
di pesantren.....
setelah sholat dhuhur mereka sangatlah sibuk menata snack dan nasi kotak dengan di bantu banyak santri pekerjaan pun lebih cepat selesai.
"umi uma ada tamu dari Kediri kata abi umi sama uma di suruh ke depan" ucap salah satu santri wati
"baiklah, apa mommy sudah di depan?"
"sudah uma"
di ruang tamu...
"seperti nya ada acara besar sampai ada tenda hajatan segala" ucap kyai hasan
"acara 7 harian kyai itu takut kalau hujan saja"
"oh begitu, oh ya ini saya ngantar istri ingin tau pesantren disini sekaligus takziah"
"selamat datang di pesantren ar-rahman bu nyai" ucap angel
"terima kasih bu nyai" sahut istri kyai hasan
"berdua aja?" tanya fadhil
"bertiga tapi alif langsung ke masjid"
"mumpung sama istri jadi nginap tidak? kalau iya tak pesankan kamar pengantin" bisik fadhil pada kyai hasan
"boleh boleh tapi alif biar disini"
"bisa di atur"
"rayya di mana mom?"
"di belakang sama mbak-mbak santri bi ada apa?"
"mau abi ajak keluar sebentar"
"tuh anaknya" sahut kak davian
"pintar nya anak abi"
"permisi, silahkan di minum pak kyai bu nyai"
"terima kasih nak" ucap kyai hasan
"uma katanya tamu nya tadi 3?"
"iya ustadz alif masih di masjid taruh sini saja"
"baiklah"
"rayya habis ini ikut abi sebentar"
"kemana bi? rayya masih mau bantu mbak-mbak loh"
"ke angkringan"
"serius? ayo berangkat"
"kalau makanan gerak cepat, ini masih jam 2 belum ada angkringan buka" ledek fadhil
"ish abi, mom abi nya jangan kasih jatah soalnya udah bohongin rayya"
"iya gampang" sahut angel
"iya deh beneran cari makanan yuk" ajak fadhil
"aku tinggal dulu ya kyai hasan" lanjutnya
"bapak sama anak sama aja" gerutu angel
"namanya juga sedarah dek" sahut kak rasyid
"oh ya bu nyai mau keliling pesantren?" tanya kak fatimah
"memang boleh?"
"boleh tapi biar di temani angel ya"
"aku kak?" sahut angel
"iya"
"yaudah ayo bu nyai saya ajak keliling pesantren"
"aba ama ikut bu nyai angel ya"
"iya ma silahkan"
angel dan istri kyai hasan mereka berdua keliling pesantren.
__ADS_1
"bu nyai namanya siapa?"
"saya hanum bu nyai"
"panggil saya angel saja bu nyai saya belum pantas di sebut bu nyai"
"mana bisa begitu bu nyai"
"tidak apa-apa bu nyai panggil nama saja"
"saya tidak enak"
"panggil dek saja kalau gitu bu nyai"
"kalau gitu panggil saya mbak aja jangan bu nyai"
"iya mbak hanum"
"iya dek angel"
"ayo mbak aku tunjukkan asrama Putri"
"disini ada taman nya juga?"
"ada mbak taman disini tempat favorit para santri Putri untuk belajar atau hafalan"
"ini khusus taman santri Putri?"
"iya kalau santri putra ada sendiri"
"disini kalau hari rabu libur ya?"
"sebenarnya liburnya setiap hari minggu tetapi karena hari ini tepat 7 hari wafatnya umi jadi anak-anak di liburkan dan di minta membantu kami"
"oh begitu"
"iya, ayo ke kebun kita bisa ambil mangga kalau mau"
"boleh boleh"
di kebun...
"nah ini kebun nya"
"disini sayur nya nanam sendiri ya"
"hanya buat kegiatan pembelajaran anak-anak saja tapi ya lumayan setiap satu bulan sekali panen kangkung sawi bayam"
"disana memangnya tidak ada?"
"tidak ada"
"yaudah ayo mbak ambil buah"
setelah mengambil beberapa buah mereka kembali ke rumah utama pesantren.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"ambil buah apa dek?"
