_1
sholat jenazah dilaksanakan sampai 7 kali dengan Imam nya anak-anak dan cucu-cucu umi Aisyah.
kini umi aisyah sudah berada di peristirahatan terakhir nya, sesuai permintaan nya umi aisyah di makam kan tepat di samping makam suaminya.
para pelayat sudah mulai meninggalkan area makam sedangkan keluarga inti masih berada di makam karena mendoakan umi mereka.
"nak kembalilah ke pesantren siapkan untuk acara tahlil nanti malam" ucap kak rasyid pada zaidan
"baik abi" ucap zaidan
di rumah duka masih banyak pelayat yang berdatangan untuk mendoakan dan mengucap bela sungkawa, rangkaian bunga pun juga terus berdatangan dari kolega fadhil kak rasyid maupun kak davian.
di rumah singgah fadhil....
"kak istirahatlah semenjak tiba disini kakak belum istirahat" ucap zahra kepada nabila
"nunggu suamiku dulu dek"
"mereka masih di makam kak, istirahatlah dulu kakak kan nggak boleh kecapean dan harus banyak istirahat"
"iya kakak istirahat"
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" sahut zahra
"istriku kemana ra?" tanya afwa
"baiklah"
"mas mau minum?" tanya zahra pada suaminya
"tidak sayang mas mau bersih-bersih saja"
"yaudah aku siapkan pakaian ganti nya yuk"
setelah selesai mandi afwi oun segera keluar dan menghampiri istrinya.
"sayang"
"iya"
"boleh mas minta tolong?"
"apa mas?"
"tolong siapkan makanan buat semua, mas yakin mereka belum makan"
"tapi belum ada bahan mas, belanjanya dimana"
"oh iya kita baru sampai belum sempat belanja, belanja dulu yuk mas antar"
__ADS_1
"iya mas"
jam 4 sore zahra di bantu dengan afwi selesai memasak dan mereka sudah menyiapkan di meja makan dan afwi memerintah kakaknya untuk memanggil abi mommy beserta paman dan bibinya.
"abi mommy paman bibi ayo makan dulu di rumah" ucap afwa
"paman tidak nafsu makan wa" sahut kak rasyid
"paman kita butuh tenaga ekstra sampai 7 hari ke depan jadi jangan sampai paman sakit, ayo makan dulu dari kemarin pasti kalian belum makan, tadi adek sama istrinya sudah masak ayolah makan dulu" ucap afwa
"kalian makanlah dulu" ucap kak davian
"kita makan sama-sama ayolah abi mommy paman bibi apa kalian tidak mau mengadakan acara fidaan buat uti?" ucap afwa
"kita akan mengadakan mulai malam ini" sahut kak rasyid
"untuk itu kalian harus makan, terus nanti mau siapa yang mimpin doa kalau kalian sakit karena nggak makan"
"baiklah kami akan makan"
di rumah fadhil mereka semua makan lesehan di atas karpet yang sengaja athaar siapkan.
"maaf semuanya menu makanan nya hanya ini" ucap zahra
"tidak apa nak ini sudah cukup" ucap fadhil
"oh ya rayya kemana?" tanya angel
"rayya masih mandi mom" sahut afwi
"afwi honeymoon kamu tertunda ya?" ucap kak rasyid
"tidak paman tapi mungkin 4 hari lagi afwi mau berangkat umrah itupun kalau di izinkan" ucap afwi
"berangkat lah doakan uti dari sana" ucap kak davian
"iya berangkat saja jangan fikirkan acara disini toh nanti kalian bisa mendoakan uti disana" ucap kak rasyid
"berangkatlah setelah selesai umrah bawalah istrimu jalan-jalan" ucap fadhil
"bi rayya ikut kakak umrah boleh? sebelum masuk pesantren" ucap rayya
"ikutlah tapi setelah selesai umrah kamu pulang dan langsung abi antar ke pesantren"
"yah abi kan aku ikut kakak biar molor ke pesantren nya"
"mending disini dek daripada kamu ikut jadi obat nyamuk pengantin baru" ucap athaar
"kan aku sama kakak athar kesana nya"
"tidak, kakak bantu kak afwa di kantor" ucap athaar
__ADS_1