"banyak kak, oh ya kak dav pisang di kebun ada yang matang"
"iya nanti biar di panen anak-anak" sahut kak davian
"rayya belum kembali?"
"sudah dia di belakang kalau suami kamu ke rumah singgah tadi"
"oh yaudah aku ke belakang dulu mau mencuci buah sama ambil pisau"
di dapur....
"mommy" panggil rayya
"apa sayang?"
"tadi abi pesan kamar pengantin buat siapa" bisik rayya
"kamu diajak ke hotel tadi sama abi?"
"iya habis itu diajak beli makanan"
"buat kyai hasan sama istrinya"
"oh gitu kirain buat anak nya kyai hasan"
"alif belum menikah dek, kamu mau jadi istrinya? kalau mau mommy bantu bicara ke abi"
"rayya mau kuliah dulu mommy"
__ADS_1
"mommy dulu kuliah juga nikah sama abi habis itu langsung di kasih kepercayaan hamil kakak kembar, gapapa lo dek kuliah tapi udah nikah"
"ray belum mikir kesana mommy"
"yaudah deh kalau gitu mommy ke depan dulu"
"mau aku bantu bawa buahnya? sekalian aku bawa makanan ini"
"itu pudding?"
"iya pudding nya kan yang di cup udah cukup terus sama kakak-kakak santri di taruh loyang ini udah aku potong mom"
"yaudah bawa ke depan gih"
di dapur pekerjaan masih banyak masih 70% yang sudah selesai hanya tinggal menunggu sebagian nasi dam acar yang belum jadi.
setelah sholat ashar semua pekerjaan sudah selesai kini giliran santri laki-laki yang bekerja menata karpet setelah tadi pagi mereka membersihkan hamalan pesantren dan rumah utama.
"abi ini yang di kasih karpet rumah sama teras aja atau di bawah tenda juga?" tanya santri
"di tenda juga, semuanya di kasih karpet, apa karpetnya kurang?" ucap kak rasyid
"ini tinggal 3 bi teras sama rumah sudah semua"
"kalau gitu seadanya dulu, minta ustadz athaar ya nanti biar di carikan"
"baik bi"
athaar saat ini sedang di musholla bersama alif.
"kita ketemu lagi kak"
"iya, kamu belum kembali ke kota k lagi?"
"malam nanti aku kembali kemarin mau balik sama adek belum boleh"
"apa dia masih sakit?"
"udah nggak sih tapi manja emang dia soalnya dia anak perempuan satu-satunya dan anak terakhir jadi manja banget"
"kalian berapa saudara?"
"4 yang dua itu kembar dan udah nikah trus aku terus rayya"
"kalian pulang nanti malam?"
"nggak cuma aku aja abi mommy sama rayya pulang 1 minggu lagi"
"kenapa buru-buru pulang?"
"besok mau ke turkey"
"kamu kuliah disana?"
"nggak aku udah selesai kok kuliahnya tapi cuma sampek s2"
"jurusan apa?"
"aku sistem informatika kedua kakakku bisnis semua"
"kenapa kamu nggak bisnis juga?"
"mereka berdua udah bisa jadi pemimpin aku cukup menjaga keamanan data perusahaan saja"
"beruntung kamu bisa lanjut s2"
"alhamdulillah, kakak nggak lanjut s2?"
"pengen tapi nggak tau boleh apa nggak"
"mau ambil jurusan apa?"
"manajemen bisnis"
"kakak udah punya bisnis?"
"alhamdulillah sudah"
"bisnis apa? siapa tau bisa kerja sama"
"aku cuma usaha kuliner aja"
"enak dong makan gratis terus"
"alhamdulillah"
"kakak mau lanjut dimana?"
"pengen ke inggris tapi paling nggak boleh sama ama"
"loh kenapa? dulu anak tante aku kuliah disana gak apa-apa"
__ADS_1
"dulu aku s1 di singapore nah selama hampir 4 tahun aku nggak pernah pulang, pulang-pulang setelah wisuda akhirnya aku nggak boleh pergi lama-lama sama umaku"